Dengan langkah lesu Rio keluar dari kamarnya, dia melangkah menuju ke ruang makan dan ternyata di sana seluruh keluarganya sudah berkumpul untuk sarapan.
"Pagi semua," ucap Rio dengan lesu
"Pagi " semua menjawab dengan serempak
"Ada apa nak pagi ini kamu nampak lesu sekali, apakah ada masalah? tanya Andrian.
"Iya pa, tapi sudahlah nanti saja Rio membahasnya sekarang Rio mau makan dulu, Rio sudah lapar". ucap Rio kembali
Akhirnya mereka memulai sarapan mereka di pagi itu dengan penuh semangat. Setelah selesai mereka sarapan pagi mereka berkumpul di ruang keluarga sebentar.
"Ada apa nak?, apa ada masalah?, apa ada yang bisa papa bantu?. tanya Andrian.
"Iya pa, ada masalah yang harus Rio selesaikan dalam waktu dekat, karena itu sangat penting". ucap Rio
"Ada apa nak?, katakan siapa tau kami di sini bisa membatu". ucap kakek Umar tiba-tiba menawarkan bantuan.
"Terima Kasih kek, tapi masalah ini hanya papa yang bisa bantu, dan ini sangat rahasia untuk saat ini, namun ada kemungkinan saya akan meminta bantuan semuanya suatu saat nanti, tapi untuk saat ini mungkin belum". ucap Rio kemudian.
"Baiklah kalo begitu nak, kapanpun jika kamu membutuhkan bantuan kami, jika kami mampu akan kami bantu dengan senang hati", ucap kakek. " Dan sekarang kakek dan Anton mau kekota untuk menjual hasil tanaman kita dan mungkin kakek nanti akan pulang membawa binatang ternak jika diijinkan" ucap kakek dengan ragu
"Wah bagus itu kek, tentu saja di ijinkan, biar makin seru nanti di sini". ucap Andrian.
"Bang Anton sudah bisa mengoperasikan kendaraan kemarin?"tanya Rio.
"Sudah selama tiga hari ini bapak mengajarkan Abang untuk mengoperasikannya, dan sekarang Abang sudah bisa maka dari itu Abang mau ke kota sama kakek untuk menjual hasil panen kita". ucap Anton.
"Iya nak Anton termasuk anak yang cepat mempelajari hal baru, dia cepat bisa kalo di ajari apapun itu". ucap Andrian
"Baguslah kalo Abang sudah bisa mengoperasikan kendaraan itu, kalo nanti Abang di ikuti orang Abang segera menepi ke dekat batu karang yang besar atau sebuah pulau, dan jangan lupa Abang aktifkan mode siluman maka mereka tidak akan bisa melihat kapal Abang, saya hanya ingin kita aman dari orang-orang yang berniat jahat kepada kita". ucap Rio menjelaskan pada Anton karena Rio masih belum mau keberadaannya di ketahui oleh lawan mereka.
"Baiklah Abang akan selalu ingat kata-kata Rio, sekarang Abang sama kakek pergi dulu" ucap anton.
Anton pun minta ijin untuk segera berangkat ke kota, tepatnya ke pulau lain yang sudah ramai penduduknya dan menjadi sebuah kota, akhirnya Anton dan kakeknya pun berangkat membawa hasil panen mereka, karena hasil panen mereka yang lumayan banyak dan tidak habis di olah sendiri maka mereka menjualnya ke pulau lain yang ramai penduduknya.
Saat ini tinggallah Rio dengan ayahnya di ruang keluarga itu karena Kiara dan nenek sudah kembali ke dapur lagi untuk melanjutkan aktifitas mereka sebelum mereka ke kebun.
Sedangkan kedua adik Anton yaitu Andi dan Safitri mereka sudah lebih dulu menuju ke kebun untuk bermain, karen kebun mereka tidak seberapa jauh dari rumah maka mereka tidak terlalu khawatir, karena jika ada sesuatu yang menurut mereka berbahaya mereka sudah tau apa yang akan mereka lakukan.
Andi yang usianya sepantaran dengan Rio dia termasuk anak yang giat dan rajin, dia sering penasaran dengan segala macam tumbuhan yang ada di daerah itu, begitu juga Safitri meskipun usianya masih balita tapi dia juga sama dengan Andi sering penasaran dengan berbagai tumbuhan bahkan mereka sering membawa tumbuhan yang menurut mereka Aneh, dan meminta Rio untuk menelitinya.
Sekarang kembali lagi ke Rio dan papanya, yang saat ini berada di ruang keluarga untuk membahas masalah yang sedang Rio hadapi.
"Sekarang katakan nak apa yang perlu papa bantu!". ucap Andrian
"Rio perlu bantuan papa untuk menemani Rio ke negara A, dan jangan lupa papa membawa alat papa untuk mengecek tanah nanti." ucap Rio.
"Alat pengecek tanah untuk apa nak?" tanya Andrian dengan heran.
"Begini pa, Rio memerlukan bahan-bahan suplemen yang biasa Rio bikin, karena kebetulan persediaan suplemen Rio kehabisan, dan pemerintah kota meminta juga suplemen itu dalam jumlah banyak, dan kebetulan bahan-bahannya tidak semuanya ada di sini, kita memerlukan beberapa bahan lagi untuk membuatnya, kebetulan di pulau ini Rio menemukan bahan utama pembuatan suplemen itu dan Alhamdulillah di pulau ini bahan itu sangat melimpah, namun ada 2 jenis yang belum ada di pulau ini, untuk itu nanti kita beli bahan bakunya di negara A, dan Rio akan membeli bibitnya nanti di sana, kebetulan Rio sudah menyelidiki di daerah mana bahan itu di Budi dayakan, nanti papa ambil sedikit tanah nya untuk kita teliti, cocok apa tidak dengan tanah disini, kalau memang tidak cocok maka kita akan mencari dimana perbedaannya, kita nanti samakan unsur-unsur tanahnya supaya bisa kita tanami". setelah semua di jelaskan oleh Rio Andrianpun paham maksud anaknya.
Merekapun menyiapkan segala keperluan mereka dengan cepat setelah itu mereka segera memberi tau Kiara jika mereka akan ke negara A.
"Ma, papa sama Rio sekarang mau ke negara A" ucap Andrian kepada Kiara yang saat itu sedang membersihkan taman samping rumah mereka.
Kiara yang mendengar itupun terkejut." Apa pa?, kenegara A?, kenapa tiba-tiba sekali ? apa tidak bisa di tunda?" tanya Kiara pada sang suami.
"Tidak ma, ini tidak bisa di tunda karena ini untuk memenuhi permintaan dari pusat, dan Rio hanya punya waktu dua Minggu kedepan untuk menyelesaikannya, sedangkan ada beberapa bahan yang Rio kehabisan stoknya, jadi Rio harus segera mendapatkan bahan itu." Rio menjelaskan pada mamanya.
"Memangnya pusat meminta berapa banyak, sampai kamu bilang waktu dua Minggu itu waktu yang singkat biasanya kamu cukup 3 tau 4 hari untuk membuat dalam jumlah 3 atau 4 ribu butir." ucap Kiara karena memang jika pusat membutuhkan jumlah 3 atau 4 butir maka Rio hanya memerlukan waktu sekitar 3 atau 4 hari saja.
"Iya ma itu kalau bahannya ada, sedangkan ini ada beberapa bahan yang adanya hanya di negara A dan kita akan mencari ya kesana, dan kali ini yang di minta pusat bukan hanya 3 atau 4 ribu tapi 500 ribu, karena saat ini mereka akan menambah pasukan yang menjaga perbatasan". ucap Rio
Mendengar penjelasan Rio bukan hanya Kiara yang terkejut namun juga Andrian bagai mana pusat memberikan tugas begitu berat kepada anak balita seperti putra mereka ini apa yang pusat pikirkan, begitulah pikiran Kiara dan Andrian saat ini. Akhirnya kiarapun mengijinkan mereka pergi karena mendengar waktu Jan jumlah yang pusat minta.
Andrian dan Riopun akhirnya meluncur menggunakan jet priBadi yang Memang sudah di rancang khusus oleh Rio bahkan kecepatannya melebihi pesawat tempur, dalam waktu yang singkat mereka sudah sampai di kota tujuan mereka, apabila menggunakan pesawat terbang biasa mereka memerlukan waktu 3 jam maka dengan mengendarai jet pribadi ini mereka hanya memerlukan waktu sekitar 35 menit saja.
Saat mereka mengendarai kendaraan mereka menuju bandara, tanpa mereka ketahui mereka di ikuti oleh 2 mobil warna hitam, dan ternyata mereka adalah orang-orang yang berniat buruk pada mereka.
"Ayo cepat ikuti mereka, jangan sampai kita kehilangan jejak mereka lagi, sudah berbulan-bulan kita mencari mereka dan sekarang mereka sendiri yang muncul dihadapan kita." ucap laki-laki yang ber badan besar dan bertato di lengan kirinya itu.
"Apa tuan yakin itu dia? bukankah mereka sudah dinyatakan hilang di laut dan tidak di temukan". tanya laki-laki yang berambut cepak.
"Aku yakin, dan sangat yakin sekali itu mereka, karena aku ingat betul wajah Andrian." ucap lelaki bertato.
"Baik tuan, saya akan mengejar mereka, lalu segera kita tangkap mereka" lelaki berambut cepak itupun segera melajukan kendaraannya dengan cepat untuk mengejar kendaraan yang di tumpangi Andrian dan Rio.
Saat sudah dekat dengan bandara Rio baru menyadari kalau ada dua kendaraan yang mengikuti mereka. Riopun berpikir dengan cepat karena untuk menambah kecepatan mereka tidak mungkin karena situasi jalan yang memang agak sedikit padat, selain itu bandara pun Sudah nampak walaupun mereka menambah kecepatan kendaraan mereka akan tetap tau kalo mereka akan ke bandara.
Maka Rio dengan cepat mengambil sesuatu dalam saku bajunya, dia mengeluarkan sebuah kotak tipis terbuat dari plastik dan mengeluarkan isinya lalu meminta Andrian untuk makainya.
"Apa ini nak?" tanya Andrian pada sang anak.
"Sudah pa cepat pakai, ini situasi gentong kita di ikuti dua mobil hitam dari tadi".
"Apa itu mereka?, papa kira mereka dari tadi itu hanya pengemudi biasa yang searah tujuan dengan kita" ucap Andrian.
"Lebih baik kita pakai dulu, kita lihat sebentar lagi kalo mereka tidak mengikuti kita kita aman tapi kalau mereka memang mengikuti kita ini untuk jaga-jaga." ucap Rio
Akhirnya mereka berdua memakai benda yang Rio ambil dari dalam saku bajunya tadi. Kira-kira benda apa yang di pakai mereka ya
di episode berikutnya akan author beri tau benda papa itu.
Mohon maaf untuk semuanya, karena author lama tidak update, karena kepentingan keluarga yang bikin author tidak cukup waktu untuk mengetik cerita, mohon maaf semuanya🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments