"Jadi kami kesana harus menggunakan kuda-kuda itu?" tanya Andrian.
"Iya tuan , tuan harus menyewa kuda-kuda itu" ucap anak muda itu
"Berapa lama perjalanan dari sini ke daerah itu?" Andrian bertanya kembali untuk memastikan apakah mereka bisa langsung jalan atau harus mencari penginapan terlebih dulu.
"Jika dari sini anda akan menempuh perjalanan selama 4 jam mengendarai kuda dan di perjalanan nanti hanya ada 1 tempat yang menyediakan penginapan itupun kamarnya terbatas tidak terlalu banyak" jawab pemuda itu.
"Baiklah kalo begitu, trimakasih atas informasinya." kemudian Andrian dan Rio berlalu.
Setelah mendapatkan informasi seperti itu, Andrian memutuskan untuk mencari tempat penginapan yang akan mereka pakai untuk istirahat malam ini. Karena besok memerlukan tenaga yang ekstra, apalagi mengingat jika Andrian sudah lama tidak menunggangi kuda.
Setelah mendapatkan penginapan mereka segera mencari kedai yang menyiapkan makanan, karena mengingat waktu sudah menjelang malam mereka bermaksud untuk mengisi perut mereka.
Setelah menemukan kedai yang menjual.makanan mereka berdua segera masuk untuk mencari tempat duduk, tapi sayangnya kursi-kursi yang ada di sana hampir semua penuh dan hanya menyisakan beberapa kursi saja.
Setelah melihat-lihat agak lama akhirnya Andrian menemukan dua kursi yang kosong yang berhadapan dengan sepasang laki-laki dan perempuan, Andrian dan Rio pun mendekati mereka kemudian Andrian meminta ijin untuk duduk di sana.
"Permisi maaf apakah kami bisa bergabung di sini ?" tanya Andrian.
"O tentu saja bisa silahkan, nampaknya anda bukan orang sini ya?" tanya orang yang ada di meja itu.
"Iya benar kami memang bukan orang sini, kami di sini karena ada kepentingan" jawab Andrian kemudian mereka pun duduk di kursi kosong didepan orang itu.
"Kalau boleh tau tuan mau kemana?" tanya orang itu.
"Kami mau ke daerah xx, karena katanya masih jauh makanya kami memutuskan untuk menginap dulu baru besok pagi kami melanjutkan perjalanan", Andrian pun menjawab pertanyaan mereka.
"Kebetulan kamipun dari daerah sana, kami mau pulang kesana tapi kami tadi memutuskan untuk makan dulu, tapi setelah makan kami akan kembali melanjutkan perjalanan." ucap laki-laki itu.
"Apakah tidak berbahaya kita melakukan perjalanan di malam hari?" tanya Andrian.
"Di daerah sini aman tuan, selama ini belum ada kejadian yang merugikan orang lain, tapi kalau tuan memang lebih baik besok pagi saja melanjutkan perjalanannya, karena tuan bersama anak tuan, o iya tuan maaf kalau boleh saya tau ada kepentingan apa tuan ke daerah kami" lelaki itu pun bertanya pada Andrian.
"Kami kesana ingin mencari tanam." kali ini Rio yang menjawab.
"Kalau boleh tau tanaman apa yang akan adek cari? tanya perempuan yang ada di sebelah lelaki didepan mereka.
"Kami sering menyebutnya dengan kode nama tanaman itu dengan kode 2468 dan 1029 dan setahu saya hanya di daerah sana yang membudidayakan tanaman itu." jawab Rio dengan setengah berbisik, karena dia tau nama tanaman itu di manapun dirahasiakan, hanya sedikit orang yang tahu dengan kode dari tanaman itu.
"Siapa kalian sebenarnya hanya orang-orang, penting yang tahu kode tanaman itu dan hanya ada beberapa negara, yang tau dan menggunakannya, dari mana asal kalian? tanya perempuan itu.
"Kakak tidak usah takut kami dari negara I, dan kami mempunyai ijin untuk membeli tanaman itu dari negara ini". jawab Rio sambil mengeluarkan lencana ijin pembelian tanaman itu.
Kedua orang itu terkejut melihat lencana itu, karena setahu mereka yang memiliki lencana seperti itu hanya orang-orang tertentu yang posisinya memang sangat penting di suatu negara, dan keberadaan orang itu selalu di rahasiakan.
"Anda dari negara I?, tapi ...." mereka berdua saling beradu pandang seakan tidak percaya.
"Tapi apa kak?" tanya Rio
"Bukankah orang yang ada di negara itu yang punya lencana itu kami dengar mereka sudah tiada karena suatu kecelakaan, apakah anda tuan chita yang sangat terkenal itu?" tanya laki-laki itu.
"Apakah kakak berdua juga utusan dari pemerintah pusat untuk menjaga daerah itu? Tanya Rio.
Mereka berdua saling pandang lalu menganggukkan kepala mereka serempak.
"Apakah kalian tuan kelelawar dan kakak kupu-kupu ?" tanya Rio pada mereka.
Mereka berdua terkejut mendengarnya, karena hanya beberapa orang mengenal mereka dengan panggilan itu. Kemudian Rio mengeluarkan lencana tanda pengenalnya pada mereka. Kedua orang itu langsung berdiri dan meberi hormat kepada Rio.
"Tolong kalian jaga sikap, saya tidak mau orang-orang memperhatikan kita, duduklah bersikaplah seperti biasa" ucap Rio
"Maafkan kami tuan, karena kami tidak mengenali tuan karena selama ini dalam fikiran kami tuan Chita itu orangnya yang sudah dewasa, maafkan kami sekali lagi tuan." ucap mereka
"Sudahlah, lebih baik sekarang kita makan dulu itu pesanan kita sudah datang" ucap Rio.
Akhirnya makanan yang mereka pesan pun datang dan mereka berempatpun menikmati makanan mereka.
"Maaf tuan kalau boleh biarlah makanan tuan kami yang bayar untuk hari ini, dan kamipun akan pulang besok bersama tuan berdua." ucap lelaki didepan mereka berdua.
"Trimakasih kakak, " ucap Rio.
"Ini suatu kehormatan bagi kami, tuan tidak perlu sungkan" ucap perempuan itu.
"Kakak, jangan panggil saya tuan, saya rasa tidak pantas lebih baik kakak berdua panggil saya adek saja, itu lebih normal saya rasa, supaya tidak terlalu jadi perhatian orang banyak." ucap Rio kepada kedua orang itu.
...****************...
Saat ini mereka berempat bersiap ke daerah yang mereka tuju, kali ini Andrian menunggangi kuda sendirian karena Rio bersama perempuan yang mereka temui dikedai, mereka mengendarai kereta kuda yang memang mereka bawa untuk membawa barang dagangan mereka.
Selama perjalanan Rio dan wanita itu bergurau, sehingga perjalanan mereka tidak terasa, 4 jam pun mereka lalui dan akhirnya mereka saat ini telah sampai di suatu bangunan yang nampak lebih besar dari bangunan-bangunan di sekitarnya.
"Silahkan masuk tuan, kita disini dulu, jika tuan mau jalan-jalan nanti kami akan antarkan tuan berdua." ucap laki-laki itu.
"Semua bahan yang tuan perlukan ada di dalam, tuan tinggal mau pesan berapa banyak bahan-bahan yang ada nanti akan kami siapkan" wanita itu menjelaskan kepada Rio dan Andrian.
"Baiklah kalau begitu, kami akan ikut " ucap Andrian
Akhirnya merekapun melangkah memasuki bangunan itu, di dalam bangunan itu nampak seperti rumah pada umumnya tidak ada bahan-bahan yang mereka bilang tadi, tapi saat Rio perhatikan dengan seksama ada satu ruangan yang agak berbeda dengan ruangan lain.
"Maaf tuan kata tuan, barang yang kami cari ada di sini tapi kami perhatikan di sini kosong tidak ada barang yang kami cari" tanya Andrian pada dua orang itu.
"Pa, papakan seorang arsitek, apa papa tidak meperhatikan kalau ada ruangan yang berbeda dari ruangan lain?" tanya Rio pada papanya.
Saat mendapatkan pertanyaan seperti itu Andrian pun sekali lagi memperhatikan ruangan itu dengan seksama, setelah dia mengetahui Rungan itu di tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Kedua orang itu tersenyum melihat tingkah Andrian.
"Maaf" ucap Andrian
"Tidak apa-apa tuan kami bisa maklum" kata mereka .
"Selain ke dua bahan itu apa tidak ada yang lain yang anda perlukan, seperti kode 0021 atau 0987" tanya wanita itu
"Untuk bahan itu kami masih ada persediaan dan masih cukup" ucap Rio.
"Maaf tuan, kami mempunyai bahan baku baru apakah tuan Chita bisa meneliti bahan kami ini berfungsi untuk apa saja karena pemerintah kami sampai saat ini masih belum selesai menelitinya" lelaki itu.
"Bahan apa itu kalo boleh saya tau?" tanya Rio.
"Nanti kami ambilkan kalo tuan bersedia meneliti bahan itu" ucap wanita disebelah laki-laki itu.
"Baiklah akan saya bantu meneliti bahan itu." ucap Rio.
Bahan apa lagi yang akan di teliti oleh Rio saat ini dan apa saja kegunaannya, kita ikuti kejeniusan Rio selanjutnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments