Tim IT

Kembali lagi ke kantor dengan segudang pekerjaanku.

Pak Danu sudah duduk di ruanganku sambil membuka-buka proposal. Tampak Kadivku, Pak Jaka, duduk dengan tegang di hadapannya. Juga Maryanti, Gio dan lainnya tampak pura-pura kerja.

Ngerjain apa coba? Ini kan bukan peak season bagi audit.

“Siang, Pak,” sapaku sambil meletakkan barang bawaanku di bawah meja dan tersenyum padanya.

“Bro,” sapa Pak Danu, “Lu mau dampingin Fendi buat survey lokasi nggak? Ada yang heboh tuh di jaminan kita,”

"Kasus special, Om? Sampe gue harus turun lapangan?"

"Iya, marketingnya sudah kabur soalnya," kata Pak Danu.

"Marketingnya kabur?!"

"Iya, habis ajukan proposal, kami acc, dia terima insentif, eh dia resign. Setelah dia resign, jaminannya bermasalah,"

"Hah? Ada ya kasus begitu? Bermasalahnya model apa?!"

Tapi Pak Danu tidak menjawab. Ia hanya menatapku dengan senyumnya yang sinis dan seram. Julukan titisan vampir sepertinya tepat sekali disematkan di dirinya, "Gue tunjuk Fendi ya buat marketing barunya," kata Pak Danu.

"Duh, jangan Fendi dong. Mending gue langsung ngadepin Bu Sarah deh," keluhku.

Pak Danu tidak menjawab, hanya memandangku sambil memicingkan mata.

Sedetik

Dua detik

"Oke Boss…" aku menyerah.

Aku langsung menunduk karena mataku perih.

Tatapannya setajam paku payung. Diam-diam nusuk tapi pertama nggak terasa. Perihnya pas udah beberapa langkah. Pokoknya tau-tau sendal jepit udah penuh darah.

"Sip, besok pagi ya lu jalan. Ke Fendi dulu gih sana buat tahu kasusnya," kata Pak Danu sambil beranjak berdiri.

Kami terdiam beberapa lama di ruangan kami tanpa bersuara sampai Pak Danu keluar sudah sampai ujung lorong.

Setelah itu barulah kami bisa menghela nafas lega.

"Gila ya auranya langsung mencekam loooh," Maryanti sampe kipas-kipas pake bilyet deposito jaminan.

"Berasa kita diincer buat jadi tumbal," gumam Faisal sambil mengelus tengkuknya yang baru saja selesai merinding.

"Eh, tapi gaes," Gio melambaikan tangannya, "Kalo diliat-liat dese ganteng loh sebenernyaaaa,"

Kami terdiam

Berpikir

Ganteng dimananya ya?!

Kayaknya tampang gantengnya ketutupan sama gothic emonya deh.

"Eh Mas," Pak Jaka, sang Kadiv menghampiriku, "Kasus yang besok mau kamu tangani besok itu, sebenarnya audit mengeluarkan statement 'tidak merekomendasi' dua tahun lalu, tapi tetap di acc karena nasabahnya katanya rekanan Gunawan Ambrose,"

Lagi-lagi nama itu.

Siapa sih itu?!

"Nanti saya lihat dulu Pak, saya ke Fendi dulu deh," kataku sambil beranjak. Pak Jaka menyerahkan data si nasabah yang sudah ditata dalam bantex kepadaku. Bekalku biar nggak bego-bego amat kalau ketemu tim marketing.

Tak lupa kuambil tas kertas di bawah meja, mumpung belum banyak orang yang datang habis makan siang.

Aku keluar dari ruangan audit sambil tenggok kanan kiri.

Aman, masih sepi.

Hanya ada beberapa orang saja.

Lalu ku berjalan dengan langkah ringan tak berharap tak mencurigakan. Ke ruangan Bu Meilinda di ujung sana. Jaraknya deket kok cuma 10 meter saja.

Saat sampai ke depan jendela, kulongok arah parkiran.

Lexusnya Bu Meilinda belum ada di jajaran parkir VVIP. Jadi beliau belum datang, kusimpulkan saja begitu.

Lalu kubuka pintu ruangannya dan aku pun masuk ke dalamnya.

Yang menyambutku pertama kali adalah lampu kristal segede lemari, tergantung di plafon, tapi hampir menyentuh kepalaku. Ku loncat sedikit saja sudah kena ujungnya. Tinggiku 185 cm, jadi kurasa lampu itu dipasang terlalu rendah.

Lalu aku ambil post it yang ada di atas mejanya, kutulis dengan huruf latin.

“Senyum dong, Manis,”

Dan post itu kutempelkan di atas tas kertas.

Semua kuletakkan di meja Bu Meilinda.

Lalu aku keluar dari ruangan dengan wangi bunga-bungaan 13 rupa itu, dan melipir ke arah lift, mau ke arah ruangan IT.

**

Kenapa ke ruangan IT? Aku kan bawa-bawa bantex nasabah, harusnya ke ruangan marketing dong?

Iya, aku harus belajar dulu, karena sama sekali tidak tahu siapa nasabah yang kali ini kuhadapi.

Dan tempat paling tenang di jam segini adalah... ruangan IT tentunya.

Kumasukan kode ke smart lock, dan kugeser pintunya.

Ada Arya di ujung sana, lagi makan bekal mie goreng. Beberapa juga lagi makan sambil mata mereka tak lepas dari layar komputer.

“Hey Mas,” sapa mereka padaku.

“Numpang,” sahutku.

“Ujung,” kata mereka hampir berbarengan.

“Tengks,” sahutku.

Iya hanya itu perbincangan kita sehari-hari. Hey Mas, Numpang, Ujung, Tengks. Kecuali kalau aku lagi ada perlu dengan data.

Aku duduk di sebelah Arya.

“Mau?” dia menawariku Mie Goreng yang tinggal setengah.

“Lagi-lagi nyokap lo bikinin 4 bungkus?” tebakku.

“Iya, dipikirnya gue kuli, kali,”

“Ya makanya lu jangan kucel, mana percaya dia kalo lo bilang kerja di Bank,”

“Ngapain IT dandan cakep-cakep,” dengus Arya. Aku menatap penampilannya, Kaos oblong yang bagian bahunya robek dikit, celana pendek, sandal jepit. Rambut acak-acakan, kacamata yang kacanya burem perlu dilap.

Pak Haryono, Direktur Operasional yang membawahi mereka, memang agak nyentrik. Dia memperbolehkan karyawan di divisinya untuk berpenampilan seadanya, kecuali kalau ada acara penting baru mereka pakai pakaian rapi.

Namun khusus Back Office di kantor pusat dan di kantor cabang masing-masing mengikuti aturan yang berlaku.

Ya karena Bank kami sebagian besar cabangnya buka selama 24 jam, jadi orang-orang IT di kantor pusat kadang bisa tidak pulang 3 hari kalau lagi ada pembaharuan sistem.

“Sekalian habisin nasinya Mas,” dia membuka tutup tupperware, di dalamnya ada nasi goreng masih utuh.

“Yang ini aja gue nggak tahu bisa habisin atau nggak,” kataku sambil melahap nasi gorengnya, “Itu dibikinin siapa?”

“Yang mie dibikinin Umma, yang ini dibikinin sama Ibu,”

Umma adalah sebutan Arya untuk istri pertama ayahnya, sedangkan Ibu adalah istri kedua ayahnya, ibu kandung Arya. Mereka semua tinggal di satu rumah dan hidup rukun

Makanya Arya sering numpang nginep di kantor, karena menurutnya, rumah sudah sesak dengan adik-adiknya yang jumlahnya banyak berlarian ke sana kemari. Walau pun penganut poligami, tapi dari segi agama, mereka tidak terlalu kental.

Mereka bahkan memperbolehkan Arya kerja di Bank.

Dua ibu Arya, gemar memasak dan membuka usaha catering. Kalau ada acara, mereka sering mengajak ibuku join. Arya sendiri adalah adik kelasku di kampus.

Iya sudah pasti Arya kenal sama Leon dan Bara. Malah pas ospek, Arya jadi bulan-bulanan si Leon, tapi mereka akhirnya akrab sih.

Aku mengenal Arya, Bianca, Leon dan Bara waktu sama-sama jadi mahasiswa berprestasi penerima beasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri. Sama-sama ambil teknik, sama sepertiku. Bedanya, aku dan Bianca teknik informatika, mereka bertiga teknik elektro dan komputer.

Leon, Bara dan Bianca waktu itu kuliah sambil bekerja di Beaufort Company.

Aku, murni kuliah karena semua kebutuhan hidupku sudah diurusin sama Mas Bram.

Jadi, fixed, aku nggak bisa mendekati Bianca karena ada Leon yang selalu di sampingnya.

Lalu entah bagaimana, saat aku ambil S2 di manajemen, aku temenan sama orang yang namanya Alex. Sekitar satu tahun, pertemanan yang absurd. Semakin dia menolakku, semakin dekat aku dengannya. Jadi judulnya benci tapi cinta. Haha.

Dua tahun kemudian karena dia makin nggak tahan sama bapaknya, Alex pindah kuliah ke Caltech di Amerika, aku masuk kerja ke Garnet. Begitu urutannya.

“Gue mie aja, barusan nasi goreng malah gue kasih ke Leon-Bara,”

“Duo gahar ya, udah lama gue nggak ke Beaufort Mas. Kangen nyoba game-game baru,”

“Ada game baru tuh, keren, perang-perangan tapi avatarnya tokoh anime yang kita suka,”

“Wih, serius Mas... Duh, kapan kerjaan gue selesai yak!” keluhnya.

“Kerjaan mah nggak bakalan selesai-selesai sampa lo mati,” desisku, “Makanya sempetin aja,”

“Kalo Pak Haryono nge-gep gue karena kabur, bantuin yak! Lu tahu nyoba game gituan nggak cukup sejam dua jam,” kata Arya sambil cengengesan.

Akhirnya kami kembali berkutat dengan pekerjaan. Aku membaca dokumen dan Arya dengan program barunya.

**

Baru juga kupahami setengah, Pak Haryono masuk ke ruangan.

GRAKK!!

Begitulah cara dia membuka pintu ruangan IT. Iya memang dia selalu heboh.

Dia juga sering ngedumel.

“Kapan sih program barunya selesai?! Perasaan dalam sebulan ada 15 aplikasi baru! Emang nasabah ngeh sama aplikasi sebanyak itu hah?!” serunya. Kayaknya dia kesal.

Mana ada gunanya kalo dia ngomel ke kita, ya ngomel sana ke Pak Dirut, Danu-Vampir-Rusli.

Takut yaaaaa, ih si Boss bisa aja marah-marah di kandang sendiri yang kedap suara.

“Mau nasi goreng pak?” tawarku.

“Ohiya gue sampe lupa makan...” Pak Haryono langsung kalem dan menghampiriku. Padahal nasi gorengnya punya Arya.

Hari ini kuberi judul nasi goreng saja deh. Aku dihadapkan dengan 3 piring tapi tak ada yang kumakan, aku malah makan mie.

“Dokumen apa tuh?” tanya Pak Haryono sambil makan.

“Ini, Nasabah yang namanya Agatha Bagaswirya,”

Pak Haryono langsung menghentikan kunyahannya.

“Bagaswirya? Mundur aja Mas,” desis Pak Haryono.

“Hah?!”

Terpopuler

Comments

ͩᥫ᭡arinaⁿʲᵘˢ🎀

ͩᥫ᭡arinaⁿʲᵘˢ🎀

mamaknya si gerald 🤣

2025-03-15

0

🍌 ᷢ ͩ🏘⃝Aⁿᵘ Deέ

🍌 ᷢ ͩ🏘⃝Aⁿᵘ Deέ

buseett dehh kuli panggul Pasar atau IT 🤣🤣🤣 santai bet dah

2024-02-17

1

May Keisya

May Keisya

parah🤣🤣🤣

2024-01-15

0

lihat semua
Episodes
1 Awal Kisahku
2 Dirinya
3 Masa Laluku (1 of 2)
4 Masa Laluku (2 of 2)
5 Awal Dia Benci AKu
6 Teman-Temanku
7 Duo Gahar
8 Tim IT
9 Sarang Miss.K
10 Pawang
11 Persiapan Ke Villa Angker (1 of 2)
12 Persiapan ke Villa Angker (2 of 2)
13 Putri
14 Kok jadi serem, sih?
15 Kenyataan Yang Lucu
16 Tantangan Untuk Gerald
17 Si MMM
18 Pulang Ah
19 Jual Sampah
20 Kerja Lagi
21 Kartu AS
22 Sabtu Bersama Teman Lucknutku
23 Fraud
24 Meeting
25 Reflek Kepeluk
26 Makan, Boss
27 Tembak
28 Antar Jemput
29 Legend
30 Pagi-Pagi Heboh AJe
31 Suasana Romantis
32 Investigasi Sampah
33 Paket Bulan Madu
34 Lobby Keramat
35 Milik Saya
36 Masa Romantis
37 Lembang Astaganaga
38 Pria pertama
39 Nasi uduk dan Raja Diraja
40 Main Kartu Malam-Malam
41 Fanatik
42 Si Gio Bikin Masalah Aje
43 Eagle One Coming
44 Cinta Dalam Kesulitan
45 Kantor Pusat
46 Pemecatan Gio
47 Heboh lah
48 Selena
49 Provocative Woman
50 Hangover
51 Loyalitas
52 Ngebahas Ruangan
53 Buaya
54 Dijemput Bram
55 Dibalik Layar
56 eps 56
57 Cieee Pacar Cieee
58 Cieee Dilamar Cieee
59 Battle Rap
60 King Of Vampire
61 Obrolan Meja Makan
62 Masalah Jodoh-Jodohan
63 Bram dan Pak Farid
64 Lamaran Diterima
65 Kumpulan Singa Betina
66 Pawangnya Muncul
67 Cuti Ah
68 Ini Bab Malesin
69 Dua Anak Baru
70 Pergi Bersama Sena
71 Girls Time
72 Gosip Bapak-Bapak
73 Balada Ari Sangaji
74 Gengsi Pembawa Siksa
75 Stephen dan Andrew
76 Selena Panik
77 Meeting Bersama Sarah
78 Ciwi-Ciwi Pada Datang lagi
79 Tenang juga si Ciwi
80 Kisah Cinta Si Daniel
81 Tim SAM
82 Masalah Golok
83 Karyawan Baru Garnet Property
84 Rencana Mindblowing Selena
85 Berkunjung ke Rumah Gio
86 Yang Terjadi Sebenarnya
87 Meilinda Panik, Tapi semua TIDACK
88 Baca Habis Berbuka aja, Ya...
89 Kerja lagi ah...
90 Pertanyaan Bertubi-tubi
91 The Puppy and The Vampire
92 Camer yang Menyamar
93 Adegan Yang Ditunggu Jeng-Diajeng sekalian
94 Ibuku Ngamuk
95 Tongkat Golf Misterius
96 Aku Kaget Loooh
97 Kantornya Trevor
98 Zeus Naik Jazz
99 Masalah Kredit
100 Ayu si manis
101 Galau Nggak Jelas
102 Lagi-lagi Berdebat
103 Hadiah Ultah Meilinda
104 Creambath pake siput
105 Nomor Telepon Mas Bram
106 Meeting Malam-Malam
107 Eeees Eeees
108 Dia Yang Diserang, Kita Yang Senang
109 Nikah Woy!! (1)
110 Nikah Woy! (2)
111 Nikah Woy! (3)
112 Nikah Woy! (4)
113 Hari Apa Sih Ini?
114 Ketemu Lexy Lagiiii
115 Meilinda Galau (Lagi)
116 Episode Basa-Basi
117 Ipar Nggak Ada Akhlak
118 Mengharukaaaan
119 Vila Vampir (1)
120 Vila Vampir (2)
121 Vila Vampir (3)
122 Vila Vampir (4)
123 Vila Vampir (5)
124 Vila Vampir (6)
125 Vila Vampir (7)
126 Cooking Time With Dimas
127 Pintu Theater Ditutup
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Awal Kisahku
2
Dirinya
3
Masa Laluku (1 of 2)
4
Masa Laluku (2 of 2)
5
Awal Dia Benci AKu
6
Teman-Temanku
7
Duo Gahar
8
Tim IT
9
Sarang Miss.K
10
Pawang
11
Persiapan Ke Villa Angker (1 of 2)
12
Persiapan ke Villa Angker (2 of 2)
13
Putri
14
Kok jadi serem, sih?
15
Kenyataan Yang Lucu
16
Tantangan Untuk Gerald
17
Si MMM
18
Pulang Ah
19
Jual Sampah
20
Kerja Lagi
21
Kartu AS
22
Sabtu Bersama Teman Lucknutku
23
Fraud
24
Meeting
25
Reflek Kepeluk
26
Makan, Boss
27
Tembak
28
Antar Jemput
29
Legend
30
Pagi-Pagi Heboh AJe
31
Suasana Romantis
32
Investigasi Sampah
33
Paket Bulan Madu
34
Lobby Keramat
35
Milik Saya
36
Masa Romantis
37
Lembang Astaganaga
38
Pria pertama
39
Nasi uduk dan Raja Diraja
40
Main Kartu Malam-Malam
41
Fanatik
42
Si Gio Bikin Masalah Aje
43
Eagle One Coming
44
Cinta Dalam Kesulitan
45
Kantor Pusat
46
Pemecatan Gio
47
Heboh lah
48
Selena
49
Provocative Woman
50
Hangover
51
Loyalitas
52
Ngebahas Ruangan
53
Buaya
54
Dijemput Bram
55
Dibalik Layar
56
eps 56
57
Cieee Pacar Cieee
58
Cieee Dilamar Cieee
59
Battle Rap
60
King Of Vampire
61
Obrolan Meja Makan
62
Masalah Jodoh-Jodohan
63
Bram dan Pak Farid
64
Lamaran Diterima
65
Kumpulan Singa Betina
66
Pawangnya Muncul
67
Cuti Ah
68
Ini Bab Malesin
69
Dua Anak Baru
70
Pergi Bersama Sena
71
Girls Time
72
Gosip Bapak-Bapak
73
Balada Ari Sangaji
74
Gengsi Pembawa Siksa
75
Stephen dan Andrew
76
Selena Panik
77
Meeting Bersama Sarah
78
Ciwi-Ciwi Pada Datang lagi
79
Tenang juga si Ciwi
80
Kisah Cinta Si Daniel
81
Tim SAM
82
Masalah Golok
83
Karyawan Baru Garnet Property
84
Rencana Mindblowing Selena
85
Berkunjung ke Rumah Gio
86
Yang Terjadi Sebenarnya
87
Meilinda Panik, Tapi semua TIDACK
88
Baca Habis Berbuka aja, Ya...
89
Kerja lagi ah...
90
Pertanyaan Bertubi-tubi
91
The Puppy and The Vampire
92
Camer yang Menyamar
93
Adegan Yang Ditunggu Jeng-Diajeng sekalian
94
Ibuku Ngamuk
95
Tongkat Golf Misterius
96
Aku Kaget Loooh
97
Kantornya Trevor
98
Zeus Naik Jazz
99
Masalah Kredit
100
Ayu si manis
101
Galau Nggak Jelas
102
Lagi-lagi Berdebat
103
Hadiah Ultah Meilinda
104
Creambath pake siput
105
Nomor Telepon Mas Bram
106
Meeting Malam-Malam
107
Eeees Eeees
108
Dia Yang Diserang, Kita Yang Senang
109
Nikah Woy!! (1)
110
Nikah Woy! (2)
111
Nikah Woy! (3)
112
Nikah Woy! (4)
113
Hari Apa Sih Ini?
114
Ketemu Lexy Lagiiii
115
Meilinda Galau (Lagi)
116
Episode Basa-Basi
117
Ipar Nggak Ada Akhlak
118
Mengharukaaaan
119
Vila Vampir (1)
120
Vila Vampir (2)
121
Vila Vampir (3)
122
Vila Vampir (4)
123
Vila Vampir (5)
124
Vila Vampir (6)
125
Vila Vampir (7)
126
Cooking Time With Dimas
127
Pintu Theater Ditutup

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!