"Mau apa kakek??!!!, berhenti di situ kalau tidak kakek akan kami tembak." bentak salah satu dari mereka dengan kaki gemetar
"Saya cuma mau menaruh kepala boneka ini disini untuk menghalangi binatang yang mau merusak tanaman saya dan saya mau bertanya kepada kalian apakah kalian tadi melihat cucu saya yang sedang menggembala kambing?" kakek itu berjalan dengan santai namun tanpa sadar salah satu dari mereka menarik pelatuk senapan mereka dan mengenai kepala sang kakek dengan seketika sang kakek tumbang.
Sementara di dalam rumah Rio memberi pengarahan kepada kakek " kakek jangan kelamaan pura-pura meninggalnya sekarang kakek bangkit lagi dengan pikiran kakek dan aka saya kirimkan sekarang dron laba-laba ini yang bisa mengangkat mereka tinggi-tinggi sekan mereka melayang kakek pura-pura marah saja dan merubah diri kakek menjadi lebih besar seperti raksasa"
Setelah mendapatkan penjelasan seperti itu akhirnya sang kakek menjalankan lagi misinya, dan alhasil setelah misi itu di lakukan oleh kakek ketiga orang itu langsung lari tunggang langgang dengan ketakutan.
Sementara di tempat lain di waktu yang hampir sama kejadian yang hampir serupa pun di alami oleh anton, namun Anton tidak mengalami kejadian penembakan oleh orang-orang itu, karena sebelum semua itu terjadi Anton mendengarkan arahan Rio kepada sang kakek akhirnya Anton juga melakukan hal yang sama,dan hasilnya juga sama ketiga orang itu lari tunggang langgang ketika melihat tubuh Anton berubah menjadi semakin besar dan tinggi.
Sementara di dalam rumah mereka semua tertawa melihat kejadian itu, namun saat Rio melihat ada beberapa orang mendekat kearah mereka tinggal Rio kemudian memberi isyarat agar mereka diam. seketika mereka diam semua tanpa ada yang bersuara sama sekali.
Rio memberikan arahan lagi kepada mereka "Begini, nanti ketika kita mengobrol ada beberapa Kaliman yang akan kita singgung tentang kejadian yang menimpa kakek dan Abang tadi, untuk menakuti mereka suara kita akan saya transfer melalui Deon yang ada di luar jadi hanya suara kita saja Yang akan terdengar, bagai mana menurut semuanya.?"
"Bagus supaya mereka juga merasa takut " jawab Andrian.
"Nah supaya tidak terlalu tegang sekarang kita makan kue ini dulu tadi mama sama nenek ke dapur untuk membuat cemilan masak untuk kita makan siang" tiba-tiba Kiara muncul dari arah dapur dengan membawa beberapa piring dengan berbagai jenis makanan di dalamnya, dan di belakangnya di ikuti oleh nenek Siti dengan membawa nampan berisi gelas dan teko yang berisi air teh hangat.
"Dan ini minumnya kalo mau pakai es bisa juga sebentar nenek ambilkan di belakang ucap nenek Siti namun kemudian di cegah oleh sang cucu Andi.
"Nenek di sini saja biar Andi yang ambil nek", ucap nak kecil itu.
Sambil menikmati hidangan, mereka terus melanjutkan rencana mereka sebelumnya untuk mengerjai orang-orang itu. sementara nenek Siti dan kira kembali ke dapur untuk melanjutkan kegiatan mereka memasak.
Setelah rencana mereka untuk menakut-nakuti orang-orang itu terlaksana dan mereka semua kabur meninggalkan pulau itu akhirnya mereka bernafas lega.
"Baiklah sekarang situasi sudah kembali aman dan tuan berdua kemari diutus untuk mengambil alat yang sudah di minta oleh keamanan pusat, lalu bagai mana dengan tahanan kita yang itu? tanya Rio kepada kedua orang tersebut.
"Biar mereka kami bawa sekalian markas pusat, untuk diadili di sana" ucap salah satu di antara mereka
"Tapi kita harus hati-hati jika membawanya, jika dia bisa menyusup diantara anda berdua berarti di markas juga ada pemberontak atau mata-mata yang menyamar jangan langsung percaya dengan orang-orang yang baru masuk" ucap Rio kepada mereka berdua "Sampaikan salam saya ini kepada pimpinan tertinggi, dan jangan sekali-kali berani mencoba membuka alat ini karena yang bisa membukanya hanya orang yang sudah saya masukkan semua datanya di alat ini, dan jika ada orang lain selain orang-orang itu, yang berusaha membuka alat ini, maka alat ini akan meledak dan menghancurkan nya" Rio memberikan sesuatu kepada kedua orang itu dan mengingatkan dengan tegas.
"Baik tuan kami akan mengingatnya, dan kami tidak akan berani melanggarnya" ucap salah satu diantara orang itu, namu yang satunya tiba-tiba bertanya kepada Rio.
"Maaf tuan Chita jika semua urusan sudah selesai, bagai mana kami akan kembali ke markas? sedangkan kendaraan kami sudah tidak ada lagi". ucap orang itu
"Tuan tidak perlu khawatir karena saya akan memberi kendaraan yang lebih canggih lagi dengan sistim keamanan yang lengkap". ucapan Rio membuat keduanya sangat senang.
Setelah urusan mereka selesai, mereka kembali ke markas mereka yang berada di pusat kota. Dan kehidupan di pulau itu kembali normal seperti biasa, kakek dan Anton saat ini sedang memanen hasil kebun mereka ini adalah panen pertama mereka dan hasilnya lumayan banyak.
"Kek mau kita apakan hasil kebun kita ini kek kalo kita makan belum tentu kita bisa menghabiskannya karena begitu banyak hasil panen kita ini kalau kita jual mau kita jual kemana di sini cuma kita yang ada kekota jauh apalagi kita tidak memiliki kendaraan untuk kekota, mau pinjam sama Rio kan tak enak kek kita sudah banyak merepotkan mereka". ucap Antun panjang lebar kepada sang kakek.
"Ya... kita sisihkan dulu untuk keperluan di rumah secukupnya, kalo masih ada sisa nanti kita bicarakan kepada nak Andrian dan Rio bagai mana solusinya". jawab sang kakek lalu di angguki oleh Anton.
"Ada apa kek, bang kok kayaknya ada yang serius banget?" tiba-tiba Rio muncul
"Iya memang d yang bikin Abang kepikiran tapi nanti aja di rumah kita membahasnya sekarang lebih baik kita bawa pulang dulu hasil panen kita ini," ucap Anton kepada Rio
"Baiklah bang sini Rio bantu naikkan kedalam pickup tapi, bukan Rio sediri melainkan Abang ganteng Rio" ucap Rio, lalu menyuruh robot yang sering dia panggil dengan panggilan Abang ganteng.
Setelah semuanya sudah naik ke atas pickup mereka langsung menuju rumah, dan setelah sampai rumah Rio dengan cepat menghampiri Anton.
"Bang tidak usah di turunkan dulu bang barang-barangnya, Rio ada hadiah untuk Abang ayuk ikut Rio sebentar, biar Ndak kesorean kita nanti", dengan cepat Rio menarik tangan Anton dan mengajaknya menuju kendaraan mini yang biasa Rio kendarai jika dia ingin berjalan agak jauh dari rumah.
Namun kira-kira hadiah apa yang akan Rio berikan kepada Anton kali ini ya? penasaran? ikuti terus kelanjutannya ya terimakasih yang udah setia membaca novel author ini ya🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments