John terhuyung bangkit dari duduknya, saat itu tangan kanan Thea sudah berada diatas. Kaget tidak menyangka Thea bisa lepas dari tali ikatannya ia mencoba melindungi wajahnya dari serangan Thea.
Dengan sekali hujam potongan kaca botol itu menukik tajam kearah pipi kanan John, Craas! potongan itu masuk kepipi John.
Laki laki besar itu berteriak kesakitan, darah bercucuran diseluruh wajahnya. Sekali lagi Thea mengangkat tangannya, sambil berteriak ia menusukkan potongan kaca kewajah John Crass Crass!! dua kali potongan kaca yang runcing dan tajam itu merobek pipi kiri dan kanan.
John terhuyung huyung sambil memegangi wajahnya, Thea melihat laki laki itu tidak berdaya ia langsung bergerak kearah pintu untuk lari keluar.
Dipenuhi oleh darah dan ngilu kesakitan John masih sempat melihat Thea lari menuju pintu.
Tangannya menggapai kedepan dan berhasil menjambak rambut belakang Thea, Ia tarik rambut itu dan Thea terjungkal kelantai.
Laki laki itu masih mengerang kesakitan sebab setiap kali ia bergerak luka diwajahnya yang cukup dalam terasa mengiris iris wajahnya.
Thea yang terjungkal dan jatuh dilantai, berusaha bangkit. Ia melihat gagang pistol terselip dipinggang John. Dengan cepat Thea menjatuhkan dirinya disamping John dan menarik pistol dari diri John.
Johnpun panik ia berusaha menangkap tangan Thea, tapi lukanya dan darah yang banyak mengucur mengganggu konsentrasi dalam bergerak.
Dengan sekali tarik pistol sudah berada ditangan Thea. Pistol diacungkan kewajah John, baru saja ia akan melepaskan kunci kokang tiba tiba John menampar pistol itu dari tangan Thea.
Pistol terlepas dan terlempar kebelakang, dengan cepat John bangkit ingin meraih. Thea kaget tapi ia masih ada keberanian. Keberanian yang ia dapatkan untuk terahir kalinya..kejadian begitu cepat Thea harus melakukan sesuatu yang fatal.
Thea cepat bangun dengan satu kaki ia menendang ************ John sekuat tenaga.
"Aaahh!!" John berteriak keras kesakitan, tendangan Thea pas mengenai ***********.
Tanpa pikir panjang Thea berlari kepintu dan membukanya. Ia berlari kehalaman depan dan keluar dari rumah laknat itu.
Dengan meringis kesakitan ia mencoba bangun, satu tangan memegang kepipi kanan yang sangat sakit, satu tangan memegang ************.
"Kurang ajar!! Aah..!" teriak John kesakitan.
...○○○○...
Saat itu kendaraan 2 anggota polsek Batu baru saja memasuki gerbang perumahan Sido Mukti.
"Mas! mas!! itu liat disana!" ujar seorang polisi didalam mobil.
"Loh siapa itu lari kaya orang gila!"
Mereka keluar dari kendaraan, Thea melihat kehadiran 2 anggota polisi langsung mempercepat larinya.
"Stop! berhenti ibuk!"
"Pak! tolong saya, saya diculik orang!"
"Hah! ini bu Thea Kaihulu?"
"Iya pak! penculik ada dirumahnya sekarang tangkap pak!!" ucap Thea gelagapan.
"Ayok dimana dia?!"
Thea masuk kedalam mobil polisi dan menuju kearah rumah penyekapan.
"Itu pak rumahnya! orangnya didalam, dia punya pistol pak!"
"Oke kita call polsek sekarang!" uhar seorang polisi dan menghubungi polsek Batu.
...○○○○...
Saat itu sebuah kendaraan baru akan memasuki perumahan Sido Mukti ketika ponsel dikursi penumpang berdering.
"Bos! Thea lari! dia melarikan diri!" suara John terdengar terengah engah.
"Hah! lari?! goblok sekali kamu!"
"Belum jauh bos mungkin masih diluar gerbang!"
Dibelakang kendaraannya ia melihat ada sebuah mobil melaju kencang, ia memasang sen dan parkir sebelah kiri. Dibiarkan kendaraan kencang itu berjalan duluan.
Ia mulai panik, pelan pelan ia jalankan kendaraan dan memasuki gerbang masuk Sido Mukti. Dari kejauhan ia melihat ada sebuah mobil parkir tidak jauh dari rumah penyekapan dan tidak lama kendaraan yang ngebut tadipun mendekat dan parkir dibelakangnya.
Ia memarkirkan kendaraan dibawah sebuah pohon didepan sebuah rumah dan memantau dari jauh.
"Bos! bos ada dimana?!"
"Saya masih jauh dari lokasi! Siapapun yang datang kamu tembak mati jangan kasih ampun! Jangan sampe ketauan siapa kita!"
