Beberapa saat setelah mereka berkumpul semua di dalam rumah dan setelah Rio menjelaskan mereka paham kenapa mereka di kumpulkan di sana oleh Rio.
"Lebih baik kita pantau saja pergerakan mereka dari sini", kemudian Rio mengambil sebuah benda yang berbentuk seperti remote kontrol namun berukuran lebih kecil dari remote pada umumnya.
Disaat Rio menekan benda itu tiba-tiba dinding yang berbeda di sebelah kanan mereka berubah menjadi sebuah layar monitor yang sangat besar, kemudian Rio mengambil sebuah laptop jari-jari tangan nya begitu lincah menari-nari di atas laptop itu, sesaat kemudian monitor yang cukup besar itupun menampilkan sebuah pemandangan yang ada di sana, semuanya nampak tercengang merasa kagum, bagai mana tidak dinding yang berukuran 10x 6 meter itu berubah menjadi monitor itu sangat menakjubkan bagi mereka, pasti para pembaca ada yang heran dari mana Rio bisa mendapatkan monitor sebesar itu? iya kan?! bukan Rio namanya kalo tidak bisa mengubah monitor kecil menjadi lebih besar dan begitu juga sebaliknya, oke kita kembali ke kisah awal.
Lalu Rio menekan kembali salah satu tombol yang ada di laptop itu kemudian monitor itu menampilkan situasi yang ada di tepi pantai saat ini.
Setelah menunggu kurang lebih 20 menit mereka melihat beberapa kapal yang berukuran sedang mulai bersandar di pantai, karena memang tidak ada pelabuhan di sana. Dan dari masing-masing kapal nampak turun sekitar 10 orang kemudian mereka semu berkumpul di satu titik.
"Benar dugaanku mereka pasti ada yang singgah kemari untuk menyelidiki tempat ini. Semua kamera aktif", ucapan Rio tersebut seakan menjadi perintah kepada monitor itu, kemudian layar monitor itupun berubah menjadi beberapa bagian kecil seolah mereka di belah-belah. dan setiap monitor menampilkan gambar yang berbeda, itulah kecanggihan alat-alat yang di ciptakan oleh Rio.
Para pembaca tau tidak?, ternyata tanpa sepengetahuan author Rio memasang kamera cctv mini di setiap tempat yang menurut dia perlu di awasi terutama jalan menuju ke arah rumahnya. Haduuuuhhhh author ternyata kecolongan oleh kecerdikan Rio pembaca.
Nex kembali ke kisah utama.
Setelah mengetahui situasi diluar Rio kembali mengambil benda berbentuk kotak kecil dari ikat pinggangnya, lalu dia meletakkan tangannya diatas benda tersebut dan seketika benda itu berubah menjadi besar, orang yang belum pernah melihat tentu saja merasa terkejut tetapi yang udah bisa tinggal bersama Rio mereka sudah tidak terkejut lagi hanya merasa semakin kagum kepada Rio.
"Benar-benar anak yang luar biasa, beruntung sekali negara ini memiliki dia, dan beruntung dia anak yang bisa membedakan mana yang baik dan yang jahat" bisik salah seorang dari utusan pemerintah itu pada temannya
"Iya kamu benar sekali, dan beruntung lagi dia tidak di rekrut oleh orang-orang jahat, kalo sampai itu terjadi aku tidak tau bagai mana keadaan negara ini dengan semua kejeniusannya ini." jawab temannya
"Maaf tuan, anda berdua tidak perlu berbisik-bisik, di ruangan ini apa bila situasi seperti ini suara sekecil apapun saya bisa mendengarnya, karena di ruangan ini Sanya Telah memasang alat khusus" ucapan Rio membuat kedua utusan itu langsung terdiam dan tidak berani berbuat yang aneh-aneh lagi.
Setelah kotak itu di buka, Rio segera mengambil kotak yang lebih kecil lagi dari dalam kotak itu, kemudian menaruh kotak kecil itu diatas kotak sebelumnya setelah di buka isibootak itu membuat semua orang terlonjak kaget.
"Kamera pengintai?!!" serunkedua orang urusan itu serempak
"Apa maksud tuan?!" tanya Andrian kepada kedua orang itu
"Maaf tuan, setau kami benda yang ada di dalam kotak itu yang berbentuk seperti lebah, adalah drone yang dilengkapi dengan kamera pengintai, dan di dalam satu lebah itu terdapat 100 dron, karena di markas kami, kami mempunyai alat seperti itu, jika ini benar, apakah markas kami juga mendapatkan dari tuan Chita ?" tanya salah satu dari utusan itu kepada Rio.
"Iya, tuan benar, disini ada 1000 dron pengintai mini yang sudah saya sempurnakan dan dalam setiap bentuk dron yang saya ciptakan ini memiliki fungsi yang berbeda-beda, selain sebagai pengintai mereka juga bisa menyamar, contohnya seperti yang berbentuk bunglon ini dia bisa menyerupai siapa saja yang dia tempeli, bahkan jika yang dia tempeli itu adalah manusi dia juga bisa membaca dan menjalankan apa yang ada di fikiran orang tersebut.
"Wau itu sangat luar biasa sekali tuan Chita sungguh luar biasa" utusan itu merasa semakin kagum dengan ejeniusan yang di miliki Rio.
"Lihatlah mereka semua telah menyebar kesemua penjuru", lalu Rio mengambil beberapa drone pengintai yang ada didalam kotak, dia memilih yang berbentuk seperti lalat. "Kalian berpencar ikuti pergerakan musuh"
Dengan cepat drone-drone itu terbang dan berpencar kesegala arah sesuai perintah Rio.
"Gawat,! mereka akan segera sampai di perkebunan kita kek bisa-bisa mereka nanti merusak Tamanan kita karenaerwka tidak bisa melihat tanaman-tanaman itu. Tapi aku ada ide apa kakek dan bang Anton bisa membantu saya?" tanya Rio kepada Anton dan sang kakek.
"Asal kami bisa membantu dengan senang hati akan kami bantu nak" ucap sang kakek
"Iya benar kami siap membantu kapanpun kami di perlukan" ucap Anton
"Baiklah kalo begitu, apa bisa kakek sama Abang mendekat kemari sebentar?"tanya Rio . Kedua orang itu mendekat kearah Rio , kemudian Rio mengambil drone pengintai yang berbentuk seperti bunglon lalu menyerahkannya kepada Anton dan kakeknya.
"Letakkan ini di atas telapak tangan Abang dan kakek, tapi jangan di genggam biarkan begitu selama 5 menit" merekapun mengikuti kata-kata Rio, setelah 5 menit dron itu terbang kemudian berhenti.
"Abang sama kakek saya minta kepada Abang dan kakek saat ini untuk memikirkan jika Abang dan kakek sedang berdiri dan bersiap untuk keluar rumah untuk menuju kebun nanti kita takut-takuti mereka supaya mereka cepat meninggalkan tempat ini, untuk abang jika Abang sudah sampai kebun Abang bisa temui mereka dan pura-pira Abang lagi menggembala kambing nanti di sana akan muncul sendiri beberapa ekor kambing sesuai yang ada di fikiran abang, lalu fikirkan kalo Abang bisameng hilang, begitu juga kakek, kakek bisa seakan akan kakek ini sedang berladang entah menyangkul atau menam sesuatu di sana nanti setelah mereka melihat kakek dan mungkin mereka bertanya sesuatu lalu kakek fikirkan kakek menghilang dan muncul lagi membawa sesuatu pokoknya kita kerjain mereka supaya takut, kakek dan Abang bisa kan?" tanya Rio penuh harap
"Insya Allah kami bisa" jawab sang kakek dan di angguki oleh Anton.
Kemudian mereka berdua mulai fokus dan memikirkan sesuai yang Rio arahkan tadi, dan yg membuat mereka takjub dron yang tadinya terbang dan berhenti kini berubah menjadi kakek dan Anton kemudian mereka tiba-tiba menghilang dan setelah dilihat di monitor mereka ternyata telah sampai di ladang mereka, dengan arahan yang telah Rio sampaikan tadi, mereka pun menjalankan misi dengan baik.
Beberapa saat kemudiansekitar 5 menit orang-orang itu telah sampai disana 3 orang bertemu dengan Rio dan 3 orang lagi bertemu dengan kakek lalu mereka bertanya kepada kakek.
"Maaf kek apa kakek disini tinggal sendiri atau dengan keluarga?"tanya salah seorang dari mereka
"Saya di sini tinggal dengan keluarga saya, ada apa ya nak? terdengar suara kakek padahal kakek yang asli hanya berbicara di dalam hatinya.
"Selain kakek dan keluarga apakah ada orang lain yang tinggal di sini kek? tanya mereka lagi
" Selama saya tinggal di sini saya tidak pernah bertemu dengan orang lain nak, maaf nak hari sudah siang saya mau pamit pulang takut istri saya nanti nunggu di rumah" setelah mengatakan hal itu tiba-tiba kakek itu menghilang yang membuat mereka bingung dan mulai merasa takut, tapi tiba-tiba kakek itu muncul kembali dengan membawa potongan kepala manusia dan mendekati ke tiga orang itu, mereka bertiga merasa sangat ketakutan dan tanpa mereka sadari mereka mengarahkan senjata mereka kepada kakek.
Lalu apa Yang kan terjadi selanjutnya kepada kakek ya?, kita nantikan saja cerita selanjutnya🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments