"B******k, s****n , b******n kau, ternyata kamu sembunyi di sini selama ini! kenapa kamu tidak pernah memberi kabar kepada kami jika kamu baik-baik saja hah?!" tanya Andrian masih dengan emosi.
"Pa, papa tenang dulu, apa papa kenal dengan atasan Rio ini?" tanya Rio pada papanya dengan mengguncang lengan papanya.
"Bagai mana papa tidak kenal, si b******k ini adalah om kamu adik papa yang sudah 10 tahun lebih menghilang tanpa kabar, kenapa kamu menghilang begitu saja, kau tega meninggalkan kami dan kedua orang tua kita, kenapa kamu tidak pernah memberi kabar kepada kami? apa kamu tau Nicolas papa sama mama sangat terpukul saat mendengar kalian berdua mengalami kecelakaan, sekarang di mana Angel? katakan di mana dia" Andrian masih dengan emosi memarahi atasan Rio itu yang ternyata adalah adik Andrian sendiri yang telah lama hilang.
"Abang?! apakah benar ini bang Andre?" tanya Nicolas sambil memeluk Andrian akhirnya mereka berdua saling berpelukan dan menangis.
"Maafkan Nico bang, maaf" Nicolas pun berkali-kali meminta maaf pada Andrian.
"Ada apa ini kenapa tiba-tiba terjadi keributan di sini? tiba- tiba muncul seorang wanita muda dari dalam ruangan tertutup, "Chita kamu sudah datang kebetulan ada hal yang perlu kamu ketahui segera masuk keruangan, dan.... anda? sepertinya saya pernah melihat anda tapi kapan dan di mana ya? sepertinya saya agak lupa, maaf kalo boleh tau siapa anda? apakah anda anggota baru di sini." tanya wanita muda itu pada Andrian .
Andrian yang di tanya oleh wanita muda itu tak berkedip melihat kearah wanita itu dia memperhatikan tahi lalat yang ada di bawah telinga kiri wanita itu tanpa sadar pun andrian mengucapkan sebuah nama yang selama ini dia rindukan.
"Angel, Amara Angelia" ucap Andrian.
Wanita yang disebut namanya dengan lengkap merasa kaget, karena tidak ada orang yang tau jika nama lengkapnya adalah Amara Angelia, kecuali keluarganya dia menoleh kepada Nicolas, Nicolas Pun menganggukkan kepalanya, seketika wanita itupun menghambur dan memeluk Andrian.
"Bang Andre, Abang kemana saja kenapa Abang meng hilang kami berdua telah Mala mencari Abang dang kedua orang tua kita, tapi orang-orang di sana Abang pindah ketempat yang jauh bahkan mereka pun tidak ada yang tau abang pindah kemana" sambil tetap memeluk Andrian angel pun terus menangis dan mengatakan segala beban di hatinya.
"Maafkan Abang, Abang...." belum sempat Andrian menyelesaikan ucapannya tiba-tiba Rio memotong pembicaraannya.
"Sudah-sudah nanti lagi reuni keluarga kalian , sekarang kita selesaikan masalah yang ada dulu" ucap Rio acuh.
"chita!/Rio!" Andrian, Nicolas dan angel serempak berteriak kepada Rio.
"Ada apa? apa aku salah, tadi katanya ada hal penting sehingga saya harus cepat datang kesini, apakah hal penting itu ini yang anda maksud pak, saya harus menyaksikan reuni keluarga kalian? saya kesini dengan terburu-buru, karena kata anda ada hal yang sangat darurat sampai-sampai saya mengabaikan keselamatan ibu saya di rumah saat ini" ucapan Rio menyadarkan ketiga orang itu.
"Maafkan kami Chita, kami sangat bahagia karena kami bisa bertemu kembali sudah lama kami berpisah" ucap Nicolas.
"Iya nak, papa sangat bahagia dan mereka adalah paman dan bibimu" ucap Andrian.
"Rio tau pa, tapi apakah bisa di tunda dulu reuni ini kita selesaikan dulu hal yang darurat dulu, baru nanti kita kembali reunian jika masalah kita sudah terselesaikan, kita jangan menunda hal yang perlu secepatnya di selesaikan lebih baik kita selesaikan secepatnya." ucap Rio dengan tegas, dia tidak pernah merasa sungkan walaupun dia berbicara dengan orang yang lebih tua darinya jika hal itu menyangkut keselamatan orang banyak.
Akhirnya mereka bertiga mengikuti ucapan Rio dan segera masuk ke ruangan tertentu, di sana Rio dan angel segera mengecek kondisi dan situasi, satu hal yang tidak di mengerti oleh angel di situ, namun dengan mudah Rio menyelesaikannya, tetapi bukan hanya satu masalah itu saja yang harus mereka selesaikan banyak hal yang harus Rio kerjakan di sana, dari memperbaiki sistem keamanan kemudian Rio menambahkan lagi sistem keamanan yang baru dia selesaikan sebelumnya.
Sistem pengintaianpun tak lupa Rio perbaiki karena ada satu alat lagi yang harus Rio tambahkan di alat tersebut supaya dapat menjangkau lebih jauh lagi, dan masih banyak lagi setelah itu hal-hal yang perlu di perbaiki sistemnya oleh Rio. karena jika ada salah satu sistem yang rusak maka akan berpengaruh kepada sistem lain.
Lima jam mereka berkutat di ruangan itu, tepatnya hanya Rio dan angel karena Nicolas dan Andrian tidak faham dengan semua itu, hanya Rio dan Angel lah yang memahaminya.Setelah semua selesai Rio dan Angel merasa lega karena seluruh kawasan negara itu bisa di pantau dari tempat itu setelah Rio menambahkan beberapa alat penemuannya karena dia langsung menyambungkan jaringan alat itu langsung ke satelit, sehingga mempermudah mereka untuk memantau keadaan negara itu.
Saat mereka sudah selesai mereka kembali, berbincang di dalam ruangan itu Andrian dan kedua adiknya melepas rindu mereka karena telah lama berpisah, sementara Rio dia dia mengeluarkan alat dan laptop yang segera dia sambungkan ke mamanya .setelah tersambung Rio segera berkomunikasi dengan mamanya.
"Bagai mana ma, apakah keadaan di sana sudah aman sekarang?" tanya Rio pada mamanya.
"Belum sayang, mereka masih terus menyusuri tempat ini walaupun sebagian dari mereka telah kembali kepantai namun ada sebagian lagi dia natara mereka yang masih tetap tinggal dan melanjutkan penyusurannya, bahkan mereka ada yang telah mencapai ke kebun rahasiamu." ucap mama Rio dari sebrang.
Andrian yang sekilas mendengar percakapan Rio dan istrinya disana, baru ingat jika situasi di pulau yang mereka tempati saat ini sedang dalam keadaan menghawatirkan, karena disana ada penyusup yang sedang masuk. kepulau itu.
"Lalu bagai mana ma apakah mereka mengetahui tanaman apa itu" tanya Rio
"Sepertinya tidak adavyang mengetahui jika itu tanaman yang langka, sepertinya mereka hanya orang-orang biasa yang hanya bertugas menyerang dan tidak ada satupun diantara mereka merupakan orang ahli tanaman" ucap sang mama.
"Baguslah kalo begitu ma, dan terus awasi mereka jika ada yang mencuri gakan segera kasih tau Rio. Apa mama bisa melacak dari mana mereka berasal?"banyak Rio.
"Ya, tapi hanya sedikit yang mama bisa retas, saat mereka sedang melakukan komuni kasi dengan pusat Meraka tanpa di duga sinyal mereka masuk ke alat kita, sehingga mama bisa mengetahui dari mana mereka berasal" Kiarapun menjelaskan kepada Rio siapa mereka dari hasil di meretas melalui komunikasi yang dilakukan oleh salah satu orang itu.
"Oh iya nak di mana papamu saat ini ada yang ingin mama bicarakan sama papamu?" tanya Kiara.
"Papa lagi bernostalgia dia lagi reunian dengan kedua saudaranya ma" ucap Rio
"Apa maksudmu nak?, kedua saudara papa yang mana maksudmu, karena setau mama kedua saudara papamu itu sudah lama menghilang dan sampai saat ini mereka belum di ketahui di mana keberadaannya". Kiara merasa tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh anaknya.
"Ya itu dia ma, ternyata mereka ada di sini dan saat ini mereka sedang temu kangen biarkan saja dulu, apakah ada hal penting yang ingin mama sampaikan pada papa?. tanya Rio.
"Apakah mama bisa bicara dengan mereka bertiga?, mama serasa tidak percaya dengan penjelasan mu barusan nak, mama sangat senang Jeka mereka sudah berjumpa lagi dan dalam keadaan sehat semua, bisakah mama berbicara dengan mereka?" tanya Kiara dengan nada memohon.
"Baiklah ma, akan Rio bawa kemereka supaya mama bisa berbicara dengan mereka bertiga." akhirnya Rio membawa laptopnya ke ketiga saudara itu dan akhirnya mereka berempat saling berkenalan, dan berbincang dengan seru. Sedangkan Rio lebih memilih merancang alat Yang belum dia selesaikan sebelumnya, karena memang semua alat yang dia ciptakan selalu dia bawa kemanapun dia pergi, setelah sekitar dua jam akhirnya alat itu selesai karena memang waktu itu hanya tinggal sedikit lagi bagi Rio untuk menyelesaikannya.
Setelah semuanya selesai Riopun memasukkan kembali alat itu ketempat yang biasa dia gunakan untuk menaruh barang-barang ciptaannya itu. Kemudian dia mendekati ketiga saudara yang sedang temu kangen itu.
"Pa, bisakah kita pulang sekarang?" tanya Rio.
"Apa kalian tidak bisa tinggal sebentar disini?, pulanglah besok kami masih rindu" ucap Nicolas.
"Iya benar apa kata kak Nico kalian besok saja pulang" sahut Angel.
"Maaf pak saya harus segera pulang untuk menyelesaikan pekerjaan yang anda berikan dan waktu yang anda berikan kepada saya hanya tinggal berapa hari lagi sedang kan saya belum membuat 1 pun benda itu karena saya baru mencari bahan bakunya, kebetulan di tempat kami tinggal kehabisan bahan baku, jika kami tidak segera pulang maka pesanan anda tidak akan selesai tepat waktu karena yang anda minta bukan main-main jumlahnya." ucap Rio tetap dengan nada dingin .
Akhirnya merekapun mengijinkan Andrian dan Rio untuk meninggalkan tempat itu walaupun dengan berat hati.
Mampukah Rio menyelesaikan permintaan atasannya itu kita tunggu saja kelanjutannya. tetap ikuti kisah Rio si anak jenius ini ya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments