Sebelum aku melangkahkan kakiku ke ruanganku, Bu Meilinda seperti biasa berbuat kekacauan.
Kekacauan khusus untukku.
"Dimas, sini kamu!" serunya. Dia sedang berada di dalam ruangan Pak Presdir. Khamandanu 'Vampir' Rusli.
Aku ragu-ragu masuk ke dalam, kulirik Pak Danu Sang Presdir lagi mesem-mesem ke arahku. Entah apa yang dipikirkannya mengenaiku.
Tampangnya asli serem banget. Aku seperti sedang diamati entitas berbahaya diincar mau dihisap darahnya.
Aku menunduk menghindari tatapannya dan berbisik ke Bu Meilinda.
"Saya sedang ditunggu Bu Sarah, Bu," kataku dengan suara yang nadanya ku-ucapkan serendah mungkin.
Tampak alis Bu Meilinda terangkat.
Ia tampak tidak berkenan dengan penolakanku.
Di saat yang bersamaan, aku bisa melihat di belakangku Bu Sarah membuka pintu area manajemen dengan agak kasar, dan keningnya berkerut melayangkan pandangan ke segala arah.
Dia sedang mencariku di antara puluhan orang di sana.
Tidak mungkin kedatangannya dihiraukan banyak orang, pasti semua terganggu sambil ngedumel dalam hati, bilang : 'apa sih Saraaaah, buka pintu kasar banget!'
Sampai akhirnya pandangan kami beradu.
Bu Sarah membuka mulutnya hampir menegurku, saat yang bersamaan dengan Bu Meilinda bilang :
"Boss kamu itu Saya! Yang kamu utamakan itu harusnya Saya!! Suruh saja Sarah nunggu sampe jadi Fosil!! Lagian apa kepentingannya ketemu kamu, Hah?!"
Ngiuuuung…
Distorsi langsung menyerang gendang telingaku.
Semua orang bahkan sampai menunduk mendengar teriakkannya yang hampir histeris.
Pak Danu bahkan tak berkutik, hanya menutupi telinganya dengan tangan.
Dan Bu Sarah?
Nggak jadi maju, dia hanya diam di tempat sambil memandang kami dengan tegang.
"Bilang ke saya kalau sekali lagi dia ngaku-ngaku kenal Bagaswirya!! Dia cuma tahu nama!! Kita berdua bahkan semeja makan bareng sama Sesepuhnya!! Kenapa dia panggil-panggil kamu?! Mau protes hah?! Mau minta diajak juga?! Gak sudi saya!! Malu-maluin nanti!!" Bu Meilinda masih teriak-teriak macam mahasiswa orasi, tapi yang ini dipastikan tanpa toa dan semua terekam sejernih air mineral.
Kulihat Bu Sarah mencibir melihat adegan itu dari jauh.
Tidak mungkin Bu Meilinda tidak melihatnya.
Wong posisi Bu Sarah ada di tengah-tengah ruangan kok.
Mungkin Bu Meilinda bermaksud menekan Bu Sarah, berlagak tak lihat dan menganggap Bu Sarah hanya kerikil. Jadi aku yang menggantikannya menjadi pelampiasan.
Di pikiran ku langsung terangkai sebuah Quotes, khusus dari Bu Meilinda untuk Bu Sarah.
Kamu itu onggokan pecahan aspal, saya Ban Mobil, jadi nggak usah berharap di atas!
By : Meilinda Bataragunadi.
Sampai akhirnya, aku agak menyingkir ke samping dan mempersilahkan Bu Meilinda berteriak sendiri ke Bu Sarah.
Bu Meilinda malah memicingkan mata menatapku.
"Apa minggir-minggir, Hah?! Berharap saya omeli sendiri si Sarah?! Itu ranah Pak Danu!!" Bu Meilinda menunjuk Pak Danu yang lagi duduk kalem di depan kami.
Pak Danu hanya terkekeh.
"Hey, Sarah…" Pak Danu membuka suara.
Aku langsung merinding.
Kulihat, Bu Sarah bahkan mundur satu langkah.
"Kamu salah sasaran kali ini. Dimas anak emasnya si Meli, kamu berani goyang, bisa ditampar kamu,"
Lah…
Malah kompor.
Gimana sih Pak Dirut!
Dan setelah itu perhatian kami teralihkan ke ponsel Bu Meilinda yang berdering.
Gunawan Ambrose.
Aku berdecak reflek. Lagi-lagi nama itu.
"Heh Sarah! Kamu kenal Bagaswirya dari Gunawan kan?! Nih liat nih, Gunawan nelpon saya!!" Bu Meilinda jadi pamer. "Sekali lagi kamu ber-ulah, saya juntrungin si Gerald ke sini! Nggak bisa nyari nasabah aja sombongnya minta ampun!!" Bu Meilinda ngomel-ngomel sambil masuk ke ruangannya mau terima telepon.
Aku jadi bingung…
Sebenarnya yang sombong tuh siapa sih di sini.
Terus aku tadi kenapa dipanggil ke ruangan Pak Danu ya?
Sampai akhirnya Bu Sarah juga salting dan mundur teratur. Ia pun menghilang di balik pintu.
Aku selamat kali ini.
"Dimas!! Lupa saya gara-gara Sarah," Bu Meilinda membuka lagi pintu ruangannya, "Gantiin Oli mobil saya! Pak Sapto harus pulang karena sakit! Kena sawan kayaknya dia,"
Lalu,
BRAKK!
Dia tutup lagi pintu ruangannya ekstra banting.
Halah…
**
Hai, Lexus LS500 3445 cc konfigurasi 6 silinder segaris.
Duileeee bohay bener bodymu!
Aku sangat-sangat mengerti kenapa Bu Meilinda mempertahanmu sebagai tunggangannya padahal dia punya Bentley dan Pagani di rumah.
Desain mewahmu aerodinamis, sporty menggoda bagaikan rubah ekor sembilan yang melesat menembus angin. Tampilanmu gagah dengan wajah bagaikan Decepticon dengan lekukan elegan di velg 20 inch.
Walau pun Mesin V6 mu hanya sanggup torsi maksimum 600 Nm, dan kau hanya mampu berlari sampai 250 Km/jam, tapi sudah cukup bagiku untuk menikmati kibasan angin yang kau timbulkan di ujung rokokku.
Btw, ini harga barunya 3,8 miliar. Bu Meilinda mau nggak ya jual ke aku 300juta aja? Heheheheh. Itu juga aku mampunya cicilan.
"Dimas! Dicariin dari tadi!! Ganti oli aja lama banget!! Itu mobil saya jangan dielus melulu, sidik jari kamu bikin kotor!! Cepet perbaiki Laporan OJK yang kemarin!!" seru Bu Meilinda dari lobby.
Beneran nggak bisa bikin orang seneng, kan segedung jadi tau aku ke-gep elus-elus mobil. Mau ditaro di mana mukaku coba?!
Daaag, Lexus.
Mas Dimas lanjut kerja dulu, ngelayanin toa masjid, okeeeey?
**
Laporan OJK seharusnya bisa mudah kukerjakan karena dokumen sudah lengkap dan temua sudah dilaporkan ke internal.
Tapi gara-gara Bu Meilinda banyak maunya jadi berasa ngerjain Ujian CPNS.
"Bu, ini cuma laporan OJK, bukan Berita Acara Temuan FBI," dengusku.
"Diam kamu jangan mendebat saya. Sampai nggak selesai, kamu nggak boleh pulang," gumam Bu Meilinda sambil mencoret-coret draft yang kubuat dengan pulpen mahalnya.
"Ini typo," lalu dia coret-coret lagi, "Lalu yang ini jangan bilang 'Ditunda', bilangnya 'dalam proses penyempurnaan'. Terus temuan yang nomer 3 jangan kamu bilang 'Ditolak' doooong kamu ini mau bikin polemik atau gimana sih?! Bilangnya 'Dipertimbangkan Kembali' !"
Aku diam.
Kuperhatikan saja dia coret-coret. Kami ini auditor, tidak ada basa-basi mengenai suatu laporan. Mana ada stempel 'Dipertimbangkan Kembali' di bank? Adanya ya stempel Ditolak, Rejected, mengenai alasan yang tidak sesuai dengan standar, dijabarkan di sana. Ada-ada saja sih Bu Meilinda.
Kalau ingin terlihat hebat, ya jangan di depanku.
Sudah tau aku kebal dengan begitu-gituan.
Tapi… Bagaimana cara mengakalinya agar sesuai dengan Bu Meilinda sekaligus masuk ke klausul OJK nah itu yang sulit.
"Sudah sana kerjakan, saya mau mandi dulu. Saya tunggu sampai malam, kalau perlu, masih ada 195 cabang lagi yang harus diperiksa temuannya kan?!"
"Maksudnya 195 cabang itu harus selesai malam ini, Bu?"
"Paling tidak, setengahnya lah. Kamu kan orang hebat 'katanya'," cibirnya.
Sialan nih Boss… Sekarang di depanku, alih-alih cantik dia malah terlihat seperti nenek gerandong.
**
Aku masuk ke ruangan Audit dengan lesu. Di sana ada Pak Jaka dan anak buah yang sedang menantiku.
"Gimana Mas?" tanya Pak Jaka.
"50% nya harus selesai malam ini, Pak,"
"Waduh," desisnya. Disertai keluhan dari anak-anak yang lain. "Anak saya yang 12 tahun ulang tahun hari ini, masa sayanya lembur," keluhnya.
Anak-anak yang lain juga ngedumel, dan aku pun menatap mejaku yang tidak kelihatan. Hanya ada bantex yang disusn tinggi di atasnya, 5 menara.
Udah berapa lama sih aku tak ke kantor? Perasaan cuma ditinggal dinas sehari, kok kayak aku ngutang kerjaan 5 tahun?!
Untung saja besok libur.
"Kerjakan saja semampu kita Pak, kita tuh di sini kerja, bukan jadi budak," desisku.
"Oke Mas, kamu bagian sini, saya bagian sana," desis Pak Jaka memberi instruksi.
Sekali lagi, untung saja besok libur.
**
Malam ini aku lembur.
Anak lain satu per satu tepar dan pulang habis maghrib.
Pak Jaka akhirnya jam 9 pulang, aku kasihan sama anaknya yang ulang tahun, jadi seperti biasa aku berkorban. Lagian aku kan bujangan, nginep di kantor juga bisa.
Dan tiba-tiba saat aku mau ke arah pantry membuat kopi, kulihat jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.
Kudengar sayup-sayup sebuah rintihan.
Seorang wanita.
Dari arah area ruangan direksi
**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
🍌 ᷢ ͩ🏘⃝Aⁿᵘ Deέ
wkwkkk ini nih meli lg vcs pakai borgol yak...🤣
2024-02-23
0
🍌 ᷢ ͩ🏘⃝Aⁿᵘ Deέ
ngakak...tp keren nih 🤣🤣🤣
2024-02-23
1
May Keisya
ya si meliiii dooong calon kamu😂
2024-01-17
0