Amarah Dadang 2

Pagi ini Dadang bangun lebih awal, cucian yang sudah dicuci Siti sore kemarin juga Ia jemur dihalaman belakang rumah mereka. Setelah selesai menjemur baju, Dadang juga memasak Lauk untuk mereka sedangkan untuk Nasi telah ada didalam magic com. Siti memang memasak nasi pada malam hari, Hal itu Siti lakukan supaya saat bangun pagi harinya dia tidak perlu mengejar waktu , dengan menunggu nasi matang !

Dadang memang seperti ini jika ia merasa bersalah setelah pertengkaran yang terjadi. Namun ini hanya akan dilakukan 2-3 hari saja, setelah itu sifat marah dan perhitungan Dadang akan kembali lagi. Dan Siti serta anak-anak mereka yang akan merasakan dampaknya.

Selesai Dadang menata sayur sop kembang kol dengan tambahan Wartel serta potongan Ayam kecil , di atas Meja. Suara Bara terdengar memanggil Dadang, Dengan cepat Dadang mengajak Bungsunya itu untuk cuci muka sekaligus Buang air kecil di wc. Bara yang memang tak menggunakan Diapers karena menghemat Biaya, tapi bayi 2 tahun itu sudah tak pernah lagi mengompol di kasur mereka meski saat malam.

Bara nampak berceloteh khas anak kecil dengan suara cadelnya, Dadang berinisiatif mengambil nasi dengan Lauk yang tadi dia masak, Seperti biasa Bara sangat antusias karena memang dia sangat menyukai lauk dengan kuah yang banyak.

Setelah selesai menyuapi Bara, Dio juga nampak bangun dari tidurnya. Bisa dibilang Dio lah yang paling manja dari ketiga Anak Dadang, Karena Dio baru berusia satu setengah tahun ketika Bara lahir, otomatis perhatian dan segala kasih sayang yang seharusnya tercurah hanya pada Dio kini harus dibagi dengan Adanya sosok Bara. Kondisi seperti inilah yang sebenarnya membuat Siti merasa takut, jika harus memberi Bara adik. Jujur saja mengurus ketiga anaknya saja dia sering kewalahan apalagi jika harus ditambah dengan hadirnya Bayi lagi.

Lain Dadanh lain pula Siti . Siti sedari tadi tampak sibuk dengan Hpnya, karena paket yang merupakan pesanan Salsa akan sampai hari ini. Untungnya Siti menjadi reseller sahabat baiknya hingga bisa membayar barang yang telah dibeli di hari yang berbeda, jika tidak seperti itu dari mana dia akan mendapatkan modal, jika harus keluar uang lebih dulu.

[Jangan lupa sisanya Ya , Ti ! Kabarin jika barangnya sampai di kamu, dan kalau mau Transfer mohon sertakan bukti ya ..]

Pesan yang dikirim Yani, telah dibaca Siti. Setelah memberikan balasan sebagai tanda persetujuan Siti segera mengirim pesan ke Salsa jika Baju yang Dia pesan akan sampai siang ini ..!

*****

Siti kini nampak santai duduk di kursi teras dengan Bara di pangkuannya, Dadang yang memang sedang tidak ada pekerjaan hanya memandang Siti dengan Aneh, Seolah Hal yang langka ketika istrinya itu malah duduk di teras siang hari begini. " nungguin apa kamu dek ?"

Dadang yang menahan rasa penasarannya sedari tadi nampak tak bisa lagi menahan keingintahuannya ,

Siti nampak Cuek, Ia lebih memilih menanggapi celotehan Bara daripada menjawab pertanyaan Dadang. Ketika melihat Kurir yang datang , Siti segera mendudukkan Bara di kursi dan menghampiri kurir, setelah berphoto dan memberi tanda tangan Siti masuk kedalam hendak memeriksa paket . Melihat kelakuan Siti yang kini tampak meninggalkan Bara disampingnya, Dadang berinisiatif menyusul , Dia juga penasaran dengan paket yang diterima Siti namun tidak dibayar . Apakah ada seseorang yang mengirimi istrinya sesuatu secara gratis ?

Memikirkan itu Dadang nampak merasa Panas, mungkinkah dia cemburu ?

" Paket dari siapa dek ? Kok nggak bayar. kamu nggak berbuat aneh-aneh kan ? " Cecar Dadang menatap Siti yang kini nampak kesusahan dengan paket yang lumayan besar itu.

Siti masih cuek, ketika dia berhasil mengeluarkan baju gamis yang dipesan Salsa. Kemudian menatanya di atas meja , berniat meneliti adanya kekurangan maupun cacat pada produk yang akan diserahkan ke adik iparnya itu. Siti tersenyum ketika jumlahnya sesuai pesanan dan tak ada cacat pada gamis pesanannya. Dia segera menelpon Salsa memintanya segera datang menjemput pesanan. Sementara Dadang semakin kesal saja dengan sikap Cuek Siti yang seolah tak melihat keberadaannya. Ingin Rasanya dia meluapkan amarahnya. Tapi nanti Dia malah akan terus didiamkan seperti ini, memikirkan itu membuatnya semakin kesal saja.

Suara Salsa terdengar mengucapkan salam..Siti menyambut dengan senang. Bayangan akan rupiah yang akan dia dapat dari keuntungannya sebagai reseller membuatnya sangat bersemangat.

" Masuk Sa. Untung kamu cepat kesini, kalau nunggu lebih lama bisa-bisa bajunya berantakan karena ulah Bara.." Siti menunjuk kearah Bara yang asyik mengacak-acak tumpukan baju berplastik putih itu dilantai rumahnya yang beralaskan karpet usang.

" Uwu keponakan Tante dapat mainan baru Ya . Tante pinjam dulu ya sayang.." Salsa mengambil bungkusan ditangan Bara, "Bisa dicek dulu kan mbak ? " ujarnya pada Siti yang juga membantu membujuk Bara.

" Ya , silahkan dicek . biar sama-sama enak . " Siti menimpali seraya mengendong Bara Agar Salsa lebih leluasa memeriksa setiap gamis yang ada.

"Wahh kayaknya temenku bakalan seneng ni mbak! Bahannya nggak kalah dengan yang harga 500an di pasar. ini sih malah persis banget mbak tapi harga ekonomis.." Siti berucap takjub saat matanya melihat setiap detail gamis.

" makasih atas pujiannya nte, jangan kapok ya belanja sama dedek Bara.." Siti seolah menirukan suara kecil Bara membuat Bara ikut tersenyum. Sementara Salsa menatap dengan rasa Haru.

" ini sisa uangnya Mbak..." Salsa mengambil alih Bara dari gendongan Siti ketika kakak iparnya itu menghitung uang yang dia sodorkan.

" Kok Ini 1 juta 900 sih ? Bukannya Mba bilang kalau kamu tinggal tambah satu setengah juta aja.." Siti bermaksud mengembalikan sisa 400 ribu yang menurutnya kelebihan.

Salsa mendorong tangan Siti yang menyodorkan uang 400 ribu padanya. " Anggap rezeki para ponak kan ku Mba, Lagian kalau kami beli di pasar kan harganya malah lebih dari itu.."

" Tapikan Sa, akadnya kan nggak sampe segini.." Siti masih tak enak hati, " Gimana kalau nanti temanmu protes !"

" Ya elah mbak , biasa aja kali.. Nggak bakal ada yang protes juga. .Nanti Salsa bantuin mbak promosi ! kan barang yang mbak jual berkualitas .." Salsa berucap santai sambil mencium gemas pipi gembul Bara.

Siti tak bisa menahan air matanya, Bayangan nya tadi dia akan mendapatkan untung 150 ribu malah kini mendapatkan lebih banyak dari perkiraannya " Makasih banyak ya Sa.."

Siti sangat terharu, mempunyai adik ipar sebaik Salsa.

selepas kepergian Salsa , Siti berniat mengajak Bara dan kakak-kakaknya untuk jajan di warung Mpok Fatma, sekaligus membeli segala keperluan dapur yang menipis. Dan tak lupa mengirimkan sisa pelunasan dari barang yang telah dia jualkan .

" Jadi kamu punya uang. Dan kemarin dengan egoisnya kamu membiarkan anak-anak kelaparan dengan menunggu aku pulang. . Ibu macam apa kamu ?"

Siti mendadak menoleh kearah Dadang yang memang sedari kedatangan Salsa tadi nampak duduk dengan santai di teras. Rupanya suaminya itu menguping semua pembicaraannya dengan Salsa.

" Bisa nggak kalau ngomong itu disaring dulu Bang. Jangan asal tuduh.."

" Alah ..Buktinya, Kamu malah bisa bayar paket segitu gede .." Dadang melemparkan bukti transfer yang tak sengaja ditemukannya dikamar, nominal yang menurutnya lumayan. Namun teganya Siti lebih mendahulukan paket itu dibanding perut anak-anaknya.

Siti melangkah tanpa memperdulikan tuduhan Dadang. Toh akan percuma saja jika ia jelaskan..

Terpopuler

Comments

Dewi Payang

Dewi Payang

gemesss sama aa dadang.... hih....

2023-03-03

1

lihat semua
Episodes
1 Hamil lagi !!!
2 Siti yang salah ?
3 Tetangga terbaik
4 ipar baik
5 Amarah Dadang
6 Amarah Dadang 2
7 Dadang mengadu ke Emak
8 Nasehat Bapak
9 Dadang meminta maaf
10 Emak dan menantu istimewa
11 ipar Julid, Hesti menjerit
12 Anugerah terindah Siti
13 Menantu-menantu Emak
14 Pecah seribu
15 Apa keinginan Dadang ?
16 Alasan Dadang Dan nasehat Bapak
17 Emak berubah ?
18 Siti pendarahan
19 penyesalan Dadang
20 Cerai ?
21 Kedatangan Bude
22 keputusan Siti
23 keputusan Siti 2
24 Surat perjanjian
25 Awal yang Baru
26 Isi hati Siti
27 Awal mula
28 Dilamar !!!!
29 Serius !!!!
30 Tidak setuju ?
31 kamu istimewa
32 ketemu Keluarga Dadang
33 Bude!!! Aku jatuh CINTA...
34 panik !!!
35 Bertemu mantan
36 Bude tak setuju .
37 Terima kasih bude ..
38 ketakutan bude
39 Restu bude
40 Lamaran
41 menikah
42 Malam pertama
43 Bolong ( malam pertama 2)
44 Menantu pertama
45 Rumah mertua
46 kapan hamil
47 Mandul ?
48 kejutan tak terduga
49 Pilihan !!
50 Keramas
51 Keputusan dan pilihan
52 Masalah yang akhirnya datang.
53 Menantu beda perlakuan
54 Hadiah adik ipar
55 Bissmillah...
56 Ada apa dengan Emak ?
57 Harapan
58 Akhirnya.....
59 Emak sakit
60 Belanja
61 Rumah Baru , Awal baik atau buruk ?
62 Perut atau bawah perut ?
63 Hutang suami, hutang istri ?
64 Terlena
65 Solusi.. atau ?
66 Masalah yang sama
67 Solusi
68 Suami Idaman
69 menantu idaman
70 tulah karena fitnah
71 Uang kiriman !
72 Abang pulang, masalah datang
73 Cucu perempuan
74 Lamaran Agung
75 Agung Menikah
76 Rezeki tak terduga (ipar baik)
77 Menantu tertua
78 Betah di rumah.
79 Hubungan Baik
80 Ada apa dengan ku ?
81 Sesal !?
82 Titik balik ?
83 Entah kemana akan bermuara ?
84 keputusan final
85 Akhir dan Awal
86 Sesal
87 ikatan Ayah dan anak
88 Move on duluan
89 Istri Baru Dadang
90 Siapa Sandra ?
91 Dadang Pergi
92 Akhir bagi Dadang , Awal untuk Siti
93 Sandra berulah
94 Tuduhan
95 Rencana
96 Kalah Cepat
97 Rama Si sulung
98 Siti mengadu !!
99 Pengakuan Dadang
100 Siti dalam kenangan
101 Kemarahan Dadang
102 Sandra dan Sampah
103 Salsa dan masa lalu Siti
104 Sandra melahirkan.
105 Karma ?
106 kembalinya Ratu julid
107 Tetap Salah
108 Kehancuran Dadang, sukses Siti !
109 Perasaan Siti
110 Kedatangan Agung
111 tabur tuai?
112 Luka dan bahagia
113 Fakta Sandra
114 Langkah awal Dadang
115 prank
116 Dio sakit
117 Dio sakit 2
118 teguran yang manis
119 Trauma Dio
120 Bunda Elis
121 sipolos Bara
122 Karma lagi ?
123 Pasangan pas
124 Sandra oh Sandra..
125 Dilema !!
126 Rumah tangga atau rumah duka
127 Siasat Sandra , taktik Salsa
128 Kejutan Untuk Rama
129 pengakuan Siti
130 Fian kecewa
131 Akhir (Tamat)
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Hamil lagi !!!
2
Siti yang salah ?
3
Tetangga terbaik
4
ipar baik
5
Amarah Dadang
6
Amarah Dadang 2
7
Dadang mengadu ke Emak
8
Nasehat Bapak
9
Dadang meminta maaf
10
Emak dan menantu istimewa
11
ipar Julid, Hesti menjerit
12
Anugerah terindah Siti
13
Menantu-menantu Emak
14
Pecah seribu
15
Apa keinginan Dadang ?
16
Alasan Dadang Dan nasehat Bapak
17
Emak berubah ?
18
Siti pendarahan
19
penyesalan Dadang
20
Cerai ?
21
Kedatangan Bude
22
keputusan Siti
23
keputusan Siti 2
24
Surat perjanjian
25
Awal yang Baru
26
Isi hati Siti
27
Awal mula
28
Dilamar !!!!
29
Serius !!!!
30
Tidak setuju ?
31
kamu istimewa
32
ketemu Keluarga Dadang
33
Bude!!! Aku jatuh CINTA...
34
panik !!!
35
Bertemu mantan
36
Bude tak setuju .
37
Terima kasih bude ..
38
ketakutan bude
39
Restu bude
40
Lamaran
41
menikah
42
Malam pertama
43
Bolong ( malam pertama 2)
44
Menantu pertama
45
Rumah mertua
46
kapan hamil
47
Mandul ?
48
kejutan tak terduga
49
Pilihan !!
50
Keramas
51
Keputusan dan pilihan
52
Masalah yang akhirnya datang.
53
Menantu beda perlakuan
54
Hadiah adik ipar
55
Bissmillah...
56
Ada apa dengan Emak ?
57
Harapan
58
Akhirnya.....
59
Emak sakit
60
Belanja
61
Rumah Baru , Awal baik atau buruk ?
62
Perut atau bawah perut ?
63
Hutang suami, hutang istri ?
64
Terlena
65
Solusi.. atau ?
66
Masalah yang sama
67
Solusi
68
Suami Idaman
69
menantu idaman
70
tulah karena fitnah
71
Uang kiriman !
72
Abang pulang, masalah datang
73
Cucu perempuan
74
Lamaran Agung
75
Agung Menikah
76
Rezeki tak terduga (ipar baik)
77
Menantu tertua
78
Betah di rumah.
79
Hubungan Baik
80
Ada apa dengan ku ?
81
Sesal !?
82
Titik balik ?
83
Entah kemana akan bermuara ?
84
keputusan final
85
Akhir dan Awal
86
Sesal
87
ikatan Ayah dan anak
88
Move on duluan
89
Istri Baru Dadang
90
Siapa Sandra ?
91
Dadang Pergi
92
Akhir bagi Dadang , Awal untuk Siti
93
Sandra berulah
94
Tuduhan
95
Rencana
96
Kalah Cepat
97
Rama Si sulung
98
Siti mengadu !!
99
Pengakuan Dadang
100
Siti dalam kenangan
101
Kemarahan Dadang
102
Sandra dan Sampah
103
Salsa dan masa lalu Siti
104
Sandra melahirkan.
105
Karma ?
106
kembalinya Ratu julid
107
Tetap Salah
108
Kehancuran Dadang, sukses Siti !
109
Perasaan Siti
110
Kedatangan Agung
111
tabur tuai?
112
Luka dan bahagia
113
Fakta Sandra
114
Langkah awal Dadang
115
prank
116
Dio sakit
117
Dio sakit 2
118
teguran yang manis
119
Trauma Dio
120
Bunda Elis
121
sipolos Bara
122
Karma lagi ?
123
Pasangan pas
124
Sandra oh Sandra..
125
Dilema !!
126
Rumah tangga atau rumah duka
127
Siasat Sandra , taktik Salsa
128
Kejutan Untuk Rama
129
pengakuan Siti
130
Fian kecewa
131
Akhir (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!