Sosok pa Jacki dan bu Ruli diperkirakan berumur antara 45 tahun ke 48 pokoknya dibawah 50tahun, itu pikir Daren. Dan juga ada ketenangan yang luar biasa, khususnya pa Jacki orangnya kalem dan santai, senyuman selalu terkulum dibibirnya membuat siapapun lawan bicara akan merasakan kehangatannya.
Berbeda dengan bu Ruli istrinya yang agak cerewet dan menjurus kepada kegenitan. Bu Ruli menyukai aksesoris, mulai dari bando anting dan kalung semuanya bling bling. Cocoklah disebut sebagai juragan toko emas.
"Pa Jacki dan bu Ruli ceritakan pesta tadi malam divilla ini"
"Jadi kami ini teman lama Utha, kami berkenalan setahun yang lalu ketika beliau datang ketoko emas kami. Waktu itu kita saling ngobrol dan ahirnya dari ngobrol santai menjadi teman. Kebetulan dia suka main tennis dan saya juga, Utha suka sekali dengan emas dan hampir setiap bukan membeli gelang, kalung dan lain lainnya dari kami pokoknya customer kami yang paling setia. Last week dia undang kami kepesta divillanya ya villa ini..ternyata ini adalah pesta anniversary perkawinan mereka ya kita happy aja, karena pulang kemaleman ahirnya kita ditawarkan nginap semalam..hingga pagi tadi ketika kejadian mengejutkan terjadi"
"Pada waktu itu siapa yang memberitau bahwa pak Utha meninggal dunia?"
"Tidak ada..tapi karena saya biasa bangun pagi, mendengar keributan dikamar paling ujung. Saya keluar dan melihat ibu Thea keluar kamar menangis dan waktu itu ada juga tamu yang lain didepan kamar Utha..saya bangunkan istri dan kita ikut menyaksikan"
"Dimanakah pak Wir waktu itu?"
"Saya lihat ada dikamar didekat tempat tidur dimana Utha tergeletak"
"Ada siapa lagi dikamar?"
"Seinget saya ada pak Wir dan didekat pintu masuk ada pak Mitro dan disampingnya selain istrinya ada juga seorang wanita yang saya baru kenal pagi ini namanya mba Rumi"
"Pak Jacki tau siapa sosok mba Rumi itu?"
"Maaf saya tidak tau siapa dia..yang saya tau dia salah satu tamu yang ikut nginap disini"
"Hmm..oke bapak ibu terima kasih atas keterangannya"
"Kalau boleh tau, apakah kami harus tetap disini hari ini? soalnya saya ada meeting sama beberapa klien saya"
"Bapak blom boleh pulang pak..saya sedang menunggu kabareskrim Malang mohon tunggu disini dulu pak, tolong tinggalkan kartu nama untuk arsip agar kami bisa mengontak bapak
apabila diperlukan"
"Oh ya terima kasih" ia mengeluarkan satu kartu nama dari sakunya dan menyerahkan ke Daren.
○○○○
Menarik sekali sosok Rumi ini..apa hubungannya dengan Utha dan Thea?
2 menit kemudian ia memanggil pak Sumitro dan istrinya untuk diinterogasi.
Pak Sumitro adalah sosok berwibawa apalagi dibarengi dengan suaranya yang berat, orangnya kalem tapi mempunyai pandangan mata yang tajam.
"Monggo bapak dan ibuk silahkan duduk, ini tidak terlalu lama"
"Njjih silahkan..saya akan coba bantu sebisanya"
"Ramai tadi malam pestanya pak?"
"Cukup rame ya, mas Utha benar benar menjamu kita dan tamu tamunya dalam acara anniversarynya"
"Bapak ko ahirnya nginep disini..apakah memang diundang nginep atau bagaimana?"
"Ya kebetulan besok saya ada libur..terus mas Utha kemaren bilang, pak besok keacara pesta anniversary saya ya di villa Seruni..saya tau villa ini karena pernah nginep juga bulan lalu. Bawa ibuk dan nginep ya, wah saya langsung bilang oke kebetulan hari ini libur tidak kerja"
"Loh hari ini kan hari kamis, ko libur pak?"
"Iya saya sudah bilang pak dirjen mau ambil 1 hari off"
"Hmm gitu ya..Nah tadi pagi bagaimana kejadiannya? Apakah semalam ada keanehan disini?"
"Seinget saya biasa saja..hanya memang saya liat mas Utha happy sekali dan minumnya juga banyak..saya inget kira kira jam 12 malam dia mau tidur dulu, itu setelah beberapa tamu terahir pulang..saya dan ibuk waktu itu masih duduk duduk diteras. Kan memang suasananya tenang saya suka sekali"
"Nah kapan bapak dengar ada kejadian itu?"
"Kira kira mau subuhlah, saya dengar teriakan pak Wir pembantu sini"
"Dimana posisi pak Wir waktu teriak?"
"Seinget saya didepan kamar tidur Utha..Loh saya pikir ada apa ini? Lha kemana bu Thea? saya ga tau kalau bu Thea malam itu tidurnya beda kamar"
"Apa bapak masuk dan membantu atau menolong pak Utha?"
"Wah setelah saya liat mas Utha tergeletak disamping tempat tidur apalagi ada busa busa putih keluar dari mulutnya saya mundur. Soalnya ini masalah medis saya takut nanti bisa salah"
"Ya tapi kan ini teman bapak, paling tidak bapak ikut membantu mengangkat keatas tempat tidur atau membetulkan letak posisi badan..sebab saya liat posisinya aneh, badannya seperti melintir begitu tidak dalam posisi terlentang"
"Maaf saya sudah bilang, karena banyak busa keluar dari mulutnya saya tidak berani pegang badannya"
"Apakah pak Wir mencoba menidurkan keposisi normal?"
"Seinget saya tidak..memang dibiarkan dalam posisi demikian"
"Kapan bu Thea masuk kekamar tidur?"
"Hampir bersamaan dengan kedatangan kita didepan kamar tidur"
"Kira kira berapa lama bapak dan ibuk ada disana?"
"Kalau ibuk hanya sebentar mungkin 1 atau 2 menit saya mungkin sepuluh menitan disana"
"Siapa saja ada dikamar itu bersama bapak?"
"Seinget saya ada satu lagi, mba Rumi namanya selain ada bu Thea"
"Baik bapak dan ibuk saya rasa sekian dulu, bapak ibu boleh duduk diluar dulu..Mohon dibantu ya pak kalau kami membutuhkan bantuan informasi selanjutnya"
"Njjih pasti pak, terima kasih sebelumnya"
...○○○○...
Selanjutnya ia memanggil pak Larso sang pemilik motel. Pak Larso mempunyai postur tubuh agak subur, tapi karena ia tinggi membuat tubuhnya menjadi tinggi besar.
"Mari silahkan duduk pak, maaf ya pak saya harus melakukan wawancara ini..kebetulan saja pak Larso menginap divilla siapa tau bisa memberikan titik terang sebab kematian bapak Utha"
"Siap pak! saya akan bantu sebisa mungkin"
"Pak..bapak satu satunya yang tidak melihat kejadian apa betul?"
"Betul pak..lha saya tadi malam minum banyak ya bersama mas Utha dan mba Rumi kita happy sekali"
"Terus..apa bapak tidak mendengar keributan yang terjadi pagi tadi?"
"Saya kalau tidur ya blek sek gitu aja terus bangunnya ya nanti hehe..tapi emang saya sedikit denger ada orang menangis, saya sempet kepintu kamar dan mendegarkan dari dalam cuma saya ga keluar"
"Kapan bapak tau ada kematian?"
"Setelah mandi saya mau breakfast lha ko diluar ada rame rame saya ketemu mba Rumi terus saya tanyakan..kaget bukan main denger berita nya mas Utha..lha tadi malam kan kita masih
happy happy saja"
"Pak Utha kan temen deket ya..kenapa bapak tidak masuk dan melihat kondisinya tadi pagi?"
"Sempet pak..saya sempet masuk sebentar tapi setelah melihat posisinya begitu saya tidak tega dan keluar lagi"
"Bapak tidak mencoba cari tau dari orang sekitar sini apa sebab kematiannya?"
"Saya tanya ke pak Wir dan pak Mitro, mereka bilang mas Utha keracunan itu saja"
"Yang bilang keracunan siapa pak?"
"Pak Wir dan pak Mitro bareng bareng bilang gitu"
"Oh ya oke pak..selesai terima kasih pak, bapak boleh duduk diluar, tolong saya ditinggalkan kartu nama untuk penyimpanan data
5 saksi sudah diinterogasi tinggal bukThea, pak Wir dan tentunya mba Rumi.
Dari ke 5 saksi ini Daren mencatat hal yang sama di buku kecilnya.
Ia mencatat ada kejanggalan..kenapa tidak ada satupun yang membantu?
...■■■■■...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
Afternoon Honey
terus menyimak membaca
2023-12-05
1