Ponsel ia matikan dan memperhatikan gerak gerik 2 kendaraan didepan.
...○○○○...
"Oh itu mobil si Tama! ada dibelakang kita! Sebentar aku turun..kalian disini" anggota polisi yang memakai baju batik turun dan menuju kemobil yang parkir pas dibelakangnya.
Ia mengetuk kaca pengemudi..
"Ada korban bersama kita dimobil, dia berhasil lolos!"
"Hah bu Thea ada disana?"
"Iya betul! pelaku ada didalam ia pegang pistol, saya baru call polsek Batu minta bantuan"
"Jangan tunggu mereka..kita langsung ringkus saja orang itu!" ucap Daren.
"Kalian berapa orang?" tanya Daren.
"Saya dan teman saya"
"Oke..itu liat disana ada gang kecil aku aka. kegang kecil itu dan loncat dari belakang..kamu masuk dari depan bersama Tomi ini, satu lagi anggota diam dimobil menjaga bu Thea..siap?!" kata Daren.
"Siap pak"
"Oke Tomi..turun dari mobil, kita kepung dia"
Polisi itu berjalan kearah kendaraan dan memberikan arahan kepada rekannya. Ia mengeluarkan sepucuk pistol dan memeriksa kemudian menyelipkan lagi pistol dipinggangnya.
Daren keluar, keluar menyebrangi jalan dan berjalan kearah gang disamping rumah.
...○○○○...
"John! ini aku! Saya sudah didekat rumah! ada 3 orang akan masuk! Bahaya awas ati ati!!" teriak orang yang disebit bos dari dalam mobil.
John melirik kearah luar rumah, darah membasahi kedua pipinya..matanya buram, langsung ia mengkokang pistol dan mendekati pintu masuk rumah. Dari balik jendela ia melihat 2 mobil terpakir tidak jauh didepan.
Tidak lama 2 orang berlari menyebrangi jalanan sambil merunduk runduk.
"Keluar dengan tanga diatas!" Terdengar salah satu berteriak sambil mengarahkan kearah rumah.
John panik ia langsung membuka jendela dan mengarahkan pistolnya.
"Daar daar!!! dua kali ia menembakkan kearah seorang anggota polisi yang berlari kearah rumah.
Sementara itu Daren sudah berada dibelakang gang rumah dan memanjat naik ketembok belakang. Ia mendengar 2 tembakan dilepaskan dari dalam rumah.
Pistol ia kokang, dibalik tembok ia melihat ada sebuah meja tua bersandar ketembok. Dengan hati hati ia turun dan mendaratkan kakinya keatas meja tua. Jantungnya berdegup kencang.
...○○○○...
Dari dua peluru yang ditembakkan satu mengenai paha seorang petugas yang sedang berlari menyebrang kearah rumah.
Petugas polisi itu terjungkal, Tomi yang didekatnya langsung berlari kearah tong sampah didepan rumah dan berjongkok disana. Matanya tajam kedepan.
John melihat seorang polisi terkapar ditanah, kemudian membidikkan kembali pistolnya.
Pada saat yang bersamaan dari tempat persembunian Tomi melihat ujung pistol menyembul keluar dari daun pintu. Ia melihat kondisi temannya yang terkapar tidak berdaya.
Tomi mengarahkan pistol dan menembak..
Dar daar!!
Kaca jendela itu pecah berantakan diterjang peluru Tomi. John kaget dan mundur beberapa langkah, matanya buram pandangannya kabur..darah membanjiri wajahnya.
Sementara itu Daren dengan merunduk runduk berjalan masuk lewat pintu belakang rumah. Matanya tajam menengok kekiri kekanan..
Ia bisa melihat sosok laki laki memegang sebuah pistol mundur beberapa langkah kebelakang.
"Hoi! Jatuhkan pistolmu!!" teriak Daren, kedua tangan memegang erat pistol.
John kaget mendengar itu ia berbalik dan melepaskan tembakan kebelakang kearah darimana suara itu datang. Debu berterbangan diudara.
Daren mengarahkan pistol kearah dada dan..
Daar daar daar!!
Tiga kali ia lepaskan tembakan, 3 peluru ia tembakan. Dua menembus dada kanan satu tembus keperut.
John jatuh terjerembab, pistol terlempar matanya terbelalak.
Daren maju mendekat dengan pistol masih mengarah kepada John. Ia menengok kekanan kekiri..apakah ada orang lain disana...
"Tomi!! masuk!! semua aman!!" teriak Daren dari dalam rumah.
Tomi mendengar itu bangkit dan mendekat kearah temannya yang tergeletak, ia melihat salah satu pahanya berlumuran darah.
Beberapa orang yang tinggal didaerah itu mendengar adanya kegaduhan keluar dari rumah masing masing.
"Ada rampok?!" tanya seorang ibuk.
...■■■■■...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments