Thea tertegun mendengar penjelasan pihak forensik dan rumah sakit dimana hasilnya menyatakan bahwa Utha tewas karena trauma luka akibat benturan dengan benda tumpul yang merusak ulu hati dan juga patahnya tulang leher. Selain itu ia juga tewas karena racun ular yang masuk lewat dada dan adanya kada racun tingkat tinggi yang merusak seluruh organ tubuhnya.
"Bagaimana ini bisa terjadi dalam satu malam?"
"Entahlah ibuk..kamipun tidak tau, satu satunya alat pembantu disini adalah rekaman CCTV dari sana kita bisa melihat apa yang korban lakukan menjelang tengah malam dan pagi pada malam kejadian" ucap Sujiwo dari bagian forensik.
"Olah TKP akan kami lakukan hari ini juga dilokasi villa dan mulai hari ini tempat itu akan kami pasang police line..berarti tidak ada yang boleh masuk atau keluar dari sana"
"Oh no..gitu ya?"
"Mengenai korban bapak Utha ini, semua pemeriksaan sudah selesai dan keluarga boleh membawa pulang"
"Baik bapak saya akan panggil orang tuanya sekarang juga"
Sementara itu Daren sedang berbicara dengan Lukas seorang rekan bareskrim dari Malang. Mereka masih dalam kebingungan siapa saja yang terlibat dalam pembunuhan ini..Luna yang saat ini masih menjadi saksipun belom bisa dijadikan tersangka karena bukti bukti DNA harus secara kuat menopang kejadian.
"Apa masih ada lagi yang akan bapak ajukan sebagai saksi?" tanya Lukas.
"Saya ada perasaan bahwa pak Wir seorang pembantu rumah tangga untuk dijadikan saksi juga..dia yang tau siapa yang masuk dan siapa yang keluar malam itu"
"Baik pak..sebelum kita lakukan olah TKP kita akan ambil pembantu itu dan interogasi dikantor"
"Saya minta semua tamu yang menginap dipanggil kembali dan dilakukan interview secara detil lagi..saya punya perasaan diantara merekalah yang bertanggung jawab..apalagi waktu adanya penyekapan kemarin"
...○○○○...
Siang itu papa dan mamanya Utha datang untuk mengambil jenazah anaknya.
Papanya sempat memarahi Thea karena dianggap lalai dalam mengurus keluarga.
"Loh papa kenapa saya disalahkan? justru karena semua ini saya dirugikan..bukankah papa tidak melihat bagaimana saya telah diculik dan hampir saja dibunuh gara gara perbuatan Utha?" Thea mencoba membela dirinya.
"Ya mustinya kamu mengetahui apa sebabnya latar belakang semua ini" Tiba tiba sang papa berucap seakan memojokkan posisi Thea sebagai istri.
"Bagaimana saya bisa tau semuanya..ini kan kehidupan pribadi Utha sendiri..apabila dia mempunyai musuh mungkin karena ada hal diluar yang saya ketahui..bisnisnya kan tidak melibatkan saya?"
"Ya sudahlah..kita bawa Utha pulang dan kita akan lakukan penguburan selayaknya"
Thea merasa jengkel dengan ulah papanya Utha, mustinya ia justru memberikan support bukan malah menyalahkan dia. Thea sudah tidak tahan akan ulah sombong sang papa, dari dulu memang mereka selalu demikian..Namun untung ada sang mama yang berhati lunak.
"Thea, tahan emosimu sayang..yuk kita bawa Utha pulang, kita urus penguburannya..semoga polisi bisa menemukan siapa pembunuh sebenarnya..sabar ya sayang"
Thea menganggukan kepala, meskipun demikian sudah terlanjur..hatinya sedih ia ingin berteriak kepada semuanya bahwa ia capek dan benci akan kelakuan Utha waktu hidup dulu..karena ulahnya yang sombong ahirnya ia mati mengenaskan..
...○○○○...
Siang itu 2 mobil polisi mendatangi villa. Pak Wir yang sedang membersihkan lantai depan terkejut dengan kedatangan mereka.
"Selamat siang pak Wir, kami dari polsek mendapatkan perintah untuk membawa bapak kekantor guna penyelidikan terhadap kematian korban bapak Utha Kaihulu"
"Loh..bukankah kemarin saya sudah diinterogasi sama pak Daren? Sekarang pak Daren ada dimana?"
"Mending bapak ikut kami saja sekarang, untuk urusan pak Daren beliau sudah tau akan langkah kami ini..begitu juga ibu Thea sudah tau bahwa bapak kami jemput"
"Ya Allah..baiklah saya hubungi anak saya dulu..sebentar ya pak"
"Silahkan bapak"
Dengan tangan gemetar pak Wir menghubungi Widia memberitahukan tentang oenjemputan pihak kepolisian.
"Oh bapak..baik nanti saya akan kekantor polisi juga pak..tenang saja pak, mungkin mereka ha ya ingin tau apa yang terjadi..bapak jangan kuatir"
Setelah semua pintu dan jendela dikunci pak Wir mengikuti beberapa anggota polisi masuk kedalam mobil patroli. Pikirannya kacau, apakah mereka tau siapa sosok wanita di CCTV itu?
...○○○○...
Mendengar berita penjemputan bapaknya hari itu juga ia membawa kantung berisi ular weling kerumah Raka.
"Mas Raka..saya mau berikan ularku kembali kepada mas Raka..soalnya aku takut akan mencederai Dimas"
"Oh njjih..saya akan merawatnya..kasian juga dia tidak punya rumah..kebetulan saya ada kandang yang kosong"
"Terima kasih mas, mohon dijaga nggeh"
"Siap mba..saya rawatnya"
Setelah ia berikan ular itu, Widia bergegas kekantor polisi. Semoga tidak terjadi apa apa dengan bapak disana.
...○○○○...
"Pak Daren, saya mau bawa suami saya pulang dan akan diadakan acara penguburan secepatnya..terima kasih atas bantuannya selama ini..saya bisa dipanggil kembali apabila dibutuhkan..saat ini biarkan saya antar pulang suami saya "
"Baik buk"
"Hari ini saya dengar pak Wir akan dipanggil kekantor polisi..kalau memang demikian pasti anaknya akan hadir..Nanti pak Daren bisa kenalan dengan anaknya"
"Oh ya bagus itu..kalau begitu akan saya tunggu disini sampai mereka datang"
...○○○○...
Sementara itu dikantor polisi diJakarta sedang diadakan marathon interview kepada Luna. Penyidik terus menekan kepada Luna bagaimana caranya sampai seorang suruhannya bisa masuk kedalam villa.
Luna tetap tidak mau menjawab pertanyaan itu bahkan menyangkal orangnya yang menghabisi Utha..ia katakan bahwa temannya yang jago Karate itu hadir karena undangan Utha kebetukan mereka juga saling kenal.
Tetnyata, Luna masih menyembunyikan cerita yang sebenarnya bahwa sebetulnya ia telah menjajnjikan sebuah hadiah besar apabila temannya itu sanggup menghabisi Utha dimalam pesta itu tanpa ada kegaduhan didalam pesta.
Setelah kematian Utha ia memberikan wang dalam jumlah besar kepada temannya atas pekerjaan yang sukses.
Luna tidak sadar bahwa Robi temannya itu mempunyai sifat yang sembrono ia suka meminum minuman keras dan dengan hasil wang pemberian Luna ia kini sering berfoya foya diKaraoke dengan beberapa pemandu lagu yang cantik cantik.
"Ayok kita nyanyi lagi! haha..aku punya banyak wang, ayok kita bersenang senang!" ucapnya disatu sore disebuah tempat karaoke.
2 pemandu lagu yang cantik itu senang dengan kehadiran Robi, selain ia suka memberikan banyak wang tips Robi juga mempunyai wajah yang ganteng. Mereka menempelkan tubuh mereka terus kesisi Robi.
"Bang..abang mau pesen minum lagi?"
"Ya..coba ambil botol wiski didepan..kita rayakan hari yang bagus ini!"
Beberapa lagu mereka nyanyikan bersama dan minuman beralkohol terus mengalir..
...■■■■■...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments