"Selamat malam pak, situasi saat ini saya sudah mengantongi salah satu yang saya duga sebagai yang bertanggung jawab atas kematian pak Utha" Begitulah laporan pesan whatsapp Daren kepada Roni Pasaribu.
Tidak lama kemudian teleponpun berdering, Daren langsung mengangkatnya.
"Halo pak"
"Daren..bagaimana? coba terangkan lebih jelas lagi"
"Pak saya sudah bertemu dengan salah satu rekan pak Utha namanya ibu Luna, dia adalah pengusaha minyak kelapa dari Kalimantan..kemarin malam seperti yang saya ceritakan bahwa sebuah kendaraan telah mendatangi villa malam malam dan ketika saya dekati mereka melarikan diri"
"Oh ya..saya tau orang ini, bahkan pernah dikenalkan Utha..dia high profile dikepolisian"
"Nah..waktu saya kekantornya ternyata mobil yang malam malam datang itu ada disana, ormas pak..tadi barusan saja saya interogasi mereka..ternyata..siap pak? Luna memberikan order kemereka untuk menculik ibu Thea untuk dibawa keJakarta kesuah lokasi tersembunyi..jadi intinya kita harus tangkap dan periksa bu Luna..dia satu satunya saksi murni yang bisa menjadi terdakwa, tapi sebelum itu saya minta penjelasan..apakah saya mendapatkan full support dari bapak dan Kapolda?"
"Ya anda mendapatkan 100persen back up dari saya dan dari Kapolda..sejauh ini tidak ada yang mencoba intervensi..saya akan kordinasi dengan pusat untuk secepatnya ditahan..kenapa kamu tanyakan hal itu Daren?"
"Masalahnya yang kita akan hancurkan punya back up banyak jendral polisi pak, kita harus siap juga dengan back up kita"
"Tidak..kita jalan terus ini sudah hampir dapet!.Malam ini juga kekantor bareskrim pusat ketemu dengan kombes Hariyanto dia kontak kita disana"
"Siap pak saya meluncur kesana malam ini"
...○○○○...
Setelah melakukan kordinasi dengan bareskrim pusat malam itu juga Luna berikut 2 anggota ormas diciduk polisi. Luna sempat mencak mencak dan berteriak teriak dikantornya bahwa tidak ada bukti keterlibatan dirinya dengan pembunuhan Utha Kaihulu..justru dengan pernyataan membabi buta itu menambah kecurigaan pihak polisi..
Daren baru saja duduk dikantor seorang anggota bareskrim bernama Puji ketika ponselnya berdering..ia lihat dilayar nomor pak Wir.
"Pak! ibu tadi pergi keluar katanya bapak minta ketemu diMalang apa betul?"
"Hah?? tidak saya tidak minta ketemu saya lan diJakarta"
"Loh ko gitu? coba saya call ibuk,..aneh ini pak"
"Oke saya call juga dari sini"
Daren bingung, siapakah yang menelpon Thea untuk minta ketemu?"
Beberapa kali ia coba menghubungi ponsel Thea tapi seperti dimatikan..Daren jadi stres. Ia langsung mendatangi Kombes Hariyanto yang sedang sibuk mengatur kedatangan Luna dan 2 anggota ormas.
"Pak!.kasus penangkapan ibu Luna jangan disiarkan media! ada sesuatu baru yang muncul diMalang!"
"Maksudmu gimana? Biasanya high profile begini media pasti sudah menunggu"
"Tahan dulu pak..masalahnya istri dari korban tiba tiba menghilang dari lokasinya divilla..kata pembantu rumah tangga bahwa saya telah menghubungi dirinya untuk ketemuan padahal tidak..Bahaya ini, memang sudah saya deteksi adanya beberapa pihak yang telah melakukan pembunuhan..kalau mereka tau Luna sudah ditangkap mereka akan membuat scenario baru..Jadi jangan buat pres konprense"
"Oh menghilang? wah wah..oke pak Daren, kita akan lakukan interogasi biasa tapi terekam setelah itu mereka menginap ditahanan kami"
...○○○○...
2 jam yang lalu, divilla Seruni Thea sedang memotong beberapa bunga dari halaman depan. Ia tidak sadar ada seseorang dengan alat teropong sedang memperhatikan dirinya dari sebuah kendaraan yang diparkir agak jauh dari lokasi villa.
Orang itu mengambil ponselnya dan menekan sebuah nomor.
Ponsel Thea berdering disaku celana jeans nya ia tersentak kaget karena dari tadi suasana sepi.
"Halo ya?"
"Halo bu, saya Hari asisten pak Daren..mohon ibu keMalang sekarang, ke hotel Tugu Malang..kami akan tunggu dilobi hotel..pak Daren ada info penting katanya"
"Dimana pa Daren sekarang?"
"Pa Daren menuju kehotel juga baru saja mendarat dari Jakarta"
"Oke siap saya kesana segera"
Sebuah kesalahan besar telah dilakukan Thea, ia tidak mengkonfermasi telepon keponsel Daren tapi langsung saja setuju untuk datang ke hotel"
Thea bergegas membereskan keranjang bunga dan menyimpan gunting dilaci dreswar didalam gudang.
"Ibuk mau keluar?" tiba tiba pak Wir mendatangi dari belakang.
"Iya pak..barusan orangnya pa Daren telepon kita akan adakan pertemuan diHotel Tugu Malang"
"Oh baik buk"
Dengan terburu buru Thea mengganti kaosnya dengan atasan yang baru, ia berdiri didepan kaca membetulkan letak rambut dan mengoleskan lipstick tipis dibibirnya tidak lupa menyemprotkan minyak wangi.
"Oke pak saya berangkat"
"Iya buk ati ati dijalan"
Itulah kejadian yang terjadi 2 jam yang lalu, dan itulah terahir kali pak Wir berbicara dengan majikannya.
Sebab, ketika kendaraan Thea melintas didaerah dekat persawahan dimana diujung jalan kemudian membelok kekanan..disanalah kendaraannya harus berhenti mendadak karena Thea melihat sebuah kendaraan Avanza hitam melintang ditengah jalan dan seorang laki laki memohon agar kendaraan Thea berhenti.
"Pak..kenapa?" tanya Thea.
"Bu tolong..ibu yang dikursi supir saya yang dorong..dipinggirin aja biar ibu bisa lewat"
Thea agak ragu..tapi betul juga kalau mobil itu tidak dipinggirin dia tidak bisa lewat.
Namun Thea berinisiatip melakukan sesuatu, ia membuka camera diponsel dan mengambil foto plat nomor mobil sekalian mobilnya. Setelah itu ia turun dari mobil.
"Ayo pak, saya bantu" katanya dan berjalan kearah pintu pengemudi.
Ternyata laki laki itu tiba tiba mengeluarkan sepucuk pistol dan menekankan kepunggung Thea.
"Masuk kekursi belakang, jangan banyak bicara!" katanya sambil menekan ujung pistol kepunggung Thea.
Thea terkejut dan tidak bisa lari, tubuhnya melemas dan tidak berdaya. Ia telah tertipu.
Orang itu mendorong Thea masuk kejok penumpang, ia lalu mengenakan Borgol ketangan Thea dan yang paling parah ia menempelkan lakban dimulutnya.
Tubuhnya terasa didorong dan ia jatuh kekursi.
"Jangan coba bangun! posisikan dirimu seperti itu kalau tidak akan aku bunuh kau!!"
Ia lalu melarikan mobil dengan kencang.
...○○○○...
Daren bingung kenapa ponsel Thea tidak diangkat angkat?
"Pak Wir..Halo pak..ada kabar dari bu Thea?"
"Tidak ada pak! saya akan tunggu setengah jam lagi siapa tau ibu akan kontak kesaya"
"Saya akan kontak polsek Batu minta bantuan apabila melihat kendaraan bu Thea, tadi ibu pake mobil apa?"
"Yang Fortuner ditinggal digarasi, ibu pake Pajero putih pak"
"Oke terima kasih"
...○○○○...
"John..gimana beres?" terdengar suara diloud speaker.
"Aman bos! burung sudah disangkar"
"Bagus! langsung bawa kemarkas! kita tunggu disini"
"Siap bos! saya kemana setelah itu?"
"Jangan kemana mana..nanti sama Kadir balik kevilla bakar habis semuanya..tapi tunggu aku"
"Siap bos! saya menuju kemarkas sekarang!"
Thea merekam semua pembicaraan diotaknya, ia ingat nama orang ini John.
...■■■■■...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments