Orang tua Utha telah datang.

Daren kemudian mengarahkan mouse ke pukul 7 ketika itu hari sudah menjadi gelap, lampu beranda dan jalan masuk ke villa nampak sudah ternyalakan..meskipun begitu samping villa nampaknya agak gelap.

Disana sosok yang sedang merokok itu mendatangi sebuah kendaraan dan masuk kedalamnya.

Daren menekan tombol pause dan ia zoom kan.

"Nah..sekarang sosok ini masuk kesebuah kendaraan yang parkir paling dekat dengan villa, coba liat..ia mengeluarkan sebuah kantong seperti kantong plastik"

Pak Wir memperhatikan dengan seksama, ia mendekatkan wajahnya kemonitor. Kembali ia geleng geleng kepala.

"Pak Wir pada jam 6 sampai jam 7 ada dimana?" tanya Daren.

"Jam jam segitu saya lagi sibuk sekali pak, waktu itu banyak sekali tamu yang datang..saya menyiapkan meja dan minuman minuman saya atur dihalaman belakang..jadi saya tidak memperhatikan area depan villa"

"Siapa yang menjaga area depan villa, yang menjaga semua kendaraan yang diparkir?"

"Kita pake anak anak muda sekitar sini pak..ada 3 orang yang menjaga tapi posisi mereka diluar villa tidak didalam pekarangan parkir"

"Siapakah orang itu dan ia membawa apa dikantung itu? Dan juga dia tidak masuk dari pintu depan..coba liat dia masuk dari samping" kata Daren.

"Iya..memang pintu samping villa kita buka untuk crew catering pak"

"Hmm..bisa juga salah satu crew catering ya"

"Mungkin juga pak..tapi ada tapinya pak"

"Tapi..kenapa tapi pak Wir?"

"Bapak perhatikan tidak? Coba bapak zoom lagi"

Daren pause dan zoom kembali video pukul 7 dan ia kaget, rupanya mata pak Wir jeli juga. Daren melihat sosok itu meskipun memakai celana panjang tapi jelas terlihat ia memakai sepatu berhak tinggi.

"Wah saya tidak melihat itu! sosok ini perempuan! Bukan sosok laki laki!"

"Haha! say bisa jadi detektip pak!" kata pak Wir sengan bangganya.

Daren memegang dagunya, ia berpikir keras. Siapakah wanita ini yang masuk dari samping villa?

"Ada berapa wanita yang memakai celana panjang malam itu pak?"

"Waduh..hampir semua memakai celana panjang pak..mungkin yang memakai rok atau rok mini hanya beberapa termasuk bu Rumi kan pake rok mini pak"

"Wah repot ya..tapi saya pikir mungkin sosok ini ada sangkutannya dengan kematian pak Utha"

"Kenapa begitu pak?"

"Tidak apa apa..hanya perasaan saja..Pak, tolong ini disafe dan masukan ke flash disk terus kasihkan kesaya..sekarang saja pak"

"Baik..siap!"

...○○○○...

"Bagaimana dengan layar satunya? Saya mau liat kedalam villa"

"Sebentar pak" jawab pak Wir, ia membetulkan kabel seadanya saja yang penting bisa nyala.

"Oke pak coba saya nyalakan"

Ahirnya layar monitor bisa dinyalakan. Daren mulai memeriksa isi video. Ia memperhatikan satu persatu dari mulai jam 5 sore terus sampai jam 8.

Suasana pesta terlihat didalam villa, semua terlihat bahagia. Memang terlihat jelas divideo bahwa ibu Thea dan pak Utha selalu terpisah.

Daren tidak penting melihat keadaan keduanya ia justru mencari sosok wanita yang memakai celana panjang. Semuanya terlihat normal saja ada yang sedang ngobrol diruang depan ada juga yang ngobrol diruang tengah.

Daren mencoba melihat kearah halaman belakang dimana banyak tamu sedang bercengkrama dengan makan dan minum.

Dari semua ada seorang wanita memakai celana panjang, ia mengenakan celana gelap dan baju seperti model kebaya Bali. Daren sulir melihat wajahnya karena ia membelakangi CCTV.

Aneh sosok ini seakan tau ada kamera CCTV diatas tembok belakang, ia selalu berdiri membelakangi CCTV. Siapakah sosok ini?

Daren menunggu sampai ia mulai masuk kedalam rumah, mungkin bisa melihat wajahnya.

Tiba tiba ia dikagetkan oleh suara keributan diluar, kemudian teriakan dan tangisan.

"Pak..safe dan masukan ke file flash disk..saya mau liat siapa diluar"

"Oh ya pak..kalau mendengar suaranya itu orang tuannya pak Utha pak"

"Oke..masukan ke flash disk dan serahkan kesaya"

...○○○○...

"Aduh my son! mana anak saya?!" terdengar teriakan seorang laki laki.

"Maaf bapak..kami dari kepolisian sekarang sedang dilakukan pemeriksaan forensik mohon ditunggu sebentar ya pak" terdengar suara Lukas mencoba menenangkan keadaan.

Daren bergegas mendekati seorang bapak dan istrinya yang berdiri disamping Thea. Di anak tangga Daren melihat semua tamu juga hendak turun kebawah.

"Maaf bapak dan ibu, nama saya Daren saya kepala Tim bareskrim dari Surabaya. Saya yang bertanggung jawab tim saya. Mohon maaf kami sedang melakukan pemeriksaan..Mungkin tidak lama lagi kami selesai"

"Kenapa jadi begini? ada apa ini? kami orang tuanya dan ini villa kami!" teriak sang bapak.

"Benar sekali bapak..mohon sabar karena kami dapat laporan kematian bapak Utha mencurigakan, makanya kami ada disini bapak, mohon sabar sebentar ya pak"

"Waduh waduh..Thea gimana ini?!" ucap sang bapak sambil menoleh kearah Thea.

"Betul papa..keliatannya ada yang tidak beres dengan kejadian tadi pagi, mari pak kita duduk dulu, saya akan ceritakan semuanya"

Dengan langkah gontai kedua orang tua itu diantar Thea untuk duduk dikursi sofa diruang tengah. Mamanya terlihat sangat sedih, ia tidak bisa berkata apa apa hanya menangis dan menangis, Thea meletakkan kepala sang mama didadanya. Mama yang Thea sayangi..Memang dari semua keluarga Utha ia dekat sekali dengan mama..dulu, ternyata sang mamapun dinikahkan secara paksa..Mereka memang punya kesamaan nasip..

...○○○○...

"Pak Daren..kami sudah selesai dan akan membawa jenazah ke rumah sakit diMalang..mungkin ada dari pihak keluarga ingin melihat?"

Daren menoleh kearah Thea dan sebaliknya Thea

menatap kewajah papa dan mamanya Utha.

"Saya akan melihat sebelum dibawa kemobil ambulan" ucap papa dan bangkit dari duduknya.

"Boleh pak, mari saya antar kedalam kamar" kata Daren.

"Mama mau ikut atau disini sama Thea?"

"Mama disini saja papa, mama tidak kuat" Thea mendengar itu tersenyum dan mengelus punggung mamanya.

"Mama sama Thea disini saja ya" bisik Thea ketelinga mamanya. Mamanya tersenyumndan menganggukan kepalanya setuju.

Papanya Utha berjalan pelan masuk kedalam dimana Danu dan 2 staff ambulan sedang menyiapkan untuk mengangkat jenazah Utha.

"Sebentar mas, ini ayahnya korban ingin melihat kondisi korban"

Tubuh Utha diturunkan kembali kelantai dan Danu membuka kantong plastik pembungkus jenazah.

Sang papa tidak kuasa menahan tangisnya, ia mendekat dan ingin memeluknya.

"Maaf bapak jangan disentuh ya..soalnya akan kami periksa seluruh tubuh dilaboratorium nanti"

Ucap Sujiwo menahan tubuh orang tua itu untuk memegang sang korban.

"Menurut bapak, kenapa anak saya ini?"

"Itulah pak, kami belum mengetahui..makanya akan kami bawa kelab dulu untuk diperiksa lebih lanjut..sebab perkiraan kami dari awal tadi adalah keracunan atau diracun..tapi dari mulutnya tidak ada tanda tanda keracunan"

"Pak..saya titip anak saya ya, tolong ungkap sedetil mungkin"

"Baik pak! kami usahakan sebaik mungkin"

Ahirnya tubuh Utha dikemas kembali dan resleting penutup ditarik keatas dan Utha dibawa keluar kamar.

Thea dan mama yang melihat jenazah Utha digotong keluar dengan serentak mengalihkan pandangan mereka kearah jendela. Daren melihat gerakan Thea dan mama, ia jadi curiga ada apa dengan mereka?

...■■■■■...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!