Sebelum mereka pergi anak itu ijin kepada pemilik toko untuk pulang, karena memang waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang dan memang sudah waktunya anak itu pulang, pemilik toko pun mengijinkannya, namun sebelumnya dia memberikan upah untuk pekerjaan anak itu dalam sehari ini, karena memang perjanjian sebelumnya dia meminta gaji setiap hari walaupun gajinya tidak seberapa karena dengan gaji itulah dia pakai untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Dalam perjalanan kerumah anak itu tiba-tiba anak itu meminta kepada Andrian untuk menghentikan mobilnya didepan sebuah warung kecil yang ada di tepi jalan, lalu anak itupun turun dari mobil Andrian dia hendak menuju ke warung tersebut, namun dengan cepat Andrian memanggilnya.
"Nak, apa kamu lapar?, kalo kamu lapar kita makan dulu saja" tanya Andrian pada anak tersebut.
"Maaf pak, ini udah waktunya makan siang saya harus membelikan makanan untuk keluarga saya di rumah, setiap hari memang setiap kali saya pulang kerja saya singgah kesini, untuk membelikan mereka makan siang" anak itupun menjelaskan pada Andrian kalau hal itu memang udah kebiasaan rutinnya setiap pulang kerja.
Akhirnya anak itu turun dan melanjutkan langkahnya menuju ke warung tersebut. Andrian dan keluarganya pun ikut turun karena kebetulan mereka juga lapar ingin mengisi perut mereka, saat mereka masuk anak tadi pun memesan makanan seperti biasa yang dia pesan,dia memesan 2 bungkus nasi dengan lauk sambal dan tempe goreng lau dengan kuah sayur sup tanpa isinya. Andrian yang menyaksikan hal itu tercengang lalu dia bertanya pada anak itu .
"Kamu beli 2 bungkus nasi untuk keluargamu di rumah? bukannya anggota keluargamu di sana ada 4 orang tapi kenapa kamu cuma membeli 2 bungkus nasi?" Andrian bertanya dengan penuh rasa heran.
"Iya pak, keluarga saya memang ada 4 di rumah tapi hanya ini yang saya mampu berikan , nanti sampai rumah nasi ini akan saya bagi yang 1 bungkus untuk nenek dan kakek yang 1 bungkus untuk adik-adik saya." ucap anak itu kepada andrian.
Andrian merasa terenyuh mendengar penjelasan dari anak itu, lalu Andrian kembali bertanya pada anak itu" lalu kamu sendiri nanti makan apa?"
"Ini ada pak nasi sisa pagi tadi jatah makan dari bos tempat saya kerja." jawab anak itu
Andrian sangat merasa terharu mendengar semua itu bahkan Kiara sudah tidak bisa menyembunyikan air matanya saat mendengar penuturan anak tersebut.
"Kalau begitu kita makan dulu disini, kebetulan kami juga sudah merasa lapar." ucap Kiara kepada anak itu, namun tiba-tiba anak itu dengan sopan menolak ajakan makan mereka.
"Maaf Bu, saya harus cepat pulang kasihan keluarga saya pasti sudah menunggu" anak itupun berucap dengan sopan.
"Kalau begitu tunggu sebentar ya, tidak lama kok!" ucap Kiara lalu Kiara berlalu dari sana, dan dia menghampiri pemilik warung nasi itu.
"Maaf Bu, lauk disini tersedia apa saja ya?"
"Ini ada rendang daging sapi, opor ayam, soop buntut, soto, sambal goreng ,tempe dantahu goreng, juga ayam goreng Bu," pemilik warung nasi itupun menyebutkan satu persatu yang ada di warungnya.
"Baiklah Bu saya pesan rendang dagingnya 50 ribu opor ayamnya 50 ribu, SOP buntutnya 50 ribu ayam goreng juga 50 ribu ya Bu jangan lupa dengan sambalnya ya Bu tambah lagi nasi 6 bungkus, saya tunggu ya bu" ucap Kiara lalu dia berlalu dan menunggu di depan.
"Baik Bu pesanan ibu akan segera siap" dengan di bantu 3 anak buahnya pemilik warung itu segera membungkus pesanan Kiara tidak sampai 5 menit pesanan itu sudah selesai dan siap di bawa.
"Ini Bu pesanan ibu sudah selesai" pemilik warung itupun memberi tahu Kiara kalo pesanannya Sudah selesai.
"Baik Bu jadi berapa semuanya?" tanya Kiara
"Total semua 230 Bu, untuk sambalnya saya kasih bonus" ucap pemilik warung itu dengan semangat
Kiarapun memberikan uang 250 kepada penjual itu dan menerima pesanannya."kembaliannya untuk ibu saja" ucap Kiara lalu diapun berlalu pergi menuju ke mobilnya.
"Udah ayuk pa kita lanjut lagi"
Merekapun melanjutkan perjalanan mereka kembali untuk menuju rumah anak itu, tak perlu menempuh waktu yang lama sekitar 10 menitpun mereka telah tiba di sana.
Alangkah terkejutnya mereka setelah mengetahui jika rumah yang di maksud anak itu ternyata hanyalah sebuah rumah kecil yang mungkin hanya berukuran 3 mpersegi dan itupun sudah tidak bisa di bilang rumah lagi karena dindingnya yang sudah di tampal dengan karung dan gegala macam barang supaya angin malam tidak bisa masuk, dan di sekitar rumah yang lebih pantas di bilang gubuk itu terdapat beberapa baris tanaman ubi jalar dan ubi kayu, dan terdapat pula sebuah pohon mangga yang cukup rindang dan teduh.
"Mari pak, Bu, silahkan masuk, tapi maaf keadaan rumah kami seperti ini, nenek, kakek ada tamu." belum sempat mereka masuk tiba-tiba keluar 2 anak balita yang satu sekitar umur 2,5 tahun dan yang 1 seusia Rio
"Kakak emam", kata anak perempuan yang usianya sekitar 2,5 tahun itu.
"Iya sayang tunggu ya sebentar kakak ambilkan dulu makananya" ucap anak yang di panggil kakak itu.
"Nak, kita makan bareng-bareng saja yuk biar seru." ucap Kiara
"Tapi Bu rumah saya pastinya Ndak akan muat, maaf," ucap anak itu dengan sedih.
"Eeemmmm ma, bagai mana kalo kita makannya di bawah pohon itu kita ngampar tikar disana kayak piknik gitu" tiba-tiba Rio memberikan sebuah ide yang sangat bagus dan di setujui semua.
Tidak lama nenek dan kakek anak tersebut muncul, "ehh ada tamu ternyata, maaf nyonya tuan rumah kami seperti ini"
"Tidak apa apa nek , lebih baik kita makan dulu yuk keburu lapar" ucap Kiara yang membuat kedua orang tua itu kaget mereka merasa bingung apa yg harus mereka hidangkan pada tamuny itu untuk makan sedangkan mereka sendiri tidak memiliki makanan mereka hanya mengharapkan cucunya membawakan makanan.
"Pa, ambil tikar di mobil serta alat makan sekalian ya juga makanan yang di dalam kantong tadi." Kiara menyuruh suaminya mengambil tikar di mobil mereka.
Setelah semuanya siap merekapun makan bersama di bawah pohon mangga, mereka semua bahagia ,awalnya mereka malu-malu untuk mengambil lauk yang ada tapi karena Kiara mengatakan dia beli semua itu untuk mereka merekapun makan dengan senang hati karena selama ini mereka belum pernah makanan mewah seperti itu, ya, bagi mereka makanan itu adalah makanan mewah, karena biasanya mereka hanya makan makanan dengan lauk sambal tahu atau tempe saja.
"Kakak, apa boleh sisa nasi ini kita makan untuk besok lagi, kan sayang kak, nasinya masih banyak" tiba-tiba anak yang seusia Rio itu bertanya pada kakaknya.
"Maaf pak, Bu, apa boleh kami meminta sisa nasi ini untuk kami makan besok lagi, tapi kalo tidak boleh juga tidak apa-apa, maaf jika kami merepotkan bapak dan ibu" ucap anak yang di panggil kakak tersebut.
"Apakah tidak apa-apa kalian makan nasi sisa tersebut, saya takut nanti kalian malah sakit,?" tanya Andrian pada anak itu.
"Tidak pak kami sudah biasa makan nasi sisa begini, apakah boleh sambal dan sayur sopnya juga kami minta?" ucap anak itu dengan ragu-ragu.
"Tentu saja boleh, semuanya boleh kalian ambil bawalah kebelakang dan hangatkan supaya tidak basi", jawab Kiara
"Trimakasih Bu, anda sekeluarga memang orang-orang yang baik semoga rezeki dan keberkahan selalu melimpah kepada keluarga anda." ucap sang nenek
"Aminnnn"
Mereka serempak mengnyucapkan syukur.
Setelah mengemas semuanya dan membersihkan semua peralatan makan mereka , mereka masih asik ngobrol di bawah pohon mangga tersebut.
Apa ya kira-kira yang mereka obrolkan? penasaran ikuti terus kelanjutannya, trimakasihhh🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments