Waktu pun berjalan, saat ini mereka berempat sedang berbincang ringan di dalam gedung itu.
"Maaf tuan Chita berapa banyak bahan-bahan yang tuan perlukan?, biar nanti kami siapkan,"
ucap laki-laki yang dikenal dengan sebutan kelelawar.
"Saya memerlukan ke dua bahan itu masing-masing sebanyak 1000kg" ucap Rio
Sedangkan kedua orang yang ada di hadapannya merasa terkejut dengan jumlah yang di sebutkan oleh Rio.
"Maaf tuan apa tuan tidak salah sebut jumlahnya?" tanya kupu-kupu.
"Tidak, karen emang saya memerlukan jumlah yang banyak untuk membuat barang dalam jumlah banyak juga, karena ini permintaan negara." ucap Rio dengan tegas.
"Kalau boleh tau barang apa yang akan anda bikin dengan bahan-bahan itu karena setau saya, bahan itu juga banyak fungsinya." tanya kelelawar.
"Maaf kalau itu saya tidak bisa memberi tahu, karena ini adalah privasi negara kita masing-masing" ucap Rio.
"Baiklah saya bisa mengerti ".
ucap kelelawar." tapi kalau bahan yang tuan perlukan sebanyak itu saya rasa di gudang ini tidak ada stok karena tiga hari kemarin pemerintah kami meminta bahan itu juga, bahkan kami kehabisan bahan dg kode 1000 dan kemarin kami baru mengantarkannya.
"Kalau begitu berapa bahan yang tersedia, di sini yang bisa kami beli? tanya Rio lagi.
"Maaf tuan bahan baku kami di sini, hanya tersisa sekitar 100kg dan kami tidak bisa menjual semuanya kepada tuan, paling tidak kami harus menyisakan 50 kg untuk persediaan" ucap kelelawar dengan hati-hati.
"Baiklah kami akan beli yang kalian jual kami tidak akan memaksa, biar kekurangannya akan kami cari ke negara lain nanti, walaupun bahan baku di negara lain tak sebagus yang di sini." ucap Rio.
"Lalu bagai mana tuan akan membawanya nanti, 50kg bukan jumlah yang sedikit tuan apalagi ini dua jenis bahan, apa tuan bisa membawanya sekaligus atau kami paketkan.?"tanya kupu-kupu.
"Kami pasti bisa membawanya kalian siapkan saja bahan bakunya biar nanti kami kemas." ucap Rio
"Baiklah tuan, kalo memang begitu yang tuan inginkan" ucap kupu-kupu.
"Sekalian siapkan sempel bahan yang kalian bilang tadi kalo ada akar sama batangnya juga harus ada" ucap Rio
"Maaf tuan, kalau masalah itu kami di sini hanya ada sempel daunnya saja, kalau memang tuan ingin sempel batang sama akarnya kita harus langsung ke kebun di mana tanaman itu di Budi dayakan." ucap kelelawar.
" Baiklah kalau begitu, kapan kita ke kebun? karena waktu kami sangat terbatas dan kami harus segera kembali kenegara kami". ucap Rio
"Bagai mana kalau sore ini tuan." ucap kelelawar.
"Baiklah kalau begitu" kamipun ingin berkunjung ke kebun yang membudidayakan dua bahan yang alami pesan tadi, kami hanya ingin melihat bagai mana bentuk asli tanaman itu sebelum di keringkan, karena kami curiga di tempat sang saat ini kami tempati ada yang sama dengan jenis ini" ucap Rio
"Baiklah tuan bagai mana kalau kita berangkat sekarang saja untuk menyingkat waktu? biar kupu-kupu yang akan meyiapkan bahan yang ada di sini." ucap kelelawar.
"Benar tuan, biar yang di sini saya yang mengemaskan bersama anggota kami" ucap kupu-kupu.
"Baiklah, kalau begitu sebaiknya kita berangkat sekarang, bagai mana pa?" tanya Rio sambil memberi kode sama papanya.
"Papa sih ikut bagaimana baiknya" ucap Andrian, dan diapun mengerti dengan maksud kode dari Rio.
...****************...
Merekapun sampai di kebun pertama, Rio dan Andrian, kagum melihat perkebunan yang ada di sana Rio segera mengotak Atik jam tangannya tanpa sepengetahuan orang lain. dia merekam tempat itu, semu direkam oleh Rio tanpa ada yang terlewat. Kemudian mereka berhenti di dekat tanaman yang agak tinggi dan sudah berbuah.
"Ini tanaman yang sudah sering di petik daunnya dan buahnya pun mulai tua, tanaman ini tidak terlalu panjang umurnya, dia hanya mampu bertahan hidup sekitar 6 bulan."kelelawar pun menjelaskan dengan semangat pada Rio dan Andrian.
"Apakah boleh kami mengambil sempel pohon yang ada buahnya seperti ini dan kami mau meminta sempel tanahnya" tanya Rio
"Maaf tuan kenapa tuan perlu dengan tanahnya apakah itu perlu?" tanya kelelawar dengan penuh rasa heran.
"Begini tuan biar saya jelaskan agar tidak ada salah faham kedepannya." ucap Rio " kenapa saya meminta pohon yang sudah tua dan sudah berbuah juga tanahnya, tujuan saya adalah:
1.Saya mau meneliti pohon yang usianya sudah tua seperti ini, karena setiap pohon pada usia tertentu khasiatnya akan berbeda.
Jika saya meminta sempel pohon yang tua dan berbuah, tujuan saya, saya akan mencoba menanam pohon ini di sana untuk mengambil sempel pohon yang muda, dan untuk tanah tujuannya untuk menanam tanaman baru. kami tidak perlu tanah dalam jumlah banyak, cukup untuk satu taman saja. Rio menjelaskan dengan rinci kepada kelelawar.
"Karena waktu saya di sini tidak banyak maka saya akan meneliti nanti di laboratorium saya, untuk itu saya meminta alamat email tuan kelelawar atau langsung saya kirimkan ke pemerintah negara ini? karena saya juga punya alamat email pemerintah sini."tutur Rio.
"lebih baik tuan kirim langsung ke pemerintah negara kami, biar nanti kami memberi informasi ini pada pemerintah kami disini." ucap kelelawar.
" Baiklah kalau begitu." ucap Rio
Setelah mengambil sejumlah sempel yang di perlukan mereka akhirnya kembali melangkah menuju ke perkebunan berikutnya, di kebun yang lain situasi dan kondisi perkebunannya sama hanya tanamannya yang berbeda, lalau Rio memberikan kode kepada Andrian untuk mengambil sempel tanah kebun itu.
Perkebunan itu memang tidak terlalu luas hanya sekitar 3 hektar maka dari itu bahan baku yang di hasilkan pun tidak terlalu banyak.
"Maaf tuan apakah tanaman ini juga di kembang biakkan dengan biji?" tiba-tiba Andrian bertanya karena dia melihat sepanjang dia berjalan dan seluas tanaman itu Andrian tidaklah melihat tanaman yang berbunga ataupun berbuah.
"Oh tidak tuan, tanaman ini hanya berkembang biak dengan tunas dan dalam satu pohon mereka akan menghasilkan tunas Baru paling banyak dua tunas bahkan ada juga yang tidak menghasilkan tunas sama sekali." ucap kelelawar.
Saat kelelawar menjelaskan Rio dengan sengaja berjongkok dan memetik salah satu tunas namun sayang akar dari tunas itu tidak ikut tercabut.
"Apakah tunasnya seperti ini tuan?" tanya Rio
Kelelawar yang melihatnya terkejut, karena tunas yang tanpa akar tidak akan bisa di tanam kembali jalan satu-satunya ya harus dibuang.
"Maaf tuan tanaman ini kalau tidak memiliki alat maka dia tidak akan tumbuh lebih baik tuan buang saja tidak apa-apa " ucap kelelawar
" Di buang?, dari pada di buang bagai mana jika ini untuk saya akan saya coba dengan obat penemuan saya yang baru siapa tau bisa tumbuh." ucap Rio
"Baiklah tuan jika tuan mau silahkan ambil." ucap kelelawar.
Setelah itu mereka menuju ke kekebun berikutnya, Riopun melakukan hal yang sama tapi kali ini Rio tidak memberi tahu kelelawar. setelah mereka rasa cukup mereka melihat-lihat kebun itu, akhirnya mereka berniat untuk kembali ke gedung sebelumnya.
Saat mereka sampai di gedung mereka segera masuk ke gedung itu, namun ada hal yan membuat mereka terkejut saat mereka melihat keadaan dalam gedung yang semula rapi tapi saat ini banyak benda berserakan di sana.
Apakah yang terjadi di dalam gedung itu? dan siapa yang memporak porandakan barang-barang yang ada dalam gedung itu? ikuti terus kisahnya. trimakasih semuanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments