Putri

Kami turun dan melihat keadaan sekitar.

Reflek saja seperti biasanya, di udara dingin seperti ini, kunyalakan rokokku, kuhisap dalam-dalam dan kuperhatikan kaki mulus yang keluar dari mobil.

Menggoda.

Dengan sepatu bertalinya yang berwarna pink membalut tungkai yang menurutku indah.

Bu Meilinda keluar sambil menenteng tas ratusan jutanya, membuka kacamata hitamnya, dan berujar padaku , “Dilarang Bengong! Kesambet saya tinggal!!” ketusnya.

Galak bener, deh.

Aku bengong juga mikirin banyak hal, bukan bengong yang pikiran kosong.

Di dalam Villa sudah ada yang menanti kami, seorang wanita.

Dengan jilbab modern dan pakaiannya khas anak muda zaman sekarang.

Yang menarik perhatianku, atasnya feminin, tapi dia pakai converse merah semata kaki.

Ini cewek keren juga, pikirku. Siapa ya? Sepertinya tidak mungkin si nasabah. Karena dijelaskan di dokumen, Agatha Bagaswirya sudah berusia sekitar 50 tahun. Yang di depan kami bisa jadi jauh lebih muda dariku.

Wanita di depanku memeluk Bu Meilinda dengan hangat, bagaikan kawan lama yang baru bertemu kembali. Dengan pandangan sendu dia mengelus pipi Bu Meilinda, sementara Boss ku mencium tangannya dengan rasa hormat.

Kok rasanya ada yang salah...

“Wah... MasyaAllah!” Wanita itu berbinar menatapku.

Aku sangat merasa kalau pandangannya tertuju ke arahku. Karena aku yakin sekali di belakangku tak ada orang, karena Fendi ada di depanku.

Aku tidak kenal wanita ini sama sekali.

Jangan bilang dia juga naksir aku.

Bukannya aku narsis, tapi dilihatin sebegitunya kan aku jadi waspada.

“Kamu anaknya Emilio kan ya?! Emilio Sandro?!” seru si wanita.

Aku mundur selangkah.

Bagaimana dia bisa mengenal nama bapakku? Dan bagaimana ia bisa tahu hanya dengan melihat wajahku?! Aku itu nggak ada mirip-miripnya loh sama bapakku, paling wajahku ada rada bule-bule Italy-nya dikit. Kesukaan pun nggak ada miripnya karena bapakku suka pasta, aku suka indomie. Bapakku suka pizza, aku suka martabak telor. Jadi aku jelas beda level sama bapakku.

Kalau dibilang kemiripan, Mas Bram lebih mirip bapakku, aku lebih mirip Ibu kecuali hidung mancung sleding-ku ini.

“I-iya, Mbak...” desisku.

Aku mundur lagi selangkah pas dia maju. Entah kenapa aku punya feeling tak enak terhadap wanita ini.

Wajahnya yang manis dan tatapannya yang berbinar seperti ada yang salah di mataku.

Tapi sulit kujelaskan.

Dengan sendirinya bulu kudukku langsung meremang saat dia mendekat.

“Keponakanmu juga di Indonesia kan? Kerja di Jarvas juga kan?” tebak wanita di depanku ini.

“Siapa Yang?!” tanya Bu Meilinda dengan alis terangkat.

Siapa yang dia sebut dengan ‘Yang’?!

Fendi langsung menatapku dengan mata terbelalak

“Bu, hubungan kita tidak seintim itu,” desisku.

“Heh? Bukan kamu, bangor. Saya manggil si Eyang malah kamu yang jawab!”

“Ya kamu manggil aku yang lengkap dong Meli, nanti banyak yang salah paham. Kalian belum waktunyaaaa," kata si wanita berhijab sambil tertawa.

Keki bener aku jadinya.

Pertanyaan berikutnya,

Siapa yang dia panggil ‘Eyang’?!

“Viola Sandro, kamu punya keponakan namanya Viola Sandro kan? Calon istri Gerald itu!” seru wanita berhijab.

Aku benar-benar tidak bisa mencerna apa yang ia katakan. Kepalaku langsung pusing.

Apalagi senyumnya...

Di mataku mengerikan, seperti robot. Senyum tanpa makna yang terstruktur.

“Iya, Via keponakan saya dan dia baru saja di terima di Jarvas. Dan siapa itu Gerald?” tanyaku.

“Gerald itu canggahku,” kata si wanita.

“Apa?”

“Canggah,”

Sepertinya dunia sedang berkelakar.

**

“Sarang Kuntilanak? Wahahahahahaha!!” tawa jernih Putri membahana ke seluruh ruangan. Itu namanya Putri Gandhes. Itu nama yang ia kenalkan padaku. Entah itu nama asli atau samaran. Yang jelas menurutku namanya unik dan indah.

Ia adalah... katanya nenek Agatha Bagaswirya. Nenek si Nasabah.

Ini bukan Putri yang bilang, ini Bu Meilinda yang bilang.

Tapi kuanggap ini hanya lelucon. Jelas tak bisa kutulis di laporan.

Sementara Fendi di pojok sana sedang asik foto selfie sama beberapa pelayan di rumah ini.

“Rumah ini memang kubangun tahun 1900an. Tapi kan dirawat! Kunti tak ada yang betah, mereka lebih suka tempat lembab. Mungkin karena area ini termasuk terlarang dan tidak sembarang orang bisa masuk ke sini. Gimana Mel, apa kuganti saja jaminan kreditnya? Yang lebih marketable gitu?”

“Jadi, Bu Putri ini owner yang sebenarnya?” tanyaku.

“Yang beli memang aku, tapi setelah tahun 90an rasanya aneh kalau disertifikat masih tertera namaku. Lalu aku konsultasi lah ke Badan Pertanahan dan dia menyarankan dihibahkan saja ke anak cucu. Lagi pula siapa yang berani menyelewengkan barang milikku, hahahaha!” seru Putri.

Aku beneran pusing, rasanya ruwet.

Dan aku khawatir ke Fendi.

Ada sesuatu yang aneh terhadap para pelayan Si Putri.

Aku tidak bisa menjelaskan aneh yang seperti apa, tapi instingku merasa ada yang tidak beres.

“Boleh lah eyang, ganti aja properti yang tidak mencurigakan ya!”

“Ya sudah kuganti sama Gedung Kantor aja ya, sertifikatnya atas nama Jarvas, tapi,”

“Boleh juga,”

“Nah... karena sudah sampai sini, bagaimana kalau kalian menginap saja di sini? Tak servis habis-habisan! Aku masih kangen sama kamu soalnyaaa,” sahut Putri riang ke arah Bu Meilinda.

“Boleh Eyang!” seru Bu Meilinda yang sepertinya dia senang sekali mendengar penawaran itu.

Mungkin ini saatku untuk pulang, toh jaminannya akan di ganti, jadi aku tak ada kepentingan lagi di sini.

“Kalau begitu saya duluan-“

“Dimas juga ikut menginap ya!” sahut Putri memotong ucapanku.

“Saya tidak bawa baju ganti,” desisku.

“Tenang saja, di sini kusediakan baju kok,”

Aku melirik Bu Meilinda.

Bu Meilinda hanya mengangkat bahunya.

“Kalau nekat pulang, kalian akan tersesat. Kujamin,” kata Putri sambil menyeringai.

Sepertinya dia mengancam kami.

"Ya udah Mas, nurut aja. Lu bujangan ini, kagak ada anak istri yang nunggu di rumah," bisik Fendi.

"Kenapa lo kayaknya semangat banget sih?!" gerutuku.

"ART di sini ganteng-ganteng, Broooo," Fendi cekikikan.

Aku menatap ke arah para pelayan yang berseliweran di sekitar kami.

Dan aku berani sumpah, kulihat mata mereka berkilat warna merah saat menatapku balik.

Tapi kulihat Bu Meilinda sudah cukup akrab dengan Putri.

"Oke deh," desisku.

"Ada tiga kamar ya. Itu drivermu si Sapto kukasih 1 kamar, si..." Putri menatap Fendi dari atas ke bawah, "Duh, tobat aku," Putri mengelus dadanya sambil menghela nafas. "Kamu, Fendi, kukasih 1 kamar buat sendirian. Tapi kuwanti-wanti yo, jangan aneh-aneh. ART di sini agak beda dengan perkiraan kamu,"

bulu kudukku meremang.

"Jadi aku tidur sama Eyang dong! Asiiikkk!" seru Bu Meilinda bagai anak kecil sedang merajuk ke neneknya minta berbi.

"Nggak ah, aku lebih suka bobok sendirian. Kamu sekamar sama Dimas ya. Kasurnya twin kok!"

Kami diam.

Fendi sampai keselek tehnya.

"Bisa-bisa digrebek kamtib," desisku.

"Dimas dan aku musuh bebuyutan. bisa-bisa kami saling bunuh kalau sekamar," kata Bu Meilinda.

"Ih, jangan gitu sama calon suami ah!" kikik Putri.

Sableng bener ini cewek.

Terpopuler

Comments

Rakmad Atika

Rakmad Atika

putri gandes Banowati

2024-04-24

0

🍌 ᷢ ͩ🏘⃝Aⁿᵘ Deέ

🍌 ᷢ ͩ🏘⃝Aⁿᵘ Deέ

wkwwkkw Eyang udah tauu aja nih kalau mereka akan berjodoh nantinya

2024-02-19

0

May Keisya

May Keisya

nyerempet2lah hmpir mirip 😂

2024-01-17

0

lihat semua
Episodes
1 Awal Kisahku
2 Dirinya
3 Masa Laluku (1 of 2)
4 Masa Laluku (2 of 2)
5 Awal Dia Benci AKu
6 Teman-Temanku
7 Duo Gahar
8 Tim IT
9 Sarang Miss.K
10 Pawang
11 Persiapan Ke Villa Angker (1 of 2)
12 Persiapan ke Villa Angker (2 of 2)
13 Putri
14 Kok jadi serem, sih?
15 Kenyataan Yang Lucu
16 Tantangan Untuk Gerald
17 Si MMM
18 Pulang Ah
19 Jual Sampah
20 Kerja Lagi
21 Kartu AS
22 Sabtu Bersama Teman Lucknutku
23 Fraud
24 Meeting
25 Reflek Kepeluk
26 Makan, Boss
27 Tembak
28 Antar Jemput
29 Legend
30 Pagi-Pagi Heboh AJe
31 Suasana Romantis
32 Investigasi Sampah
33 Paket Bulan Madu
34 Lobby Keramat
35 Milik Saya
36 Masa Romantis
37 Lembang Astaganaga
38 Pria pertama
39 Nasi uduk dan Raja Diraja
40 Main Kartu Malam-Malam
41 Fanatik
42 Si Gio Bikin Masalah Aje
43 Eagle One Coming
44 Cinta Dalam Kesulitan
45 Kantor Pusat
46 Pemecatan Gio
47 Heboh lah
48 Selena
49 Provocative Woman
50 Hangover
51 Loyalitas
52 Ngebahas Ruangan
53 Buaya
54 Dijemput Bram
55 Dibalik Layar
56 eps 56
57 Cieee Pacar Cieee
58 Cieee Dilamar Cieee
59 Battle Rap
60 King Of Vampire
61 Obrolan Meja Makan
62 Masalah Jodoh-Jodohan
63 Bram dan Pak Farid
64 Lamaran Diterima
65 Kumpulan Singa Betina
66 Pawangnya Muncul
67 Cuti Ah
68 Ini Bab Malesin
69 Dua Anak Baru
70 Pergi Bersama Sena
71 Girls Time
72 Gosip Bapak-Bapak
73 Balada Ari Sangaji
74 Gengsi Pembawa Siksa
75 Stephen dan Andrew
76 Selena Panik
77 Meeting Bersama Sarah
78 Ciwi-Ciwi Pada Datang lagi
79 Tenang juga si Ciwi
80 Kisah Cinta Si Daniel
81 Tim SAM
82 Masalah Golok
83 Karyawan Baru Garnet Property
84 Rencana Mindblowing Selena
85 Berkunjung ke Rumah Gio
86 Yang Terjadi Sebenarnya
87 Meilinda Panik, Tapi semua TIDACK
88 Baca Habis Berbuka aja, Ya...
89 Kerja lagi ah...
90 Pertanyaan Bertubi-tubi
91 The Puppy and The Vampire
92 Camer yang Menyamar
93 Adegan Yang Ditunggu Jeng-Diajeng sekalian
94 Ibuku Ngamuk
95 Tongkat Golf Misterius
96 Aku Kaget Loooh
97 Kantornya Trevor
98 Zeus Naik Jazz
99 Masalah Kredit
100 Ayu si manis
101 Galau Nggak Jelas
102 Lagi-lagi Berdebat
103 Hadiah Ultah Meilinda
104 Creambath pake siput
105 Nomor Telepon Mas Bram
106 Meeting Malam-Malam
107 Eeees Eeees
108 Dia Yang Diserang, Kita Yang Senang
109 Nikah Woy!! (1)
110 Nikah Woy! (2)
111 Nikah Woy! (3)
112 Nikah Woy! (4)
113 Hari Apa Sih Ini?
114 Ketemu Lexy Lagiiii
115 Meilinda Galau (Lagi)
116 Episode Basa-Basi
117 Ipar Nggak Ada Akhlak
118 Mengharukaaaan
119 Vila Vampir (1)
120 Vila Vampir (2)
121 Vila Vampir (3)
122 Vila Vampir (4)
123 Vila Vampir (5)
124 Vila Vampir (6)
125 Vila Vampir (7)
126 Cooking Time With Dimas
127 Pintu Theater Ditutup
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Awal Kisahku
2
Dirinya
3
Masa Laluku (1 of 2)
4
Masa Laluku (2 of 2)
5
Awal Dia Benci AKu
6
Teman-Temanku
7
Duo Gahar
8
Tim IT
9
Sarang Miss.K
10
Pawang
11
Persiapan Ke Villa Angker (1 of 2)
12
Persiapan ke Villa Angker (2 of 2)
13
Putri
14
Kok jadi serem, sih?
15
Kenyataan Yang Lucu
16
Tantangan Untuk Gerald
17
Si MMM
18
Pulang Ah
19
Jual Sampah
20
Kerja Lagi
21
Kartu AS
22
Sabtu Bersama Teman Lucknutku
23
Fraud
24
Meeting
25
Reflek Kepeluk
26
Makan, Boss
27
Tembak
28
Antar Jemput
29
Legend
30
Pagi-Pagi Heboh AJe
31
Suasana Romantis
32
Investigasi Sampah
33
Paket Bulan Madu
34
Lobby Keramat
35
Milik Saya
36
Masa Romantis
37
Lembang Astaganaga
38
Pria pertama
39
Nasi uduk dan Raja Diraja
40
Main Kartu Malam-Malam
41
Fanatik
42
Si Gio Bikin Masalah Aje
43
Eagle One Coming
44
Cinta Dalam Kesulitan
45
Kantor Pusat
46
Pemecatan Gio
47
Heboh lah
48
Selena
49
Provocative Woman
50
Hangover
51
Loyalitas
52
Ngebahas Ruangan
53
Buaya
54
Dijemput Bram
55
Dibalik Layar
56
eps 56
57
Cieee Pacar Cieee
58
Cieee Dilamar Cieee
59
Battle Rap
60
King Of Vampire
61
Obrolan Meja Makan
62
Masalah Jodoh-Jodohan
63
Bram dan Pak Farid
64
Lamaran Diterima
65
Kumpulan Singa Betina
66
Pawangnya Muncul
67
Cuti Ah
68
Ini Bab Malesin
69
Dua Anak Baru
70
Pergi Bersama Sena
71
Girls Time
72
Gosip Bapak-Bapak
73
Balada Ari Sangaji
74
Gengsi Pembawa Siksa
75
Stephen dan Andrew
76
Selena Panik
77
Meeting Bersama Sarah
78
Ciwi-Ciwi Pada Datang lagi
79
Tenang juga si Ciwi
80
Kisah Cinta Si Daniel
81
Tim SAM
82
Masalah Golok
83
Karyawan Baru Garnet Property
84
Rencana Mindblowing Selena
85
Berkunjung ke Rumah Gio
86
Yang Terjadi Sebenarnya
87
Meilinda Panik, Tapi semua TIDACK
88
Baca Habis Berbuka aja, Ya...
89
Kerja lagi ah...
90
Pertanyaan Bertubi-tubi
91
The Puppy and The Vampire
92
Camer yang Menyamar
93
Adegan Yang Ditunggu Jeng-Diajeng sekalian
94
Ibuku Ngamuk
95
Tongkat Golf Misterius
96
Aku Kaget Loooh
97
Kantornya Trevor
98
Zeus Naik Jazz
99
Masalah Kredit
100
Ayu si manis
101
Galau Nggak Jelas
102
Lagi-lagi Berdebat
103
Hadiah Ultah Meilinda
104
Creambath pake siput
105
Nomor Telepon Mas Bram
106
Meeting Malam-Malam
107
Eeees Eeees
108
Dia Yang Diserang, Kita Yang Senang
109
Nikah Woy!! (1)
110
Nikah Woy! (2)
111
Nikah Woy! (3)
112
Nikah Woy! (4)
113
Hari Apa Sih Ini?
114
Ketemu Lexy Lagiiii
115
Meilinda Galau (Lagi)
116
Episode Basa-Basi
117
Ipar Nggak Ada Akhlak
118
Mengharukaaaan
119
Vila Vampir (1)
120
Vila Vampir (2)
121
Vila Vampir (3)
122
Vila Vampir (4)
123
Vila Vampir (5)
124
Vila Vampir (6)
125
Vila Vampir (7)
126
Cooking Time With Dimas
127
Pintu Theater Ditutup

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!