Para pembunuh sedang berbicara.

Dari kejauhan Daren bisa mendengar suara adzan magrib, ia perkirakan pasti lokasi mesjid atau mushola ada didekat situ. Ia memikirkan nasip semua tamu yang ada di villa, kapan mereka harus kembali pulang..tapi ini penting, aku harus bisa menemukan titik awal.

Tapi aah sudahlah..lain kali aku akan kejar mereka kalau diperlukan..

Oke..sebaiknya mereka aku pulangkan..toh semua alamat mereka sudah ada dikantong.

Daren kemudian mengumpulkan semua yang ada di villa dan ia memberikan arahan.

"Mohon perhatian kepada semua yang ada disini..saya akan mempersilahkan bapak dan ibu untuk pulang kerumah masing masing..Namun demikian apabila diperlukan akan kami hubungi untuk datang..Terima kasih atas kesabaran dan partisipasinya..sekali lagi mohon maaf telah menunda kepulangan kerumah masing masing"

Secara serentak seperti ada suara tarikan nafas panjang dan semua tersenyum mendengarkan berita dari Daren.

Satu persatu mereka menyalami Thea dan tidak lupa mengucapkan bela sungkawa.

...○○○○...

Semenjak kepergian semua tamu kini villa menjadi sepi. Daren telah mengatakan kepada Lukas untuk kembali keMalang agar bisa memantau perkembangan hasil forensik. Ia sendiri akan menggali latar belakang Thea.

Kini tempat itu menjadi sunyi, suasananya kembali seperti sebuah villa yang memang seharusnya demikian.

Pak Wir sudah membersihkan kamar tidur dimana Utha ditemukan tewas. Daren meminta ijin agar ia bisa tinggal disana untuk beberapa saat.

Malam itu ketika keadaan villa menjadi sepi senyap Daren berjalan kearah luar dan ia langsung ketempat dimana ia melihat diCCTV sosok seseorang yang memakai celana panjang berdiri.

Memang kalau ia berdiri kira kira pas diposisi orang itu jarak antara dia berdiri dan posisi CCTV agak sedikit tertutup daun pohon yang rindang.

Kemudian ia berjalan kesamping dan masuk kehalaman belakang melalui sepuah pintu kayu berukir indah. Namun ia menemui sesuatu disana, ternyata dari pintu samping ia bisa tembus keruang tamu. Berarti orang itu leluasa sekali akses bergeraknya antara pintu samping dan ruang tamu. Ia sanggup berbaur dan keluar kesamping. Siapakah orang itu?

Setelah berputar dua kali sekeliling villa ahirnya diputuskan untuk duduk sejenak didekat teras belakang yang menghadap kearah taman yang cukup luas.

"Loh pak, sendirian?" tiba tiba terdengar suara dari belakang yang ternyata Thea.

"Eh iya bu Thea, mana bapak dan ibu?"

"Mereka sudah pulang keJakarta, mungkin terlalu lelah, maklum sudah tua..menurut mereka akan menunggu hasil forensik diJakarta katanya" Thea mendekat dan ikut duduk disamping Daren.

"Jadi menurutmu siapakah yang membunuh suamimu?" ucap Daren sambil menoleh kearah Thea.

Wanita cantik itu menarik nafas panjang..

"Off the record ya pak..saya tidak terlalu memikirkan siapa yang membunuhnya..sebab Utha sebetulnya mempunyai banyak musuh, itu hanya perkiraan saja dan saya sebetulnya sudah memperingati berulang ulang kali..bahwa dia harus agak low profile jangan sering memamerkan kekayaan, belum tentu orang semuanya suka dan gembira melihat kesuksesannya..tapi ia selalu marah dan membentak bentak saya apabila saya peringatkan"

"Bu Thea, apakah anda mengenal seseorang bernama Luna dan mami Jane?"

Thea terkejut ketika Daren menyebut 2 nama itu..dari mana dia tau?

"Bapak tau dari mana 2 nama itu?"

"Tidak usah dipikirkan dari mana saya mendapatkan nama nama itu..tetapi saya ingin tau siapakah mereka?" ucap Daren tegas.

"Mereka..mereka adalah teman teman Utha, khususnya Luna dia adalah partner Utha dalam berbisnis minyak kelapa, dia berasal dari Manado. Kalau mami Jane, dia suka memperkenalkan cewe cewe cantik ke Utha" jawab Thea sambil melihat kearah kebun.

"Kenapa anda membenci mereka?"

"Luna, dia seorang wanita bisnis yang sombong, pernah dia datang kerumah kami yang diJakarta tanpa say hello kesaya. Tapi didepan Utha dia selalu genit dan manja..Idih! pingin muntah ngeliatnya!"

"Kalau mami Jane bagaimana?"

"Ya aku benci dia! yuck! menjijikkan sekali perempuan itu..dia itu musti ditangkap sama polisi! Dia itu germo kelas kakap..kalo orang ketemu, wuih gayanya kaya ibu pejabat! padahal penuh dengan dosa!"

"Kenapa mereka ga diundang kepesta tadi malam sama mendiang suamimu ya?"

"Ya baguslah.." ucap Thea dengan nada penuh kegemesan.

"Ibu Thea..saya mau terus terang ya bicara sama anda..mohon dijawab sejujurnya, ini mumpung tidak ada orang disini hanya kita berdua..Pertanyaanku adalah, apakah anda ikut dalam masalah ini..maksud saya apakah anda ikut ambil bagian dari pembunuhan ini?"

Thea menoleh kaget mendapatkan pertanyaan seperti itu.

"Pak Daren..meskipun saya benci dengan dia tapi hanya sebatas benci didalam pikiran dan hati, tapi untuk membunuh seseorang apalagi itu suami..Tidak! Saya hanyalah seorang wanita yang terkurung dalam sangkar emas, kebebasanku dalam kehidupan sudah mati dulu kala..Ahirnya terjadi peristiwa begini bukanlah kehendakku, kalau aku jadi anda pak Daren lihatlah orang orang sekeliling dia..Mereka semua munafik! kelihatannya berteman dan bersahabat tapi sebetulnya kedekatan mereka hanya karena wang saja lain tidak.."

"Gitu ya..baik saya akan mempelajari mereka lebih detil lagi"

"Pak Daren, saya sudah siapkan makan malam..bagaimana kalau kita makan bersama sama?"

"Boleh juga.."

Thea berdiri dari duduknya dan mengajak Daren masuk kekamar makan, disana sudah disiapkan oleh pak Wir hidangan ala kadarnya untuk mereka berdua.

...○○○○...

Disebuah rumah diJakarta sedang terjadi pertemuan rahasia. 2 orang laki laki dan seorang wanita.

"Bagaimana ceritanya kemarin?"

"Ya lumayan tegang..hampir saja aku terlambat, tapi waktu kita mendekat sebetulnya Utha sudah rada setengah hidup..entah kenapa dia seperti tidak berdaya"

"Waktu kalian berikan suntikan dia tidak melawan?"

"Sama sekali tidak melawan bahkan aku liat matanya sudah memudar, padahal ia sempet melirik kearahku..hampir saja aku batalkan karena dia bilang tolong..tolong aku. Tapi rencana kita sudah bulat, tanpa buang waktu aku berikan suntikan dileher dan aku menyelinap keluar kamar"

"Wah..tapi bukankah ada CCTV disitu?"

"CCTV tidak bisa deteksi karena kita loncat dari jendela dan turun dengan tangga diluar kamar"

"Setelah itu kalian gabung dengan lainnya dipesta itu?"

"Ya..padahal celanaku bagian dengkul agak sedikit robek kesangkut during tanaman..untung didalam villa tidak begitu terang lampunya"

"Baguslah..kita bisa ambil bisnis itu sekarang, mampus dia hehehe"

"Kita akan menunggu pihak rumah sakit kapan penguburannya..kamu ikut acara penguburannya?"

"Iya dong..kalau ga datang takutnya akan ada yang curiga"

"Sip kalo gitu"

...○○○○...

Beberapa waktu yang lalu seorang priya bertubuh gempal sedang menonton breaking news dichannel salah satu televisi.

Ia mengepal ngepal telapak tangannya. Sejurus kemudian ia tersenyum sendirian. Ahirnya mati juga tu orang, katanya dalam hati. Dasar orang ga tau diri, hutang 1 miliar tidak pernah dibayar.

"Dari dulu dia selalu bilang akan dibayar utangnya, tapi sampai kemaren ini sepeserpun tidak pernah punya inisiatip membayar. Gayanya sudah kaya sultan padahal ga bisa bayar utang!"

Terus menerus orang ini kesal dan marah, hampir saja ia melempar asbak ke televisi LED nya.

Sekarang aku lagi susah, aku hanya minta 100juta untuk keperluan hidup malah bentak bentak ga karuan! Dia baru tau dengan siapa dia dealing haah..mampus kau !!

...■■■■■...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!