Sebuah mobil mencurigakan.

Meskipun makan malam hanya dengan nasi bungkus tapi berhubung dari siang belom makan Daren merasa sangat puas.

Selesai makan Daren mengajak Thea untuk duduk diteras belakang villa lagi. Pak Wir menyiapkan 2 cangkir kopi panas untuk menghangatkan malam yang dingin.

Daren menarik sebatang rokok dari sakunya, iseng iseng ia menawarkan kepada Thea.

"Sepertinya enak ya merokok setelah makan makanan pedas..terima kasih pak" ucap Thea sambil menarik sebatang rokok.

Daren melirik ke Thea ia memperhatikan cara Thea menyalakan rokok, ternyata ia seorang perokok bukan cuma iseng saja.

"Saya tidak tau kalau ibu Thea perokok"

"Dulu saya perokok berat..tapi belakangan ini males dan berhenti merokok, lagian untuk kesehatan tidak bagus"

"Apakah malam itu ibu Thea sempat merokok?"

"Ya tidak..saya terlalu disibukkan dengan banyaknya para tamu yang datang"

Daren menganggukkan kepalanya.

"Bu, saya mau memperlihatkan sesuatu"

"Oh apa itu pak?"

"Dari awal kita berkenalan dan berbicara mengenai kematian pak Utha,.sekalipun bu Thea tidak pernah mengajak saya membuka CCTV..alat itu ternyata ada dikamar pak Wir. Kenapa ibu tidak menyarankan saya untuk melihat rekaman video CCTV?"

"Oh saya sendiri sampe lupa bahwa kita punya CCTV..ya ampun maaf ya pak" katanya sambil menghembuskan asap rokok.

Daren tiba tiba memegang tangan Thea dan berkata..

"Mulai detik ini anda serius sama saya bu Thea! Jangan anggap masalah ini sepele..ceritakan apa yang seharusnya diceritakan jangan sampai saya permasalahkan..oke? Tapi saya disini juga sebagai kunci agar anda bisa keluar bebas dari semua tuduhan..ibu harus terbuka dan jujur"

"Ya pak maafkan saya" ucap Thea sambil mematikan rokok.

"Oke..saya akan ajak ibu Thea melihat CCTV villa ini, disana kita akan lihat kejanggalannya malam itu"

"Oh ya pak CCTV ada dikamar pak Wir"

"Ya saya sudah tau, pak Wir sudah perlihatkan kesaya" ucap Daren datar.

Keduanya berjalan kearah kamar pak Wir..

...○○○○...

"Salamulaikum..pak Wir" ucap Daren didepan kamar pak Wir.

"Mualaikumsalam..eh bapak sama bu Thea mau lihat CCTV mari silahkan masuk"

"Lagi ngapain pak?" tanya Thea

"Ini buk saya dari tadi memperhatikan diluar ada mobil bolak balik didepan villa, padahal sudah malam begini dan tetangga ga ada yang punya mobil"

"Oh coba liat pak" ucap Daren.

Ketiganya menatap kearah layar monitor 1. Benar saja didepan pekarangan luar villa nampak sebuah mobil jalan dengan perlahan, anehnya ia hanya memakai lampu kecil dan lampu besar seakan sengaja dimatikan.

Tidak lama mobil itu berhenti tidak jauh dari pintu gerbang depan yang terbuat dari kayu.

"Oke pak Wir coba zoom, bu Thea tolong matikan lampu pekarangan dan lampu ruang depan, saya mau ngintip siapa mereka"

"Pak Daren"

"Kenapa bu?"

"Ati ati pak"

Daren tertegun sejenak dan ia tersenyum sambil mengerdipkan satu mata.

Daren bergegas keluar duluan dari kamar pak Wir, ia meraih pistol dari balik bajunya, sambil jalan ia memeriksa keadaan amunisinya.

Thea berlari kearah ruang tamu dan mematikan semua lampu halaman dan juga lampu ruang depan. Kini villa itu menjadi gelap gulita. Thea berdiri dibalik korden melihat Daren yang berlari sambil merunduk runduk.

Daren berjingkat jingkat mengitari beberapa pohon dihalaman depan, pada posisi yang bagus ia jongkok matanya menatap kearah sebuah mobil Toyota Fortuner berwarna hitam.

Nampaknya semua kaca jendela gelap dan kaca kacanya tertutup rapat. Daren menunggu dan berharap ada orang yang keluar dari mobil itu.

Setelah lampu halaman dimatikan, lampu kendaraan dan mesin kendaraanpun mereka matikan. Keadaan sekitar situ sepi senyap, kabut mulai turun menutupi jalan nampaknya hujan akan turun. Daren menunggu dengan sabar.

Tidak lama kemudian Daren melihat pintu penumpang dibuka pelan pelan, dari pintu itu turun seseorang. Sayang karena gelap dan berkabut Daren tidak bisa focus melihat wajahnya.

Orang itu berdiri disamping mobil, ia mengeluarkan sesuatu seperti sebuah ponsel dan membidikan kearah villa.

Dari jauh Daren melihat orang itu berjalan kearah pengemudi. Kaca pengemudi turun nampaknya mereka sedang berbincang bincang dengan suara pelan.

Sipengemudipun turun, Daren melihat pengemudi turun membawa sebuah benda semacam karung goni berwarna putih 2 buah. Mereka berjalan sambil merunduk runduk kearah pintu gerbang.

Daren bangkit dan berteriak,.

"Hai siapa disana?!"

Kedua orang itu kaget, khususnya sipenumpang. Ia langsung memutar tubuhnya dan berlari kearah mobil diikuti sipengemudi.

"Hai tunggu!"

Teriakan Daren tidak digubris keduanya dengan cepat masuk kedalam mobil, mesin dinyalakan.

Daren berlari mengejar sambil mengacungkan pistolnya kearah kendaraan.

Mobil itu bergerak dan lari dengan kecepatan kencang menerobos kabut yang turun tebal dijalanan.

Kini Daren seorang diri dijalan didepan villa, ia menoleh kesekeliling jalan..sepi tidak ada satupun orang lewat.

Ia memasukan pistol kedalam saku jaketnya dan berjalan masuk kedalam pekarangan depan villa.

Ponsel ia tarik dan melihat dilayar jam menunjukkan pukul 8 malam.

...○○○○...

Diruang depan ia berjumpa dengan Thea yang menyambutnya dengan kawatir.

"Siapa tadi ya pak?"

"Saya kurang tau buk..lampu boleh dinyalakan lagi biar agak terang keliatan kabut mulai turun"

Halaman depan menjadi terang setelah lampu dinyalakan. Daren berdiri menghadap kehalaman depan.

"Sebaiknya kita kekamar pak Wir saya mau liat diCCTV"

"Baik pak, sebentar saya mau kunci semua pintu dulu"

"Buk..kunci semua pintu dan jendela, ayok aku temani mengunci"

Keduanya berjalan dan mulai mengunci satu persatu pintu dan jendela.

Terahir mereka memasuki kamar tidur utama dimana Utha ditemukan tewas.

"Pak..coba liat kesini!" kata Thea didepan jendela dekat tempat tidur.

Daren mendekati Thea, ia melihat kearah luar jendela yang ditunjuk Thea. Ternyata dibawah jendela ada sebuah tangga.

Daren menyalakan lampu ponsel dan mengarahkan kebawah. Sebuah tangga berdiri miring bersandar pada tembok.

"Aneh..saya tidak pernah melihat ada tangga disini"

"Oh gitu ya..kalau turun ini menuju kemana?" tanya Daren.

"Ya ini kan taman samping, kalau kita turun akan menuju kehalaman depan lagi"

Daren melihat posisi tangga yang tidak jauh dari tempat tidur. Ia mencoba menganalisa apakah mungkin seseorang naik keatas membunuh Utha dan setelah selesai ia turun kembali berjalan kedepan dan berbaur kembali dengan tamu lainnya.

"Biarkan saja tangga ini disini, kunci jendela ini buk"

Setelah selesai, keduanya keluar kamar dan berjalan kearah kamar pak Wir.

"Bagaimana pak? tidak bisa keliatan nomor plat mobil ya?"

"Tidak begitu pak, pertama karena gelap kedua kabut cukup tebal tapi kalau kita berhentikan video nya, dikaca depan mobil ada sebuah sticker yang cukup besar begitu juga dibelakang sama bentuk stikernya"

"Coba dizoom pak saya mau lihat"

"Wah ini sih lambang satu ormas pak..coba liat"

Daren memperhatikan dengan teliti..benar saja itu lambang ormas.

...■■■■■...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!