Seseorang memperhatikan breaking news.

"Daren, sejauh ini bagaimana..apakah ada yang bisa kita jadikan pantauan?" sore itu Roni Pasaribu bisnya mengontak dari Surabaya.

"Selamat siang pak..Saat ini kasus cukup rumit dan tanpa arah pak. Disana ada 8 orang termasuk ibu Thea istri korban. Semuanya belum dapat saya duga sebagai pelaku. Namun sesuai pantauan CCTV baik yang diluar dan didalam saya melihat ada seseorang yang saya curigai sang pembunuh tapi gambar video nya tidak jelas"

"Kalau begitu kirim ke Lab diMalang untuk diperiksa atau kirim kesini, laboratorium kita cukup canggih"

"Ya pak, pak Lukas Bareskrim Malang yang bersama saya akan membawa kekantornya hari ini..tapi ada laporan aneh dari Sujiwo dibagian Forensik"

"Hmm apa lagi?"

"Jadi awalnya kita diteksi korban bukan keracunan tetapi terpatuk ular berbisa yang mungkin sengaja dipatukkan karena posisi luka ada didada..tapi ketika diperiksa di Forensik Malang ditemukan, adanya suntikan sianida dileher, pukulan di ulu hati dan pukulan ala Karate juga dileher belakang"

"Oh ya? kasian sekali si Utha..berarti kemungkinan pembunuh bukan satu orang ini"

"Nah tepat sekali pak..ini ada beberapa orang yang melakukan pembunuhan..sekarang yang saya sedang teliti adalah apakah ini dilakukan bersamaan waktunya atau beruntun? Masalahnya jam 11 malam korban masih hidup, dan dilaporkan oleh istri kira kira jam 5 pagi berarti 6 jam sebelum korban betul betul meninggal"

"Apakah ada latar belakang percintaan disini?"

"Saya mengendus ada love story sedikit karena ibu Thea istri korban sudah lama mengetahui bahwa korban sering selingkuh dan menariknya salah satu disini adalah pacar gelapnya korban"

"Aah siapa? saya tau ko salah satu pacar gelapnya dan dia sekarang ada di Bali"

"Oh ya..bapak tau pacarnya? Coba pak namanya siapa pacarnya itu"

"Namanya Rumi Widianingsih, dia model"

Dheg..jantung Daren serasa berhenti.

"Pak..orang itulah yang ada disini, Rumi itu ada disini"

"Haah..baru beberapa hari lalu saya bicara sama dia, kebetulan dia kan main tennis.. kita mau adakan pertandingan tennis dengan club nya diBali"

"Kapan bapak bicara, pastinya"

"2 hari yang lalu, kira kira jam 4 sore dia call kesini..dan dia ga cerita kalo diundang kepesta anniversary Utha"

"Aneh ya pak.."

"Coba ngobrol lagi sama dia tanyakan 2 hari yang lalu ada dimana"

"Baik pak..aneh kan pak kasusnya"

"Iya aneh..baik terima kasih Daren, laporkan saya perkembangan forensik ya"

"Siap bapak"

"Daren, Saya dapat info dari teman teman diMalang bahwa beberapa media sudah mengendus peristiwa ini. Dan Kapolres Malang sudah kontak ke Kapolda bahwa akan ada konprens media jam 5 sore ini"

"Oh baik pak! tidak apa apa..saya akan focus divilla saja dulu..perasaan saya pembunuh belom keluar dari sana"

"Siap..laporkan terus kesaya Daren oke sampai nanti"

...○○○○...

Sementara itu, AKBP Harianto Kapolres Malang sudah mendapatkan briefing dari pihak forensik dan bareskrim tentang adanya sosok seorang high profile yang meninggal terbunuh di sebuah villa didaerah Batu.

Kapolres mendapat desakan dari media ahirnya jam 5 sore mengadakan siaran berita yang mana disana hadir juga perwakilan station televusi Surabaya dan Jakarta.

Pak Kapolres juga meminta kedua orang tua Utha untuk ikut dalam acara penyampaian breaking news itu. Dalam keadaan penuh kesedihan bapak Rolan dan ibu Maria Kaihulu orangtua Utha ikut berdiri disamping pak Kapolres.

"Selamat sore teman teman sekalian dapat diberitakan bahwa pagi hari ini telah terjadi pembunuhan di sebuah rumah istirahat atau villa di daerah Batu, Malang atas korban yang bernama Utha Kaihulu. Seperti yang kita ketahui korban selain sebagai kepala kamar dagang Jawa Timur ia juga direktur utama sebuah perusahaan minyak kelapa di Jawa Timur dan Bali..Sebab terbunuhnya masih kami pelajari dan siapa pembunuhnya masih kami telusuri, saat ini Tim bareskrim Polda Surabaya dan Malang sedang berada di lokasi dalam mengusut peristiwa ini"

"Bapak jam berapa terbunuhnya dan dimanakah istri korban saat ini?" seorang awak media televisi mengajukan pertanyaan.

"Saat ini istri korban masih berada di lokasi villa dan jam meninggalnya kira kira pukul 5 pagi"

Berbagai pertanyaan bertubi tubi dilontarkan pihak media, pak Kapolres dan orang tua korban juga saling memberikan pernyataan mereka.

Disebuah kamar hotel dikota Malang, seseorang sedang memperhatikan breaking news di televisi. Sebatang rokok sudah ia habiskan, berkali kali ia mengangkat gelas dan meneguk minuman yang berisi Brandy dicampur Coca Cola dan es dingin kedalam kerongkongannya.

Tidak lama kemudian ia melepaskan seluruh pakaian dan masuk kekamar mandi. Air panas dan dicampur dingin ia nyalakan dari shower.

Ia melepaskan karet pengikat rambut dan membiarkan air hangat membilasnya..tidak lama kemudian ia menyenderkan dirinya ketembok dan membiarkan air membasahi seluruh tubuhnya.

Tiba tiba ponsel yang ditaroh diatas wastafel berdering, cepat cepat ia matikan air dan meraup handuk.

"Halo"

"Sudah selesai?"

"Aman semua selesai"

"Wang akan ditransfer dalm 1 menit"

"Thank you"

"Bye"

pembicaraan ia matikan dan dengan santai berjalan kembali kedalam shower, ia menyalakan air hangat dan meneruskan mandinya. Senyum kecil tersungging dibibirnya.

...○○○○...

"Mba Rumi..maaf bisa bicara?" ucap Daren didepan kamar tidur Rumi.

"Oh ya sebentar pak"

Tidak lama kemudian Rumi keluar dan menanyakan ada keperluan apa. Daren mengatakan ingin ngobrol sedikit.

Rumi duduk dikamar interogasi, ia mengangkat kedua tangannya mengikat tali karet kerambutnya.

"Mba Rumi, saya ada pertanyaan..2 hari yang lalu mba Rumi ada dimana?"

"Pagi saya diJakarta dan siangnya keBali..ada apa pak?"

"Mba Rumi kenal ya dengan bos saya, pak Roni Pasaribu"

"Oh ya saya kenal pak"

"Jadi menurut pak Roni..akan ada sebuah pertandingan tennis antara club tennis mba Rumu dan Tim tennis Kapolda Surabaya apa betul? Rencana itu diatur oleh mba Rumi dan pak Roni Pasaribu"

"Oh ya betul pak..rencananya pak Utha juga akan ikut"

"Tapi kenapa waktu berbicara dengan pak Roni, mba Rumi tidak ceritakan akan pergi kepesta pak Utha"

"Mungkin saking serunya kita ngobrol sampai saya lupa mengabarkan..rencananya ketika saya sampai disini baru akan call pak Roni"

"Hmm gitu ya.."

"Satu lagi..apakah mba Rumi suka ngroko?"

"Kadang kadang saja pak, tapi bukan kegemaran saya..soalnya kalau merokok badan jadi bau rokok dan saya ga suka itu"

"Oh ya betul saya juga kadang kadang saja kalau sedang nervous atau gemetaran baru saya merokok"

"Iya pak"

"Ya sudah itu saja dulu..oya barusan ada kabar dari pihak forensik bahwa kematian pak Utha bukan saja diracun tapi ada juga patukan ular..ngeri ya"

Kening Rumi berkerunyit ia sedikit meringis..

"Iih masa sih? serem amat!"

"Ya..oke terima kasih ya itu dulu dari saya"

...■■■■■...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!