Saat memasuki gedung mereka sangat terkejut dengan keadaan gedung yang porak poranda, mereka tidak melihat ada siapapun di sekitar situ, lalu mereka mencari keluar gedung namun tidak jauh dari gedung itu tepatnya arah samping kanan gedung agak kebelakang terlihat ada enam orang yang sedang beradu pedang, lalu dengan cepat mereka mendekati tempat itu.
"Maaf tuan, lebih baik saat ini tuan sembunyi dulu, sepertinya mereka itu lawan yang lumayan tangguh, biar saya membantu mereka" ucap kelelawar.
"Tunggu tuan kelelawar, sepertinya saya mengenal orang-orang itu biar saya yang kesana menangani ini semua." ujar Rio.
"Baiklah tuan kalau itu keinginan tuan." ucap kelelawar.
Riopun menghampiri mereka yang saat ini sedang bertarung, saat Rio melihat salah satu yang sedang bertarung Rio sangat terkejut dengan cepat Rio berteriak untuk menghentikan pertarungan mereka.
"Hentikan pertarungan kalian!!, sudah cukup"
Saat mendengar suara Rio semua orang yang sedang bertarung berhenti seketika, dan menoleh kearah sumber suara, saat mengetahui siapa yang menghentikan mereka orang asing yang baru mereka lihat itu segera berlari menuju kearah Rio.
Kupu-kupu, kelelawar, Andrian dan juga anak buah kupu-kupu terkejut dan ingin segera menghentikan mereka namun mereka terlambat mencegah ketiga orang itu, karena saat mereka sadar ketiga orang itu sudah mengelilingi Rio, kemudian salah satu dari ketiga orang itu mendekati Rio.
"Hati-hati tuan Chita " ucap kelelawar dengan suara lantang.
"Tidak perlu khawatir mereka bukan lawan tetapi kawan, selamat sore mayor" sambil menjabat tangan laki-laki yang ada di hadapannya itu
"Selamat sore Chita maafkan kami atas kunjungan kami yang tiba-tiba ini".ucap laki-laki itu.
"Maaf mayor, apakah ada hal penting sehingga mayor mencari saya sampai ke sini?" tanya Rio karena dia tahu betul jika orang di hadapannya ini sampai turun ke lapangan sendiri berarti ada hal yang sangat penting dan darurat.
"Benar, pusat menginginkan anda segera ke markas karena ada satu hal yang sangat penting dan mendesak" ucap laki-laki itu
"Kalo boleh tau hal penting apa itu? apakah saya boleh tahu sekarang?" tanya rio.
"Maaf seperti yang telah anda ketahui sebelumnya, jika hal-hal seperti ini merupakan hal yang di rahasiakan" ucap laki-laki itu.
"Baiklah kalo boleh saya tau berapa waktu yang tersisa untuk saya yang di berikan oleh pusat?" tanya Rio.
"Pusat memberi waktu 48 jam dari keberangkatan kami untuk menemui anda, tetapi karena anda tidak berada di markas anda kamipun menyusul kesini setelah mendapat informasi dari ibu anda". ucap laki-laki yang di panggil mayor itu.
"Baiklah kalo boleh tau sisa berapa jam lagi waktu saya yang diberikan?" tanya Rio kembali
"Untuk saat ini sisa waktu anda tinggal 16 jam yang tersisa" ucap sang mayor.
"Baiklah, sekarang lebih baik anda dan anak buah anda segera kembali ke markas, saya akan segera menyusul dengan kendaraan pribadi saya, namun sebelumnya saya akan menyelesaikan urusan saya dulu di sini" ucap Rio dengan tegas.
"Baiklah kalau begitu kami undur diri, saya harap anda berhati-hati kami menunggu anda di markas besar" ucap sang mayor kemudian dia berjabat tangan dengan Rio.
Ketiga orang itu kemudian berjalan pergi meninggalkan tempat itu, sementara Rio kembali menemui papa dan kelelawar, kemudian dia menuju kembali ke gedung yang tadi berantakan, sesampai di sana beberapa orang sedang membereskan bekas kekacauan yang terjadi.
"Maafkan saya tuan Chita, saya tidak mengetahui jika mereka adalah reka kerja anda, saat mereka menanyakan keberadaan anda dengan paksa saya langsung mencurigai mereka jika mereka adalah orang jahat yang ingin mencelakakan anda, sekali lagi maafkan saya." kupu-kupu pun meminta maaf atas kecerobohannya tadi.
"Sudah tidak apa-apa, sekarang cepat persiapkan barangnya, karena saya harus cepat kembali ke negara saya." ucap rio.
"Baik tuan sebentar lagi akan selesai, tapi tuan barang ini sangat banyak bahkan biasanya saya membawa 30kg saja sudah 1 kereta kuda, bagai mana anda akan membawanya nanti tuan?" Kupu-kupu bertanya kepada Rio.
"Anda tidak usah khawatir, saya ada tempat khusus untuk menyimpan barang-barang itu, sekarang saya minta secepatnya di kemas karena waktu saya tidak banyak." ucap Rio.
Setelah semua bahan selesai di kemas dan di rapikan kemudian Rio segera membayar bahan-bahan itu.
" Pa, tolong papa masukkan barang-barang itu ke koper papa papa paham kan?" tanya Rio kepada papanya dan meminta tolong sama papanya untuk segera memasukkan barang-barang itu ke koper papanya.
Dengan segera Andrian mengambil benda berbentuk koper kecil yang ada di ikat pinggangnya dan meletakkannya di lantai kemudian dia meletakkan tangannya ke koper itu dengan seketika koper itu berubah menjadi besar, semua orang yang ada di situ melihat hal itu merasa terkejut dan juga kagum .
Setelah koper itu berubah menjadi lebih besar Andrianpun mendekati barang yang sudah di kemas rapi kemudian dia mengarahkan jam tangannya ke barang-barang itu dan seketika barang-barang itu menyusul menjadi lebih kecil lagi yang ada di situ dikejutkan lagi dengan pemandangan itu, lalu Andrian memasukkan barang itu ke koper tadi.
"Luar biasa, siapa yang membuat barang-barang super canggih seperti ini tuan?" tanya kelelawar kepada Andrian.
"Yang membuat barang ini ad... " ucapan Andrian terpotong saat di di panggil oleh Rio untuk segera bersiap karena mereka akan segera kembali ke negara mereka.
"Pa, kalau sudah selesai cepat kita kembali ke negara kita, karena aku sudah di tunggu di markas besar dan waktuku hanya sisa 14 jam lagi kita harus cepat bergegas." Rio menjelaskan pada papanya jika mereka harus cepat.
"Maaf Chita jika waktu anda sisa 14 jam apakah akan terkejar, sedangkan dari sini ke perbatasan daerah saja 4 jam belum lagi anda harus naik taksi dan pesawat yang bukan sebentar" kelelawar berusaha mengingatkan waktu yang harus di tempuh oleh Rio dan papanya.
"Jika anda mengijinkan kami menggunakan kendaraan pribadi kami maka saya tidak akan kehabisan waktu, apakah saya bisa menggunakan kendaraan pribadi saya di sini?" tanya Rio kepada kelelawar.
Sebenarnya kelelawar ingin menolak permintaan Rio, tapi karena dia merasa.penasaran dengan kendaraan yang di miliki Rio maka diapun terpaksa mengijinkan Rio untuk menggunakan kendaraan pribadinya.
"Baiklah saya mengijinkan Chita untuk menggunakan kendaraan pribadi anda" ucap kelelawar
"Trimakasih tuan kelelawar atas ijin anda" Riopun menanggapinya dengan senang hati kemudian dia mengeluarkan sebuah kotak kecil dan membuka kotak tersebut lalu dia mengambil salah satu koleksi kendaraan yang ada di dalam kotak itu, lalu dia meletakkan di tanah, dan memencet salah satu tombol yang ada di sana, seketika kendaraan yang awalnya hanya seperti sebuah mainan sekarang sudah berubah bentuk menjadi lebih besar.
"Terimakasih tuan dan kakak atas bantuan kalian, sekarang kami pamit dulu, suatu saat jika saya kesini akan saya bawakan barang yang akan berguna di sini sebagai tanda terimakasih saya." Rio dan papanya pun akhirnya memasuki kendaraan itu setelah berpamitan kepada semua orang yang ada di sana.
Tanpa suara, tanpa getaran kendaraan itupun melesat bagaikan kilat, semua orang yang ada di situ merasa kagum saat melihat kendaraan itu melesat, bahkan mereka tidak ada satupun yang sadar jika kendaraan itu sudah dinyalakan karena memang tidak ada suara saat kendaraan itu di aktifkan.
"Kendaraan yang luar biasa, seandainya kita bisa memiliki salah satu kendaraan rancangan Chita pasti kita sangat beruntung" ucap kelelawar pada kupu-kupu.
"Ya, anda benar sekali, tapi entah kapan kita bisa memiliki kendaraan seperti itu, rasanya sangat mustahil kita dapat memilikinya." ucap kupu-kupu juga.
Sementara itu Rio dan Andrian, yang berada di dalam kendaraan, tiba-tiba jam tangan Rio ber bunyi, ada yang mencoba menghubunginya lewat jam tangan itu.
Kira-kira siapakah yang menghubungi Rio, apakah Rio masih bisa mengejar waktu tersisa untuk menyelesaikan masalah yang ada?. tunggu kelanjutannya ya.... trimakasih🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments