Pagi ini Dadang bangun lebih awal, cucian yang sudah dicuci Siti sore kemarin juga Ia jemur dihalaman belakang rumah mereka. Setelah selesai menjemur baju, Dadang juga memasak Lauk untuk mereka sedangkan untuk Nasi telah ada didalam magic com. Siti memang memasak nasi pada malam hari, Hal itu Siti lakukan supaya saat bangun pagi harinya dia tidak perlu mengejar waktu , dengan menunggu nasi matang !
Dadang memang seperti ini jika ia merasa bersalah setelah pertengkaran yang terjadi. Namun ini hanya akan dilakukan 2-3 hari saja, setelah itu sifat marah dan perhitungan Dadang akan kembali lagi. Dan Siti serta anak-anak mereka yang akan merasakan dampaknya.
Selesai Dadang menata sayur sop kembang kol dengan tambahan Wartel serta potongan Ayam kecil , di atas Meja. Suara Bara terdengar memanggil Dadang, Dengan cepat Dadang mengajak Bungsunya itu untuk cuci muka sekaligus Buang air kecil di wc. Bara yang memang tak menggunakan Diapers karena menghemat Biaya, tapi bayi 2 tahun itu sudah tak pernah lagi mengompol di kasur mereka meski saat malam.
Bara nampak berceloteh khas anak kecil dengan suara cadelnya, Dadang berinisiatif mengambil nasi dengan Lauk yang tadi dia masak, Seperti biasa Bara sangat antusias karena memang dia sangat menyukai lauk dengan kuah yang banyak.
Setelah selesai menyuapi Bara, Dio juga nampak bangun dari tidurnya. Bisa dibilang Dio lah yang paling manja dari ketiga Anak Dadang, Karena Dio baru berusia satu setengah tahun ketika Bara lahir, otomatis perhatian dan segala kasih sayang yang seharusnya tercurah hanya pada Dio kini harus dibagi dengan Adanya sosok Bara. Kondisi seperti inilah yang sebenarnya membuat Siti merasa takut, jika harus memberi Bara adik. Jujur saja mengurus ketiga anaknya saja dia sering kewalahan apalagi jika harus ditambah dengan hadirnya Bayi lagi.
Lain Dadanh lain pula Siti . Siti sedari tadi tampak sibuk dengan Hpnya, karena paket yang merupakan pesanan Salsa akan sampai hari ini. Untungnya Siti menjadi reseller sahabat baiknya hingga bisa membayar barang yang telah dibeli di hari yang berbeda, jika tidak seperti itu dari mana dia akan mendapatkan modal, jika harus keluar uang lebih dulu.
[Jangan lupa sisanya Ya , Ti ! Kabarin jika barangnya sampai di kamu, dan kalau mau Transfer mohon sertakan bukti ya ..]
Pesan yang dikirim Yani, telah dibaca Siti. Setelah memberikan balasan sebagai tanda persetujuan Siti segera mengirim pesan ke Salsa jika Baju yang Dia pesan akan sampai siang ini ..!
*****
Siti kini nampak santai duduk di kursi teras dengan Bara di pangkuannya, Dadang yang memang sedang tidak ada pekerjaan hanya memandang Siti dengan Aneh, Seolah Hal yang langka ketika istrinya itu malah duduk di teras siang hari begini. " nungguin apa kamu dek ?"
Dadang yang menahan rasa penasarannya sedari tadi nampak tak bisa lagi menahan keingintahuannya ,
Siti nampak Cuek, Ia lebih memilih menanggapi celotehan Bara daripada menjawab pertanyaan Dadang. Ketika melihat Kurir yang datang , Siti segera mendudukkan Bara di kursi dan menghampiri kurir, setelah berphoto dan memberi tanda tangan Siti masuk kedalam hendak memeriksa paket . Melihat kelakuan Siti yang kini tampak meninggalkan Bara disampingnya, Dadang berinisiatif menyusul , Dia juga penasaran dengan paket yang diterima Siti namun tidak dibayar . Apakah ada seseorang yang mengirimi istrinya sesuatu secara gratis ?
Memikirkan itu Dadang nampak merasa Panas, mungkinkah dia cemburu ?
" Paket dari siapa dek ? Kok nggak bayar. kamu nggak berbuat aneh-aneh kan ? " Cecar Dadang menatap Siti yang kini nampak kesusahan dengan paket yang lumayan besar itu.
Siti masih cuek, ketika dia berhasil mengeluarkan baju gamis yang dipesan Salsa. Kemudian menatanya di atas meja , berniat meneliti adanya kekurangan maupun cacat pada produk yang akan diserahkan ke adik iparnya itu. Siti tersenyum ketika jumlahnya sesuai pesanan dan tak ada cacat pada gamis pesanannya. Dia segera menelpon Salsa memintanya segera datang menjemput pesanan. Sementara Dadang semakin kesal saja dengan sikap Cuek Siti yang seolah tak melihat keberadaannya. Ingin Rasanya dia meluapkan amarahnya. Tapi nanti Dia malah akan terus didiamkan seperti ini, memikirkan itu membuatnya semakin kesal saja.
Suara Salsa terdengar mengucapkan salam..Siti menyambut dengan senang. Bayangan akan rupiah yang akan dia dapat dari keuntungannya sebagai reseller membuatnya sangat bersemangat.
" Masuk Sa. Untung kamu cepat kesini, kalau nunggu lebih lama bisa-bisa bajunya berantakan karena ulah Bara.." Siti menunjuk kearah Bara yang asyik mengacak-acak tumpukan baju berplastik putih itu dilantai rumahnya yang beralaskan karpet usang.
" Uwu keponakan Tante dapat mainan baru Ya . Tante pinjam dulu ya sayang.." Salsa mengambil bungkusan ditangan Bara, "Bisa dicek dulu kan mbak ? " ujarnya pada Siti yang juga membantu membujuk Bara.
" Ya , silahkan dicek . biar sama-sama enak . " Siti menimpali seraya mengendong Bara Agar Salsa lebih leluasa memeriksa setiap gamis yang ada.
"Wahh kayaknya temenku bakalan seneng ni mbak! Bahannya nggak kalah dengan yang harga 500an di pasar. ini sih malah persis banget mbak tapi harga ekonomis.." Siti berucap takjub saat matanya melihat setiap detail gamis.
" makasih atas pujiannya nte, jangan kapok ya belanja sama dedek Bara.." Siti seolah menirukan suara kecil Bara membuat Bara ikut tersenyum. Sementara Salsa menatap dengan rasa Haru.
" ini sisa uangnya Mbak..." Salsa mengambil alih Bara dari gendongan Siti ketika kakak iparnya itu menghitung uang yang dia sodorkan.
" Kok Ini 1 juta 900 sih ? Bukannya Mba bilang kalau kamu tinggal tambah satu setengah juta aja.." Siti bermaksud mengembalikan sisa 400 ribu yang menurutnya kelebihan.
Salsa mendorong tangan Siti yang menyodorkan uang 400 ribu padanya. " Anggap rezeki para ponak kan ku Mba, Lagian kalau kami beli di pasar kan harganya malah lebih dari itu.."
" Tapikan Sa, akadnya kan nggak sampe segini.." Siti masih tak enak hati, " Gimana kalau nanti temanmu protes !"
" Ya elah mbak , biasa aja kali.. Nggak bakal ada yang protes juga. .Nanti Salsa bantuin mbak promosi ! kan barang yang mbak jual berkualitas .." Salsa berucap santai sambil mencium gemas pipi gembul Bara.
Siti tak bisa menahan air matanya, Bayangan nya tadi dia akan mendapatkan untung 150 ribu malah kini mendapatkan lebih banyak dari perkiraannya " Makasih banyak ya Sa.."
Siti sangat terharu, mempunyai adik ipar sebaik Salsa.
selepas kepergian Salsa , Siti berniat mengajak Bara dan kakak-kakaknya untuk jajan di warung Mpok Fatma, sekaligus membeli segala keperluan dapur yang menipis. Dan tak lupa mengirimkan sisa pelunasan dari barang yang telah dia jualkan .
" Jadi kamu punya uang. Dan kemarin dengan egoisnya kamu membiarkan anak-anak kelaparan dengan menunggu aku pulang. . Ibu macam apa kamu ?"
Siti mendadak menoleh kearah Dadang yang memang sedari kedatangan Salsa tadi nampak duduk dengan santai di teras. Rupanya suaminya itu menguping semua pembicaraannya dengan Salsa.
" Bisa nggak kalau ngomong itu disaring dulu Bang. Jangan asal tuduh.."
" Alah ..Buktinya, Kamu malah bisa bayar paket segitu gede .." Dadang melemparkan bukti transfer yang tak sengaja ditemukannya dikamar, nominal yang menurutnya lumayan. Namun teganya Siti lebih mendahulukan paket itu dibanding perut anak-anaknya.
Siti melangkah tanpa memperdulikan tuduhan Dadang. Toh akan percuma saja jika ia jelaskan..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
Dewi Payang
gemesss sama aa dadang.... hih....
2023-03-03
1