Tidak perlu waktu lama mereka, kedua kendaraan hitam itupun sudah mendekati mereka dan saat mereka memasuki wilayah tempat parkir bandara dia kendaraan itupun segera mengikuti ketempat parkir mereka, lalu orang-orang yang ada di dalam kedua kendaraan itupun segera keluar dan segera menuju ke kendaraan Rio dan papanya.
Tok Tok Tok Tok
Mereka mengetuk kaca mobil Andrian dengan keras.
"Andrian cepat buka pintu mobil ini kalau tidak akan kami pecahkan kaca mobilmu." ucap lelaki bertato
"Tedi?!" gumam Andrian yang masih bisa di dengar oleh Rio
"Papa kenal mereka?" tanya Rio.
"Iya, dia adalah orang yang sangat menentang penemuan-penemuan papa selama ini, dan bagai mana mereka bisa satu kalau saat ini kita disini?" Andrian heran dan tak habis pikir sendiri tanpa memandang wajah Rio.
"Sudahlah Pa, kita cepat keluar saja dari pada mereka merusak kendaraan kita biar urusan cepat beres, lagian wajah apapun sudah berubah mereka tidak akan mengenali kita"
Setelah berucap seperti itu Andrian segera melihat kearah Rio, diapun terkejut karena yang di sebelahnya wajahnya bukanlah Rio sang anak tapi anak lain dan akhirnya Andrianpun segera membuka pintu mobil dan segera keluar.
"Kenapa lama banget apa kamu takut padaku Andrian?!" tanya lelaki yang bertato yang dikenal Andrian sebagai Tedi itu.
"Maaf tuan tadi saya masih mengambil barang-barang kami, dan maaf yang tuan maksud siapa ya? karena saya bukan Andrian seperti yang tuan panggil tadi nama saya Surya dan itu anak saya Fiki" ucap Andrian sambil memandang orang-orang itu.
Lelaki bertato itupun terkejut saat melihat wajah Andrian, karena orang yang saat ini ada di hadapannya bukanlah Andrian yg dia maksud padahal tadi dia yakin sekali kalau yang ada di dalam mobil itu adalah Andrian.
"Siapa kamu, di mana Andrian kamu sembunyikan di mana dia?" tanya laki-laki itu.
"Maaf tuan saya tidak mengerti maksud tuan, siapa yang anda cari karena dari tadi saya hanya berdua dengan anak saya ini, kalau tuan tidak percaya silahkan tuan cek kedalam mobil saya" ucap Andrian.
Akhirnya orang itupun memeriksa mobil Andrian, dan benar saja didalam mobil itu tidak ada siapapun.
"Baiklah saya minta maaf atas ketidak nyamanan ini dan..."ucapan orang itu terhenti karena tiba-tiba Rio memanggil papanya
"Pa ayo cepat nanti kita ketinggalan pesawat, Fiki pingin cepat sampai rumah, Fiki kangen sama mama pa" Rio merengek seperti anak kecil pada umumnya.
"Maaf tuan, benar kata anak saya , kami permisi dulu" ucap Andrian sambil cepat berlalu meninggalkan tempat itu sambil menggandeng tangan Rio.
Sementara itu orang-orang yang sebelumnya mengikuti mereka masih merasa tidak percaya dengan yang mereka alami barusan, karena mereka yakin kalau yang mereka ikuti adalah orang yang selama ini mereka cari.
"Aneh sekali kenapa bisa mereka jadi orang lain padahal aku yakin sekali tadi kalau dia adalah Andrian". Orang bertato itu bergumam sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang pasti tidak gatal.
Sementara itu di bandara saat ini Rio dan Andrian sudah memasuki ruang tunggu setelah mereka memesan tiket ke negara A dan kebetulan jadwal keberangkatan pesawat mereka masih sekitar 2 jam lagi, merekapun memilih untuk mencari tempat yang agak terhalang oleh tempat lain untuk mereka duduk menunggu keberangkatan pesawat mereka.
"Nak papa mau tanya , kenapa tadi waktu di luar kamu nampak terburu-buru sekali, mengajak papa cepat masuk bukankah waktu wajah kita aman?" tanya Andrian pada Rio dengan suara pelan.
"Begini pa, karena benda tadi itu tidak bisa bertahan lama, dia hanya mampu bertahan paling lama 30 menit, setelah itu dia akan normal kembali dan wajah kita akan berubah ke wajah asli kita". jawab Rio
"Lalu tadi itu apa yang kamu kasihkan ke papa?" tanya Andrian lagi.
"Itu hanya tato wajah orang lain, dan jika kita pakai maka wajah kita akan berubah seperti tato itu" jawab Rio
"Lalu apakah tato itu masih ada bekasnya di wajah papa sekarang" Andrian bertanya dengan rasa khawatir takut tato itu masih nampak di wajahnya.
"Papa tenang saja saat waktunya sudah habis maka tato itu akan hilang sendiri seperti perubahan pada wajah kita tadi" setelah mendengar ucapan Rio Andrianpun merasa tenang.
Sekarang udah tau kan benda apa yang di pakai Andrian dan Rio tadi?, ya tato pengubah wajah, jadi sudah tidak penasaran lagi kan????? c u s s s lanjut * * *
Mereka berdua pun mengobrol santai sambil menunggu keberangkatan pesawat mereka, dua jam memang terasa sangat lama bagi mereka menunggu keberangkatan pesawat yang akan mereka tumpangi menuju ke negara A itu.
Namun bukan Rio namanya jika waktu menunggunya hanya di habiskan dengan diam, ada sesuatu yang menarik perhatiannya di dalam bandara itu, sebuah alat yang menurut Rio tidak terlalu di fungsikan disana, Rio menemukan ide untuk mengubah alat itu supaya lebih berfungsi, dia melihat kearah jam tangan yang dia gunakan, waktunya cukup menurut Rio untuknya merubah alat itu menjadi lebih berguna lagi, tapi dia perlu menemui pihak pengelola bandara itu untuk memberi tahu rencananya.
Namun saat Rio akan memberi tahukan kepada papanya Rio melihat orang-orang yang tadi mengejar mereka mulai memasuki ruang tunggu, walaupun saat ini mereka masih agak jauh dari posisi dia dan papanya.
Rio segera memberi kode sama papanya untuk segera menghindar dari pandangan mereka. Andrian yang mengerti dengan tanda dari Rio segera menyelinap di balik salah satu tiang yang ada di sana, kemudian Rio segera mendekati papanya dan menempelkan sesuatu di baju papanya, seketika baju Andrian berubah warna dan modelnya, kemudian Rio meminta papanya untuk menunduk lalu Rio menempelkan sesuatu di pipi papanya. setelah benda itu menempel maka wajah Andrianpun berubah.
Mereka berdua akhirnya duduk kembali dengan tenang, Riopun memberi tahu papanya soal rencana dia yang ingin mengubah alat yang dia maksud tadi, namun Andrian mencegahnya karena, Andrian yakin mereka tidak akan percaya dengan yang dikatakan Rio,karena melihat usia Rio saat ini yang masih di bilang balita pasti banyak orang yang tidak percaya.
Selain itu Andrianpun tidak mau jika kemampuan Rio nantinya akan diketahui banyak orang, karena itu bisa membahayakan Rio sendiri, biarlah pemerintah pusat saja yang mengetahui tentang kemampuan anaknya itu.
Akhirnya waktu yang mereka tunggu-tunggu pun tiba kini mereka sudah berada di dalam pesawat, mereka duduk dengan tenang, karena perjalanan mereka memakan waktu yang lama akhirnya mereka berencana selama didalam pesawat mereka akan gunakan untuk beristirahat.
...****************...
Pesawat pun sampai di negara tujuan mereka , Andrian segera memesan taksi dan meminta untuk segera mengantar mereka ke daerah yang mereka tuju, namun sayang taksi itu menolak untuk mengantar mereka ke tempat tujuan itu, karena dia bilang jika daerah situ sudah bukan rute dia.
Maka Andrian dan Rio pun hanya mengikuti rute terakhir taxi itu, dari situ Andrian dan Rio berganti taksi untuk menuju tempat yang mereka cari, perlu waktu yang cukup lama bagi Andrian dan Rio untuk sampai ketempat tujuan mereka, karena lokasinya yang memang bisa di bilang sangatlah jauh.
Saat mereka sampai di batas suatu daerah atau bisa di bilang desa, taksi itu berhenti dan ternyata Andrian dan Rio harus bertukar kendaraan lagi, kali ini mereka bukan akan mengendarai mobil, karena di situ tidak ada mobil yang tersedia, melainkan kuda-kuda yang berjajar rapi.
Di saat mereka bingung hendak mencari kendaraan, mereka di datangi seorang laki-laki muda yang bisa dibilang tidak begitu tinggi, namun wajahnya masih menunjukkan jika dia masih penduduk daerah itu.
"Ada yang bisa saya bantu tuan" tanya pemuda itu pada Andrian ( anggap saja mereka bicara bahasa Inggris karena author tidak bisa bahasa Inggris ges, h h h h harap ma*klum***in ya author bukanlah orang yang berpendidikan )
" Oh iya, kami mencari kendaraan untuk pergi ke daerah xx" ucap Andrian
"Maaf tuan untuk ke daerah sana tuan tidak bisa mengendarai kendaraan bermesin karena di daerah sana penduduknya tidak ada yang mau di ganggu dengan mesin, di sana semua menggunakan tenaga manusia atau jika tidak mereka menggunakan binatang ternak seperti kuda dan sapi." anak muda itupun menjelaskan kepada mereka .
"Jadi jika kami ingin kesana kami harus pakai apa?"
Akankah mereka menaiki kuda-kuda itu, apakan mereka bisa menunggangi kuda, kita tunggu saja lanjutan ceritanya ya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments