"Selamat pagi, apa ini pak Daren?"
"Selamat pagi..iya betul siapa ini?"
"Saya Darmanto pak, petugas dari polsek Batu kemaren malam saya lewat jalan dekat Alun Alun dan kami menemukan sebuah kendaraan Pajero berhenti ditengah jalan sehingga mengganggu lalu lintas. Masalahnya kami mendapat tugas dari polsek apabila melihat kendaraan Pajero berplat no N A1 K agar diberhentikan"
"Hah Pajero berhenti tengah jalan?"
"Betul pak, kami cek kendaraan semua normal tapi tidak ada pengemudinya"
"Aduuh!"
"Nah kami menemukan sebuah ponsel ditempat duduk pengemudi, Alhamdulillah ponsel tidak dilock..waktu kita buka disana ada sebuah foto, foto itu adalah foto mobil tampak bagian belakang saja"
"Mobil apa?"
"Daihatsu Xenia warna merah no plat N 123 AB"
"Oke sekarang juga bapak cek siapa yang punya dan alamat pemiliknya, setelah itu bapak.laporkan kepolsek Batu. Saya akan terbang keMalang sekarang"
"Baik pak"
...○○○○...
Daren bergetar tubuhnya ketika mendengar berita dari petugas kepolisian tadi, dalam perjalanan kebandara ia menyempatkan mengontak pak Wir.
"Pak Wir, gawat bu Thea keliatannya diculik orang. Tutup semua pintu gerbang villa saya akan keMalang sekarang juga. Pak Wir jaga jaga disana, ini ada gerombolan yang membahayakan yang mengancam bu Thea. Saya akan kirim 2 polisi membantu jaga villa"
"Ya Allah..baik pak saya akan kunci semua pintu,kapan bapak bapak polisi akan datang?"
"Sebentar saya kontak polsek Batu dulu..nanti saya call lagi ya..sementara ini kunci semua pintu"
"Nggeh pak laksanakan sekarang"
Daren menutup telepon dan mengontak polsek Batu meminta bantuan mereka untuk menjaga villa.
Tidak lama kemudian..
"Pak, dalam setengah jam lagi akan ada 2 anggota polsek Batu datang, nanti pak Wir mintakan tanda anggota mereka dan tanyakan atas perintah siapa datang kevilla..mereka harus sanggup mengatakan nama saya kalau mereka tidak bisa ucapkan nama saya jangan dibuka..ngerti pak?"
"Siap..siap pak"
"Oke sampai nanti"
Daren mematikan pembicaraan, mungkin setengah jam lagi ia sudah akan sampai bandara, Daren langsung kontak perusahaan travel membeli tiket pesawat keMalang.
...○○○○...
"Hai! aku akan lepaskan borgol kamu jangan macem macem ya!" teriak orang yang bernama John.
Thea hanya diam, sudah dari semenjak diturunkan secara paksa ia memperhatikan letak rumah. Ternyata ini rumah berukuran kecil dan keadaan dalamnya berantakan. Tidak ada kursi satupun, sampah kertas kuno berserakan dimana mana. Rumah ini rumah yang tidak terpakai, udaranya lembab didalam rumah itu dan sangat kotor.
"Sini aku ganti borgolmu dengan kain ini, supaya kamu tidak kesakitan, sebentar lagi bosku akan datang! awas kamu kalo macem macem..duduk disini saja!"
Thea diam seribu bahasa tapi kedua matanya menatap tajam kewajah John. Laki laki ini berambut keriting agak gondrong, ia memakai anting anting dikedua telinganya.
Lapar dan haus sudah tidak ia hiraukan, ia harus tegar dan tabah akan musibah ini. Ia tidak tau apa sebabnya ia diikutkan dalam permasalahan ini, dan Thea tau jelas ini semuanya terjadi pasti gara gara Utha.
Sudah hampir 1 jam ia disekap dirumah yang kotor itu tapi tanda tanda kedatangan bosnya John belum terlihat.
Dipojok ruangan ia melihat sepotong kaca bekas pecahan botol. Bagus, aku akan kesana pelan pelan dan ambil pecahan kaca itu. Tapi ia harus lakukan dengan perlahan dan hati hati, ia berharap John tidak melihatnya.
...○○○○...
2 jam kemudian Daren sudah mendarat diMalang, dengan naik sebuah taxi ia langsung berangkat menuju polsek Batu.
DiPolsek ia langsung dipertemukan dengan Ajun Komisaris Darius. Rupanya Kapolsek Batu ini sudah diberitahu bareskrim Surabaya bahwa Daren akan datang melanjuti kasus pembunuhan Utha Kaihulu dan kemungkinan terjadinya penculikan terhadap Thea Kaihulu.
"Selamat siang pak Darius, saya Daren dari bareskrim Surabaya"
"Iya pak selamat siang..kami sudah telusuri kendaraan Pajero yang ditinggal pengemudi dan sudah mengetahui siapa pemilik mobil Xenia yang ada diponsel yang tertinggal"
"Bagus! jadi bagaimana?"
"Anggota kami sudah meluncur kealamat pemilik kendaraan yang ternyata kepunyaan John Aloysius. Orang ini beralamat di Pulung Dowo Malang. Tapi ketika anggota kealamat tersebut tidak menemukan orang yang bernama John itu namun diketahui dari para tetangga ia bekerja sebagai sekuriti diperumahan Sido Mukti didesa Cemoro Kandang"
"2 Anggota berpakaian sipil saat ini sedang menuju ke perumahan itu" lanjut Ajun Komisarus Darius.
"Kalau begitu saya akan kesana, ada anggota yang bisa bawa saya keperumahan itu?"
"Ada pak, sebentar saya siapkan..monggo duduk dulu"
Daren tidak bisa duduk, ia gelisah..kenapa sampai Thea juga diculik? Apa salah dia sampai ikut diculik?
...○○○○...
Dengan perlahan lahan Thea bergeser kekiri mendekati pecahan kaca dipojok ruangan. Sementara matanya tertuju terus kearah ruangan depan dimana John sedang berbicara dengan seseorang diponselnya, sekali kali ia mendengar John tertawa terkekeh kekeh.
Sedikit lagi, ia sudah akan bisa memegang potongan kaca. Keringatnya bercucuran, perasaannya sangat tegang dan mencekam.
Ahirnya ia berhasil meraih potongan kaca itu, dengan penuh hati hati ia merobek kain pengikat pergelangan tangan.
Karena keringat yang bercucuran, agak susah ia merobek kain itu. Tapi lama kelamaan kain itupun sobek.. untung kain pengikat itu sudah agak tua jadi memudahkan baginya untuk merobeknya dari dalam.
Setelah bagian dalam robek, dengan jari jari tangan kanan nya ia mencoba melepaskan seluruh kain pengikat. Yes! ahirnya ia berhasil melepaskan kain itu.
Kini matanya menatap sekeliling ruangan, ia tidak bisa melihat celah jendela..semuanya terkunci rapat. Satu satunya jalan adalah menerjang orang yang bernama John itu dan lari kedepan.
Ia ingat percakapan antara John dan bosnya bahwa akan ada temannya yang datang untuk membakar habis villanya. Sebaiknya Thea lakukan sebelum temannya datang. Ia harus bisa menerjang secara tiba tiba dan lari sekuat tenaga.
Thea memejamkan matanya, ia mengatur napasnya. Ya Tuhan berikan aku kekuatan..tolonglah aku..
...○○○○...
2 anggota polsek Batu sudah memasuki daerah desa Cemoro Kandang. Setelah bertanya tanya ahirnya diketahui bahwa perumahan Sido Mukti letaknya dibelakang kantor balai desa kira kira 300 meter masuk kedalam.
"Oke sudah tidak jauh lagi..yuk kita kesana, semoga ada keuntungan"
Sementara itu Daren ditemani seorang petugas kepolisian juga sudah meluncur dengan cepat kearah perumahan Sido Mukti.
...○○○○...
Thea mulai menyiapkan dirinya, kaca pecahan botol ia genggam erat, tidak ada pilihan ia harus melukai orang itu..
Ia bergerak dengan penuh kehati hatian jantungnya berdetak keras, keringatnya bercucuran. Ia menyeka air keringat yang membasahi matanya. Penyerangan harus dilakukan sekali dan fatal sebab kalau tidak justru akan membawa kecelakaan bagi dirinya. Tubuh John jauh lebih besar dari dirinya, The memperhatikan orang itu dari belakang, ia akan membidik wajah orang itu!
Sial! ia menginjak beberapa pecahan batu! Padahal jaraknya sudah sangat dekat..
John kaget mendengar pecahan batu terinjak kaki seseorang, ia menoleh kebelakang...
...■■■■■...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments