Kekesalan Tessa

Ayara sudah selesai menyiapkan semua kebutuhan Elvano.Begitu juga dirinya yang sudah siap juga.

Wanita itu tampil casual mengenakan blazer kotak-kotak dengan inner tanktop putih, dipadukan rok berbahan jeans sedikit di bawah lutut lalu memakai sepatu kets berwarna putih. Rambutnya dibawa semua sampai ke atas dan diikat, lalu ia memoles wajahnya dengan riasan yang sederhana. Namun, walaupun seperti itu, tetap tidak bisa menutupi kecantikan wanita itu.

"Ih, tampan sekali anak mama, sekarang kita lets go jalan-jalan!" seru Ayara sembari menggendong Elvano.

Sebelum melangkah, Ayara meraih tas kecilnya dan menggantungkannya ke tubuhnya, setelah itu, ia pun mengayunkan kakinya melangkah menuju pintu.

Ayara sudah berjalan hampir mencapai pintu, tapi ia tiba-tiba berhenti, berbalik kembali untuk memastikan apakah ada sesuatu yang masih tertinggal atau tidak.

"Ah, Mama hampir lupa. Mama melupakan topi paling keramat dan kesayangan, Mama," Ayara balik berjalan kembali, membuka lemari dan mengeluarkan topinya.

Setelah merasa semuanya sudah lengkap, Ayara keluar dari kamar dan turun ke bawah menemui Julian yang katanya sudah menunggu di samping mobil.

"Kamu kenapa lama sekali sih? Aku dan Julian sudah lama menunggumu. Iya kan, Jul?" tegur Tessa yang dengan sengaja berusaha menarik perhatian Julian.

"Maaf, aku tidak hanya mengurus diriku sendiri. Seandainya kamu juga tadinya seperti aku, yang butuh siap-siap dulu, aku yakin kamu sekarang bahkan belum selesai berdandan dan memilih baju. Karena aku tahu, kamu butuh waktu yang sangat banyak untuk melukis wajahmu dengan make up tebal, sampai kekurangan di wajahmu tertutupi," ucap Ayara santai, tapi terselip sindiran di balik ucapannya itu.

"Sialan! Beraninya dia mempermalukanku di depan Julian," umpat Tessa.

"Sudahlah, kalian jangan berdebat lagi! Sekarang masuk saja ke mobil!" Julian buka suara, untuk menghentikan suasana panas yang dia rasa mulai tercipta di antara dua wanita itu.

Mendengar ucapan Julian, Tessa dengan sigap langsung membuka pintu mobil di bagian depan dan duduk di kursi dekat dengan kemudi.

"Rasain kamu! Mudah-mudahan dengan aku duduk di sini, kamu sadar diri kalau aku yang pantas duduk di samping, Julian," Tessa tersenyum merasa menang.

Ayara berdecak kesal melihat senyum mengejek dari Tessa. Namun, dia tidak punya pilihan lagi. Mau tidak mau, dia harus duduk di kursi belakang.

Dengan perasaan dongkol, Ayara masuk ke dalam mobil dan duduk. Ia melirik ke depan,dan lagi-lagi dia melihat di kaca spion,tatapan dan senyuman mengejek dari Tessa.

Tiba-tiba Ayara merasa ada goncangan di sampingnya karena seseorang masuk dan duduk di sampingnya. Wanita itu, sontak menoleh ke samping dan kaget melihat Julian sudah duduk di sampingnya.

Sementara di kursi depan, kekagetan juga terlihat di wajah Tessa.

"Eh, Julian, kenapa kamu duduk di belakang? Kalau kamu di belakang, siapa yang akan menyetir?" tanya Tessa sembari menoleh ke belakang.

"Pak Sardi yang akan menyetir. Aku capek dan ingin istirahat sebentar. Aku nanti tidak mau kecapean saat jalan-jalan," Setelah Julian menyelesaikan ucapannya, di saat itu seorang pria paruh baya yang merupakan supir pribadi keluarga Julian, masuk dan duduk di samping Tessa.

Sementara itu, Ayara tiba-tiba terbatuk-batuk karena berusaha menahan tawa,melihat ekspresi wajah Tessa yang berubah masam.

"Kamu kenapa?" Julian tiba-tiba merasa panik dan meraih botol minuman mineral yang biasanya dia letakkan di sampingnya saat dia mengemudi. Kemudian dia membuka tutup botol air mineral yang sisa setengah itu, dan memberikan meminumkannya ke mulut Ayara.

"Terima kasih, Tuan! Maaf, tadi aku tiba-tiba merasa ada seperti rambut yang masuk ke mulutku, makanya aku jadi tersedak," ucap Ayara.

"Rambut? Rambut dari mana? Apa rambut kamu rontok?" Julian memicingkan matanya.

"Ti, eh i-iya Tuan!" jawab Ayara terpaksa berbohong.

"Makanya mulai sekarang kamu juga harus merawat rambut kamu!"

Ayara tidak menjawab lagi, tapi ia menganggukkan kepalanya, mengiyakan.

"Pak, ayo jalan!" titah Julian.

Setelah mendapatkan perintah, Pak Sardi akhirnya melajukam mobil dengan kecepatan sedang, sementara wajah Tessa masih terlihat merengut di tempat dia duduk.

"Oh ya,Pak, tadi kereta bayi Elvano, jadi Bapak masukkan ke dalam bagasi kan ?" Julian kembali buka suara..

"Sudah, Tuan!"

"Bagus deh kalau begitu!" pungkas Julian

Keheningan tercipta di antara empat orang dewasa yang berada dalam mobil, semetara yang terdengar Elvano sibuk mengoceh tidak jelas.

"Anak Papa, ngomong apa sih?" Julian tiba-tiba mentoel hidung Elvano. Tapi, Julian tidak menemukan jawaban. Yang dia dengar hanyalah ocehan khas seorang bayi.

"Aku cuma membayangkan keseluan jalan-jalan nanti, Papa!" jawab Ayara, menirukan bahasa bayi. "Vano sudah tidak sabar,Pa!" sambung Ayara lagi, masih dengan bahasa bayinya.

"Oh, gitu ya? Sebentar lagi kita sampai ya sayang. Tujuan kita sudah dekat," imbuh Julian lagi.

Sumpah demi apapun, Tessa di depan sana benar-benar ingin marah dan kalau boleh ingin rasanya pergi dari hadapan dua orang di belakangnya yang bersikap seperti pasangan yang sedang berbahagia dengan kehadiaran anak mereka.?

"Sialan! ini benar-benar sudah tidak bisa dibiarkan lagi. Lama-lama wanita sialan ini akan ngelunjak dan berharap lebih pada Julian. Aku harus secepatnya menyingkirkan wanita itu," batin Tessa, sembari menahan kekesalannya.

Di belakang sana, Julian yang merasa haus, meraih kembali botol air mineral yang sempat diminumkan ke Ayara. Tanpa sadar, pria itu pun minum dari tempat yang sama.

"Eh, Tuan, kenapa minum dari botol itu? Ituka sudah bekas aku pakai tadi," tegur Ayara dengan wajah memerah.

Julian tersentak kaget,tapi dia berusaha untuk bersikap biasa. "Emangnya kenapa? Kamu tidak penyakitankan? Lagian ini juga bekasku tadi pagi dan kamu sudah minum. Impas kan?" ucap Julian yang terlihat santai, padahal sebenarnya pria itu sangat gugup.

Di kursi depan, Tessa lagi-lagi menggeram merasa kesal.

"Julian, bisa tidak aku minta minumnya, aku juga haus," ucap Tessa sembari menoleh ke belakang.

"Aduh, maaf Tessa,airnya sudaj habis. Kalau kamu haus, nanti kamu bisa beli di depan," ucap Julian sembari mengangkat botol kosongnya. Tampak wajah Tessa kembali berubah masam.

"Pak Sardi,nanti berhenti di mini market ya, Tessa mau beli minum soalnya!"titah Julian yang langsung diiyakan oleh supir.

Di kursi belakang,Ayara menundukkkan kepalanya, karena berusaha menahan tawa.

"Tidak usah berhenti, Pak, lanjut saja! Aku masih bisa tahan haus," Pak Sardi yang hendak menepikan mobilnya, langsung mengurungkan niatnya ketika mendengar ucapan Tessa.

Julian baru saja hendak menutup matanya, tapi tiba-tiba tidak jadi karena ada sesuatu yang mengganggu matanya dan dia batu menyadarinya.

"Ayara, topi siapa yang kamu pakai? Dari mana kami mendapatkan topi itu?" celetuk Julian dengan tatapan menuntut, membuat wajah Ayara seketikan berubah pucat. Bagaimana tidak, topi ini adalah topi yang sama, yang dia pakai di saat malam kejadian.

Tbc

Terpopuler

Comments

Truely Jm Manoppo

Truely Jm Manoppo

wow semoga cepat terbongkar siapa Araya ...

2023-12-10

0

༄༅⃟𝐐Shanum🎀

༄༅⃟𝐐Shanum🎀

nah lho, akhirnya kebenaran akan segera terungkap 😁

2023-09-29

1

༄༅⃟𝐐Shanum🎀

༄༅⃟𝐐Shanum🎀

buahahahahah 🤣🤣🤣🤣🤣

2023-09-29

0

lihat semua
Episodes
1 Harus operasi
2 Ditaruh di depan rumah Julian
3 Berbaik sangka
4 Apa aku boleh mengadopsinya?
5 Jadi pengasuh
6 Pengasuh sekaligus pendonor ASI
7 Ya sekarang lah
8 Jangan lancang
9 Dia juga Sarjana
10 Aku kasih kamu waktu sebulan
11 Aku akan membocorkan semuanya nanti
12 Saran Gilang
13 Memancing Julian
14 Aku tidak akan membiarkanmu jadi Ibu Elvano
15 Mengancam Ayara
16 Di mana Gilang?
17 Mengajak Jalan-jalan
18 Kekesalan Tessa
19 Pengasuh dadakan
20 Ucapan Gilang
21 Aku tidak tuli
22 Aku ada pekerjaan penting untuk beberapa hari ini
23 Tante akan kasih dia peringatan
24 Kamu harus sadar diri
25 Reynaldi bebas
26 Apa motif dia?
27 Mati kalian berdua!
28 Mencoba memprovokasi
29 Jangan mengaku-ngaku!
30 Aku sudah tahu tentang Ayara
31 Otak kamu sangat dangkal
32 Aku akan tetap membantumu
33 Aku memang Ibu kandungnya
34 Diusir
35 Ancaman Tessa
36 Kemarahan Shasa
37 Dalangnya adalah dia
38 Kepanikan Tessa
39 Tidak ada yang boleh keluar
40 Tidak berkutik
41 Penyesalan Julian dan mamanya
42 Berharap masih di kota ini
43 Mulai mencari
44 Kamu ikut aku!
45 Kemarahan Sarah
46 Biarlah aku berjuang sendiri Kali ini
47 Dokter Farell
48 Apa sudah saatnya?
49 Itu Ayara!
50 Tingkah aneh Gilang
51 Aku tidak mengenal wanita itu
52 Menghasut
53 Musnahkan gelas itu
54 Petunjuk dari Video
55 Ancaman Farell
56 Keputusan Ayara.
57 Kemarahan Aura
58 Kenekadan Aura
59 Kita berangkat malam ini juga
60 Hari yang ditunggu Farell.
61 Munculnya Julian
62 Kemarahan Julian
63 Menyelesaikan kesalahpahaman
64 Mulai mengerti.
65 Ungkapan cinta Julian.
66 Kisah masa kecil Gilang dan Shasa
67 Si pemaksa
68 Kembali ke Jakarta
69 Ayara dan Julian's wedding
70 Menggoda Aura.
71 Terima kasih
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Harus operasi
2
Ditaruh di depan rumah Julian
3
Berbaik sangka
4
Apa aku boleh mengadopsinya?
5
Jadi pengasuh
6
Pengasuh sekaligus pendonor ASI
7
Ya sekarang lah
8
Jangan lancang
9
Dia juga Sarjana
10
Aku kasih kamu waktu sebulan
11
Aku akan membocorkan semuanya nanti
12
Saran Gilang
13
Memancing Julian
14
Aku tidak akan membiarkanmu jadi Ibu Elvano
15
Mengancam Ayara
16
Di mana Gilang?
17
Mengajak Jalan-jalan
18
Kekesalan Tessa
19
Pengasuh dadakan
20
Ucapan Gilang
21
Aku tidak tuli
22
Aku ada pekerjaan penting untuk beberapa hari ini
23
Tante akan kasih dia peringatan
24
Kamu harus sadar diri
25
Reynaldi bebas
26
Apa motif dia?
27
Mati kalian berdua!
28
Mencoba memprovokasi
29
Jangan mengaku-ngaku!
30
Aku sudah tahu tentang Ayara
31
Otak kamu sangat dangkal
32
Aku akan tetap membantumu
33
Aku memang Ibu kandungnya
34
Diusir
35
Ancaman Tessa
36
Kemarahan Shasa
37
Dalangnya adalah dia
38
Kepanikan Tessa
39
Tidak ada yang boleh keluar
40
Tidak berkutik
41
Penyesalan Julian dan mamanya
42
Berharap masih di kota ini
43
Mulai mencari
44
Kamu ikut aku!
45
Kemarahan Sarah
46
Biarlah aku berjuang sendiri Kali ini
47
Dokter Farell
48
Apa sudah saatnya?
49
Itu Ayara!
50
Tingkah aneh Gilang
51
Aku tidak mengenal wanita itu
52
Menghasut
53
Musnahkan gelas itu
54
Petunjuk dari Video
55
Ancaman Farell
56
Keputusan Ayara.
57
Kemarahan Aura
58
Kenekadan Aura
59
Kita berangkat malam ini juga
60
Hari yang ditunggu Farell.
61
Munculnya Julian
62
Kemarahan Julian
63
Menyelesaikan kesalahpahaman
64
Mulai mengerti.
65
Ungkapan cinta Julian.
66
Kisah masa kecil Gilang dan Shasa
67
Si pemaksa
68
Kembali ke Jakarta
69
Ayara dan Julian's wedding
70
Menggoda Aura.
71
Terima kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!