Awal Dia Benci AKu

Proyek yang kami tangani saat itu berasal dari seseorang yang bernama Siswoto, yang setelah kucari nama itu di internet ternyata dia adalah pendiri sebuah resor di kawasan Gili Trawangan. Bu Meilinda menginginkan pencairan kredit dilakukan sekaligus sesuai Rencana Anggaran Biaya yang diajukan.

Yang mana menurutku cukup aneh.

Lazimnya, untuk sebuah pembangunan yang dimulai dari nol, Bank mencairkan pembiayaannya secara bertahap sesuai dengan progress yang diajukan. Hal itu untuk mengetahui apakah pembiayaan dari Bank benar-benar digunakan untuk pembangunan atau malah digunakan untuk hal yang tidak sesuai dengan pengajuan.

Mencairkan pembiayaan seluruhnya 20 miliar untuk proyek yang belum jelas, biasanya ujungnya akan menjadi kredit macet. Nasabah, sebagaimana kebiasaan manusia, akan tergoda untuk membeli barang yang tidak perlu, bahkan cenderung mengabaikan rencana mereka di awal, saat dana diberikan SEKALIGUS.

Alasan Bu Meilinda : Pak Siswoto masih kerabat Bataragunadi, jadi tidak perlu diberlakukan seketat biasanya. “Kalau ada masalah, saya akan bertanggung jawab,” kata Bu Meilinda.

“Baik bu, kalau begitu yang tandatangan di proposal Ibu juga kan ya? Karena saya pikir tidak semua setuju,” aku langsung bicara begitu.

Sontak, semua mata mengarah padaku.

Semua pejabat, semua manajemen, semua komisaris, langsung memperhatikanku.

Aku saat itu masih anak baru, belum bisa memilah mana yang terkoneksi dan mana yang orang luar. Dan kuanggap Bu Meilinda, walau pun jabatannya adalah Bossku, adalah manusia yang memiliki tujuan sama, yaitu memajukan perusahaan.

“Proposal ditandatangani oleh Marketing dari Divisi Kredit,” desis Bu Meilinda. “Pengajuan ini juga membantu target mereka,”

“Oh, baik,” Aku menulis klausul itu di ponselku, “Jadi kalau ada masalah dan kreditnya NPF, yang bertanggung jawab adalah Bu Meilinda dan seluruh staff dari Divisi Kredit ya bu. Hebat juga ya Officer sekarang gajinya besar-besar tampaknya, sampai bisa mengganti kerugian 20 miliar. Jadi pembagian untuk ganti ruginya berapa persen?”

Semua kembali diam.

Aku hanya menatap mereka satu persatu.

Aku sudah tahu ke mana arahnya hal ini. Nepotisme yang seperti ini, bisa jadi Bu Meilinda juga kebagian jatah dari pencairan.

Tapi, kalau ada masalah, yang harus bertanggung jawab adalah orang yang menandatangani pengajuan, yaitu... para staff.

“Dimas, kamu orang baru jadi tampaknya kamu belum mengerti,” desis Meilinda sambil melempar pulpen bertahtakan batu permata ke atas meja.

Tampaknya ia berusaha keras menahan amarahnya padaku.

“Bahwa, pengajuan ini bisa membantu target Bank kita untuk memenuhi pencapaian tahun ini,” kata Bu Meilinda lagi.

Bahasanya sudah tingkat tinggi, tapi menurutku malah muter-muter, tidak langsung ke intinya.

Pertanda kalau orang ingin melakukan sesuatu yang ilegal tetapi tidak bisa menjelaskan secara gamblang. Jenis orang toxic, dengan kata lain.

“Seputus asa itu perusahaan ini sampai mengharapkan nasabah kredit yang dilihat sepintas saja sekuriti juga tahu kalau itu orang tak akan bisa bayar cicilan,” desisku tak mau kalah.

Masalahnya,

Kalau si Siswoto ini sampai masuk jadi nasabah, yang kerepotan kami-kami juga, para staff.

“Kalau begitu, Dimas... apa saran kamu?” tanya Bu Meilinda dengan pandangan tajam padaku.

“Tugas saya sebagai auditor adalah memberikan masukan yang sesuai dengan SOP, bukan saran,” sahutku. “Kalau ibu tidak ingin diprotes, jangan masukan Auditor sebagai peserta meeting. Karena tugas kami kan sebagai Rem, bertentangan dengan tugas marketing sebagai Gas,”

Terdengar beberapa orang terkekeh. Entah apa maksud mereka tertawa.

“Lagipula untuk apa ibu memberikan rekomendasi nasabah, itu juga bukan tugas ibu. Malah aneh kalau ibu bersinggungan dengan saya,” sahutku lugas.

Di masa lalu mungkin aku akan senyum-senyum saja.

Tapi saat ini yang kupikirkan, aku ingin orang mengenal sisi gelapku. Agar aku tidak terlalu disukai.

Karena... kalau aku sampai disukai, hasilnya malah memburuk.

“Kalau begitu begini saja,” Sebuah suara dengan nada bergema di ujung meja. Aku sampai hampir tersedak ludahku sendiri.

Tiba-tiba sosok itu muncul begitu kursi tinggi itu dibalik.

Dia dari tadi di sana?

Astaga... wajahnya seram sekali. Seperti menghadapi sesosok makhluk yang bangkit dari kubur tapi kita tidak bisa kabur. Terpaku. Menunggu dimangsa.

Di depan mejanya tertulis sebuah plang nama.

Khamandanu Rusli, Presiden Direktur.

Buset...

Tampangnya mirip Drakula.

Tapi kalau dilihat lebih jelas, sebenarnya dia keren sih. Kayak penyanyi era Japanesse Rock. Gothic dan suaranya bariton.

“Dimas...” ia tampak terdiam sebentar sambil menatap laptop di depannya, “Tanurahardja. Nama kamu ada etnis asianya ya,” ia bergumam begitu.

“Tidak ada Pak, Suka-suka bapak saya kasih nama pak,” desisku. Aku juga tak tahu kenapa aku dinamai begitu. Nanti kutanyakan ke ibuku saja. Nama Mas Bram tak ada ‘Tanurahardja’ nya loh.

“... Tanurahardja Sandro, Nama yang unik,” gumam Pak Khamandanu lagi. Eh, atau pak Rusli ya?

“Jadi,” Pak Khamandanu menatapku. Ih, berasa siap-siap nerkam. Sumpah serem banget tampangnya. Kaku kayak mayat hidup tapi ganteng. Duh, susah jelasinnya. “saya ingin mendengar saran kamu. Kalau bagus, saya transfer gaji marketing satu bulan ke kamu, hari ini juga. Bagaimana?”

Aku diam.

Aku ragu.

Ini jebakan atau bagaimana?

Ya sudah dari pada masalahnya tak selesai-selesai, dan lagi tampaknya Pak Kamandhanu Rusli ini sepakat denganku kalau nasabah rekomendasi Bu Meilinda termasuk kategori ‘bermasalah’. Karena kalau dia setuju dengan usul Bu Meilinda, sudah dari tadi ia bicara, bukannya malah rela membayarku lebih, hanya untuk mendengarkan saran.

“Ehem!” aku berdehem, lalu aku menarik nafas panjang untuk menenangkan hatiku yang gundah gulana guling-gulingan.

“Saran saya... RAB cair sekaligus ke rekening Pak Siswoto, tapi diblokir di rekeningnya. Per 3 bulan blokir otomatis terbuka dengan dana yang ready sebesar yang dilaporkan pemborong,”

**

Setelah meeting itu, aku duduk sambil tercenung di meja baru ku.

“Apa sih yang gue lakuin barusan?” gumamku ketakutan.

Lalu kuintip lagi ponselku. Di sana ada saldo dari e-banking. Jumlahnya bertambah beberapa digit, gaji marketing sebulan plus insentifnya.

“Gila...” gumamku lagi.

Dan di depan meja, ada sebuah surat yang ditandatangani oleh Khamandanu Rusli langsung. Memo Internal untuk Divisi Personalia.

Pengangkatan Dimas Tanurahardja Sandro menjadi Kepala Seksi Audit dan Aset Bermasalah.

Dalam sehari, jabatanku naik 3 tingkat dari Staff biasa ke Kepala Seksi. Posisi yang lazimnya ditempati oleh orang yang sudah bekerja selama 10 tahun di sini.

Kuperhatikan sekitarku, di sana ada Pak Kadiv (Kepala Divisi) sedang menatapku tajam sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya, lalu ada sekitar 20 orang lagi di sekelilingku yang menatapku sama sinisnya.

Tidak, aku tak takut kepada mereka.

Masa bodo mereka mau menghujatku, meng-gibahku, mau kayang di depanku juga aku tak peduli.

Yang kukhawatirkan adalah...

BRAKK!!

Pintu dibuka dengan kasar.

Bu Meilinda masuk, dan langsung menuju ke arahku.

Ia melempar beberapa bantex yang harusnya otorita Kadiv, ke atas mejaku. Lalu ia mencengkeram kerah bajuku dan menarikku ke arahnya.

“Mulai sekarang, semua urusan audit lewat kamu, karena kamu begitu cerdas dan sombong. Mengerti?” geram Bu Meilinda. “Nikmati saja neraka duniamu, mumpung kamu masih semangat...”

Ya.

Sejak itu... semua urusan audit harus melewatiku dulu, walau pun bukan ranahku. Kalau aku tak tandatangan, semua manajemen juga tidak mau tandatangan.

Sampai-sampai sebelum tandatangan aku mengucap doa kepada Yang Maha Kuasa agar dijauhkan dari kesialan.

Aku bagaikan Direktur Bayangan di sini.

Terpopuler

Comments

🍌 ᷢ ͩ𝐀⃝🥀ρҽNσʋ🎀⁰⁰

🍌 ᷢ ͩ𝐀⃝🥀ρҽNσʋ🎀⁰⁰

liobellll

2025-03-15

0

Rakmad Atika

Rakmad Atika

mumet aku thor

2024-04-21

0

🍌 ᷢ ͩ🏘⃝Aⁿᵘ Deέ

🍌 ᷢ ͩ🏘⃝Aⁿᵘ Deέ

gilaaa kewreeen banget kau Dim

2024-02-16

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Kisahku
2 Dirinya
3 Masa Laluku (1 of 2)
4 Masa Laluku (2 of 2)
5 Awal Dia Benci AKu
6 Teman-Temanku
7 Duo Gahar
8 Tim IT
9 Sarang Miss.K
10 Pawang
11 Persiapan Ke Villa Angker (1 of 2)
12 Persiapan ke Villa Angker (2 of 2)
13 Putri
14 Kok jadi serem, sih?
15 Kenyataan Yang Lucu
16 Tantangan Untuk Gerald
17 Si MMM
18 Pulang Ah
19 Jual Sampah
20 Kerja Lagi
21 Kartu AS
22 Sabtu Bersama Teman Lucknutku
23 Fraud
24 Meeting
25 Reflek Kepeluk
26 Makan, Boss
27 Tembak
28 Antar Jemput
29 Legend
30 Pagi-Pagi Heboh AJe
31 Suasana Romantis
32 Investigasi Sampah
33 Paket Bulan Madu
34 Lobby Keramat
35 Milik Saya
36 Masa Romantis
37 Lembang Astaganaga
38 Pria pertama
39 Nasi uduk dan Raja Diraja
40 Main Kartu Malam-Malam
41 Fanatik
42 Si Gio Bikin Masalah Aje
43 Eagle One Coming
44 Cinta Dalam Kesulitan
45 Kantor Pusat
46 Pemecatan Gio
47 Heboh lah
48 Selena
49 Provocative Woman
50 Hangover
51 Loyalitas
52 Ngebahas Ruangan
53 Buaya
54 Dijemput Bram
55 Dibalik Layar
56 eps 56
57 Cieee Pacar Cieee
58 Cieee Dilamar Cieee
59 Battle Rap
60 King Of Vampire
61 Obrolan Meja Makan
62 Masalah Jodoh-Jodohan
63 Bram dan Pak Farid
64 Lamaran Diterima
65 Kumpulan Singa Betina
66 Pawangnya Muncul
67 Cuti Ah
68 Ini Bab Malesin
69 Dua Anak Baru
70 Pergi Bersama Sena
71 Girls Time
72 Gosip Bapak-Bapak
73 Balada Ari Sangaji
74 Gengsi Pembawa Siksa
75 Stephen dan Andrew
76 Selena Panik
77 Meeting Bersama Sarah
78 Ciwi-Ciwi Pada Datang lagi
79 Tenang juga si Ciwi
80 Kisah Cinta Si Daniel
81 Tim SAM
82 Masalah Golok
83 Karyawan Baru Garnet Property
84 Rencana Mindblowing Selena
85 Berkunjung ke Rumah Gio
86 Yang Terjadi Sebenarnya
87 Meilinda Panik, Tapi semua TIDACK
88 Baca Habis Berbuka aja, Ya...
89 Kerja lagi ah...
90 Pertanyaan Bertubi-tubi
91 The Puppy and The Vampire
92 Camer yang Menyamar
93 Adegan Yang Ditunggu Jeng-Diajeng sekalian
94 Ibuku Ngamuk
95 Tongkat Golf Misterius
96 Aku Kaget Loooh
97 Kantornya Trevor
98 Zeus Naik Jazz
99 Masalah Kredit
100 Ayu si manis
101 Galau Nggak Jelas
102 Lagi-lagi Berdebat
103 Hadiah Ultah Meilinda
104 Creambath pake siput
105 Nomor Telepon Mas Bram
106 Meeting Malam-Malam
107 Eeees Eeees
108 Dia Yang Diserang, Kita Yang Senang
109 Nikah Woy!! (1)
110 Nikah Woy! (2)
111 Nikah Woy! (3)
112 Nikah Woy! (4)
113 Hari Apa Sih Ini?
114 Ketemu Lexy Lagiiii
115 Meilinda Galau (Lagi)
116 Episode Basa-Basi
117 Ipar Nggak Ada Akhlak
118 Mengharukaaaan
119 Vila Vampir (1)
120 Vila Vampir (2)
121 Vila Vampir (3)
122 Vila Vampir (4)
123 Vila Vampir (5)
124 Vila Vampir (6)
125 Vila Vampir (7)
126 Cooking Time With Dimas
127 Pintu Theater Ditutup
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Awal Kisahku
2
Dirinya
3
Masa Laluku (1 of 2)
4
Masa Laluku (2 of 2)
5
Awal Dia Benci AKu
6
Teman-Temanku
7
Duo Gahar
8
Tim IT
9
Sarang Miss.K
10
Pawang
11
Persiapan Ke Villa Angker (1 of 2)
12
Persiapan ke Villa Angker (2 of 2)
13
Putri
14
Kok jadi serem, sih?
15
Kenyataan Yang Lucu
16
Tantangan Untuk Gerald
17
Si MMM
18
Pulang Ah
19
Jual Sampah
20
Kerja Lagi
21
Kartu AS
22
Sabtu Bersama Teman Lucknutku
23
Fraud
24
Meeting
25
Reflek Kepeluk
26
Makan, Boss
27
Tembak
28
Antar Jemput
29
Legend
30
Pagi-Pagi Heboh AJe
31
Suasana Romantis
32
Investigasi Sampah
33
Paket Bulan Madu
34
Lobby Keramat
35
Milik Saya
36
Masa Romantis
37
Lembang Astaganaga
38
Pria pertama
39
Nasi uduk dan Raja Diraja
40
Main Kartu Malam-Malam
41
Fanatik
42
Si Gio Bikin Masalah Aje
43
Eagle One Coming
44
Cinta Dalam Kesulitan
45
Kantor Pusat
46
Pemecatan Gio
47
Heboh lah
48
Selena
49
Provocative Woman
50
Hangover
51
Loyalitas
52
Ngebahas Ruangan
53
Buaya
54
Dijemput Bram
55
Dibalik Layar
56
eps 56
57
Cieee Pacar Cieee
58
Cieee Dilamar Cieee
59
Battle Rap
60
King Of Vampire
61
Obrolan Meja Makan
62
Masalah Jodoh-Jodohan
63
Bram dan Pak Farid
64
Lamaran Diterima
65
Kumpulan Singa Betina
66
Pawangnya Muncul
67
Cuti Ah
68
Ini Bab Malesin
69
Dua Anak Baru
70
Pergi Bersama Sena
71
Girls Time
72
Gosip Bapak-Bapak
73
Balada Ari Sangaji
74
Gengsi Pembawa Siksa
75
Stephen dan Andrew
76
Selena Panik
77
Meeting Bersama Sarah
78
Ciwi-Ciwi Pada Datang lagi
79
Tenang juga si Ciwi
80
Kisah Cinta Si Daniel
81
Tim SAM
82
Masalah Golok
83
Karyawan Baru Garnet Property
84
Rencana Mindblowing Selena
85
Berkunjung ke Rumah Gio
86
Yang Terjadi Sebenarnya
87
Meilinda Panik, Tapi semua TIDACK
88
Baca Habis Berbuka aja, Ya...
89
Kerja lagi ah...
90
Pertanyaan Bertubi-tubi
91
The Puppy and The Vampire
92
Camer yang Menyamar
93
Adegan Yang Ditunggu Jeng-Diajeng sekalian
94
Ibuku Ngamuk
95
Tongkat Golf Misterius
96
Aku Kaget Loooh
97
Kantornya Trevor
98
Zeus Naik Jazz
99
Masalah Kredit
100
Ayu si manis
101
Galau Nggak Jelas
102
Lagi-lagi Berdebat
103
Hadiah Ultah Meilinda
104
Creambath pake siput
105
Nomor Telepon Mas Bram
106
Meeting Malam-Malam
107
Eeees Eeees
108
Dia Yang Diserang, Kita Yang Senang
109
Nikah Woy!! (1)
110
Nikah Woy! (2)
111
Nikah Woy! (3)
112
Nikah Woy! (4)
113
Hari Apa Sih Ini?
114
Ketemu Lexy Lagiiii
115
Meilinda Galau (Lagi)
116
Episode Basa-Basi
117
Ipar Nggak Ada Akhlak
118
Mengharukaaaan
119
Vila Vampir (1)
120
Vila Vampir (2)
121
Vila Vampir (3)
122
Vila Vampir (4)
123
Vila Vampir (5)
124
Vila Vampir (6)
125
Vila Vampir (7)
126
Cooking Time With Dimas
127
Pintu Theater Ditutup

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!