Kenyataan Yang Lucu

“Siapa yang kamu maksud dengan kembaran saya?” wanita seksi itu keluar dari kamar mandi dengan memeluk ponsel kesayangannya di dadanya.

Aku sudah duduk kalem di tempat tidur, memakai celana pendek dan kaos oblong sambil mengetik laporan temuan kali ini. Kutulis di sana, Jaminan pada dasarnya memenuhi syarat pengajuan kecuali satu  hal, yaitu tidak marketable dikarenakan lingkungan yang sangat tersembunyi dan hanya cocok untuk kalangan tertentu.

Kurekomendasikan untuk mengganti jaminan yang letaknya lebih strategis.

“Jangan makan di tempat tidur dong,” keluh Bu Meilinda. Aku menggigit kentang gorengku.

“Itu bu, Foie Gras dan Kaviarnya sudah di meja,” desisku. Baru saja si MMM mengantarkannya.

“Waaaah hebat! Mewah banget...”

Aku mengernyit sambil menggigit ayam gorengku. Hati angsa yang dipaksa untuk ‘besar’... jenis makanan yang sebelum diproses menyiksa hewannya lebih dulu. Dicekoki jagung agar hati mereka membengkak. Apa enaknya itu?

Tapi ya cocok untuk Bu Meilinda, tukang nyiksa orang pakai kerjaan.

“Itu foto yang di atas itu siapa bu? Suaminya Bu Agatha?” aku menunjuk foto besar di atas tv dengan daguku.

Seorang pria dengan baju khas Tanah Sunda, menyeringai sambil memamerkan Kujang dengan ukiran rumit. Pernah kupelajari, ukiran seperti itu menandakan suatu organisasi atau paguyuban si pemilik.

“Oh, itu Aki Tirem,” kata Bu Meilinda sambil menatap foto besar itu.

Bukannya aku tertarik dengan foto itu, tapi sebagai penggemar golok, aku tertarik dengan kujang yang dipamerkannya.

“Apa dia saudaranya Prabu Angling Darma?” aku sebenarnya berniat bercanda.

“Kalau tak salah mertuanya, anaknya beliau menikahi Angling Darma,” kata Bu Melinda. Herannya wajahnya serius.

“Saya hanya bercanda, bu,” kataku cepat.

“Saya nggak bercanda,” Bu Meilinda tersenyum tipis penuh arti.

“Tapi dari namanya ‘Bagaswirya’ nggak ada sunda-sundanya bu,”

“Secara fisik dan sejarah memang tak ada hubungannya. Tapi secara ghaib, Aki Tirem ini sampai sekarang rohnya dirantai oleh Eyang Gandhes karena suatu perjanjian,”

“Hah?” tanyaku cepat.

“Kamu percaya?”

“Tidak,”

“Ya sudah, tak usah diteruskan. Tak ada gunanya bicara dengan orang yang skeptis,”

“Saya bukan skeptis, saya hanya mengukur sebagian besar kejadian berdasarkan logika,”

“Sebagian besar, ya... Kalau begitu percaya saja dengan yang ghaib,”

“Dunia ghaib tidak bisa diukur kebenarannya. Mereka berwujud sesuai dengan ketakutan kita. Karena itu kalau dihadapkan pada satu sosok, dari tiga anak indigo pasti bilang wujudnya berlainan,”

“Kamu lihat Datuk Banda?”

“Siapa itu?”

“Itu, laki-laki yang tadi mengantar kita ke kamar,”

“Iyalah lihat,”

“Seperti apa sosoknya?”

“Tinggi, brewokan, gondrong, seksi, model calvin klein,” desisku.

“Kamu dan saya melihat sosok yang sama, Dimas. Logikanya dimana?”

“Ibu sudah tahu siapa dia ya?”

Bu Meilinda hanya menyeringai sambil menyantap Foie Grasnya, “Kalau kamu mengukur semua dengan logika, sekarang sudah jam 19. Coba saja keluar kamar...”

“Hm, ogah,” sahutku

“Kenapa?”

“Di luar banyak kuntilanak,”

“Halah...”

“Kalau naksir, saya yang repot,”

**

Aku keluar kamar.

Iya, aku tahu, aku ini memang bebal.

Setelah makan malam dan laporan kuselesaikan, kukirim email ke anak buahku, aku akhirnya keluar kamar.

Pakai sandal hotel, kaos oblong, celana pendek.

Kulihat jam tanganku, saat ini waktu menunjukkan pukul 20.

Aku sangat penasaran dan dari tadi kepikiran. Benarkah kumpulan asap, atau kabut, atau apalah itu adalah kuntilanak? Siapa para ART misterius ini? Kenapa McD ku enak banget, lebih gurih daripada biasanya?!

Bu Meilinda sekali lagi sibuk sama teleponnya di kamar mandi, suara mesra-mesraannya terdengar sampai keluar toilet. Aku tak ingin mendengarkan orang pacaran, apalagi baru kutahu kalau gaya pacaran Bu Meilinda itu...

Aku saja yang mendengarnya jadi h0rny sendiri.

Jadi daripada terjadi hal yang tidak direncanakan, aku keluar saja dari kamar.

Ditambah aku penasaran suasana di rumah ini saat malam hari, saat kami dilarang keluar.

Koridor sepi, tanpa ada yang lalu lalang.

Ruangan ini terang benderang dan bersih, seperti layaknya sebuah istana.

Di luar, kabut masih menghiasi suasana.

Aku mengintip melalui jendela.

Hanya ada kabut.

Suasana di halaman tidak terlihat apa pun.

Lalu sayup-sayup, aku mendengarnya.

Suara musik.

Musik klasik dengan piano, cello dan biola yang khas.

Diiringi dengan penyanyi seriosa yang khas.

Lagu ini tampaknya rekaman yang diputar dari mesin piringan hitam.

Aku tertegun menatap ke depan. Musik ini berasal dari ruang keluarga yang perabotannya sangat mewah. Tapi suasananya sepi.

“Kamu siapa?”

Aku langsung menoleh ke arah kanan, sebuah suara bariton menegurku.

Laki-laki, tinggi, dengan mata tajam dan warnanya hijau zamrut.

“Eh? Saya...”

“Kamu maling?!”

Buset, aku langsung dituduh maling! Mana ada maling yang tampangnya bonafit macam aku coba?!

“Berani-beraninya kamu di sini!!” dia langsung menyambar lampu meja di dekatnya dan mengacungkannya padaku.

“Woy, saya bukan maling! Wah, pencemaran nama baik nih!!” seruku sambil mundur.

“Ya kalo bukan maling terus gimana kamu bisa di sini?!”

“Saya tamunya Putri Gandhes!” seruku.

“Tamu? Dipikir saya percaya? Udah 100 tahun eyang saya nggak mau nunjukin tampangnya di depan orang lain terus kamu sekarang bawa-bawa nama dia?! Dari mana kamu tahu tentang Eyang Gandhes ,Hah?! Waaah saya tahu nih! Kamu Intel pasti ya!! Atau FBI jangan-jangan?!”

Aku melongo.

“Walah! Pak Dimas!” aku mendengar suara si MMM. Dia berlari kecil tergopoh-gopoh menghampiriku. “Kan saya bilang di atas jam 19 jangan keluar kamaaaar,” desisnya gemas.

“Bandaaaa, ini siapa hah?!” Gertak si pria galak. Si MMM sambil mengernyit karena mungkin telinganya langsung pengang.

“Anuuu... tamunya eyang Gandhes,”

“Ada penjelasan yang lebih masuk akal nggak?! Ini villa saya kenapa bisa tamunya eyang ada di sini?! Rumah Eyang kan di Merapi!!”

“Duh... saya nggak berani ngomong, Pak Geraaaald, tanya langsung Eyang saja deh,”

“Nanya Eyang pasti jawabnya susah macam bikin IMB!! Muter-muter ngalor ngidul pasti!!Cepetan ngomong!!”

Si MMM sampai beringsut di belakangku.

“Ja-ja-jadiii... ini orang Bank,”

“Hah? Orang Bank?”

“Dari Garnet Bank,”

“Ngapain orang Bank ada di sini?!”

“Bu Meilinda juga di sini,”

“Ngapain Bu Meilinda di sini?!”

“Rumah ini katanya jadi jaminan kreditnya Bu Agatha,”

“Ngapain mama saya ngajuin kredit?! Kita udah Kaya!!”

“Pak Dimas kan sudah saya bilang jangan keluar kamar... maksudnya tuh ini looooh, soalnya jam 7 itu Pak Gerald datang mau ngecek rumahnya,” bisik si MMM padaku sambil merengut. “Kalau Pak Gerald sampai tahu, urusannya bisa ribet soalnya,”

Ya mana kutahu?!

“Terus nih orang bisa-bisanya pake baju saya!!” seru si Gerald makin kenceng sambil menunjuk baju yang kukenakan.

Lagi-lagi aku dilanda sial...

“Apa sih ribut-ribut? Walaaaaaaah!” si empunya masalah datang, Putri Gandhes, pakai piyama bergambar hello kitty dan jilbab bergo ala anak muda.

“Eyang ngapain di sini!!” seru Gerald.

Ni laki nggak bisa suaranya agak ditekan dikit ya? Telingaku sampai ngiung-ngiung.

“Eh... hehehehe, Eyang lupa ngomong kalo mau pinjem rumah kamu buat menjamu tamu,”

“Tamunya eyang orang Bank?” geram Gerald.

“Hehehehehe,”

“Eyang mau pinjem duit buat apa sebenernya?!”

“Ih, kamu kalo ngomong sama Eyang jangan pake intonasi kenceng gitu loooh, Eyang nih udah 120 tahun nanti bisa semaput jantungan kalo-“

“Eyang masih sanggup joging 10 km ngalah-ngalahin aku terus sekarang dibilang suka jantungan?! Jangan sok cantik deh Eyaaaang!” seru Gerald.

“Heeeem... Eyang mau pinjem duit buat beli...”

“Buat beli?”

“Keris,”

“Harganya?”

“10 Miliar,”

“BELI KERIS HARGANYA 10 MILIAR?? MIKIR DONG!!”

“Tuh kan kalo aku ngomong pasti nggakboleh... ini keris dari zaman Empu Gandring loh! Tapi kan dijualnya di Belanda, makanya mahal,”

“YA BUAT APA KITA BELI-BELI KERIS??”

“Itu kan aset negara,”

“YA URUSAN NEGARA NGAPAIN EYANG SUSAH-SUSAH!!”

“Duh aku jadi pusing... ini sih si Dimas pake keluar kamar! Ih!” Putri Gadhes memukul bahuku.

Aku hanya bisa mengernyit.

"Tuh kan," Bu Meilinda muncul dari arah koridor, "Logikanya dimana coba, yang punya rumah siapaaaa yang ngajuin kredit siapa. Sudah begitu, yang butuh uangnya siapa. Makanya saya usul ajukan jaminan lain saja. Toh aset pada awalnya milik Bu Gandhes. Jangan ngaku-ngaku dong Gerald,"

"Mau berantem sama saya ya Mbak?!" gerutu Gerald.

"Saya nggak ada urusan sama kamu, nggak ada waktu ngurusin ambekan kamu!"

"Ya sudah, masuk kamar sana!" sahut Gerald.

"Saya keluar kamar cuma mau menyelamatkan si semprul ini. Sudah sana selesaikan urusan keluarga kalian sendiri. Jangan berisik ya!" Bu Meilinda menarikku ke arah kamar.

Oh, jadi mereka ini sebenarnya tak akur. Pantas saja mereka datang sembunyi-sembunyi...

Terpopuler

Comments

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

Kasian sekali angsanya😔

2024-09-10

0

Rakmad Atika

Rakmad Atika

yg bisa bikin kalem cuma Mia, Gerald gak bisa nge gas klo ngomong sama mia

2024-04-24

0

May Keisya

May Keisya

🤣🤣🤣🤣🤣....mikir eyang mikir🤣

2024-01-17

0

lihat semua
Episodes
1 Awal Kisahku
2 Dirinya
3 Masa Laluku (1 of 2)
4 Masa Laluku (2 of 2)
5 Awal Dia Benci AKu
6 Teman-Temanku
7 Duo Gahar
8 Tim IT
9 Sarang Miss.K
10 Pawang
11 Persiapan Ke Villa Angker (1 of 2)
12 Persiapan ke Villa Angker (2 of 2)
13 Putri
14 Kok jadi serem, sih?
15 Kenyataan Yang Lucu
16 Tantangan Untuk Gerald
17 Si MMM
18 Pulang Ah
19 Jual Sampah
20 Kerja Lagi
21 Kartu AS
22 Sabtu Bersama Teman Lucknutku
23 Fraud
24 Meeting
25 Reflek Kepeluk
26 Makan, Boss
27 Tembak
28 Antar Jemput
29 Legend
30 Pagi-Pagi Heboh AJe
31 Suasana Romantis
32 Investigasi Sampah
33 Paket Bulan Madu
34 Lobby Keramat
35 Milik Saya
36 Masa Romantis
37 Lembang Astaganaga
38 Pria pertama
39 Nasi uduk dan Raja Diraja
40 Main Kartu Malam-Malam
41 Fanatik
42 Si Gio Bikin Masalah Aje
43 Eagle One Coming
44 Cinta Dalam Kesulitan
45 Kantor Pusat
46 Pemecatan Gio
47 Heboh lah
48 Selena
49 Provocative Woman
50 Hangover
51 Loyalitas
52 Ngebahas Ruangan
53 Buaya
54 Dijemput Bram
55 Dibalik Layar
56 eps 56
57 Cieee Pacar Cieee
58 Cieee Dilamar Cieee
59 Battle Rap
60 King Of Vampire
61 Obrolan Meja Makan
62 Masalah Jodoh-Jodohan
63 Bram dan Pak Farid
64 Lamaran Diterima
65 Kumpulan Singa Betina
66 Pawangnya Muncul
67 Cuti Ah
68 Ini Bab Malesin
69 Dua Anak Baru
70 Pergi Bersama Sena
71 Girls Time
72 Gosip Bapak-Bapak
73 Balada Ari Sangaji
74 Gengsi Pembawa Siksa
75 Stephen dan Andrew
76 Selena Panik
77 Meeting Bersama Sarah
78 Ciwi-Ciwi Pada Datang lagi
79 Tenang juga si Ciwi
80 Kisah Cinta Si Daniel
81 Tim SAM
82 Masalah Golok
83 Karyawan Baru Garnet Property
84 Rencana Mindblowing Selena
85 Berkunjung ke Rumah Gio
86 Yang Terjadi Sebenarnya
87 Meilinda Panik, Tapi semua TIDACK
88 Baca Habis Berbuka aja, Ya...
89 Kerja lagi ah...
90 Pertanyaan Bertubi-tubi
91 The Puppy and The Vampire
92 Camer yang Menyamar
93 Adegan Yang Ditunggu Jeng-Diajeng sekalian
94 Ibuku Ngamuk
95 Tongkat Golf Misterius
96 Aku Kaget Loooh
97 Kantornya Trevor
98 Zeus Naik Jazz
99 Masalah Kredit
100 Ayu si manis
101 Galau Nggak Jelas
102 Lagi-lagi Berdebat
103 Hadiah Ultah Meilinda
104 Creambath pake siput
105 Nomor Telepon Mas Bram
106 Meeting Malam-Malam
107 Eeees Eeees
108 Dia Yang Diserang, Kita Yang Senang
109 Nikah Woy!! (1)
110 Nikah Woy! (2)
111 Nikah Woy! (3)
112 Nikah Woy! (4)
113 Hari Apa Sih Ini?
114 Ketemu Lexy Lagiiii
115 Meilinda Galau (Lagi)
116 Episode Basa-Basi
117 Ipar Nggak Ada Akhlak
118 Mengharukaaaan
119 Vila Vampir (1)
120 Vila Vampir (2)
121 Vila Vampir (3)
122 Vila Vampir (4)
123 Vila Vampir (5)
124 Vila Vampir (6)
125 Vila Vampir (7)
126 Cooking Time With Dimas
127 Pintu Theater Ditutup
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Awal Kisahku
2
Dirinya
3
Masa Laluku (1 of 2)
4
Masa Laluku (2 of 2)
5
Awal Dia Benci AKu
6
Teman-Temanku
7
Duo Gahar
8
Tim IT
9
Sarang Miss.K
10
Pawang
11
Persiapan Ke Villa Angker (1 of 2)
12
Persiapan ke Villa Angker (2 of 2)
13
Putri
14
Kok jadi serem, sih?
15
Kenyataan Yang Lucu
16
Tantangan Untuk Gerald
17
Si MMM
18
Pulang Ah
19
Jual Sampah
20
Kerja Lagi
21
Kartu AS
22
Sabtu Bersama Teman Lucknutku
23
Fraud
24
Meeting
25
Reflek Kepeluk
26
Makan, Boss
27
Tembak
28
Antar Jemput
29
Legend
30
Pagi-Pagi Heboh AJe
31
Suasana Romantis
32
Investigasi Sampah
33
Paket Bulan Madu
34
Lobby Keramat
35
Milik Saya
36
Masa Romantis
37
Lembang Astaganaga
38
Pria pertama
39
Nasi uduk dan Raja Diraja
40
Main Kartu Malam-Malam
41
Fanatik
42
Si Gio Bikin Masalah Aje
43
Eagle One Coming
44
Cinta Dalam Kesulitan
45
Kantor Pusat
46
Pemecatan Gio
47
Heboh lah
48
Selena
49
Provocative Woman
50
Hangover
51
Loyalitas
52
Ngebahas Ruangan
53
Buaya
54
Dijemput Bram
55
Dibalik Layar
56
eps 56
57
Cieee Pacar Cieee
58
Cieee Dilamar Cieee
59
Battle Rap
60
King Of Vampire
61
Obrolan Meja Makan
62
Masalah Jodoh-Jodohan
63
Bram dan Pak Farid
64
Lamaran Diterima
65
Kumpulan Singa Betina
66
Pawangnya Muncul
67
Cuti Ah
68
Ini Bab Malesin
69
Dua Anak Baru
70
Pergi Bersama Sena
71
Girls Time
72
Gosip Bapak-Bapak
73
Balada Ari Sangaji
74
Gengsi Pembawa Siksa
75
Stephen dan Andrew
76
Selena Panik
77
Meeting Bersama Sarah
78
Ciwi-Ciwi Pada Datang lagi
79
Tenang juga si Ciwi
80
Kisah Cinta Si Daniel
81
Tim SAM
82
Masalah Golok
83
Karyawan Baru Garnet Property
84
Rencana Mindblowing Selena
85
Berkunjung ke Rumah Gio
86
Yang Terjadi Sebenarnya
87
Meilinda Panik, Tapi semua TIDACK
88
Baca Habis Berbuka aja, Ya...
89
Kerja lagi ah...
90
Pertanyaan Bertubi-tubi
91
The Puppy and The Vampire
92
Camer yang Menyamar
93
Adegan Yang Ditunggu Jeng-Diajeng sekalian
94
Ibuku Ngamuk
95
Tongkat Golf Misterius
96
Aku Kaget Loooh
97
Kantornya Trevor
98
Zeus Naik Jazz
99
Masalah Kredit
100
Ayu si manis
101
Galau Nggak Jelas
102
Lagi-lagi Berdebat
103
Hadiah Ultah Meilinda
104
Creambath pake siput
105
Nomor Telepon Mas Bram
106
Meeting Malam-Malam
107
Eeees Eeees
108
Dia Yang Diserang, Kita Yang Senang
109
Nikah Woy!! (1)
110
Nikah Woy! (2)
111
Nikah Woy! (3)
112
Nikah Woy! (4)
113
Hari Apa Sih Ini?
114
Ketemu Lexy Lagiiii
115
Meilinda Galau (Lagi)
116
Episode Basa-Basi
117
Ipar Nggak Ada Akhlak
118
Mengharukaaaan
119
Vila Vampir (1)
120
Vila Vampir (2)
121
Vila Vampir (3)
122
Vila Vampir (4)
123
Vila Vampir (5)
124
Vila Vampir (6)
125
Vila Vampir (7)
126
Cooking Time With Dimas
127
Pintu Theater Ditutup

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!