Dengan langkah lebar mereka berdua segera menuju kendaraan milik Rio itu dan Rio langsung melajukan nya dengan kecepatan sedang walaupun buru-buru Rio tidak mau melaju dengan kecepatan penuh, karena dia takut Anton akan takut dia mencari aman saja kali ini.
15 menit setelah itu mereka telah sampai di tempat yang mereka tuju, Anton merasa heran dengan tempat itu dia merasa pernah melalui tempat itu waktu mencari lahan yang cocok untuk bercocok tanam bersama kakek dan Andrian tetapi saat itu di tempat tersebut belum ada air laut yang masuk ke dalam pulau itu dan disana belum ada bangunan yang seperti pelabuhan kapal tersebut, sedangkan saat ini di sana terdapat bangunan seperti pelabuhan walaupun tidak sebesar pelabuhan pada umumnya.
Dan yang membuat Anton merasa lebih aneh lagi bagai mana air laut itu bisa masuk ke dalam pulau? "ahh entahlah mungkin ini kerjaan si anak jenius ini, lebih baik nanti saja aku bertanya " pikir anton
"Nah bang, ini hadiah untuk Abang ,Rio bikinkan Abang pelabuhan supaya nanti Abang dan kakek bisa menjual dari hasil panen Abang ke pulau lain, dan ini sekalian dengan kapal dagang ini untuk kendaraannya. nanti mobil bisa langsung Abang masukkan kedalam kapal ini" ucap Rio sambil menyerahkan miniatur kapal kepada Anton Anton menerimanya dengan ragu-ragu.
"Kenapa bang? apa Abang tidak suka?" tanya Rio
"Bukan gitu Yo, Abang merasa tidak pantas menerima semua ini, Abang dan keluarga Abang sudah banyak merepotkan keluarga kamu, banyak barang-barang yang telah keluargamu berikan pada keluargaku, sedangkan kami hanya orang asing yang numpang hidup pada kalian, dan ini semua rasanya Abang tidak pantas menerimanya." kata-kata yang di ucapkan anton membuat Rio menahan emosinya.
Dengan menyilangkan kedua tangannya di depan dada Rio memandang antong dengan penuh rasa kecewa.
"Jadi selama ini Abang menganggap kami ini orang asing?, Rio tidak percaya abang berfikir seperti itu sedangkan Rio sendiri tidak pernah mempunyai pemikiran seperti itu kepada keluarga Abang, Rio selama ini menganggap Abang benar-benar saudara Rio begitu juga dengan Andi dan Safitri mereka semua Rio anggap saudara, tapi ternyata Abang menganggap Rio dan keluarga Rio ini orang asing, terus terang bang Rio kecewa pada Abang." Rio melangkah meninggalkan Anton yang masih berdiri di tempatnya.
"Tapi tenang saja bang walaupun Abang telah mengecewakan Rio, hadiah itu tidak akan Rio minta kembali, tolong Abang letakkan kapal itu ke air supaya Rio bisa merubah bentuknya." pinta Rio pada Anton kemudian Anton melakukan sesuai dengan permintaan Rio.
"Sekarang sudah beres, terserah Abang sekarang mau Abang pakai atau tidak kapal itu tapi aku tidak akan menarik kembali hadiah yang sudah aku berikan." ucap Rio masih dengan nada emosi "sebaiknya kita segera pulang"
Kemudian mereka berdua melangkah menuju kendaraan yang mereka tumpangi tadi, namun sepanjang perjalanan pulang mereka sama sekali tidak ada yang bersuara. sampai di rumah pun mereka masih saling diam.
Sebenarnya Anton merasa tidak enak melihat sikap Rio yang seperti itu, tapi dia sadar jika sikap Rio yang seperti itu juga karena kesalahan dia sendiri.
Sementara itu Kiara yang tanpa sengaja melihat kedatangan kedua anak itu merasa heran dengan tingkah keduanya Rio yang memasang wajah dinginnya, dan Kiara tau betul jika Rio sudah memasang wajah itu berarti ada yang membuat dia merasa marah atau kecewa, sedangkan Anton yang berjalan menunduk di belakang Rio membuat Kiara merasa ada sesuatu yang terjadi diantara mereka berdua dan diapun menghampiri anaknya.
"Ada apa sayang, kayaknya ada masalah?" tanya Kiara pada sang anak.
"Tidak ada apa-apa ma , Rio capek mau istirahat di kamar, tolong jangan ada siapapun yang ganggu Rio". kemudian Rio dengan cepat berjalan menuju ke kamarnya, dan segera menutup kembali pintu kamar setelah dia masuk.
Kemudian Kiara menoleh kearah Anton dan mendekatinya, kiarapun kemudian menanyakan tentang perubahan sikap Rio barusan karena setau Kiara Rio baru jalan berdua dengan Atong yang katanya mau memberi kejutan kepada Anton tapi ternyata Rio pulang dengan keadaan emosi itu yang membuat Kiara merasa bingung karena selama ini mereka berdua tidak pernah bertengkar.
"Apa yang terjadi dengan Rio ton?, kenapa datang-datang dia sikapnya aneh gitu?" tanya Kiara pada Anton .
"E m m m, begini bu" akhirnya Anton pun menceritakan semua kejadian yang membuat Rio berubah seperti itu.
Setelah mendengarkan semua kisah kejadiannya kiarapun memahami perasaan sang putra." ya memang ton kami disini keluarga tidak pernah menganggap kalian ini orang lain apalagi beban, justru kami disini merasa senang karena kami disini ada kawan. kami bersyukur kalian mau menemani kami hidup di pulau terpencil seperti ini, dimana pulau yang jauh tidak ada manusia sama sekali di sini tapi kalian tetap mau menemani kami, walaupun kalian dulu hidup di kota dan dengan banyak tetangga.
"Tapi Bu dengan kami mengikuti keluarga anda kesini lah kehidupan kami menjadi lebih layak, kami tak lagi merasakan kelaparan, apalagi dengan fasilitas-fasilitas yang sudah keluarga anda berikan mempermudah kami bekerja kalo kami tetap tinggal di kota sampai kapanpun kami tidak akan pernah dapat memilikinya jangankan memiliki untuk bermimpi membelinya saja saya tidak akan pernah berani, terutama kepada Rio saya sangat berhutang Budi padanya, itulah kenapa saya merasa sangat berhutang Budi pada keluarga anda bahkan walaupun saya mengabdi kepada keluarga anda seumur hidup pun saya tidak akan pernah bisa membalasnya." penjelasan Anton yang seperti itu membuat Kiara merasa ada sesuatu yang menyumbat dalam dadanya.
"Nak, jangan pernah sekali lagi kamu mempunyai pemikiran seperti itu, kamu dan kedua adikmu udah mama anggap anak-anak mama walaupun kalian memanggil ibu, mama tidak masalah itu sama saja, dan untuk kakek dan nenek mama dan papa sudah menganggap mereka sebagai orang tua kami sendiri, karena kedua orang tua mamadan papa sudah tidak ada semua maka kakek dan nenek kami anggap sebagai pengganti mereka, dengan kedatangan kalian di kehidupan kami, kami sangat bersyukur karena hidup kami serasa lengkap." Kiara sudah tidak bisa menahan gejolak dalam dadanya dan diapun tak dapat membendung air mata yang kemudian meluncur membasahi pipinya, Kiara menangis sambil memeluk Anton.
Sementara itu Rio yang menyaksikan kejadian itu diapun tak bisa menahan air matanya, ada rasa kecewa yang dia rasakan yang ada di dalam dadanya, kecewa kepada Anton kenapa dia tidak bisa menerima Rio sebagai saudaranya, kemudian Rio menuju ruang rahasia yang telah dia ciptakan dengan bantuan alat-alat canggihnya itu, ruangan itu hanya mama dan papanya yang tau.
Setelah sampai di di ruangannya Rio menyibukkan diri dengan semua alat-alat yang ada di sana entah apalagi kali ini yang akan Rio bikin dia hanya ingin melupakan kejadian itu dengan benda-benda mainannya itu. Ya semua alat-alat itu sudah Rio anggap sebagai benda mainan olehnya, bahkan semenjak dia belum mengenal Anton dan keluarganya Rio sudah bermain dengan mainan-mainannya itu.
Sudah tiga hari Rio tidak keluar dari dalam kamarnya, bagi kedua orang tuanya itu sudah hal biasa tapi bagi Anton itu sudah membuatnya khawatir. karena tiga hari itu juga Rio tidak ada keluar untuk makan, apakah Rio tidak lapar, apakah ada manusia yang mampu tidak makan selama 3 hari, bagai mana jika nanti Rio pingsan di dalam kamarnya. segala macam fikiran buruk ada di dalam kepala Anton namun dia tidak berani berbuat apa-apa,
Kemudian dia memberanikan diri bertanya kepada Andrian. "Pak kenapa Rio tidak keluar dari kamarnya beberapa hari ini apa dia tidak lapar?."
"Biarkan dia Anton, dia kalau sudah begitu tidak mau di ganggu biasanya sampai satu Minggu dia tidak keluar dari kamarnya, itu sudah hal yang biasa , dia akan baik-baik saja di sana jangan khawatir." ucap Andrian kepada antong dengan nada lembut.
Sementara Rio yang masih asik berkutat dengan mainan-mainannya, kini merasa perutnya minta di isi, kemudian dia menuju kesebuah benda kotak yang tidak terlalu besar dan membuka benda itu, dia mencari-cari sesuatu di sana namun yang di carinya nihil tidak dia temukan, tiba-tiba dia memukul keningnya sendiri.
Kira kira benda apa yang di cari Rio di dalam kotak itu ya? ada yang penasaran ikuti terus cerita Rio ini ya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments