Saat Ini mereka semua sedang menunggu Andrian di pos penjagaan, dan tidak lama merekapun melihat Andrian melangkah menuju kearah mereka dengan membawa 2 kantong belanjaan, yang lain sempat merasa aneh kecuali istri dan anaknya, karena Andrian cuma membawa 2 kantong sedangkan tadi belanjaan mereka bisa di bilang cukup banyak bahkan Andrianpun tidak mungkin mampu membawa sendiri tapi saat ini dia cuma membawa 2 kantong. Tapi merekapun tidak banyak bertanya.
"Maaf pak kami mau mengambil KTP kami" ucap Andrian pada petugas jaga itu lalu menyerahkan foto kopi KTP miliknya dan istrinya.
"Baik pak tunggu sebentar" petugas jaga itupun mencari KTP mereka setelah ditemukan dia menyerahkan kepada Andrian, " ini pak KTP bapak, pak Umar dan keluarga mau kemana pak?" tanya petugas itu.
"Saya akan ikut mereka pak" jawab kakek
"Apa hubungan mereka dengan bapak?" tanya lagi petugas itu
"Kami keluar hanya, saya keponakannya pak Umar, beliau kakak dari ibu saya yang selama ini kami cari, saya sudah mencari di setiap bulan tapi baru di sini kami menemukannya. karena ibu say tidak memberi tau mereka ada di pulau mana , ibu hanya memberi tau kalua kakak ibu merantau ke sebuah pulau tapi beliau tidak tau pulau apa namanya." Andrian menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh petugas itu walaupun berbohong namun demi kebaikan tidak apa-apa pikir Andrian.
"Apa benar itu pak umar? mereka adalah saudara bapak?" petugas itu masih belum percaya begitu saja mendengar penjelasan dari Andrian maka dari itu dia bertanya kepada kakek.
"Benar Pak tadi setelah berbincang cukup lama akhirnya saya tau kalau dia adik dari saudara perempuan saya, kami memang sudah sangat lama berpisah" jawaban kakek saat ini meyakinkan petugas itu.
" Baiklah kalau begitu hati-hati di perjalanan" akhirnya petugas itupun mengijinkan mereka melanjutkan perjalanan mereka.
...****************...
Setelah memasuki kapal, mereka sangat kagum karena mereka belum pernah sekalipun masuk kedalam kapan mewah seperti itu, ya memang bagi mereka kapal itu merupakan kapal mewah karena yang mereka tau hanyalah kapal-kapal yang biasa di pakai nelayan untuk mencari ikan.
Akhirnya mereka berangkat menuju ke pulau tempat mereka tinggal, di tengah perjalanan Rio menyadari ada yang tidak beres karena dia melihat di kejauhan ada speedt boat yang mengikuti Mereke, lalu Rio segera berlari menuju ketempat papanya mengemudi saat ini.
Andrian terkejut dengan kedatangan Rio yang tiba-tiba dan nampak terburu-buru.
"Ada apa nak?, kenapa kamu kelihatan cemas seperti itu?" Andrian heran dengan reaksi Rio saat ini.
"Pa kita belok kepulauan kecil yang ada di sebelah kanan kita itu sebentar, sampai sana papa langsung aktifkan mode siluman kapal ini " mendengar kata kata Rio Andrian sadar kalo ada yang tidak beres, kemudian dia langsung mengarahkan kapal itu ke pulau kecil yang tak jauh dari situ.
Menyadari tujuan mereka berubah Kiara langsung mendekati suaminya dan menanyakan hal itu, setelah di jelaskan oleh Rio kiarapun paham. Setelah sampai di pulau kecil itu Andrian langsung mengaktifkan mode siluman kapalnya sehingga siapapun tidak bisa melihat bahkan siapapun mereka tidak bisa melacak keberadaan kapal mereka itu, 15 menit berlalu mereka didekat bulu itu dari arah belakang dimana mereka sebelumnya lewat datang speed boat dengan kecepatan tinggi melintas tidak jauh dari mereka saat ini.
Setelah speed boat itu menjauh mereka lalu melanjutkan perjalanan mereka kembali dengan tetep meng aktifkan mode siluman di kapalnya.
Kali ini 3 jam lebih mereka tempuh perjalan gara-gara speed boat tadi, dan akhirnya mereka sampai di tempat yang di tuju, Rio berjalan lebih dahulu lalu diikuti yang lain, sesampainya di pantai Rio berhenti dia mengeluarkan sebuah miniatur mobil jenis kijang berwarna putih lalu dia menyuruh yang lain untuk menjauh dari tempat itu, kemudian dia menekan tombol yang ada pada jam tangannya dan keluarlah sinar berwarna hijau yang dia arahkan ke mobil kecil itu dan seketika mobil itu berubah ke ukuran yang normal, kakek dan keluarganya merasa syok melihat itu semua mereka masih tidak percaya melihat kenyataan yang ada di depan mata mereka sendiri.
"Pa papa sekarang bereskan kapal iku supaya keberadaan kita tidak d oh ketahui mereka" Rio pun meminta papanya untuk membereskan kapal itu.
Lagi-lagi mereka di buat kaget karena kapal yang begitu besar tiba-tiba berubah menjadi kecil seperti kapal mainan.
Anton merasa heran tanpa sadar diapun berucap " Ini mana mungkin?"
"Sudahlah nanti kita jelaskan kalau kita sudah sampai di rumah, sekarang ayo kita segera naik ke mobil sebelum ada yang melihat kita di sini" pinta Andrian kepada semua supaya mereka segera memasuki mobil, dan mereka semua segera masuk kedalam mobil itu.
...****************...
Sesampainya mereka di tempat tujuan awalnya mereka merasa heran karena di sana hanya terdapat hamparan rumput luas namun setelah Andrian menekan sesuatu di jam tangannya barulah nampak sebuah rumah yang tidak terlalu besar mereka lalu memasuki rumah tersebut di dalamnya terdapat 4 kamar tidur ruang keluarga yang cukup luas dan ruang tamu yang juga cukup luas, belum lagi dapur mereka kalau dilihat dari luar memang tidak terlalu besar tapi siapa yang bisa menyaingi kecerdasan Rio dan keahlian papanya dalam merancang struktur bangunan, ya Andrian adalah seorang arsitek terkenal dan sudah diakui di banyak wilayah jika dia adalah arsitek yang sangat jenius bahkan dia memiliki alat yang bisa mendeteksi struktur tanah, seberapa kuat tanah itu jika di dirikan bangunan di atasnya.
Dan alat-alat itulah yang selama ini di kejar-kejar, olek kawan kerjanya. kaera jika mempunyai alat itu maka bangunan seperti apapun tidak akan gagal didirikan karena sudah di ketahui kekuatan struktur tanah itu sendiri.
Apalagi saat ini dia di bantu dengan kejeniusan anaknya yang dia sendiri sama sekali tidak bisa membuatnya justru anaknya yang bisa dengan mudah membuat alat-alat menakjubkan itu.
"Bagai mana kek, apa kalian tidak keberatan tinggal di sini bersama kami, di sini ada 4 kamar nanti kalau kurang biar kami tambah lagi kamarnya untuk anak-anak" ucapan Andrian barusan berhasil membuyarkan lamunam mereka semua.
"Trimakasih nak karena telah Sudi menampung kami di sini" ucap kakek dengan penuh haru.
" Sekarang lebih baik kita bersihkan diri dulu lalu kita makan malam, setelah itu kita bisa istirahat pasti kita semua merasa capek seharian tadi di perjalanan, oh iya pa keluarkan belanjaan kita tadi ada belanjaan yang perlu mama berikan kepada kakek dan keluarganya" Kinan mengingatkan suaminya agar mengeluarkan belanjaan mereka tadi .
Andrianpun segera menuju keruang keluarga yang ruangannya lebih luas dari ruangan lain lalu dia mengeluarkan mobil mini dan melakukan seperti pada mobil lainnya. Saat mobil itu sudah kembali kebentuk semula mereka segera mengeluarkan belanjaan mereka semua dan Anton berniat membantu Andrian untuk mengangkat dan memindahkan semua belanjaan itu karena dia merasa dia yang paling besar di sana, namun Rio melarangnya.
"Udah bang Abang Ndak usah ikut mengemas biar mereka saja, tiba-tiba dari arah dapur keluar 2 robot yg berbentuk seperti manusia menuju mereka.
"Hai kakak cantik dan Abang ganteng bisa minta tolong pindahkan barang belanjaan ini ketempatnya masing masing sesuai jenisnya ya" Rio berbicara dengan sopan dengan robot-robot itu.
" Baik adik kami yang maniisss" jawab mereka serempak
Lalu merekapun melaksanakan apa yang disuruh oleh Rio. Sedangkan Kiara dia menyerahkan baju-baju yang dia beli tadi kepada kakek dan keluarganya. Mereka sangat senang sekali menerima semua itu karena mereka tidak pernah beli pakaian apalagi yang baru seperti itu mereka biasa menerima pakaian pemberian oran, itupun pakaian bekas pakai. Mereka sangat bersyukur karena mereka di pertemukan dengan keluarga yang baik seperti keluarga Andrian ini, mereka berjanji dalam hati kalu mereka akan mengabdikan diri mereka pada keluarga ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments