Waktu pun dengan cepat berlalu, saat ini sudah menunjukkan pukul 07:30 waktu setempat, Andrian dan keluarga sudah bersiap-siap untuk berangkat menuju pelabuhan dimana di sana nantinya sudah ada kapal laut yang akan membawa dia dan keluarganya menuju pulau baru,.
"Udah siap semuanya?" tanya Andrian pada anak dan istrinya sambil memasukkan koper yang akan mereka bawa kedalam mobilnya.
"Udah pa", jawab sang istri sambil mendekat kearah mobil sambil menggandeng tangan anaknya.
Kini Andrian beserta anak dan istrinya sudah siap di dalam mobil, mereka bersiap untuk berangkat menuju pelabuhan namun tiba-tiba Rio menghentikan papanya yang baru saja akan menyalakan mobil.
"Tunggu pa" ucap Rio pada papanya
"Ada apa nak?" Andrian merasa heran dengan sikap anaknya yang tiba-tiba menghentikannya
"Ini untuk papa, dan yang ini untuk mama," Rio menyerahkan benda kecil yang berbentuk bulat sebesar kelereng tetapi ada rantai yang yang mengikatnya dan seperti ada sebuah tombol yang ada di sana.
"Ini apa sayang?" Andrian heran saat menerima benda itu
"Itu untuk jaga-jaga nanti pa, aku takut sesuatu akan terjadi di perjalanan kita nanti, karena kemarin mama bilang merasakan hal yang menurut mama aneh dan tidak wajar, makanya aku membuat itu, nanti jika terjadi sesuatu di laut mama sama papa tinggal pencet tombol yang ada di situ" sambil menunjuk kearah benda kecil itu "nanti pun mama sama papa tau fungsinya untuk apa, tidak perlu di jelaskan sekarang karena sekarang sudah siang ayo kita berangkat, dan barang itu mama sama papa kaitkan di ikat pinggang mama sama papa seperti ini" dia menunjukkan pada mama dan papanya cara menyimpan barang itu seperti yang saat ini dia pakai.
Akhirnya merekapun berangkat menuju pelabuhan, perlu waktu yang lumayan lama juga mereka untuk sampai di pelabuhan tersebut sekitar 2,5 jam mereka tempuh di perjalanan dan akhirnya mereka sampai juga di pelabuhan dan Andrian pun memarkir mobilnya di tempat parkir yang sepi.
"Pa, apa papa akan membiarkan mobil papa di sini?" tanya Rio pada sang papa
"Ya kalo tidak di taruh sini lalau mau di taruh mana?" tanya Andrian bingung
"Emangnya papa tidak ingin membawanya sekalian"? tanya Rio pada papanya
"Gimana cara bawanya sayang mobilnya kan besar papa lupa dengan koper yang aku berikan kemarin dan bagai mana menggunakannya?" Rio mengingatkan papanya tentang koper yang pernah dia berikan pada papanya kemarin
Saat itu juga Andrian langsung menepuk keningnya " Ya kamu benar sayang sampai lupa papa makasih y udah meng ingatkan papa jadi kita nanti tidak perlu boros beli mobil lagi di sana." ucap Andrian dengan semangat.
Kemudian Andrian mengeluarkan barang-barang yang ada di dalam mobil, setelah semua sudah berhasil di keluarkan Andrian lalu mengambil koper yang ada di ikat pinggangnya dan melakukan sesuai dengan yang udah di ajarkan sama Rio kemarin, akhirnya merekapun selesai dan berjalan dengan membawa 3 koper mereka yang entah apa isinya karena barang-barang penting mereka semua ada di dalam koper ajaib yang di ciptakan oleh anaknya itu.
Sesampainya di pelabuhan Andrian mencari-cari kapal mana yang akan mereka tumpangi karena di sana tidak terlihat kapal penumpang yang besar seperti pada umumnya, karena disana hanya terdapat beberapa kapal pesiar.
Di saat Andrian tengah mencari-cari kapal yang akan membawa mereka tanpa sengaja dia melihat sosok yang sudah di kenal dengan baik sedang turun dari salah satu kapal pesiar itu lalu dia menghampiri laki-laki itu.
"Pak Antok" sapa Andrian pada laki-laki itu yang ternyata adalah pak Antok rekan kerjanya.
"E..h..h..h pak Andrian, rupanya sudah datang ya?" orang yang bernama Antok itupun mendekati Andrian dan menjabat tangan Andrian.
"Pak Antok kok ada di sini, sedang apa pak apa bapak juga di tugaskan bos untuk ikut bersama saya ke tempat proyek itu?" tanya Andrian
"Tidak pak, saya kesini memang disuruh bos, tapi bukan untuk ikut bapak. Melainkan untuk menyiapkan kapal yang kan bapak tumpangi nanti, dan itu kapalnya udah saya siapkan ya walaupun tidak terlalu besar tapi saya rasa cukup untuk keluarga bapak melakukan perjalanan dan penelitian diperjalanan bapak nantinya, karena di sana nanti hanya ada bapak dan 5 kru kapal, mari pak saya antar supaya bapak sama keluarga bisa istirahat di dalam kapal."
Mereka ber 4 pun berjalan menuju kapal yang sudah di siapkan tersebut, sebuah kapal pesiar yang tidak terlalu besar tapi cukup untuk 3 keluarga untuk berlibur menggunakannya.
"Nah ini kapal yang akan mengantar bapak dan sekeluarga menuju tempat proyek yang sedang perusahaan kita jamankan saat ini pak Andrian", ucap laki-laki yang bernama Antok itu.
"Baik pak terimakasih kalo begitu, pak Antok, maaf apakah bapak pernah ketempat proyek ini akan di bangun nanti?" tanya Andrian pada Antok
"Terus terang saya juga belum pernah kesana pak, maaf pak saya dari tadi mau bertanya pada bapak, apakah bapak hanya membawa bawaan di koper-koper tadi dan tidak ada yang lain?" sambil celingak-celinguk seperti mencari sesuatu.
"Ah sebenarnya..", tiba-tiba Andrian ingat pesan anaknya kalo jangan sampai ada yg tau tentang benda-benda yang ada pada mereka saat ini.
"Sebenarnya apa pak? apakah ada sesuatu?" tanya Antok pada Andrian.
"Oh tidak pak, sebenarnya ya memang hanya itu yg kami bawa, saya rasa itu semuapun udah cukup untuk kami." jawab Andrian dengan hati-hati
"Lalu alat-alat kerja bapak, bapak tidak bawa?"
tanya Antok lagi kepada Andrian seakan ingi tau lebih banyak yang Andrian bawa saat ini.
"Ada pak, alat kerja saya ada di dalam koper yang saya bawa tadi, ada apa ya pak sepertinya ada yg bapak sembunyikan dari saya?"
Mendengar pertanyaan yang Andrian ucapakan barusan Antok merasa agak terkejut dan kebingungan untuk menjawab.
"Bub, bukan beguti pak maksud saya, karena bapak mau ketempat baru kok bawaan bapak cuma sedikit, biasanya orang-orang kalo mau bepergian jauh maka mereka akan membawa banyak barang, ya begitu pakaksud saya." Antok berusaha menjelaskan walau agak gugup.
...****************...
Waktu pun berjalan dengan cepat, saat ini mereka sudah berada di tengah lau yang luas dan waktu sudah menunjukkan pukul 21,30 waktu setempat Andrian dan keluarganya barusaja selesai jalan-jalan keliling kapal tersebut malam yang begitu gelap,tak tampak sedikitpun adanya cahaya di sekitar mereka kecuali lampu yang berasal dari kapal mereka, mereka bermaksud menuju anjungan kapal namun mereka dikejudkan dengan suara spetboot yang terdengar dari sebelah samping mereka saat ini berada, dan benar saja saat mereka memeriksanya ternyata sebuah spetboot yang melaju meninggalkan kapal yang mereka tumpangi saat ini dan anehnya mereka yang ada di dalam spetboot itu ada 5 orang kan mereka semua adalah para kru kapal yang saat ini Andrian dan keluarganya tumpangi, lalau.... siapa yang mengendalikan kapal?.
Andrianpun lalu lari kearah kemudi untuk melihat siapa yang sedang mengemudikan kapal itu, dan sampainya disana betapa terkejutnya Andrian saat tau kalau kapal yang mereka tumpangi saat ini tidak ada yang mengendalikan, Andrian merasa panik.
"Ada apa pa?" tiba istri dan anaknya muncul mengagetkan Andrian.
"Ini ma" Andrian merasa panik dan tidak tau harus menjawab apa
"Papa tidak usah panik, aku rasa saat ini sudah waktunya kita menggunakan bola kecil ini mungkin kita akan berpisah sementara waktu karena lontaran yang akan di hasilkan oleh bola kecil ini Rio tidak tau akan sejauh mana tapi, mama sama papa tidak perlu khawatir karena Rio akan melacak keberadaan mama sama papa mamati" ucap Rio menjelaskan
"Tapi sayang" belum sempat Andrian menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba Rio menunjuk kedepan kapal mereka.
"sekarang tekan bola kecil itu ma ,pa!" mereka serempak menekan bola kecil yang ada di ikat pinggang mereka masing-masing, saat itu juga tubuh mereka terhempas jauh dan terpisah dengan yang lainnya, dan bersamaan dengan itu pula kapal yang mereka tumpangi menabrak sebuah batu yang cukup besar dan kapal tersebut langsung meledak hancur berkeping-keping
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments