Pengasuh dadakan

"Ayara, topi siapa yang kamu pakai? Dari mana kami mendapatkan topi itu?" celetuk Julian dengan tatapan menuntut, membuat wajah Ayara seketikan berubah pucat. Bagaimana tidak, topi ini adalah topi yang sama, yang dia pakai di saat malam kejadian.

Ayara sontak menyentuh topinya dengan tangan gemetar.

"Oh, i-ini tentu saja punyaku, Tuan. Dan tentu saja aku beli dan ini sudah lama,"sahut Ayara berusaha menetralkan getaran suaranya.

"Emangnya kenapa, Tuan? Apakah anda pernah punya topi seperti ini?" tanya Ayara , berbasa-basi.

Julian menggelengkan kepalanya dan kembali menatap ke depan. "Tidak! Tapi aku jadi ingat seseorang yang pernah memakai topi persis sepertimu," ucap Julian, membuat tenggorokan Ayara seperti tercekat dan kesulitan untuk menelan ludah sendiri.

"Kenapa aku harus menanyakan topi itu? Benar-benar pertanyaan bodoh. Tidak mungkin juga dia gadis itu, karena topi seperti itu bayak yang pakai," bisik Julian pada dirinya sendiri.

"Aduh, kenapa aku tadi pakai topi ini sih? Jangan sampai Julian, curiga dan melakukan penyelidikan. Sepertinya, dia masih dendam sama wanita yang dia anggap sudah menjebaknya itu," Ayara juga sibuk berbicara pada hatinya sendiri.

Sementara itu di kursi depan, Tessa juga sibuj bertanya-tanya, sekaligus merasa kalau dia punya saingan lagi selain Ayara, yaitu wanita pemiliki topi yang ada diingatan Julian.

"Siapa wanita itu? Apa wanita itu adalah wanita yang menolong Julian saat itu? Kalau iya,berarti benar kata Rey kalau Julian pasti mencari gadis itu. Aku juga yakin kalau jangka waktu perjanjian yang dimaksud oleh Tante sarah dan Julian tadi, tidak jauh dari masalah ini. Julian pasti meminta, jangka waktu untuk bisa menemukan wanita itu," Tessa sibuk berasumsi sendiri.

"Sepertinya aku harus bergerak cepat, jangan sampai Julian menemukan wanita itu. Karena yang kudengar waktunya tinggal tiga minggu lagi," lagi-lagi Tessa mengajak hatinya untuk berbicara.

"Tenang, Tessa, tenang! Waktunya tinggal tiga minggu lagi kok. Itu tidak lama dan tidak mungkin Julian bisa menemukan wanita itu di waktu yang sesingkat itu. Sekarang lebib baik kamu jangan membuat fokusmu terpecah. Sebaiknya kamu fokus dulu untuk menyingkirkan pengasuh muarahan ini," sudut bibir Tessa naik sedikit ke atas membentuk senyuman licik.

Sementara itu, Ayara yang tidak sengaja melihat senyum licik Tessa dari kaca spion, mengrenyitkan keningnya.

"Apalagi yang dipikirkan si ulat bulu ini? Pasti dia lagi memikirkan rencana licik. Sebaiknya aku harus waspada," batin Ayara.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Mobil yang membawa Julian dan dua orang wanita serta baby Elvano kini berhenti di depan sebuah gedung tinggi yang tidak lain adalah mall besar.

Setelah berhenti dengan sempurna, Julian langsung turun dan membukakab pintu untuk Ayara, lalu membantu wanita itu untuk turun.

Sementara itu, Tessa yang duduk berada persis di depan kursi Ayara, berharap kalau Julian juga akan membukakan pintu untuknya sehingga dia dengan sabar menunggu inisiatif pria itu. Namun, yang ditunggu-tunggu tidak terjadi sama sekali. Ternyata Julian malah melangkah ke bagasi dan membantu pak Sardi untuk menurunkan kereta bayi milik Elvano.

"Sial! Dia benar-benar tidak menganggapku ada,"umpat Tessa sembari melepaskan sabuk pengaman dari tubuhnya.

"Sabar, Tessa, sabar! Kamu tidak boleh gegabah dengan menunjukkan kemarahanmu. Kamu harus bersikap lembut dan sabar, supaya Julian menganggapmu wanita yang penuh kesabaran," Tessa menyemangati dirinya sendiri, sembari turun dari dalam mobil.

"Ayo kita masuk ke dalam! Kalian mau ngapain dulu! Belanja atau mau makan dulu?" tanya Julian dengan tangan yang siap untuk mendorong baby Vano.

"Emm terserah kamu saja, Jul. Oh ya, sini aku saja yang mendorong anak kamu,"

Untuk menarik perhatian Julian, Tessa dengan sengaja menawarkan diri untuk membantu pria itu. Di dalam bayangannya dia akan berjalan berdampingan dengan pria itu, layaknya pasangan suami istri yang sedang membawa anak mereka jalan- jalan. Ia sudah membayangkan, orang -orang akan menatap mereka dengan tatapan kagum dan mengatakan kalau mereka adalah pasangan serasi.

"Emm, kamu memangnya tidak keberatan?" alis Julian bertaut, menyelidik.

"Tentu saja tidak. Kalau kita memang ditakdirkan menikah nanti, dia kan akan jadi anakku juga," sahut Tessa penuh percaya diri.

"Oh, baiklah kalau menurutmu seperti itu. Terima kasih sudah mau membantu. Tapi, aku harap kamu jangan jauh- jauh dari kami ya? Jadi kalau dia menangis, Ayara bisa langsung menenangkannya,"

Tessa tercenung untuk beberapa saat, gagal paham dengan maksud perkataan Julian.

"Emm, apa-apa-an ini? Jangan bilang kalau Julian akan bersama dengan pengasuh itu dan aku di belakang mendorong anak ini, seakan-akan aku yang jadi pengasuh?"

"Kalau begitu, ayo kita jalan!" sesuai dengan pemikiran Tessa. Tampak Julian berjalan di depan beriringan dengan Ayunda.

"Sial! tahu begini jadinya aku tidak perlu mendorong bayi sialan ini!" umpat Tessa menggerutu dalam hati.

"Atau, aku buat saja anak ini menangis, biar Ayu sibuk mendiamkannya? tapi kalau aku buat dia menangis, bisa-bisa Julian nanti berpikir kalau anak ini tidak nyaman denganku makanya langsung menangis," Tessa sibuk memikirkan rencana licik. "Arghh, benar-benar serba salah!" Tessa menghentakkan kakinya, kesal.

Mereka kini sudah berada di dalam mall. Julian mengajak mereka dari tangga berjalan atau escalator, yang nyaman untuk kereta bayi.

"Ayara, kamu coba beli beberapa pakaian untukmu. Aku lihat kamu perlu beberapa pakaian!" titah Julian, seraya melangkah masuk ke dalam sebuah butik yang brandnya cukup terkenal.

"Aku rasa tidak perlu, Tuan. Karena percuma saja aku beli pakaian-pakaian yang pasti mahal itu, karena aku pasti akan kebanyakan di rumah. Mending belinya di tempat lain saja, yang harganya jauh lebih murah dari pakaian di toko ini," tolak Ayara, halus.

"Aku minta kamu pilih ya pilih! Aku tidak memintamu untuk membayar kan?" Julian menatap tajam ke arah Ayara.

Melihat tatapan tajam Julian dan merasa tidak ada gunanya untuk membantah, Ayara akhirnya menuruti kemauan Julian dengan sibuk memilah-milah gaun-gaun yang setelah dilihat tag harganya memiliki harga yang fantastis.

Sementara itu,di belakang Julian dan Ayara tampak Tessa kembali kesal.

"Tunggu dulu! Julian tidak menawarkan aku untuk ikut memilih juga atau bagaimana?" batin Tessa.

"Sabar, Tessa! Mungkin nanti giliran kamu setelah wanita sialan itu selesai," lagi-lagi Tessa menyemangati dirinya sendiri.

Tessa berusaha untuk bersabar menunggu Ayara selesai memilih.Namun semakin ditunggu, terasa semakin lama. Kekesalan Tessa semakin menjadi-jadi begitu melihat Julian yang ikut antusias untuk memilih pakaian yang sesuai untuk Ayara.

"Apa kamu rasa sudah cukup, Ara? Atau kamu masih mau nambah lagi?" tanya Julian.

"Tidak lagi, Tuan. Aku rasa sudah cukup,"

"Baiklah. Kalau begitu ayo kita bayar, setelah itu kita keluar dari sini!" ucapan yang terlontar dari mulut Julian barusan, membuat mata Tessa membesar.

"Eh, tadi Julian bilang apa? habis bayar, langsung keluar dari sini? Apa dia benar-benar tidak menawariku untuk ikut belanja juga?"

tbc

Terpopuler

Comments

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

Lu kan bisa beli sendiri tesa wkwk katanya anak orang yg kaya masa minta di beliin juga, gengsi dong tes 🤣

2024-03-27

0

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

Laah ayunda siapa wkwk

2024-03-27

0

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

selamat menikmati, Tessa .... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2023-12-23

0

lihat semua
Episodes
1 Harus operasi
2 Ditaruh di depan rumah Julian
3 Berbaik sangka
4 Apa aku boleh mengadopsinya?
5 Jadi pengasuh
6 Pengasuh sekaligus pendonor ASI
7 Ya sekarang lah
8 Jangan lancang
9 Dia juga Sarjana
10 Aku kasih kamu waktu sebulan
11 Aku akan membocorkan semuanya nanti
12 Saran Gilang
13 Memancing Julian
14 Aku tidak akan membiarkanmu jadi Ibu Elvano
15 Mengancam Ayara
16 Di mana Gilang?
17 Mengajak Jalan-jalan
18 Kekesalan Tessa
19 Pengasuh dadakan
20 Ucapan Gilang
21 Aku tidak tuli
22 Aku ada pekerjaan penting untuk beberapa hari ini
23 Tante akan kasih dia peringatan
24 Kamu harus sadar diri
25 Reynaldi bebas
26 Apa motif dia?
27 Mati kalian berdua!
28 Mencoba memprovokasi
29 Jangan mengaku-ngaku!
30 Aku sudah tahu tentang Ayara
31 Otak kamu sangat dangkal
32 Aku akan tetap membantumu
33 Aku memang Ibu kandungnya
34 Diusir
35 Ancaman Tessa
36 Kemarahan Shasa
37 Dalangnya adalah dia
38 Kepanikan Tessa
39 Tidak ada yang boleh keluar
40 Tidak berkutik
41 Penyesalan Julian dan mamanya
42 Berharap masih di kota ini
43 Mulai mencari
44 Kamu ikut aku!
45 Kemarahan Sarah
46 Biarlah aku berjuang sendiri Kali ini
47 Dokter Farell
48 Apa sudah saatnya?
49 Itu Ayara!
50 Tingkah aneh Gilang
51 Aku tidak mengenal wanita itu
52 Menghasut
53 Musnahkan gelas itu
54 Petunjuk dari Video
55 Ancaman Farell
56 Keputusan Ayara.
57 Kemarahan Aura
58 Kenekadan Aura
59 Kita berangkat malam ini juga
60 Hari yang ditunggu Farell.
61 Munculnya Julian
62 Kemarahan Julian
63 Menyelesaikan kesalahpahaman
64 Mulai mengerti.
65 Ungkapan cinta Julian.
66 Kisah masa kecil Gilang dan Shasa
67 Si pemaksa
68 Kembali ke Jakarta
69 Ayara dan Julian's wedding
70 Menggoda Aura.
71 Terima kasih
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Harus operasi
2
Ditaruh di depan rumah Julian
3
Berbaik sangka
4
Apa aku boleh mengadopsinya?
5
Jadi pengasuh
6
Pengasuh sekaligus pendonor ASI
7
Ya sekarang lah
8
Jangan lancang
9
Dia juga Sarjana
10
Aku kasih kamu waktu sebulan
11
Aku akan membocorkan semuanya nanti
12
Saran Gilang
13
Memancing Julian
14
Aku tidak akan membiarkanmu jadi Ibu Elvano
15
Mengancam Ayara
16
Di mana Gilang?
17
Mengajak Jalan-jalan
18
Kekesalan Tessa
19
Pengasuh dadakan
20
Ucapan Gilang
21
Aku tidak tuli
22
Aku ada pekerjaan penting untuk beberapa hari ini
23
Tante akan kasih dia peringatan
24
Kamu harus sadar diri
25
Reynaldi bebas
26
Apa motif dia?
27
Mati kalian berdua!
28
Mencoba memprovokasi
29
Jangan mengaku-ngaku!
30
Aku sudah tahu tentang Ayara
31
Otak kamu sangat dangkal
32
Aku akan tetap membantumu
33
Aku memang Ibu kandungnya
34
Diusir
35
Ancaman Tessa
36
Kemarahan Shasa
37
Dalangnya adalah dia
38
Kepanikan Tessa
39
Tidak ada yang boleh keluar
40
Tidak berkutik
41
Penyesalan Julian dan mamanya
42
Berharap masih di kota ini
43
Mulai mencari
44
Kamu ikut aku!
45
Kemarahan Sarah
46
Biarlah aku berjuang sendiri Kali ini
47
Dokter Farell
48
Apa sudah saatnya?
49
Itu Ayara!
50
Tingkah aneh Gilang
51
Aku tidak mengenal wanita itu
52
Menghasut
53
Musnahkan gelas itu
54
Petunjuk dari Video
55
Ancaman Farell
56
Keputusan Ayara.
57
Kemarahan Aura
58
Kenekadan Aura
59
Kita berangkat malam ini juga
60
Hari yang ditunggu Farell.
61
Munculnya Julian
62
Kemarahan Julian
63
Menyelesaikan kesalahpahaman
64
Mulai mengerti.
65
Ungkapan cinta Julian.
66
Kisah masa kecil Gilang dan Shasa
67
Si pemaksa
68
Kembali ke Jakarta
69
Ayara dan Julian's wedding
70
Menggoda Aura.
71
Terima kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!