Si MMM

Setelah perdebatan yang panjang dan rumit, aku duduk selonjoran di ranjangku.

Menunggu Bu Meilinda keluar dari kamar mandi.

Ini jam 10 malam dan kudengar ada suara hairdryer dinyalakan. Kalau di masa depan aku memiliki anak perempuan, aku mungkin akan menggedor pintunya kalau dia di toilet lebih dari setengah jam.

Akhirnya beberapa menit kemudian, Bu Meilinda keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut handuk melilit mulai dari bagian dada sampai lututnya.

Rambutnya baru saja dikeringkan, namun terlihat jelas kalau dia baru saja mandi.

“Sudah bu mandi kembangnya? Atau mandi junub jangan-jangan?!” sindirku.

Bu Meilinda menatapku sinis beberapa saat lalu melengos menuju lemari pakaian.

“Jobdesk kamu itu memastikan semua kegiatan perusahaan dilakukan sesuai peraturan. Bukannya menyindir saya terus!” omelnya.

Aku menatapnya dari atas ke bawah.

Kupikir, tingkah beliau terhadapku memang tidak pantas. Dia berpakaian seadanya di depan kami. Aku dan Gerald.

Sebenarnya apa maksudnya?!

“Bu, nggak malu berpenampilan begitu di depan saya?” tanyaku kemudian. Tembak saja langsung.

“Di depan kamu? Tidak. Di depan orang lain, jelas iya. Ah! Gerald pengecualian. Karena kalian ada kesamaan,”

“Apa kesamaan kami?”

“Sama-sama trauma sama perempuan, jadi sangat kecil kemungkinan kalian menyerang saya,”

Sialan.

Tapi dia benar.

“Pun kalau di sebelah saya Fendi, saya bahkan akan jaga jarak,”

“Dia malah yang paling tidak mungkin menyerang,”

“Tatapannya membuat saya risih,”

“Paling dia menscanning ibu untuk referensi mode,”

“Dia tidak bisa memakai barang-barang seperti milik saya kecuali dia memulai operasi sebagai transgender, jadi untuk apa dia menatap saya sebegitunya?!”

“Mana saya tahu,” Aku beranjak dari dudukku, “Besok saya tanya kalau ibu masih penasaran,” dan aku pun masuk ke kamar mandi.

Dengan malas, aku menuju urinoir.

Kuturunkan sedikit celanaku, kukeluarkan adekku dengan ujung mengarah langsung ke lubang yang ditentukan.

Dan sambil menunggu urusan adekku, aku melayangkan pandangan ke samping ke arah kabinet wastafel.

Kenapa?

Karena sudut mataku ini menangkap ada benda asing tergeletak di sana, dan bentuknya cukup berbeda.

Warna pink, ukurannya sekitar 20cm, diameternya tidak kuukur tapi kalau suka beli terong di supermarket ya kita-kira seukuran itu. Di supermarket loh ya, bukan di tukang sayur.

Ada tiga tombol kecil di sisinya, sekarang dalam posisi ‘off’, juga kelihatannya baru saja dicuci karena masih ada titik-titik air di sarung silikonnya.

Aku menghela nafas menenangkan diriku. Kusadari tubuhku yang sedang melakukan ‘keperluannya’ mulai tak fokus mengarah ke lubang urinoir, dia mental-mental.

Itu berarti keadaan mulai tidak kondusif.

“Itu cuma pentungan satpam, sensitif banget sih lo,” desisku ke adekku.

Lalu aku pun menghela nafas panjang, dan kusudahi aktifitasku.

Di luar toilet, Bu Meilinda menatapku dengan tegang.

“Ada barang saya yang tertinggal...” desisnya sambil menatapku takut-takut.

“Iya,” gumamku.

Ya Tuhan, dia bahkan sekarang terlihat semakin cantik di mataku.

Situasi semakin tidak bisa kukendalikan.

“Jangan bilang siapa-siapa, maka saya juga kan tutup mulut mengenai tato di tangan kamu itu,” katanya.

Aku lupa kalau dari tadi aku memakai kaos lengan pendek milik Gerald. Jadi sepanjang adegan, ukiran permanen itu terpampang ke mana-mana.

Tapi aku memutuskan tidak bereaksi, karena memang tidak bisa. Lidahku rasanya kelu.

Jadi aku hanya menatapnya, lalu tak kuindahkan dia. Aku pun ambil bantal di atas ranjangku, selimut, ponselku, lalu keluar dari kamar itu.

**

Apa yang kulakukan di ruang tamu rumah mewah itu?

Hanya main mobile legend semalaman.

Kulihat Banda si MMM dan beberapa ART mondar mandir sepanjang malam mengurusi ini-itu, mengangkut ini-itu.

Aku penasaran mereka ngapain saja sih semalaman beraktifitas, tapi kuputuskan tak mengacuhkan mereka. Mereka dengan urusannya, aku dengan urusanku.

Walau pun berkali-kali aku melihat mereka menatapku dengan bertanya-tanya, aku pun cuek.

Saat sekitar pukul 3 pagi, Banda meletakkan secangkir kopi dan camilan di atas meja di depanku. Ubi rebus.

Aku mengangkat wajahku dan menatapnya.

Ia menyeringai padaku.

“Mau ngomong apa Mas?” tanyaku padanya.

“Pak Dimas tak capek?”

“Capek tapi nggak bisa tidur,” kataku. “Kalian di sini pelihara Kambing nggak?”

“Tidak pak,” si Banda mengernyit, “Tapi kalau mau cari kambing,  ada di bawah, sekitar 100 meter dari gerbang, penggemukan kambing dan potong buat kambing guling di area puncak, mereka pemasoknya,”

Pantas saja ada sekilas bau prengus tadi.

Dan Ubi rebus.

Kupikir mereka genderuwo...

“Kamu bohong sama saya mengenai kuntilanak,”

“Eh? Saya tak bohong Pak. Itu kode kami untuk bahaya akan datang,”

“Kok McDnya cepet banget datangnya?”

“Saya beli di rest area terdekat pakai helikopter punya Kanjeng Putri,”

Makanya rasanya lebih gurih dari yang biasa kucicipi.

“Di villa ini ada setannya nggak?” tanyaku kemudian.

“Itu kode atau yang Pak Dimas maksud setan beneran?”

“Setan beneran,”

“Yaaa menurut saya di setiap rumah pasti ada sih Pak, Tapi saya sih belum lihat ya kalau di area sini. Rumah ini kan selalu dibersihkan dan ditinggali oleh kami, ada kali sekitar 10 orang yang tinggal di sini selain si empunya,”

“Usia Putri Gandhes berapa?”

“Hem...” Banda tampak berpikir sambil mengelus-elus janggutnya yang ditata model masa kini, “Sekitar 120 tahun kalau tak salah. Dia itu ahli ramuan, terutama ramuan kecantikan. Jadi wajar kalau kulitnya kencang begitu,Pak,”

“Dia bisa loh jual produknya,”

“Ya bisa, tapi bayangkan kekacauan yang terjadi dan berapa banyak perusahaan skinker yang akan gulung tikar kalau sampai itu terjadi. UMKM kita akan hancur,”

“Benar juga,” Aku mengangguk-angguk takjub.

“Pak Dimas kenapa di ruang tamu? Kamarnya tak nyaman atau bagaimana?”

“Iya,”

“Iya?”

“Kamarnya nyaman, tapi teman tidur saya mengkhawatirkan keadaannya,” desisku.

“Kami sebenarnya menyediakan masing-masing satu kamar, tapi kata Kanjeng Putri, khusus untuk Pak Dimas dan Bu Meilinda disatukan kamarnya. Kami pikir kalian suami-istri tadinya,”

“Ck, aneh-aneh saja si Putri,”

“Kalau Pak Dimas mau, saya bersihkan dulu kamar yang seharusnya milik Pak Dimas,”

“Bole-“

“DIMAAAAASSSSSS!!”

Kami berdua menoleh berbarengan ke arah suara dengan tegang.

“APA MAKSUDNYA JAMINAN TIDAK MARKETABLE?! INI TUH HAMBALANG DIMAAAASSS, KAWASAN ELIT!! BIKIN LAPORAN TUH YANG BENER DONG!!”

Halah, ini jam 3 pagi loh, sebenernya ni orang-orang robot kali ya, kuat bener begadangnya. Mana sempet-sempetnya baca email yang ku CC ke banyak orang pula.

“SAYA UDAH BOBOK !” seruku membalas teriakannya.

“Terus siapa yang njawab saya?!”

“Kucing Garong!”

“Cepet sini kamu!!”

Aku melempar selimutku dengan kesal ke samping dan menonjok bantal dengan kesal.

“Sabar Pak, kalo bini belom dikasih biasanya memang begitu, ambekan...” kata Banda.

“Dikasih? Dikasih apa maksud kamu?! Jangan bikin saya tambah spaneng dong!” aku menyambar ponselku, dan meletakkan satu dus rokok yang masih di segel di atas meja kopi. “Ambil aja kalau mau ya,”

“Rokoknya buat saya Pak?”

“Bagi-bagi juga ke yang lain...”

“Waaah, asik!”

Saat berjalan ke arah kamar bu Meilinda, aku sempat melihat bayangan Banda di belakangku yang mengambil dus rokok di atas meja. Bayangan itu terpantul di cermin buram di depanku.

Dan lagi-lagi, aku berani bersumpah... Bayangan itu sangat tinggi, besar, dan matanya merah. Dengan taring besar mencuat ke atas sampai ke pipi.

Saat aku berbalik karena kaget, sosok Banda sudah tidak ada di ruang tamu.

Rokokku juga tak ada.

Tapi barang yang lain seperti bantal dan selimut, juga kopi dan ubi rebus masih ada di sana.

Aku langsung merinding.

Lalu bergegas ke arah kamar.

Terpopuler

Comments

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

udah bener aku baca novel ini siang , kalo malam gak berani🙈🙈🙈🙈🙈

2024-09-10

0

May Keisya

May Keisya

wow 😂😂😂

2024-01-17

0

May Keisya

May Keisya

mas dimaaaas🤣🤣

2024-01-17

0

lihat semua
Episodes
1 Awal Kisahku
2 Dirinya
3 Masa Laluku (1 of 2)
4 Masa Laluku (2 of 2)
5 Awal Dia Benci AKu
6 Teman-Temanku
7 Duo Gahar
8 Tim IT
9 Sarang Miss.K
10 Pawang
11 Persiapan Ke Villa Angker (1 of 2)
12 Persiapan ke Villa Angker (2 of 2)
13 Putri
14 Kok jadi serem, sih?
15 Kenyataan Yang Lucu
16 Tantangan Untuk Gerald
17 Si MMM
18 Pulang Ah
19 Jual Sampah
20 Kerja Lagi
21 Kartu AS
22 Sabtu Bersama Teman Lucknutku
23 Fraud
24 Meeting
25 Reflek Kepeluk
26 Makan, Boss
27 Tembak
28 Antar Jemput
29 Legend
30 Pagi-Pagi Heboh AJe
31 Suasana Romantis
32 Investigasi Sampah
33 Paket Bulan Madu
34 Lobby Keramat
35 Milik Saya
36 Masa Romantis
37 Lembang Astaganaga
38 Pria pertama
39 Nasi uduk dan Raja Diraja
40 Main Kartu Malam-Malam
41 Fanatik
42 Si Gio Bikin Masalah Aje
43 Eagle One Coming
44 Cinta Dalam Kesulitan
45 Kantor Pusat
46 Pemecatan Gio
47 Heboh lah
48 Selena
49 Provocative Woman
50 Hangover
51 Loyalitas
52 Ngebahas Ruangan
53 Buaya
54 Dijemput Bram
55 Dibalik Layar
56 eps 56
57 Cieee Pacar Cieee
58 Cieee Dilamar Cieee
59 Battle Rap
60 King Of Vampire
61 Obrolan Meja Makan
62 Masalah Jodoh-Jodohan
63 Bram dan Pak Farid
64 Lamaran Diterima
65 Kumpulan Singa Betina
66 Pawangnya Muncul
67 Cuti Ah
68 Ini Bab Malesin
69 Dua Anak Baru
70 Pergi Bersama Sena
71 Girls Time
72 Gosip Bapak-Bapak
73 Balada Ari Sangaji
74 Gengsi Pembawa Siksa
75 Stephen dan Andrew
76 Selena Panik
77 Meeting Bersama Sarah
78 Ciwi-Ciwi Pada Datang lagi
79 Tenang juga si Ciwi
80 Kisah Cinta Si Daniel
81 Tim SAM
82 Masalah Golok
83 Karyawan Baru Garnet Property
84 Rencana Mindblowing Selena
85 Berkunjung ke Rumah Gio
86 Yang Terjadi Sebenarnya
87 Meilinda Panik, Tapi semua TIDACK
88 Baca Habis Berbuka aja, Ya...
89 Kerja lagi ah...
90 Pertanyaan Bertubi-tubi
91 The Puppy and The Vampire
92 Camer yang Menyamar
93 Adegan Yang Ditunggu Jeng-Diajeng sekalian
94 Ibuku Ngamuk
95 Tongkat Golf Misterius
96 Aku Kaget Loooh
97 Kantornya Trevor
98 Zeus Naik Jazz
99 Masalah Kredit
100 Ayu si manis
101 Galau Nggak Jelas
102 Lagi-lagi Berdebat
103 Hadiah Ultah Meilinda
104 Creambath pake siput
105 Nomor Telepon Mas Bram
106 Meeting Malam-Malam
107 Eeees Eeees
108 Dia Yang Diserang, Kita Yang Senang
109 Nikah Woy!! (1)
110 Nikah Woy! (2)
111 Nikah Woy! (3)
112 Nikah Woy! (4)
113 Hari Apa Sih Ini?
114 Ketemu Lexy Lagiiii
115 Meilinda Galau (Lagi)
116 Episode Basa-Basi
117 Ipar Nggak Ada Akhlak
118 Mengharukaaaan
119 Vila Vampir (1)
120 Vila Vampir (2)
121 Vila Vampir (3)
122 Vila Vampir (4)
123 Vila Vampir (5)
124 Vila Vampir (6)
125 Vila Vampir (7)
126 Cooking Time With Dimas
127 Pintu Theater Ditutup
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Awal Kisahku
2
Dirinya
3
Masa Laluku (1 of 2)
4
Masa Laluku (2 of 2)
5
Awal Dia Benci AKu
6
Teman-Temanku
7
Duo Gahar
8
Tim IT
9
Sarang Miss.K
10
Pawang
11
Persiapan Ke Villa Angker (1 of 2)
12
Persiapan ke Villa Angker (2 of 2)
13
Putri
14
Kok jadi serem, sih?
15
Kenyataan Yang Lucu
16
Tantangan Untuk Gerald
17
Si MMM
18
Pulang Ah
19
Jual Sampah
20
Kerja Lagi
21
Kartu AS
22
Sabtu Bersama Teman Lucknutku
23
Fraud
24
Meeting
25
Reflek Kepeluk
26
Makan, Boss
27
Tembak
28
Antar Jemput
29
Legend
30
Pagi-Pagi Heboh AJe
31
Suasana Romantis
32
Investigasi Sampah
33
Paket Bulan Madu
34
Lobby Keramat
35
Milik Saya
36
Masa Romantis
37
Lembang Astaganaga
38
Pria pertama
39
Nasi uduk dan Raja Diraja
40
Main Kartu Malam-Malam
41
Fanatik
42
Si Gio Bikin Masalah Aje
43
Eagle One Coming
44
Cinta Dalam Kesulitan
45
Kantor Pusat
46
Pemecatan Gio
47
Heboh lah
48
Selena
49
Provocative Woman
50
Hangover
51
Loyalitas
52
Ngebahas Ruangan
53
Buaya
54
Dijemput Bram
55
Dibalik Layar
56
eps 56
57
Cieee Pacar Cieee
58
Cieee Dilamar Cieee
59
Battle Rap
60
King Of Vampire
61
Obrolan Meja Makan
62
Masalah Jodoh-Jodohan
63
Bram dan Pak Farid
64
Lamaran Diterima
65
Kumpulan Singa Betina
66
Pawangnya Muncul
67
Cuti Ah
68
Ini Bab Malesin
69
Dua Anak Baru
70
Pergi Bersama Sena
71
Girls Time
72
Gosip Bapak-Bapak
73
Balada Ari Sangaji
74
Gengsi Pembawa Siksa
75
Stephen dan Andrew
76
Selena Panik
77
Meeting Bersama Sarah
78
Ciwi-Ciwi Pada Datang lagi
79
Tenang juga si Ciwi
80
Kisah Cinta Si Daniel
81
Tim SAM
82
Masalah Golok
83
Karyawan Baru Garnet Property
84
Rencana Mindblowing Selena
85
Berkunjung ke Rumah Gio
86
Yang Terjadi Sebenarnya
87
Meilinda Panik, Tapi semua TIDACK
88
Baca Habis Berbuka aja, Ya...
89
Kerja lagi ah...
90
Pertanyaan Bertubi-tubi
91
The Puppy and The Vampire
92
Camer yang Menyamar
93
Adegan Yang Ditunggu Jeng-Diajeng sekalian
94
Ibuku Ngamuk
95
Tongkat Golf Misterius
96
Aku Kaget Loooh
97
Kantornya Trevor
98
Zeus Naik Jazz
99
Masalah Kredit
100
Ayu si manis
101
Galau Nggak Jelas
102
Lagi-lagi Berdebat
103
Hadiah Ultah Meilinda
104
Creambath pake siput
105
Nomor Telepon Mas Bram
106
Meeting Malam-Malam
107
Eeees Eeees
108
Dia Yang Diserang, Kita Yang Senang
109
Nikah Woy!! (1)
110
Nikah Woy! (2)
111
Nikah Woy! (3)
112
Nikah Woy! (4)
113
Hari Apa Sih Ini?
114
Ketemu Lexy Lagiiii
115
Meilinda Galau (Lagi)
116
Episode Basa-Basi
117
Ipar Nggak Ada Akhlak
118
Mengharukaaaan
119
Vila Vampir (1)
120
Vila Vampir (2)
121
Vila Vampir (3)
122
Vila Vampir (4)
123
Vila Vampir (5)
124
Vila Vampir (6)
125
Vila Vampir (7)
126
Cooking Time With Dimas
127
Pintu Theater Ditutup

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!