Sosok siapakah itu?

Daren berjalan keluar villa menyambut pak Lukas Kabareskrim Malang dan Sujiwo dari bagian Forensik. Tidak jauh dari tempat mereka berdiri telah hadir juga Ridwan dan Toto, 2 anggota ambulan beserta Danu asisten kepala ambulan dari sebuah rumah sakit dikota Malang yang diminta bantuan kepolisian mengangkut jenazah.

"Mari kita bicarakan terlebih dulu sebelum masuk kedalam..pak Sujiwo saya minta sebelum mayat diangkut untuk ambil sampel air liur dan darah dari mulutnya..saya melihat ada sisa racun yang keluar. Pak Lukas saya sudah interogasi hampir semua yang menginap divilla. Hasilnya sangat membingungkan. Setelah diperiksa mohon mayat langsung dibawa ke laboratorium dulu untuk pemeriksaan awal"

"Pak Lukas dampingi saya dalam melakukan interogasi sambil menunggu pak Sujiwo melakukan pemeriksaan"

"Baik..kita langsung saja, saat ini sedang memeriksa siapa?"

"ibu Thea istri dari sikorban"

"Siap"

...○○○○...

Daren masuk kedalam villa sambil menceritakan hasil interogasi awal dan beberapa kejanggalan yang ia temukan.

"Pak Wir, tolong panggilkan ibu Thea lagi pak"

"Oh ya siap..sebentar pak"

Tidak berapa lama masuk kekamar Thea sambil memegang kertas tissue ditangan kanan.

"Bu,ini bapak Lukas sebagai kepala bareskrim kota Malang. Beliau ada disini untuk merekam pembicaraan dan sebagai saksi dalam tanya jawab kita"

Lukas tersenyum sedikit dan mempersiapkan tape recorder diatas meja.

"Silahkan pak Daren lanjutkan, ini adalah wawancara pertama dengan ibu Thea sebagai istri dari almarhum bapak Utha Kaihulu..rekaman dimulai" Kemudian Lukas memencet tombol rekam.

"Boleh ibu lanjutkan ceritanya yang terputus tadi?" tanya Daren

"Baik pak..jadi memang perkawinan kami ini sebetulnya tidak sempurna, semuanya hanya berlandaskan saling menghormati kedua orang tua saja..Disisi lain, Saya sudah sering mendapatkan berita desas desus dari teman bahkan saudara yang mengatakan bahwa mendiang suami saya suka pergi dengan wanita lain. Saya benci itu pak..sangat benci"

"Tapi tadi malam bukankah sebuah acara pesta untuk anniversary pernikahan kalian?"

"Betul sekali..tapi semua itu hanyalah sandiwara saja, diadakan oleh suami saya sebenarnya hanyalah sebagai alat agar dia bisa mengundang salah satu pacarnya dan juga sekaligus pamer kekayaan..bagi saya pamer pameran itu sudah biasa dan terus terang saya capek"

"Banyakkah tamu yang datang?"

"Lumayan..bahkan tempat parkir mobil sampai penuh. Tapi dari semua yang menginap hanya kami ini"

"Apakah ada yang menemani bapak minum?"

"Ada beberapa termasuk Rumi yang selalu nempel sama suami saya"

"Ibu tidak merasakan keanehan itu? Waktu mba Rumi dekat dengannya?"

"Saya sudah katakan tadi bahwa sudah tidak aneh melihat kelakuan dia begitu.."

"Hmm..padahal pesta anniversary ya..siapa yang ada didapur malam itu maksud saya yang mengatur makanan dan minuman?"

"Ada dari pihak catering diawasi oleh pak Wir"

"Apakah pihak orang tua sudah mengetahui?"

"Sebentar lagi orang tua kami akan datang..tadi mama saya sudah kontak dalam setengah jam akan sampai"

"Baiklah bu Thea..sesi ini saya tutup disini, saya mau ngecek forensik dulu..ibu mau ikut melihat?"

"Tidak pak terima kasih, saya mau istirahat"

"Baik..oke terima kasih atas waktunya ibu"

...○○○○...

Sujiwo saat itu sedang memeriksa tubuh Utha, ia membuka semua pakaian dan hanya tertinggal ****** *****.

"Hai pak Daren! coba sini ada sesuatu yang mengejutkan" ucap Sujiwo.

"Oh apa pak?"

"Pa Daren pake sarung tangan dan liat ini"

Daren mengambil sarung tangan latex dan mendekat, ia melihat arah telunjuk Sujiwo yang mengarah kepada satu area sekitar dada Utha.

"Haah..apa benar apa yang saya liat?" kata Daren tidak percaya apa yang ia liat disana.

"Sudah keliatan pak? apa maksud saya"

"Loh..ini seperti bekas gigitan ular?" tanya Daren.

"Patokan pak bukan gigitan..kemungkinan ada yang berdiri sangat dekat dan melepaskan seekor ular kedadanya..ular itu menjulur dengan cepat dan mematuk dadanya"

"Wow!" Daren terkejut.

"Pak Daren sudah cek..apakah disini ada CCTV?"

"Aduuh! aku sampe lupa!"

"Jangan gemeteran liat cantiknya bu Thea lho pak hehe " bisik Sujiwo sambil tersenyum.

"Bentar aku cek dulu ke pak Wir"

"Oke saya akan serahkan kepihak ambulan ya pak!"

"Baik..silahkan"

...○○○○...

Daren berlari masuk kedalam villa, langkahnya terhenti ketika melihat Rumi sedang berbicara dengan pak Larso. Daren juga sempet melihat pak Larso menggenggam satu tangan Rumi.

Ia terus berjalan tanpa mengindahkan apa yang 2 orang lakukan dipojok ruangan sana, didekat dapur Daren menemui pak Wir yang sedang membuat 8 cangkir teh.

"Eh pak Wir! saya mau tanya"

"Oh ya pak..bagaimana?"

"Disini pasti ada CCTV dimana monitornya?"

"Oh ya ada pak, kita ada 8 kamera yang dipasang disetiap pojok luar villa dan ada 8 disetiap pojok dalam rumah"

"Bagus! apakah ada yang pas depan kamar tidur pak Utha?"

"Oh ada pak dipojok ruangan tapi posisinya tidak pas didepannya"

"Tidak apa apa..dimana sentral monitornya?"

"Dipasang dikamar tidur saya pak..sebentar ya pak, saya mau kasihkan minuman ini kepara tamu..bapak tunggu sebentar disini"

Daren menunggu pak Wir didekat dapur pikirannya melayang kenapa sentral monitor ada dikamar pak Wir?..berarti dia bisa memantau semua pergerakan kapan saja dia mau.

...○○○○...

"Oke bapak..saya antarkan kekamar saya"

Sambil berjalan Daren menghitung beberapa kamera yang terpasang dipojok pojok ruangan dan dia sudah menemukan 4 kamera berarti masih ada 4 lagi, mungkin dilantai atas.

Kamar tidur pak Wir ternyata sangat luas, bahkan disana ada satu sofa kecil. Disamping sofa itulah ada satu meja dan kursi beserta 2 layar monitor CCTV.

"Oh hanya satu layar yang nyala?" tanya Daren.

"Yang satu suka mati pak, tapi bisa dinyalakan lagi..coba saya periksa kabel belakang"

Ternyata permasalahannya hanya dikabel penghubung saja, apabila diganti pasti layar on kembali dengan sempurna.

"Layar yang selalu on ini adalah layar CCTV luar villa dan yang mati ini untuk dalam..bapak bisa maju atau mundurkan tergantung mau jam berapa bapak liat..ini isi durasinya 7 hari pak, setelah itu terhapus secara otomatis"

"Bagus! Saya mau cek ketika mereka semua datang, berarti 2 hari yang lalu. Pak Wir coba cari isolasi dan ikatkan kabel layar itu supaya gambarmya keluar"

"Baik pak, ada ko didapur..silahkan bapak liat yang diluar dulu"

Daren mulai memundurkan rekaman video kemarin ia melihat para tamu berdatangan dan terlihat Thea menyambut mereka. Satu persatu Daren melihat sosok sosok tamu.

Tiba tiba pada jam 6 sore ia tertarik melihat ada satu sosok berdiri dekat pintu samping rumah sedang merokok tapi wajahnya tidak jelas. Daren coba mengezoom tetap saja gelap ia berdiri tidak didekat lampu, nampaknya ia memperhatikan para tamu yang hadir.

Kemudian pada jam 7 tepat terlihat ia masuk kesebuah kendaraan dan tidak lama keluar lagi membawa sebuah benda semacam tas plastik, kemudian ia masuk kedalam rumah lewat samping.

Pak Wir masuk membawa isolasi dan mulai membetulkan kabel dibelakang monitor.

"Pak Wir..duduk sini pak"

"Oh ya pak" Pak Wir duduk disamping Daren.

Daren mengarahkan mouse ke jam 6 sore dan ia meng klikan, video kembali memperlihatkan sosok seseorang berdiri merokok.

"Pak Wir tau siapa ini?" tanya Daren, ia juga menekan tombol pause agar pak Wir bisa melihat lebih jelas.

"Coba dizoom pak"

Daren membesarkan gambar, tapi pak Wir geleng geleng kepala tidak mengenalnya.

...■■■■■...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!