Hari yang telah mereka rencanakan untuk belanja pun telah tiba, saat ini mereka telah bersiap untuk berangkat ke kota yang mereka tuju dengan mengendarai kapal pesiar yang telah di modif kembali oleh Rio bahkan radar pun udah di ganti supaya tidak terdeteksi oleh orang-orang yang berniat jahat pada mereka, Tak lupa topeng yang udah disiapkan oleh Riopun mereka pakai agar tidak ketahuan jika mereka bertemu dengan orang-orang jahat itu, karena sudah sering belajar mengemudi kapal Andrian saat ini sudah lihai mengemudikan kapal tersebut.
Memerlukan waktu cukup lama untuk menuju pulau terdekat sekitar 3 jam mereka baru bersandar di pelabuhan tersebut, saat mereka turun dari kapal banyak pasang mata yang memperhatikan mereka namun, itu tidak berlangsung lama karena ternyata sudah sering orang asing keluar masuk pulau itu, jadi bagi penduduk sana jika ada orang baru datang itu hal wajar karena pulau itu ternyata banyak tempat wisata sehingga banya orang datang untuk berwisata.
Mereka hanya perlu menyerahkan kartu identitas dan membayar sejumlah uang untuk bisa masuk ke kota itu, saat di tanya kartu identitas Andrian dan Kiara merasa bingung karena kalo mereka menyerahkan kartu identitas mereka pasti mereka akan ketahuan,tapi kalo tidak mereka pasti tidak di ijinkan memasuki pulau tersebut.
"Maaf ada apa pak , Bu, apa kalian tidak memiliki identitas"? tanya petugas itu
" Ada pak, tapi....." Andrian merasa gugup karena memang serba salah mau menyerahkan takut ketahuan kalo tidak ya... resikonya mereka tidak bisa masuk dan yang jelas tidak bisa belanja keperluan mereka nanti.
"Kenapa mama sama papa lama sekaliz ada apa ma, pa kok mama sama papa masih di sini ?" tiba-tiba Rio muncul
"Ini sayang bapak petugas ini meminta kartu identitas tapi....." ucapan Kiara tidak dia lanjutkan.
"Ohhh masalah kartu identitas?, ini tadi mama sama papa lupa membawabya untung tadi Rio liat kartu identitas mama sama papa di meja kamar langsung aja Rio ambil dan Rio lupa tadi mau nyerahkan sama papa dan mama." Rio menjelaskan panjang lebar sambil menyerahkan kartu identitas itu.
Andrian dan Kiara merasa tegang lain dengan Rio yang nampak nyantai setelah kartu identitas itu di catat dan di foto kopi lalau foto kopinya di serahkan pada Andrian dan Kiara, mereka. berdua sempat merasa bingung kenapa bukan yang asli yang di berikan kepada mereka tapi malah foto kopiannya. petugas itu mengerti dengan kebingungan mereka lalu diapun menjelaskan .
"Begini pak ,Bu. dipulau ini setiap orang baru harus menyerahkan KTP asli mereka, dan kami akan menyerahkan foto kopinya kepada pemiliknya, nanti jika bapak sama ibu mau keluar dari pulau ini maka KTP yg asli akan kami kembalikan dan fungsinya KTP yg foto kopi itu bisa bapak bawa, bapak tunjukkan nanti jika bapak atau ibu berbelanja, jadi mereka akan merasa aman karena yang belanja di toko mereka bukan penyelundup, karena di foto kopi KTP itu ada kode pos di mana anda masuk" penjelasan dari petugas itupun di pahami oleh mereka kemudian mereka ijin untuk masuk ke pulau tersebut.
"sekarang bagai mana?, kita pakai mobil atau kita jalan kaki dulu?" tanya Andrian pada anak sama istrinya
"Sepertinya kita jalan kaki dulu aja pa kelihatannya seru" Kiara menjawab pertanyaan suaminya dengan sangat antusias.
"Pa, kita tanya orang dulu di mana ada ATM kita kan harus mengambil uang untuk belanja" ucap Rio mengingatkan pada papanya.
"Oh iya kamu benar nak," lalu Andrian pun bertanya kepada salah seorang pejalan kaki yang kebetulan melewati mereka.
Setelah Andrian mendapatkan informasi di mana letak ATM, merekapun melanjutkan perjalanannya kembali, dan ternyata letak ATM itu tidak terlalu jauh dari arah mereka hanya dengan 10 menit berjalan kaki mereka telah sampai di sana, kemudian Andrian bermaksud untuk mengambil uang tersebut, namun sudah beberapa kali dia mencoba namun selalu gagal.
"Kenapa Ndak bisa ya?" heran andrian dia bergumam sendiri lalu keluar dari dalam mesin ATM tersebut.
"Gimana pa sudah?" tanya rio
"Ndak bisa sayang" jawab Andrian sambil menyerahkan tablet anaknya itu yang berfungsi sebagai kartu ATM juga.
"Aishhh lupa Rio, sini ma, pa kita ketempat yang agak sepi sebentar, Rio akan masukkan data mama sama papa di sini " akhirnya mereka melangkah meninggalkan tempat itu dan pergi menuju ke sebuah tempat yang kebetulan agak sepi, di sana jarang sekali orang lewat mereka duduk dengan santai di tepi jalan itu lalau Rio meminta mama sama papanya untuk melepaskan topeng mereka sebentar, setelah selesai semuanya merekapun memakai topeng itu kembali, dan kembali ke ke tempat di mana mesin ATM itu berada.
"Pa saat di dalam nanti jangan lupa untuk membuka topeng papa, kalo tidak papa Ndak akan bisa mengambil uangnya." ucapan Rio seketika menghentikan langkah Andrian.
"Tapi sayang kalo papa membuka topeng, lalu kalo terpantau oleh sisi tv bagai mana, papa takut mereka akan menemukan kita nanti" pertanyaan Andrian barusan menyadarkan Rio tentang situasi mereka.
"Oh iya ya kenapa Rio sampai melupakan semua itu?, baiklahpa biar Rio yang mengambil duit tapi Rio hanya bisa menarik sekitar 50 juta pa apa cukup nanti untuk belanja kita?" tanya Rio pada sang papa
"Kamu tidak usah mengambil terlalu banyak nak cukup5 atau 10 juta saja untuk pegangan sementara, siapa tau dibkita ini bisa pakai kartu kredit kalau belanja." Andrianpun memberi pengarahan pada Rio supaya tidak mengambil uang terlalu banyak.
"Sayang ambil 5 juta saja" ucap Kiara tiba-tiba
"Baik lah ma kan mama yg tau harga kebutuhan kita" ucap Rio menanggapi perkataan mamanya.
Selesai mengambil uang merekapun segera melangkah lagi menuju ke sebuah toko sembako yang nampaknya tersedia bermacam kebutuhan dapur disana, dan ternyata di toko tersebut lumayan lengkap, untuk keperluan dapur di sana tersedia semua dari bumbu masak sampai kebutuhan pokokpun ada.
"Maaf pak ini nanti belanjaannya di antar kealamat mana ya kalo boleh saya tau soalnya belanjaan ibunya ini lumayan banyak, dan saya perhatikan bapak dan ibunya tidak membawa kendaraan, jadi biar kami antarkan nanti." sang pemilik tokopun menanyakan alamat mereka untuk mengantarkan belanjaannya.
"Maaf pak sebenarnya kami membawa kendaraan tadi tapi kami parkir agak jauh dari sini tadi, tapi apakah boleh kendaraan kami-kami bawa ke sini?" tanya Andrian kepada pemilik toko tersebut.
"Tentu saja boleh pak, kendaraan apapun tidak ada yang di larang di bawa kesini untuk para konsumen toko kami untuk mempermudah mereka membawa barang belanjaannya" pemilik toko itu dengan sopon menjelaskan kepada Andrian.
"Palo begitu saya permisi dulu mau ambil kendaraan saya, mama sama Rio tunggu disini ya?!" pinta Andrian pada anak dan istrinya.
"Rio ikut pa" tiba-tiba Rio merengek mau ikut papanya padahal dia tidak pernah bersikap seperti itu sebelumnya.
"Baiklah ayuk"Andrian pun memenuhi keinginan anaknya dia mengajak Rio pergi dari sana.
Saat ini tinggallah Kiara seorang diri di sana dan diapun terus memilih belanjaan yang dia rasa diperlukan setelah selesai dia segera kekasih untuk menotal semua belanjaan dia.
"Sudah pak tolong ditotal semua belanjaan saya berapa?." kiarapun memberi tau pemilik toko tersebut untuk menotal belanjaannya.
" Iya Bu sebentar " lalu sang pemilik toko itupun menyuruh anak buahnya untuk mendata semua belanjaannya.
Dan setelah di data ternyata semuanya menghabiskan sekitar 3,5 juta karena memang barang belanjaannya yang tidak sedikit dan kiarapun langsung membayar semuanya, taklama setelah itu sebuah kendaraan model kijang parkir di depan toko itu Kiara sempat terkejut saat pengendara kendaraan itu keluar dari mobilnya, yang beukan lain adalah suami dan anaknya.
Baru saja Kiara mau bertanya suaminya sudah memberi kode untuk diam " pak itu kendaraan kami, saya rasa semua belanjaan kami ini muat kekendaraan kami itu, apa bisa minta tolong kepada karyawan bapak untuk membantu memasukkan belanjaan kami kedalam mobil kami.
" Oh iya pak bisa, ton , Anton tolong bapak ini untuk memasukkan belanjaannya kedalam mobil itu" seru sang pemilik toko kepada salah seorang karywannya
"Iya bos, baik" ucap seorang anak yang mungkin usianya masih sekitar 10 tahun.
Andrian yang melihat itu sangat terkejut bagai mana mungkin seorang anak di bawah usia seperti ini bekerja sebagai karyawan toko, " maaf pak , apa benar itu karyawan bapak?"tanya Andrian pada pemilik toko itu.
"Iya pak, tapi dia hanya bekerja separuh waktu disini selepas Dzuhur dia pulang" pemilik toko itupun menjelaskan pada Andrian .
"Tapi diakan masih kecil pak, masih waktunya dia sekolah apakah bapak tidak hasihan mempekerjakan anak sekecil itu?" Andrian mencoba menjelaskan pada pemilik toko itu.
"Justru saya kasihan sama dia pak, dirumahnya dia masih memiliki 2 orang adik, dan mereka bertiga sudah tidak memiliki orang tua, mereka hanya tinggal dengan nenek dan kakeknya yang sudah lanjut usia, bahkan rumah merekapun sudah tidak layak di sebut rumah lagi pak, sebenarnya saya tidak tega memperkerjakan dia pak tapi dia terus memohon untuk diterima kerja di sini, hanya untuk mereka bisa makan." penjelasan pemilik toko itu membuat hati Andrian dan istrinya terenyuh.
Lalu Andrian mendekati mobilnya untuk memastikan barang-barangnya tersusun dengan benar di sana, dan ternyata di dalam mobil ada Rio dia kelihatan sedang ngobrol dengan anak itu.
"Pa, apa boleh nanti kita main kerumah Abang ini sebentar?" tanya Rio
"Memang boleh sama abangnya kita main kerumahnya?" tanya Andrian
"Boleh kok pa kata Abang tadi, tapi kata Abang rumhnya kecil apa kita mau main ke sana, Rio bilang ya mau aja kenapa endak, gitu" Rio bersemangat sekali menjelaskan kepada papanya,
Dan akhirnya merekapun pergi menuju kerumah anak itu namun sebelumnya Andrian memberikan 5 lembar uang berwarna merah kepada anak tersebut, anak tersebut awalnya tidak mau menerima tapi karena Andrian memaksa dengan alasan bisa di gunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari akhirnya anak itu mau menerimanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments