Saran Gilang

Sementara itu, di sebuah ruangan yang cukup luas,tampak seorang pria yang terlihat tidak bersemangat. Hal itu terlihat dari tatapannya yang kosong mengarah pada layar komputer di depannya. Matanya ke komputer tapi pikiranya merambah kemana-mana.

Pria itu adalah Julian, pria tampan yang belakangan ini sangat frustasi memikirkan jangka waktu yang dibuat oleh mamanya.

"Jul, kamu kenapa sih? Mukamu gak ada semangat-semangatnya dari tadi. Kamu juga tidak konsentrasi melakukan pekerjaanmu. Kalau begini, kamu bisa mengalami kerugian besar," tegur Gilang, sedikit merasa kesal karena diabaikan dari tadi.

Julian memjamkan matanya sekilas, kemudian menghela napasnya dengan sekali hentakan. Setelah itu, pria itupun berdiri dari kursi kebesarannya dan melangkah pindah ke sofa.

"Aku lagi pusing mikirin masalahku yang tidam kunjung selesai, Lang. Mama sekarang memberiku waktu sebulan untuk menemukan wanita itu,kalau tidak ketemu juga, mau tidak mau aku harus menikahi Tessa," tutur Julian dengan suara lirih.

"Aku turut simpati mendengar itu! Tapi maaf sekali aku juga tidak bisa membantu. Karena semuannya juga karena ketololanmu!" umpat Gilang.

"Kamu bisa tidak bicara jangan sekasar itu! Ya aku memang tolol tapi tidak harus diucapkan juga,"

"Jadi, mau kamu aku harus ngapain? Kamu mau aku meemujimu begitu? Itu sama saja aku membohongimu dan diriku sendiri, Jul. Coba seandainya kamu periksa CCTV sebelum kejadian, bukan hanya dia saat setelah kejadian,kemungkinan kamu bisa tahu siapa wanita itu. Sekarang ... ya sudah tidak ada gunanya lagi karena sudah dipastikan kalau itu sudah terhapus otomatis. Jadi, sekarang kamu terima nasib saja deh!"

Julian mendelik dan menatap Gilang dengan kesal. "Kamu, kalau tidak bisa membantu, setidaknya diam saja, jangan membuat pikiranku tambah mumet," ucapnya yang membuat Gilang terkekeh.

"Maaf deh, maaf.Aku cuma geram ke kamu yang tiba-tiba jadi bodoh. Makanya kamu jangan sok hebat, mencoba menyelesaikan sendiri,tanpa meminta bantuanku. Setelah satu bulan, baru kamu kasih tahu apa masalahmu, jadi, ya aku tidak bisa membantumu dengan maksimal lagi kan? Kamu kan tahu sendiri kalau memori hard disk CCTV itu hanya bisa menyimpan rekaman selama 3 hari atau mungkin 7 hari. Maksimalnya memang satu bulan, tapi itu sangat jarang terjadi. Selebihnya akan terhapus otomatis," Gilang mengoceh panjang lebar tanpa jeda.

"Iya, aku akuin kalau aku memang bodoh saat itu. Itu semua karena beban pikiranku yang sangat banyak, jadi otakku juga jadi tumpul. Aku tidak berpikir untu melihat rekaman CCTV sebelum kejadian," raut wajah Julian terlihat penuh penyesalan.

Ya, Julian memang meminta orang untuk mempelihatkan padanya rekaman CCTV di saat setelah kejadian. Namun sayangnya di rekaman itu, tampak wanita itu keluar dari unit apartemennya dengan menggunakan topi, serta kepala yang menunduk. Sehingga Julian tidak bisa melihat jelas wajah wanita itu. Tapi sialnya karena kecewa dengan hasilnya, Julian lupa meminta bukti rekaman saat wanita itu memasuki apartemen mulai dari lobby sampai tempat ke mana tujuan wanita itu sebelumnya. Tapi, seperti yang dikatakan oleh Gilang tadi, semuanya sudah tidak ada gunanya lagi, karena memang semuanya sudah terhapus otomatis.

"Baguslah kalau kamu mengakuinya. Sekarang, banyak-banyaklah berdoa agar, wanita itu datang sendiri padamu, walaupun aku rasa itu sangat mustahil,"

"Kamu sebenarnya mendukungku atau menjatuhkanku sih? Di awal kamu kasih harapan,tapi diakhir kamu patahkan lagi, kesal aku lama-lama padamu!"

Gilang kembali terkekeh melihat wajah kesal Julian. Jarang-jarang dia melihat wajah frustasi dari seorang Julian, yang semenjak dia kenal dari SMA selalu optimis.

Keheningan tercipta untuk beberapa saat di antara dua pria itu. Seakan keduanya sedang larut dalam pemikiran masing-masing.

"Julian, sebenarnya aku sedikit ragu kalau Rey, bisa tega melakukan hal licik itu ke kamu. Entah kenapa aku merasa kalau ada seseorang yang mengontrolnya, dan sepertinya orang itu, punya sesuatu yang membuat Rey tidak bisa menolak. Apa kamu tidak mau berpikir ulang untuk mendatanginya ke penjara dan bertanya kebenarannya?" celetuk Gilang tiba-tiba.

"Dia sudah mengakuinya, Lang. Jadi tidak ada alasan lagi untuk meragukannya. Kamu sudah dengar sendirikan kalau dia melakukan itu, karena dia iri melihat kesuksesanku dan ingin membuat namaku jelek di mata publik? Jadi, jangan memintaku untuk menemuinya sekarang. Aku masih belum bisa terima perbuatannya!" ucap Julian dengan nada yang berapi-api.

"Maaf kalau aku mengingatkan kamu kembali pada perbuatan Rey. Tapi saranku, coba kamu datangi dia lagi dan tanya, apakah dia melihat gadis yang keluar dari apartemenmu atau tidak. Kan kamu bilang, setelah kejadian itu, ketika kamu bangun di pagi harinya, Rey kamu temukan ada di apartemenmu juga dan tidur di sofa. Mungkin saja dia melihat gadis itu keluar kan?" dengan wajah serius, Gilang memberikan saran.

Julian tercenung,tidak langsung memberikan jawaban. "Aku dulu udah menanyakan hal itu, sebelum aku tahu kalau dia adalah dalangnya. Tapi dia bilang kalau dia tidak melihat siapapun keluar dari apartemenku. Jadi buat apa lagi aku bertanya tentang hal itu? Aku yakin kalau hasilnya tetap akan sama," tolak Julian, pesimis.

"Tapi tidak ada salahnya mencoba, Jul. Kali aja dulu dia berbohong dan kali ini dia mau jujur," Gilang masih berusaha untuk membujuk.

Julian berdecak dan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Aku rasa akan sama saja. Sekali berbohong dia pasti akan tetap berbohong. Jadi jangan mencoba membujukku untuk menemui manusia penghianat itu!" Julian menggertakkan giginya yang disertai dengan mata yang memerah,membayangkan penghianatan Reynaldi, pria yang dulu sudah dia anggap sebagai sahabat.

"Terserah kamu lah kalau begitu. Aku hanya ingin memberikan saran saja," pungkas Gilang, sembari angkat bahu.

"Lagian kenapa sih kamu dari tadi berusaha membujukku untuk menemui Rey? Kamu sudah bosan ya, bekerja denganku?" mata Julian menatap tajam ke arah Gilang.

"Tuh kamu tahu. Aku juga punya perusahaan, Jul walaupun tidak sebesar punyamu. Kalau bukan karena kamu sahabatku, aku mending ngurus perusahaan sendiri,"

"Hei, kamu berkata seperti itu, kesannya aku tidak membantumu! Ingat, kita itu saling membantu. Kamu membantuku, aku juga membantumu! kan impas!" seru Julian tidak terima. "Lagian kamu lebih beruntung, masih punya orang yang cekatan, yang bisa menggantikan pekerjaanmu, saat kamu tidak ada. Lah aku? siapa lagi yang bisa aku percaya selain kamu?" imbuh Julian lagi.

"Makanya, coba lagi untuk mempercayai orang! Jangan berpikir kalau semuanya seperti Reynaldi! Kalau sudah begini kan aku juga yang repot," oceh Gilang dengan wajah ditekuk.

Ya, semenjak penghianatan Reynaldi, Julian mengalami krisis kepercayaan. Pria itu jadi suka mencurigai orang lain. Karena hal itu, Julian akhirnya memutuskan tidak mencari asisten baru pengganti Reynaldi, tapi meminta sahabatnya Gilang yang memiliki perusahaan sendiri untuk membantunya. Tapi dia juga tidak tinggal diam, pria itu juga membantu pekerjaan Gilang tentunya, bahkan juga melakukan investasi yang besar di perusahaan sahabatnya itu.

"Jadi bagaimana Jul? Apa kamu tidak mau mencoba mengikuti saranku untuk menemui Reynaldi ke penjara?" Gilang mencoba kembali ke topik semula.

"Tidak!" singkat padat dan jelas.

Tbc

Terpopuler

Comments

Truely Jm Manoppo

Truely Jm Manoppo

Dasar keras kepala Julian ... gak mau dengar saran sahabatmu Gilang ... 🙄🙄🙄

2023-12-09

0

༄༅⃟𝐐Shanum🎀

༄༅⃟𝐐Shanum🎀

cobalah ikuti saran Gilang, kali aja nanti menemukan titik terang untuk menemukan gadis itu 😁

2023-09-28

0

Tatik R

Tatik R

seharusnya dicoba dulu

2023-02-06

3

lihat semua
Episodes
1 Harus operasi
2 Ditaruh di depan rumah Julian
3 Berbaik sangka
4 Apa aku boleh mengadopsinya?
5 Jadi pengasuh
6 Pengasuh sekaligus pendonor ASI
7 Ya sekarang lah
8 Jangan lancang
9 Dia juga Sarjana
10 Aku kasih kamu waktu sebulan
11 Aku akan membocorkan semuanya nanti
12 Saran Gilang
13 Memancing Julian
14 Aku tidak akan membiarkanmu jadi Ibu Elvano
15 Mengancam Ayara
16 Di mana Gilang?
17 Mengajak Jalan-jalan
18 Kekesalan Tessa
19 Pengasuh dadakan
20 Ucapan Gilang
21 Aku tidak tuli
22 Aku ada pekerjaan penting untuk beberapa hari ini
23 Tante akan kasih dia peringatan
24 Kamu harus sadar diri
25 Reynaldi bebas
26 Apa motif dia?
27 Mati kalian berdua!
28 Mencoba memprovokasi
29 Jangan mengaku-ngaku!
30 Aku sudah tahu tentang Ayara
31 Otak kamu sangat dangkal
32 Aku akan tetap membantumu
33 Aku memang Ibu kandungnya
34 Diusir
35 Ancaman Tessa
36 Kemarahan Shasa
37 Dalangnya adalah dia
38 Kepanikan Tessa
39 Tidak ada yang boleh keluar
40 Tidak berkutik
41 Penyesalan Julian dan mamanya
42 Berharap masih di kota ini
43 Mulai mencari
44 Kamu ikut aku!
45 Kemarahan Sarah
46 Biarlah aku berjuang sendiri Kali ini
47 Dokter Farell
48 Apa sudah saatnya?
49 Itu Ayara!
50 Tingkah aneh Gilang
51 Aku tidak mengenal wanita itu
52 Menghasut
53 Musnahkan gelas itu
54 Petunjuk dari Video
55 Ancaman Farell
56 Keputusan Ayara.
57 Kemarahan Aura
58 Kenekadan Aura
59 Kita berangkat malam ini juga
60 Hari yang ditunggu Farell.
61 Munculnya Julian
62 Kemarahan Julian
63 Menyelesaikan kesalahpahaman
64 Mulai mengerti.
65 Ungkapan cinta Julian.
66 Kisah masa kecil Gilang dan Shasa
67 Si pemaksa
68 Kembali ke Jakarta
69 Ayara dan Julian's wedding
70 Menggoda Aura.
71 Terima kasih
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Harus operasi
2
Ditaruh di depan rumah Julian
3
Berbaik sangka
4
Apa aku boleh mengadopsinya?
5
Jadi pengasuh
6
Pengasuh sekaligus pendonor ASI
7
Ya sekarang lah
8
Jangan lancang
9
Dia juga Sarjana
10
Aku kasih kamu waktu sebulan
11
Aku akan membocorkan semuanya nanti
12
Saran Gilang
13
Memancing Julian
14
Aku tidak akan membiarkanmu jadi Ibu Elvano
15
Mengancam Ayara
16
Di mana Gilang?
17
Mengajak Jalan-jalan
18
Kekesalan Tessa
19
Pengasuh dadakan
20
Ucapan Gilang
21
Aku tidak tuli
22
Aku ada pekerjaan penting untuk beberapa hari ini
23
Tante akan kasih dia peringatan
24
Kamu harus sadar diri
25
Reynaldi bebas
26
Apa motif dia?
27
Mati kalian berdua!
28
Mencoba memprovokasi
29
Jangan mengaku-ngaku!
30
Aku sudah tahu tentang Ayara
31
Otak kamu sangat dangkal
32
Aku akan tetap membantumu
33
Aku memang Ibu kandungnya
34
Diusir
35
Ancaman Tessa
36
Kemarahan Shasa
37
Dalangnya adalah dia
38
Kepanikan Tessa
39
Tidak ada yang boleh keluar
40
Tidak berkutik
41
Penyesalan Julian dan mamanya
42
Berharap masih di kota ini
43
Mulai mencari
44
Kamu ikut aku!
45
Kemarahan Sarah
46
Biarlah aku berjuang sendiri Kali ini
47
Dokter Farell
48
Apa sudah saatnya?
49
Itu Ayara!
50
Tingkah aneh Gilang
51
Aku tidak mengenal wanita itu
52
Menghasut
53
Musnahkan gelas itu
54
Petunjuk dari Video
55
Ancaman Farell
56
Keputusan Ayara.
57
Kemarahan Aura
58
Kenekadan Aura
59
Kita berangkat malam ini juga
60
Hari yang ditunggu Farell.
61
Munculnya Julian
62
Kemarahan Julian
63
Menyelesaikan kesalahpahaman
64
Mulai mengerti.
65
Ungkapan cinta Julian.
66
Kisah masa kecil Gilang dan Shasa
67
Si pemaksa
68
Kembali ke Jakarta
69
Ayara dan Julian's wedding
70
Menggoda Aura.
71
Terima kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!