Julian menepikan mobilnya dengan asal-asalan, lalu turun dari mobil, kemudian langsung berlari masuk ke dalam rumah.
Seperti yang dia lihat di rekaman CCTV, tampak mamanya dan Tessa masih asyik bercanda tawa di ruang tamu.
"Julian, kamu sudah pulang, Nak?" tanya Sarah, bangkit berdiri menyambut sang putra dengan senyum lebar. Sementara itu, Tessa juga ikut berdiri sembari memperbaiki penampilannya.
"Di mana Ayara, Ma?" bukannya menjawab pertanyaan mamanya ataupun menyapa Tessa, Julian justru menanyakan keberadaan. Ayara.Hal itu tentu saja membuat senyum Tessa yang tadinya mengembang langsung menyusut seketika.
"Julian, kamu datang-datang bukannya menyapa mama dulu, tapi kamu sudah lebib dulu mencari Ayara. Kamu bahkan tidak menyapa Tessa. Apa kamu tidak melihatnya di sini? Hargai dong!" protes Sarah, menatap tajam ke arh putranya.
"Aduh, Maaf, Ma! Aku tadi melihat CCTV. Aku melihat Ayara tidak ada di kamar,dan baby Vano juga. Aku lihat-lihat di segala penjuru ruangan,juga tidak ada. Makanya aku jadi kepikiran," tutur Julian memberikan alasan dengan mata yang mengedar mencari keberadaan Julian.
Melihat, tingkah Julian yang tidak tenang berdiri, seakan tidak bisa menahan untuk segera bertemu dengan Ayara, membuat kekesalan Tessa semakin besar.
"Sialan! Sepertinya, Ayara benar-benar sudah menjadi sainganku. Sepertinya aku tidak boleh menganggap sepele masalah ini. Aku harus memikirkan cara untuk secepatnya menyingkirkan perempuan sialan itu dari rumah ini," batin Tessa
"Ayara tidak pergi kemana-mana, Nak. Dia ada di taman belakang dengan__"
"Apa? Aku harus segera ke sana!" belum selesai Sarah bicara, Julian sudah berlalu pergi, benar-benar tidak menyapa Tessa sama sekali.
"Benar kan yang aku katakan tadi, Tante! sepertinya Ayara berniat untuk menarik perhatian Julian, dengan memperalat baby Elvano," celetuk Tessa setelah tubuh Julian menghilang di balik pintu.
"Tidak mungkin, Sayang. Selama Ayara ada di rumah ini, Ayara tidak pernah berusaha untuk menggoda Julian. Dia itu wanita yang sangat sopan dan lemah lembut. Munkin itu hanya pemikiran kamu saja. Sekarang kamu cobalah untuk berpikiran positif agar pikiran kamu tenang," Sarah mencoba mengingatkan Tessa dengan senyum yang tidak memudar dari bibirnya.
"Tapi Tante ...."
"Percayalah, Ayara tidak seperti itu. Dia itu wanita baik-baik. Dan kalau tadi masalah Julian yang langsung mencari keberadaan Ayara, itu karena dia mengkhawatirkan baby Elvano. Dia takut Ayara membawanya jauh," sela Saraha, masih mengarahkan agar Tessa berpikir positif. Wanita paruh baya itu tersenyum, maklum kenapa bisa Tessa memiliki pemikiran negatif pada Ayara. "Tessa sekarang pasti cemburu pada Ayara, makanya dia bepikiran negatif. Dasar anak muda, kalau sudah cinta,maunya tidak boleh ada lawan jenis yang dekat dengan orang yang dicintainya itu," bisik Sarah pada dirinya sendiri, sembari menggeleng-gelengkan kepala.
"Kalau kamu tidak percaya dengan yang tante ucapkan, ayo kita menyusul ke belakang! Tante bisa pastikan kalau yang dia khawatirkan pasti baby Elvano," lanjut Sarah lagi sembari melangkahkan kakinya.
"Sial! sepertinya susah untuk mengotori pikiran tante Sarah. Sepertinya,juga Ayara sudah berhasil mengambil hatinya,makanya sulit untum aku provokasi," Tessa menggerutu dalam hati.
"Kalau aku memfitnah Ayara, dengan menjelek-jelekkannya, aku takut kalau Tante Sarah juga tidak akan percaya dan justru beranggapan kalau aku wanita yang penuh iri dan dengki. Sebaiknya aku diam saja dulu. Nanti kalau sudah tepat waktunya, aku baru akan menyingkirkannya dan membuat dia dibenci oleh Tante, Sarah," Tessa tersenyum penuh muslihat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Di mana Gilang?" baru saja Julian tiba di taman belakang, pria itu sudah lebih dulu bertanya tentang Gilang.
"Gilang? Tuan Gilang tidak ada di sini, Tuan," sahut Ayara dengan raut muka kebingungan.
Ya, sebenarnya yang dikhawatirkan Julian bukanlah baby Elvano, tapi Ayara dan Gilang yang dia yakin sedang berduaan. Pemikiran pria itu sudah merambah kemana-mana dari tadi. Mulai dari Gilang yang mengungkapkan cintanya ke Ayara,dan Ayara langsung menerima cinta Gilang. Bahkan Julian sampai berpikir kalau keduanya akan melakukan hal yang tidak-tidak, mengingat cerita Ayara yang mengatakan kalau dirinya seorang janda.
"Kamu jangan bohong Ayara? dia pasti sembunyi kan karena tahu aku datang?" desak Julian sembari sibuk menyibak-nyibakkan tanaman yang ada di dekatnya.
"Tuan benar-benar aneh deh! Aku tidak bohong sama sekali, Tuan. Tuan Gilang memang tidak ada di sini. Yang ada di sini dari tadi hanya aku dan baby Vano," Ayara mulai jengkel, tapi dia tetap berusaha untuk mengkontrol suaranya.
Julian terdiam, sembari menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sama sekali. Bahkan karena saking kepikirannya pada Gilang, Julian sampai lupa untuk menyapa Elvano seperti biasanya
"Jadi kalau Gilang tidak ke sini, dia ada di mana? Bukannya tadi, dia mengatakan kalau dia akana ke sini? Tadi aku telepon ke perusahaannya, asistennya bilang dia juga tidak ada di sana kan?" Julian mengoceh pada hatinya sendiri.
"Julian,kamu kenapa sih,Nak? Kenapa kamu seperti orang linglung?" tiba-tiba Sarah sudah berada di dekat Julian. Demikian juga dengan Tessa.
"Tidak apa-apa kok,Ma!" sahut Julian.
"Kalau tidak ada apa- apa, kenapa kamu terlihat panik dan bingung? Ada yang kamu pikirkan?"
"Dia bingung mencari, Tuan Gilang, Bu!" celetuk Ayara, membuat Julian mengumpat dalam hati.
"Sial, kenapa wanita ini pakai ngasih tahu segala sih? ini sama saja membuat mama curiga dan semakin banyak bertanya,"
"Gilang?" Sarah mengrenyitkab keningnya.
"Kenapa kamu mencari Gilang ke sini,Julian? Bukannya dia ada di kantor bersamamu? dan kalaupun dia tidak ada di sana,buat apa dia datang ke sini? kan tidak mungkin dia ke sini di jam kerja? Kalaupun dia tidak di kantor, kamu kan bisa menghubunginya melalui handpone?" tepat seperti dugaan Julian, Sarah mamanya kini mencecarnya dengan berbagai pertanyaan.
"Oh, ta-tadi aku memintanya untuk mengambil dokumen ke sini, Ma. Tapi dia lama sekali kembali ke kantor. Aku menghubungi nomornya, tapi sama sekali tidak aktif," ucap Julian memberikan alasan.
"Tapi, kenapa ketika kamu baru nyampe tadi, kamu malah menanyakan Ayara,bukan Gilang? Apa Ayara sekarang jadi asisten Gilang, yang tahu ke mana Gilang pergi?"
Julian kembali menggaruk-garuk kepalanya, benar-benar tidak bisa memberikan jawaban lagi.
"Emm, Bu, Tuan Julian datang ke sini awalnya hanya untuk menemui baby Elvano. Tapi,Tuan Julian sekalian menanyakan Tuan Gilang, apa aku melihat Tuan itu atau tidak. Aku jawab saja 'tidak," ucap Ayara, membantu Julian. Karena dia melihat pria itu sudah mati kutu.
"Oh, seperti itu?" Sarah akhirnya mengangguk-anggukkan kepalanya.Sementara itu, Julian mengembuskan napas lega.
"Mungkin batrai handpone Gilang habis, Nak. Dan mungkin dia ada pekerjaan penting yang harus dia kerjakam tiba-tiba, tapi tidak bisa meberikan kamu kabar. Jadi,kamu tidak perly panik?" ucap Sarah yang sepertinya sudah tidak curiga lagi.
Sementara itu, Tessa menatap Ayara dengan curiga. Wanita itu meragukan ucapan Ayara barusan.
"Sepertinya, sikap Julian sangat mencurigakan. Julian sepertinya pulang buru-buru karena cemburu pada Gilang. Apa ini berarti dia sudah menyukai Ayara? kalau iya,berarti aku harus secepatnya memikirkan cara menyingkirkan wanita sialan ini. Jalan satu-satunya, ya aku harus berpura-pura di depan tante Sarah, dan berusaha menghasutnya," bisik Tessa pada dirinya sendiri.
Tbc
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Truely Jm Manoppo
aihhh Julian ... cemburu pada Gilang ya.😜😜😜
Si licik Tessa 🙈🙈🙈🙈
2023-12-10
0
༄༅⃟𝐐Shanum🎀
dasar licik kau Tessa 🙄😤
2023-09-29
0
Natha
Jangan kasih kendor Tessa.
Kemewahan hidup didepan mata 🤣🤣🤣
2023-03-07
3