Episode 14. Mimpi yang sama.

Kini mobil pun sampai di sebuah apartemen, Bian mengucapkan terima kasih pada Samuel lalu dia keluar dari mobil.

"Samuel, terima kasih tumpangannya."

"Jangan dipikirkan, Bos. Sudah menjadi tugasku untuk menjadi pengawalmu." Samuel berpamitan untuk pergi, dan Bian sekarang masuk ke dalam apartemen.

Bian membuka pintu apartemen dan melihat bahwa istrinya belum pulang, lalu Bian seperti biasa membuat makanan untuk istrinya.

Samuel mendapatkan tugas dari ayahnya, Brian, yaitu Tuan David, untuk menyelidiki siapa wanita yang telah menjadi istri Brian, putranya tersebut.

Samuel mencari informasi dari orang-orang terdekatnya, dan akhirnya dia menemukan sebuah informasi yang mengejutkan.

Samuel segera menghubungi tuannya.

[Halo Tuan]

[Ya, apa kamu sudah menemukan siapa wanita itu?] Tanya David dalam teleponnya.

[Saya sudah tahu siapa dia, Tuan.] Jawab Samuel.

[Katakan lebih detail.]

[Wanita itu adalah Laura Kiehl, putri dari keluarga Kiehl. Dia adalah anak dari pasangan Axel Kiehl dan Miranda Kiehl. Dan ini berita mengejutkan, Tuan. Wanita itu sudah hamil sebelum menikah dengan Tuan muda.]

[Apa? Kenapa ini bisa terjadi? Apa anakku melakukan kesalahan?]

[Bukan begitu, Tuan. Dia hamil dengan pacarnya sebelumnya. Sebelum menikah dengan Tuan muda, wanita itu sudah hamil terlebih dahulu, tapi pacarnya tidak mau mengakuinya.]

[Lalu kenapa Brian bisa menikahi wanita itu?]

[Untuk masalah itu, aku belum tahu, Tuan. Dan aku akan mencari tahu lebih jauh.]

[Baiklah, aku tunggu kabar darimu.]

[Baik, Tuan.]

Samuel dan Tuan David langsung menutup teleponnya.

"Sepertinya aku harus mencari tahu kenapa Bos bisa menikahi wanita itu."

Kini Brian sudah selesai memasak makanan untuk istrinya, dia kemudian menunggu istrinya pulang.

Singkat cerita, kini istrinya sudah pulang, Bian segera menyiapkan hidangan di atas meja. Setelah menyiapkan hidangan, Brian mandi terlebih dahulu.

Laura yang baru masuk ke dalam apartemen langsung mencium bau sedap. Laura berjalan ke sumber bau tersebut.

"Ternyata dia memasak ikan, tahu saja aku sedang suka makan ikan," gumam Laura. Dirinya yang merasa sangat lapar langsung mengambil makanan tersebut tanpa menunggu Brian yang sedang mandi.

"Kemana dia dan kenapa aku tidak melihatnya?" gumamnya dalam hati.

"Apa dia pergi ke luar? Tapi mana mungkin dia akan keluar rumah jika dia keluar, lalu siapa yang membuat makanan ini."

Bian kini sudah selesai mandi, setelah berganti pakaian dia langsung menuju ke ruang makan. Sesampainya di ruangan tersebut, dia melihat Laura sedang makan dengan lahap.

"Sepertinya kamu makan dengan lahap, istriku," ucap Brian sambil tersenyum bahagia.

"Sejak kapan kamu ada di sini dan dari mana saja kamu?"

"Aku dari tadi di sini, melihat istriku makan dan tidak diajak padahal aku yang masak."

"Kenapa wajahnya sangat tampan sekali," gumamnya.

"Oh ya, maaf istriku, aku tadi habis mandi, jadi ada apa kamu mencari diriku? Apa kamu sangat kangen dengan suami kamu ini?"

"Siapa yang kangen dengan kamu, dasar bodoh!"

"Padahal aku sedang berada di rumah, tapi kamu tadi mencari diriku, berarti itu tandanya kamu kangen denganku kan."

"Siapa yang kangen denganmu, bodoh!"

"Istriku, sepertinya kamu terlihat sangat lelah. Mau aku pijat biar lebih rileks?"

"Apa kamu bisa memijat?"

"Bagaimana kalau mencoba dulu," ucap Bian.

Akhirnya Bian bisa memegang bagian tubuh istrinya yang sangat lembut, walaupun hanya memijat tangan dan kakinya, Bian merasa sangat senang.

"Istriku, bagaimana pijatan ku, apa terasa enak?"

"Pijatannya sangat enak sekali, bagaimana dia bisa memijat seenak ini."

"Santai saja, istriku. Kamu harus rileks dan tarik nafas lalu keluarkan."

Bian kini memijat kaki istrinya. Sebelum dia memijat, Bian mencuci kaki istrinya dengan air hangat.

"Kenapa dengan perasaan ini? Padahal dia hanya memijatku saja, tapi kenapa hatiku merasa sangat berdebar," gumam Laura.

"Kemarin dia melindungi aku dari sekumpulan preman, dan sekarang dia sedang memanjakan aku, padahal aku dan dia hanya melakukan pernikahan kontrak."

"Bian?"

"Ada apa, istriku?"

"Kenapa kamu sangat baik denganku, padahal aku dan kamu hanya melakukan pernikahan kontrak."

"Selama kamu menjadi istriku, kamu adalah tanggung jawabku, dan sudah menjadi tugas seorang suami untuk membahagiakan istrinya."

"Dan aku meminta maaf jika sekarang aku belum menjadi seorang suami yang sesuai kriteria kamu, tapi aku akan berusaha."

Bagaimana Laura tidak kaget dengan perkataannya, ternyata Bian berusaha untuk menjadi suami yang baik baginya.

Laura masih saja trauma dengan seorang laki-laki karena dia terjebak oleh bujuk rayu seorang pria, tapi saat dengan Bian, Laura merasa sangat nyaman.

Apa ini yang dinamakan cinta?

Laura kini segera pergi ke kamar mandi, sementara Brian mencuci piring dan gelas.

Malam harinya, seperti biasa Brian selalu bermimpi dengan mimpi yang sama. Kali ini ada banyak seseorang yang mengenali dirinya hingga dia berteriak sampai membangunkan istrinya.

"Ada apa denganmu? Kenapa kamu sampai berteriak malam-malam begini."

"Maaf, apa aku membangunkan kamu?"

"Aku bertanya, kenapa kamu malah bertanya balik?"

"Maaf istriku, sepertinya aku mimpi buruk dan maafkan aku juga karena telah membangunkan kamu."

"Bisa kamu menceritakan mimpi kamu itu, mungkin aku bisa sedikit membantu."

"aku tidak bisa, entah kenapa aku melupakan mimpi itu begitu saja."

"baiklah, lebih baik kamu tidur lagi."

"Baik, istriku."

akhirnya Bian kembali tidur dan Laura kembali ke tempat tidurnya.

"ada apa dengannya kenapa dia seperti seorang yang sedang kesakitan."

"kenapa dia bisa bermimpi buruk seperti itu.", monolog Laura.

"Kenapa aku selalu bermimpi yang sama, lalu kenapa saat aku bangun aku melupakan mimpi itu."

Sementara itu David melihat istrinya sedang menangis.

"Sayang kamu kenapa" ucap David.

"aku merindukan Brian, aku sangat merindukannya."

"sayang, biarkan Brian putra kita bersama dengan istrinya."

"Kenapa kita tidak membawa istrinya kesini."

"Brian masih belum mengenal kita lebih jauh, lebih baik kita mengawasinya saja dari kejauhan setelah dia mengingat siapa Kita, aku yakin dia pasti akan kembali kesini."

"bukankah kamu tadi mengatakan bahwa kamu melepaskan Brian? Sekarang mungkin Brian tidak mengenali kita."

"kamu tadi dengar kan apa kata dokter? Biarkan Brian mengingat semuanya dengan sendirinya."

"bukan hanya kamu saja yang merasa sedih ketika Brian mengalami Amnesia, kami semua juga merasa sedih."

"Sayang, Brian sudah ditemukan dan kita seharusnya bahagia walaupun dia amnesia. Kita harus merasa senang karena anak kita bisa ditemukan."

"Mamah, apa kak Brian akan mengenali kita lagi? Kata Dokter kak Brian mengalami amnesia."

"Sayang, Kak Brian pasti akan mengingat kita semua, jadi jangan khawatir dengan semua itu."

"Kak Brian, aku harap kakak bisa mengingat kembali, dan aku sangat merindu kak Brian," gumam Aurel sambil meneteskan air matanya.

~Bersambung~

Terpopuler

Comments

Adiwaluyo

Adiwaluyo

sudah ada tumbuh perasaan yang indah.. apakah itu cinta.... cie cieee..
ayo lanjut lagi, nambah bab nya jangan 1 bab aja dong biar tambah semangat bacanya,, soalnya kalau terlalu lama bab barunya jadi lupa dengan isi kisahnya

2023-01-21

2

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 43 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!