Mereka ikut,

Setelah mengemasi semuanya mereka melanjutkan obrolan ringan mereka di bawah pohon mangga tersebut, sedangkan anak-anak asik bermain sendiri. namun walaupun mereka masih tergolong anak-anak balita tetapi mereka tidak nakal seperti anak pada umumnya.

"Maaf nek, kek, dari tadi kita ngobrol tapi kita tidak saling tau siapa nama kita masing-masing, kenalkan nama saya Andrian, ini istri saya Kiara , dan anak saya itu namanya Mario biasa kami memanggilnya Rio." Andrian Pun memperkenalkan diri dan keluarganya .

"Oh iya tuan maaf kalo kami tidak sopan, perkenalkan nama saya Umar, istri saya ini Siti dan itu cucu-cucu saya yang besar namanya Anton, yang ke dua namanya Andi dan yang paling kecil namanya Safitri. kakek pun memperkenalkan anggota keluarganya pada keluarga Andrian.

"Maaf kek kalo boleh bertanya, kedua orang tua mereka kemana? kenapa mereka tinggal sama kakek dan nenek?" Andrian bertanya dengan agak ragu karena dia sebenarnya sudah mengetahui jika kedua orang tua anak-anak itu sudah tiada walaupun hanya sekilas.

"Kedua orang tua mereka sudah tiada dan itu sudah lama sekali semenjak yang kecil berumur 4 bulan, waktu itu mereka hendak ke pasar untuk belanja keperluan untuk mereka jualan dan ternyata mereka tidak sampai ke pasar karena mereka mengalami kecelakaan, yang menewaskan merek di tempat, a h h h sudahlah Ndak usah di ingat-ingat lagi kejadian itu kami semua sudah ikhlas mungkin ini memang udah takdir dari yg di atas" ucap kakek itu.

"Maafkan saya kek karena telah meng ingatkan. kejadian itu lagi," ucap Andrian

"Tidak apa-apa tuan kamipun sudah ikhlas menerima nya" kali ini sang nenek yang menjawab

"Nek, kek, nenek sama kakek tidak usah memanggil kami ini tuan sama nyonya, panggil saja kami nama kami", ujar Andrian kepada kedua orang tua itu karena Andrian merasa tidak nyaman mendengar mereka menyebut dirinya dan sang istri dengan sebutan tuan dan nyonya.

"Baiklah nak kami anak memanggil nak Andrian begitu saja apa boleh?". ucap sang nenek.

" iya nek itu lebih baik, jadi selama ini kakek dan keluarga tinggal di sini, lalu nenek dan kakek sekarang kerja di mana?" Andrianpun bertanya pada mereka

" kami tidak bekerja nak, karena tidak ada yg mau menerima kerja orang yang sudah renta seperti kami ini, sedangkan nenek di rumah merawat cucu kalo nenek kerja kasian mereka tidak aja yang menjaga, ya kakek sih hanya besar berkebun seperti yang terlihat saat ini itulah yang kami makan setiap pagi dan sore kalo ada, kalau tidak ya kami makan pagi saja siang biasa ya seperti tadi, Anton yg bawa makanan, dulu sebelum Anton kerja kakek hanya bisa mengumpulkan barang bekas dan itupun dapatnya tidak seberapa karena di sini, setiap daerah ada penguasanya sendiri-sendiri sehingga kita tidak bisa seenaknya mengambil barang-barang bekas itu" kakek menjelaskan panjang lebar semuanya kepada Andrian dan kiara.

Tiba-tiba Rio muncul mengagetkan mereka

"Pa, ma boleh tidak kalo Abang sama saudaranya ikut ketempat kita jadi Rio di sana biar ada teman bermain? bagai mana pa boleh apa tidak?"

" iya sayang kalo kita ajak nenek sama kakek juga bagai mana apa Rio mau? tanya Andrian yang di angguki oleh Kiara sang istri

"Ye y y y tentu mau pa, ma, bagai mana nek nenek sama kakek mau kan ikut kerumah kami, main kesana nanti kalo nenek tidak betah di sana biar kami antar lagi kesini" celoteh Rio ucapannya seolah dia adalah orang dewasa yang membuat nenek dan kakek itu tertawa karena mereka berfikir Rio seperti anak-anak pada umumnya.

"Iya boleh nenek sama kakek mau ikut asal kalian senang, dan tidak keberatan dengan keberadaan kami" ucap sang kakek menanggapi keinginan Rio tadi.

"Tentu kami tidak keberatan nek apalagi kalo ini keinginan akan kami pasti dia sudah memikirkan yang terbaik kedepannya untuk kenek sekeluarga, karena dia anak yang cepat tanggap dengan segala situasi" Kiara sangat senang mendengar mereka mau ikut serta dengan mereka.

"Tapi sebelumnya saya akan menjelaskan di mana kami tinggal saat ini supaya kakek dan nenek tidak terkejut nanti saat tiba di sana, kami tinggal di sebuah pulau terpencil yang jaraknya jauh dari sini sekitar 3 jam perjalanan laut, dan kami di sana hanya tinggal ber 3 dan tidak ada sanak maupun saudara. karena kami di sana terdampar atas kecelakaan yang kami alami, bagai mana apakah kakek dan nenek bersedia ikut kami kesana setelah mengetahui keadaan kami?" tanya Andrian pada kedua orang lanjut usia itu.

"Apakah di sana kakek boleh bercocok tanam, kalo boleh apa boleh kakek bawa alat-alat bertani kakek?" pertanyaan sang kakek sungguh diluar dugaan Andrian .

"Tentu saja kakek bisa bercocok tanam di sana, jika kakek menginginkan bibit tanaman kita bisa beli di sini saat ini karena tidak mungkin karena akan kembali lagi kesini dalam waktu dekat ini karena jarak perjalanan kita bukanlah jarak yang dekat, kalau begitu cepat kita berkemas dan belanja bibit tanaman yg kakek inginkan, lalu kita segera pulang karena waktu sudah hampir sore supaya kita tidak kemalaman di laut nanti."

Ucapan Andrian di sambut gembira oleh mereka semua lalu merekapun segera berkemas, sedangkan Andrian sendiri berlalu menuju ke tepi jalan di mana mobilnya dia parkirkan lalu dia di sana melihat sebuah taksi akan melewati dirinya saat ini, kemudian Andrianpun menghentikan taksi tersebut.

Setelah semua di kemas mereka pun berangkat menuju pasar Andrian dan keluarganya berada dalam 1 kendaraan sedangkan keluarga kakek berada dalam taksi.

"Pa, papa nanti ajak mereka memilih bibit tanaman dan yang lain dan mama mau belanja baju untuk mereka karena mama lihat baju-baju mereka sudah tidak ada yang layak pakai pa tadi saat mama membantu mereka berkemas" ucapan Kiara seketika membuat Andrian heran.

"Lalu kenapa mama mengijinkan mereka membawanya ma?,ya udah kalo gitu kebetulan tadi waktu mama belanja papa melihat ada toko baju dan tidak jauh dari toko pertanian kita singgah di sana saja supaya jarak kita belanja tidak berjauhan." setelah berucap begitu Andrianpun lalu menjalankan kendaraannya menuju ketempat toko yang dia maksud yg sebelumnya dia lihat bersama Rio.

"setelah sampai ketempat tujuan mereka pun berpisah menuju ke toko masing-masing yang mereka maksud, kecuali sang nenek dan kedua cucunya mereka tetap di dalam taksi tidak lama berselang mereka semua telah keluar dari toko-toko tersebut, Andrian yang diikuti kakeknya, Anton dan Rio dibelakangnya dan Kiara yang diikuti oleh seorang laki-laki yang membawa 2 kantong kresek besar entah apa aja yang di belinya.

Setelah sampai tidak jauh dari pelabuhan Andrian meminta Istri dan anaknya untuk berjalan duluan bersama yang lain sedangkan dia hendak mengurus mobilnya dulu, tentu saja mereka berdua pun faham dengan semua itu, tak lupa Andrian mengeluarkan beberapa belanjaan mereka untuk dia bawa nanti supaya tidak ada kecurigaan.

Episodes
1 Berkemas Untuk perjalanan
2 Kapal pesiar
3 Terdampar di pulau tak berpenghuni
4 Kedatangan orang asing
5 Kedatangan malaikat kecilku
6 Pergi belanja
7 Makan bersama
8 Mereka ikut,
9 Tiba di pulau asing.
10 Rio menemukan alat baru
11 Peralatan super canggih.
12 Akhirnya mereka pergi juga
13 Kekecewaan rio
14 Diikuti dua mobil hitam
15 Berangkat
16 Kelelawar dan kupu-kupu
17 Melihat kebun
18 Kunjungan darurat
19 Rio dan Andrian sampai di markas
20 Akhirnya kita bertemu kembali
21 Ledakan misterius
22 Mereka bersandiwara.
23 Manusia atau siluman
24 Ruang rahasia Rio.
25 Kedatangan Nicolas dan Angel.
26 Mengikuti Andrian
27 Pertemuan kakek dan nicolas.
28 Akhirnya terungkap
29 Kisah dari Nicolas.
30 Singkat amat ceritanya.
31 TANAMAN BERACUN
32 MEMBANGUN KEBUN TANAMAN
33 Batu berharga
34 5 batu berharga
35 Membuat kendaraan untuk paman dan bibi
36 Perdebatan antara Rio dan Nicolas.
37 Kendaraan untuk panam dan bibi
38 Identitas yang tertinggal
39 Melakukan aksi secara diam-diam
40 Orang misterius
41 Siapa dia sebenarnya?
42 Orang misterius 2
43 Tanda itu muncul lagi
44 Penyergapan besar
45 Misi berhasil
46 Kejutan untuk Bimo.
47 Kim Hyung Joon
48 Penawar
49 Kisah bimo
50 Kebun aneka buah
51 Gudang mama
52 Obat perangsang akar
53 Asiknya mencari kerang.
54 Rio sudah tenang
55 Akhirnya kembali seperti semula
56 Bermain di pantai
57 Binatang buas
58 Pesawat misterius
59 Akhirnya Dapat juga
60 Bertemu saudara bag 1
61 Bertemu saudara 2
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Berkemas Untuk perjalanan
2
Kapal pesiar
3
Terdampar di pulau tak berpenghuni
4
Kedatangan orang asing
5
Kedatangan malaikat kecilku
6
Pergi belanja
7
Makan bersama
8
Mereka ikut,
9
Tiba di pulau asing.
10
Rio menemukan alat baru
11
Peralatan super canggih.
12
Akhirnya mereka pergi juga
13
Kekecewaan rio
14
Diikuti dua mobil hitam
15
Berangkat
16
Kelelawar dan kupu-kupu
17
Melihat kebun
18
Kunjungan darurat
19
Rio dan Andrian sampai di markas
20
Akhirnya kita bertemu kembali
21
Ledakan misterius
22
Mereka bersandiwara.
23
Manusia atau siluman
24
Ruang rahasia Rio.
25
Kedatangan Nicolas dan Angel.
26
Mengikuti Andrian
27
Pertemuan kakek dan nicolas.
28
Akhirnya terungkap
29
Kisah dari Nicolas.
30
Singkat amat ceritanya.
31
TANAMAN BERACUN
32
MEMBANGUN KEBUN TANAMAN
33
Batu berharga
34
5 batu berharga
35
Membuat kendaraan untuk paman dan bibi
36
Perdebatan antara Rio dan Nicolas.
37
Kendaraan untuk panam dan bibi
38
Identitas yang tertinggal
39
Melakukan aksi secara diam-diam
40
Orang misterius
41
Siapa dia sebenarnya?
42
Orang misterius 2
43
Tanda itu muncul lagi
44
Penyergapan besar
45
Misi berhasil
46
Kejutan untuk Bimo.
47
Kim Hyung Joon
48
Penawar
49
Kisah bimo
50
Kebun aneka buah
51
Gudang mama
52
Obat perangsang akar
53
Asiknya mencari kerang.
54
Rio sudah tenang
55
Akhirnya kembali seperti semula
56
Bermain di pantai
57
Binatang buas
58
Pesawat misterius
59
Akhirnya Dapat juga
60
Bertemu saudara bag 1
61
Bertemu saudara 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!