Ditaruh di depan rumah Julian

Mata Ayara membesar terkesiap kaget mendengar saran yang diberikan oleh sahabatnya itu.

"Kamu gila ya, Sha? kamu mau memisahkanku dengan baby Vano?" suara Ayara, sedikit meninggi.

"Tapi hanya itu caranya, Ay. Kalaupun baby Vano bersamamu, apa kamu tega melihat kondisinya yang nyawanya sudah di ujung tanduk? kamu bahkan akan lebih menyesal kalau di tetap bersamamu tapi kamu tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyembuhkan baby Vano,"

Ayara sontak terdiam, tidak bisa membantah ucapan Shasa yang memang benar adanya.

"Ay, aku tahu kalau ini pilihan yang berat. Bukannya kalau dihadapkan pada suatu pilihan, akan selalu terasa berat ya? Dulu kamu sudah memilih untuk mempertahankannya dan melahirkannya ke dunia ini, apa kamu ingin apa yang kamu perjuangkan selama ini sia-sia? hanya ini jalan satu-satunya, Ay. Karena memang kondisi baby Vano sudah tidak bisa menunggu lagi. Kalau kita mau open donasi, sampai berapa lama kita menunggu, uangnya bisa terkumpul?" tutur Shasa panjang lebar yang membuat Ayara, semakin terdiam.

"Tapi, aku tidak tahu apa aku sanggup hidup jauh dengan baby Vano, Sha. Aku pasti tidak akan sanggup," Ayara kembali menangis sesunggukan. "Lagian bagaimana caranya aku memberikan baby Vano pada Julian? apa yang harus aku katakan? apa aku harus memberitahu dia kalau dia pernah merenggut kesucianku? aku takut,Sha. Aku takut dia akan murka, menuduhku yang sengaja menjebaknya agar hamil dan menggunakan baby Vano untuk memerasnya," Ayara sudah terlihat sangat putus asa.

Kini gantian Shasa yang terdiam. Dia memahami ketakutan sahabatnya itu, walaupun memang ketakutan yang dirasakan oleh wanita itu, hanyalah takut yang tidak beralasan.

"Ay, jujur saja, aku sudah mengenal bagaimana pribadi Julian. Dia memang dingin tapi kata mamaku, sebenarnya dia itu orang yang hangat dan baik. Aku rasa ketakutan yang kamu rasakan ini, hanyalah ketakutan yang tidak beralasan,"

setelah berdiam beberapa saat Shasha kembali melanjutkan ucapannya. "Jadi, coba saja kamu datangi dia dan kasih tahu dia kalau __"

"Tidak! aku tidak mau! aku tidak mau dituduh yang tidak-tidak dan melaporkankanku ke polisi, Sha. Kalau aku di penjara, aku nanti tidak bisa melihat anakku lagi," Ayara menggeleng-gelengkan kepalanya, menolak.

"Ay, please jangan berpikir yang tidak-tidak! belum tentu hal buruk yang kamu pikirkan itu terjadi. Kamu jangan dikejar oleh ketakutanmu sendiri Ay!" Shasa terlihat mulai geram.

"Baiklah, kalau kamu tetap tidak mau memberitahukan pada Julian tentang kamu dan anak kalian berdua, jadi sekarang bagaimana? apa keputusanmu? kamu masih ingin mempertahankan baby Vano di tanganmu atau kamu mengikuti saranku tadi? semuanya terserah kamu," pungkas Shasa, pasrah.

Ayara tercenung, diam seribu bahasa, memikirkan keputusan yang akan dia ambil. Keputusan yang memang sangat besar.

"Baiklah, Sha, demi kesembuhan Vano, seperti yang kamu katakan tadi, kalau aku memang harus memilih. Setelah aku berpikir, dengan sangat berat hati, aku harus mengikuti saranmu. Tapi aku tidak mau secara langsung memberikan Vano pada Julian, dan memberitahukan kenyataannya. Please, tolong bantu aku untuk memikirkan bagaimana caranya!" Ayara menangkupkan kedua tangannya, memohon pada Shasa.

Shasa terdiam beberapa saat, untuk memikirkan permintaan sahabatnya itu.

"Emm, Ay, bagaimana kalau kamu meletakkan baby Vano di depan kediaman Julian saja?" celetuk Shasa memberikan saran.

Ayara sontak menggeleng-gelengkan kepalanya tidak setuju dengan saran yang diberikan oleh Shasa sahabatnya itu.

"Aku tidak tega, Sha. Bagaimana nanti kalau pria itu, justru menghubungi dinas sosial dan meminta dinas sosial untuk mengambil anakku?"

"Kamu tenang saja, Sha! aku yakin kalau Julian pasti tidak akan melakukan hal itu. Bukannya aku sudah mengatakan kalau dia sebenarnya baik. Kamu tahu kan, mamaku kerja sebagai asisten rumah tangga di rumahnya semenjak dia kecil sampai sekarang? kata mama dia pria yang baik kok. Nanti aku akan menghubungi mamaku, dan menanyakan, jam kepulangan Julian ke rumah. Jadi, 5 menit sebelum dia sampai di rumahnya kita sudah lebih dulu meletakkan baby Vano di depan pintu pagar. Tapi, kamu harus tetap hati-hati, karena ada CCTV di taruh dekat pintu pagar," terang Shasa panjang lebar.

"Baiklah, begitu juga bagus, Sha. Aku pasrah saja, karena aku juga sudah tidak bisa berpikir lagi saat ini. Otakku benar-benar buntu," Ayara kembali mendaratkan tubuhnya duduk di kursi besi dengan lesu.

Sesaat kemudian, Shasa terlihat menghubungi mamanya, yang memang bekerja di rumah mewah milik Julian sebagai kepala asisten rumah tangga.

"Ay, sebaiknya sekarang kita harus menyelesaikan administrasi baby Vano dan langsung melaksanakan rencana kita. Kata Mama, Julian hari ini akan pulang lebih cepat karena sore ini rumahnya kedatangan tamu,"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Dengan menggunakan hoody dan kepala yang ditutup dengan topinya, Ayara mendorong kereta dorong bayi yang berisi baby Vano menuju pintu pagar kediaman Julian. Di dalam sana, tampak mamanya Shasa yang dengan sengaja mengajak security untuk berbicara, guna mengalihkan perhatian sang security.

Setelah merasa nyaman, Ayara kemudian meletakkan kereta dorong bayi itu tepat di pintu pagar. Sebelum Ayara pergi, sekali lagi wanita itu menatap putranya yang masih tertidur dengan mata yang sembab, diakibatkan kebanyakan menangis.

"Nak, maafkan Mama ya! Mama terpaksa melakukan ini semua. Ini demi kesembuhanmu. Mama harap dengan melihatmu nantinya, akan membuat hati papamu tergerak dan tidak membawa kamu ke dinas sosial," Ayara membelai lembut pipi baby Vano, yang seketika langsung menggeliat.

Sementara itu, dari kejauhan tampak Shasa yang blingsatan, panik melihat Ayara yang sama sekali belum bergerak menjauh. Wanita itu benar-benar khawatir, takut kalau Julian tiba-tiba pulang dan melihat tindakan Ayara.

Wanita itu kemudian melangkah menghampiri Ayara yang masih berjongkok di depan kereta dorong putranya itu.

"Ay, kamu harus tulus melakukan ini semua. Ini demi kesembuhan Elvano. Ayo kita pantau saja dari jauh, takut Julian tiba-tiba datang. Kalau kamu di sini terus, rencana kita bisa gagal," bisik Shasa sembari sesekali melihat ke arah sekitar.

Mendengar ucapan Shasa, Ayara kemudian bangkit berdiri dan memberikan kecupan di pipi sang anak. Lalu, bersama dengan Shasa Ayara dengan perlahan berjalan menjauh dan memilih memantau dari kejauhan.

Benar saja, sesaat Ayara dan Shasa tiba di tempat persembunyian, sebuah mobil mewah datang dan berhenti tepat di pintu pagar.

Dua orang pria tampak turun dari dalam mobil, dan salah satunya adalah Julian. Dari arah dalam, seorang security yang tadi sedang berbicara dengan mamanya Shasa dengan sigap langsung membuka pintu pagar.

"Pak, Bambang, kenapa ada kereta bayi di sini?" terdengar suara Julian, bertanya dengan sorot mata mengintimidasi.

"A-aku tidak tahu, Tuan," security tampak sangat pucat, ketakutan.

"Bagaimana kamu bisa tidak tahu? apa kamu tidak melihat ada orang yang datang ke sini? apa yang__"

Karena suara Julian yang menggelegar, baby Elvano pun langsung menangis dengan sangat kencang.

Julian sontak panik dan menatap sang bayi. Setelah melihat wajah bayi itu, hati Julian tiba-tiba tergerak dan langsung menggendongnya keluar. Jangan lupakan Shasa yang berusaha menahan tubuh Ayara yang ingin berlari menghampiri baby Vano, semenjak mendengar putranya menangis.

Sementara itu, di saat Julian berhasil menggendong baby Vano, sehelai kertas jatuh dan langsung diambil oleh asisten pribadinya.

"Jul, di sini tertulis nama bayi ini Elvano. Dan di sini juga ditulis kalau dia meminta tolong agar kamu mem__"

"Ada apa ini? kenapa bayi ini membiru dan sesak?" belum sempat asisten pribadi Julian menyelesaikan ucapannya, Julian sudah terlihat sangat panik melihat kondisi baby Vano yang membiru.

"Ron, bawa mobilnya! Kita harus bawa bayi ini ke rumah sakit sekarang juga!"

Roni yang ikut panik, menganggukkan kepalanya dan langsung membuka pintu mobil untuk Julian. Setelah, sudah berada di dalam mobil, Roni langsung melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.

Sementara itu, Ayara yang juga panik, langsung berlari ke arah motor milik Shasa yang terparkir tidak jauh, dan mengejar mobil milik Julian.

tbc

Terpopuler

Comments

Truely Jm Manoppo

Truely Jm Manoppo

semoga baby Vano tertolong

2023-12-09

0

༄༅⃟𝐐Shanum🎀

༄༅⃟𝐐Shanum🎀

semoga baby Vano segera di operasi agar bisa sembuh 🤲🤧

2023-09-27

0

QQ

QQ

Beruntung ada Shasa jadi sedikit banyaknya masih ada yang diajak untuk berunding.
Ya walaupun tidak membantu berupa materi akan tetapi ada masukan dari segi opini.
Dan menurut ku apa yang dikatakan Shasa benar adanya.
Perjuangan Ayana saat memilih untuk tetap mengandung dan melahirkan anaknya jangan sampai tersia-sia, jika masih ada jalan keluarnya.
Toh kamu memberikan pada ayah biologisnya bukan pada orang lain.

2023-02-11

3

lihat semua
Episodes
1 Harus operasi
2 Ditaruh di depan rumah Julian
3 Berbaik sangka
4 Apa aku boleh mengadopsinya?
5 Jadi pengasuh
6 Pengasuh sekaligus pendonor ASI
7 Ya sekarang lah
8 Jangan lancang
9 Dia juga Sarjana
10 Aku kasih kamu waktu sebulan
11 Aku akan membocorkan semuanya nanti
12 Saran Gilang
13 Memancing Julian
14 Aku tidak akan membiarkanmu jadi Ibu Elvano
15 Mengancam Ayara
16 Di mana Gilang?
17 Mengajak Jalan-jalan
18 Kekesalan Tessa
19 Pengasuh dadakan
20 Ucapan Gilang
21 Aku tidak tuli
22 Aku ada pekerjaan penting untuk beberapa hari ini
23 Tante akan kasih dia peringatan
24 Kamu harus sadar diri
25 Reynaldi bebas
26 Apa motif dia?
27 Mati kalian berdua!
28 Mencoba memprovokasi
29 Jangan mengaku-ngaku!
30 Aku sudah tahu tentang Ayara
31 Otak kamu sangat dangkal
32 Aku akan tetap membantumu
33 Aku memang Ibu kandungnya
34 Diusir
35 Ancaman Tessa
36 Kemarahan Shasa
37 Dalangnya adalah dia
38 Kepanikan Tessa
39 Tidak ada yang boleh keluar
40 Tidak berkutik
41 Penyesalan Julian dan mamanya
42 Berharap masih di kota ini
43 Mulai mencari
44 Kamu ikut aku!
45 Kemarahan Sarah
46 Biarlah aku berjuang sendiri Kali ini
47 Dokter Farell
48 Apa sudah saatnya?
49 Itu Ayara!
50 Tingkah aneh Gilang
51 Aku tidak mengenal wanita itu
52 Menghasut
53 Musnahkan gelas itu
54 Petunjuk dari Video
55 Ancaman Farell
56 Keputusan Ayara.
57 Kemarahan Aura
58 Kenekadan Aura
59 Kita berangkat malam ini juga
60 Hari yang ditunggu Farell.
61 Munculnya Julian
62 Kemarahan Julian
63 Menyelesaikan kesalahpahaman
64 Mulai mengerti.
65 Ungkapan cinta Julian.
66 Kisah masa kecil Gilang dan Shasa
67 Si pemaksa
68 Kembali ke Jakarta
69 Ayara dan Julian's wedding
70 Menggoda Aura.
71 Terima kasih
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Harus operasi
2
Ditaruh di depan rumah Julian
3
Berbaik sangka
4
Apa aku boleh mengadopsinya?
5
Jadi pengasuh
6
Pengasuh sekaligus pendonor ASI
7
Ya sekarang lah
8
Jangan lancang
9
Dia juga Sarjana
10
Aku kasih kamu waktu sebulan
11
Aku akan membocorkan semuanya nanti
12
Saran Gilang
13
Memancing Julian
14
Aku tidak akan membiarkanmu jadi Ibu Elvano
15
Mengancam Ayara
16
Di mana Gilang?
17
Mengajak Jalan-jalan
18
Kekesalan Tessa
19
Pengasuh dadakan
20
Ucapan Gilang
21
Aku tidak tuli
22
Aku ada pekerjaan penting untuk beberapa hari ini
23
Tante akan kasih dia peringatan
24
Kamu harus sadar diri
25
Reynaldi bebas
26
Apa motif dia?
27
Mati kalian berdua!
28
Mencoba memprovokasi
29
Jangan mengaku-ngaku!
30
Aku sudah tahu tentang Ayara
31
Otak kamu sangat dangkal
32
Aku akan tetap membantumu
33
Aku memang Ibu kandungnya
34
Diusir
35
Ancaman Tessa
36
Kemarahan Shasa
37
Dalangnya adalah dia
38
Kepanikan Tessa
39
Tidak ada yang boleh keluar
40
Tidak berkutik
41
Penyesalan Julian dan mamanya
42
Berharap masih di kota ini
43
Mulai mencari
44
Kamu ikut aku!
45
Kemarahan Sarah
46
Biarlah aku berjuang sendiri Kali ini
47
Dokter Farell
48
Apa sudah saatnya?
49
Itu Ayara!
50
Tingkah aneh Gilang
51
Aku tidak mengenal wanita itu
52
Menghasut
53
Musnahkan gelas itu
54
Petunjuk dari Video
55
Ancaman Farell
56
Keputusan Ayara.
57
Kemarahan Aura
58
Kenekadan Aura
59
Kita berangkat malam ini juga
60
Hari yang ditunggu Farell.
61
Munculnya Julian
62
Kemarahan Julian
63
Menyelesaikan kesalahpahaman
64
Mulai mengerti.
65
Ungkapan cinta Julian.
66
Kisah masa kecil Gilang dan Shasa
67
Si pemaksa
68
Kembali ke Jakarta
69
Ayara dan Julian's wedding
70
Menggoda Aura.
71
Terima kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!