Setelah kepergian mereka Rio pun turun dari atas pohon di mana saat ini dia berada, pohon itu tidak terlalu tinggi namun sangat rimbun sehingga tidak ada yang menyadari keberadaan tubuh mungilnya, setelah sampai di bawah Rio Pun memandang ke arah laut dengan tatapan sinis, lalu dia melangkah menuju kedalam hutan di mana tempat kedua orang tuanya saat ini berada.
Pasti ada yang bertanya dari mana Rio tau keberadaan kedua orang tuanya kan? ya tentu saja dari alat yang dia ciptakan untuk mendeteksi segala macam benda yang dia inginkan benda apapun itu baik emas logam batu apapun itu, apa ada yang mau pinjam alat ini pada Rio sayang sekali alatnya Ndak dipinjamkan kata Rio karena dia hanya membuat satu untuk dia he he he✌️
Uwokeh lanjut lagi ke alur ceritanya ya ges,. cusssss
Setelah berjalan beberapa lama akhirnya Rio berhenti dimana sinyal pendeteksi dari alat itu berhenti, lalu di mengetuk salah satu batu yang ada di sana .
"Tok, tok, tok, ma, pa, buka ma, pa ini Rio "
ucap Rio dengan kuat
Taklamapun batu itu terbuka mereka segera memeluk Rio bersama rasa rindu dan ucapan syukur tak hentinya mereka ucapkan karena melihat keadaan malaikat kecil mereka yang datang dengan keadaan sehat dan Tanpa kurang satu apapun.
"Akhirnya malaikat kecil mama datang juga" Kiara tak hentinya memeluk dan mencium anak semata wayang nya itu diapun tak sanggup lagi membendung air matanya, air mata kebahagiaan tentunya karena hampir 3 bulan sudah mereka berpisah.
"Ayo cepat masuk, takut orang-orang itu nanti balik lagi kesini," ajak Andrian pada anak dan istrinya untuk segera masuk
"Tenang saja pa mereka tidak akan balik lagi kesini karena mereka akan kehabisan bahan bakar jauh dari sini ha ha ha ha" ucapan Rio barusan membuat heran papa dan mamanya
"Maksudmu apa sayang?" tanya Kiara
" Bahan bakarnya udah Rio pindahkan kedalam kapal ini ma,pa di kapal itu Rio sisakan tak seberapa minyaknya yang penting secepatnya mereka bisa menjauh dari tempat ini dan cadangan minyaknya udah Rio letakkan di kapal ini juga" sambil menunjukkan kapal pesiar kecil layaknya seperti kapal mainan, yang sebenarnya itu adalah kapal sungguhan yang udh diperkecil dengan tekhnologi yang Rio temukan.
"Kamu ini kecil-kecil tapi pikiranmu melebihi orang dewasa" ucap Andrian sambil mengelus kepala anaknya dengan sayang dan di sambut dengan tawa oleh Rio.
Akhirnya keluarga mereka berkumpul kembali setelah hampir 3 bulan mereka terpisah, namun kisah ini tidak hanya sampai disini masih panjang perjalanan dan kisah Rio, terus ikuti petualangan Rio dan kedua orang tuanya di pulau tak berpenghuni ini.
...****************...
Dua bulan sudah mereka, menempati pulau itu mereka nampak enjoy dengan kehidupan mereka walaupun jauh dari hiruk pikuk kota mereka merasa damai.
" Pa, bagai mana kehidupan kita setelah ini apa kita akan menetap di sini selamanya? setelah ini apa yang akan kita makan sedangkan persediaan makanan kita saat ini sudah menipis?" tanya Kiara pada suaminya yang saat ini sedang meng otak-atik alat-alat kerjanya, yang belum pernah dia fungsikan selama mereka berada di pulau itu
"Tidak mungkin kita akan kembali ke kota itu ma, lagian mungkin rumah kita yang di kota itu sudah mereka robohkan untuk mencari benda-benda ini," Andrian terus mengotak Atik peralatannya dan membersihkannya.
"Lalu bagai mana dengan kelangsungan hidup kita nanti pa, kasihan rio, dia butuh pendidikan,"tanya Kiara lagi, namun tiba-tiba Rio muncul.
"Mama dan papa tidak perlu memikirkan masalah pendidikan Rio, Rio bisa sekolah online dari sini dan saat ini pun Rio sudah masuk ke sekolah yang menyediakan layanan pendidikan secara online"Rio pun memberi taukan kepada papa dan mamanya kalo selama ini dia sudah mendaftar sekolah secara online bahkan sia merupakan salah satu siswa yang sangat berprestasi dan jenius di kelasnya,
" Ma untuk masalah makan kita bisa sekali-kali pergi ke kota untuk belanja kebutuhan kita" Rio menjelaskan pada mamanya namun mamanya kelihatan masih bingung
"Tapi sayang, kita ke kota mau naik kendaraan apa? disini tidak ada kapal satupun yang singgah?!" kiara pun menjelaskan kebingungannya untuk menuju kekota pada anaknya karena dia sudah lupa kalo anaknya mempunyai kapal pesiar hasil dari rampasannya dari bandit yang mencari mereka waktu itu.
"Mama lupa ya kalo Rio punya kapal pesiar yang waktu itu, mama Ndak usah khawatir masalah itu semua" Riopun menjelaskan lagi pada mamanya
"Baiklah kalo begitu, tapi kapan kita akan ke kota dan bagai mana kalau kita ke kota kita akan bertemu dengan mereka?" kekhawatiran Kiara masuk akal juga sedangkan mereka memutuskan untuk menetap di sana saja hanya untuk menghindari dari orang-orang jahat itu la sekarang mereka akan mendekati bahaya itu sendiri.
"Kita tidak akan menuju kekota itu ma kita akan menuju kekota lain yang lebih dekat dari pulau ini, sini Rio tunjukkan" Riopun mendekati monitor yang ada di sana dan mengotak atik muncullah gambar seperti peta .
"Ma, kita sekarang berada di pulau ini sedangkan kota tempat kita berasal adalah di disini" sambil mengarahkan kursor ke gambar sebuah pulau "dan di sekitar tempat kita tinggal sekarang masi ada kota-kota lain ya walaupun tidak begitu besar tapi Rio rasa disana ada barang-barang yang kita butuhkan"
"Terus kita membeli pakai apa? kita kan tidak mempunyai uang?!".
"Tenang saja ma, Rio ada, kita jangan memakai uang papa karena takut ada yang melacak pergerakan papa walaupun itu lewat bank"
"Kamu mendapatkan uang dari mana nak" tanya Andrian pada anaknya karena dia merasa tak percaya jika anaknya itu memiliki uang sendiri padahal merek tidak pernah memberikan uang pada Rio karena Rio masih di bilang balita dengan usia yang sekarang hampir 4 tahun itu.
"Maaf pa dengan kemampuan Rio, Rio membantu agen pemerintah untuk melakukan yang menurut mereka mereka tidak bisa melakukannya bahkan Rio sering membuatkan dron mini untuk mereka pakai memata matai orang-orang yang mereka curi gai dan dari itu mereka membayar Rio dan membuatkan tabungan untuk Rio"
Rio menjelaskan semuanya sehingga membuat kedu orang tuanya tercengang mendengarnya.
"lalu bagai man mereka bisa mengenalmu? dari mana mereka bisa tau kemampuanmu?
"Dulu tanpa sengaja Rio membobol keamanan negara, Rio langsung minta maaf dan apa mama ingat waktu usia Rio masih 2,5 tahun waktu itu ada 2 bapak-bapak menemui Rio di halaman rumah lalu mama menyuruh mereka masuk, mereka itu adalah orang-orang pemerintah awalnya mau menangkap Rio tapi setelah tau Rio masih kecil akhirnya mereka menawarkan pekerjaan ini dan Rio terima karena ini bagi Rio mainan Rio." jelas Rio panjang lebar pada mama dan papanya.
"Lalau bagai mana kamu bisa tau kalo mereka menggaji pekerjaanmu yang hanya kamu anggap main-main itu sayang?" tanya Andrian yang masih penasaran dan tak percaya dengan penjelasan sang anak.
Lalu Riopun menyerahkan sebuah tablet, dan saat tablet itu di buka menampilkan logo sebuah bank saat Rio menempelkan jari-jarinya di atas tablet itu muncullah nominal saldo yang ada di dalam tablet itu dan yang membuat mereka berdua tercengang nominal yang tertera di dalamnya, bahkan tabungan kedua orang tuanya saja tidak sampai separuh dari uang Rio saat ini. Mereka tidak menyangka kalo anak mereka ternyata anak yang berduit.
"oh iya pa waktu itu papa di tugaskan menangani proyek di pulau mana?", tiba-tiba Rio bertanya pada papanya tentang pulau yang akan mereka datangi waktu itu.
"Ke pulau xxx, memang kenapa nak?" tanya Andrian pada putranya
" Bukan kenapa-kenapa pa tapi rupanya pulau itu merupakan pulau yang terdekat dari sini dan dan kotanya termasuk kota yang ramai juga, lalu bagai mana kita mau ke sana apa ke pulau lain, kalo kesana aku bikinkan alat untuk penyamaran kita nanti"
"Baiklah nak kita kesana dan buatkan alat untuk penyamaran kita nanti". ucap Andrian
"Oh iya pa siapkan mobil papa juga tidak mungkin kita kesana kita belanja dengan jalan kaki "ucap Rio sambil berlalu menuju ruangan khususnya tak berapa lama dia sudah keluar dengan membawa sebuah topeng yang sangat mirip dengan kulit asli dan waktu di pakai wajah merekapun berubah seperti wajah orang lain.
Bagai mana kelanjutannya,? apakah mereka nanti akan bertemu dengan orang-orang yang akan mencelakakan mereka waktu itu? ikuti terus kisah Rio ini ya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments