Masalahpun Dimulai

Bu Sonia langsung saja membukakan pintu ruang BK, ketika itu Sena sadar sudah melihat dua orang yang akan menyulitkannya. Rasanya, dia ingin sekali kabur dari ruangan ini dan memohon maaf bahwa dirinya tak bisa menolong mereka. Lebih baik mereka membasakan diri untuk menolong diri mereka dari pada harus berharap pada orang lain seperti dirinya untuk menyelesaikan masalah kedua orang tersebut. Sena berpikir bahwa hidupnya sudah penuh masalah kenapa dia harus menyelesaikan masalah orang lain. Itu rasanya sangatlah tidak produktif. Bagaimanapun, mereka itu manusia yang diciptakan dengan otak untuk menyelesaikan masalah kalian sendiri.

Mungkin karena sudah melihat gerak-gerik Sena, Ibu Sonia langsung saja menarik langannya sambil berkata, "Ayo masuk sudah! Dua orang yang berharga di sekolah ini membutuhkan bantuanmu jangan buat mereka menunggu."

Dalam hati Sena berkata, haduh lagi-lagi diriku harus terpaksa menyelesaikan hal yang merepotkan begini.

Sepertinya Ibu Sonia sadar, kalau Sena ingin sekali kabur dari masalah ini. Meski begitu, dia terus menatap ke arah Sena ketika manusia pesimis itu ingin meninggalnya namun akhirnya tidak jadi karena Sena merasakan tanda bahaya yang cukup kuat. Akhirnya, Sena mengalah pada ego dirinya yang membuat sentimen Ibu Sonia kepada dirinya sedikit mereda.

Dalam hati Ibu Sonia seperti berkata, Maaf ya, kau harus menyelesaikan masalah ini. Kini saatnya ibu akan mengorbankan muagar kamu bisa belajar dari kesalahanmu. 

"Sena kau sudah tahu dua orang ini, mereka adalah teman sekelas mu. Jadi jangan pura-pura untuk tidak kenal. Kecuali kamu memang seorang penyendiri yang menyedihkan. Kau pasti tidak mengenal mereka meskipun Kau teman sekelas mereka." ucap Ibu Sonia.

"Tentu saja, aku mengenal mereka. Mana mungkin aku tidak mengenal sang pangeran sepak bola Reza Firdaus. Dan seorang model cantik di sekolah ini, Anna Melfissa." balasku dengan nada yang ketus.

"Tumben kamu bisa mengenal teman-temanmu. Biasanya kau adalah orang yang tidak peduli dengan semua itu. Bahkan hingga ketingkat yang menyedihkan. Kurasa kamu bisa membantu masalah mereka. Kebetulan masalah mereka tidak berkaitan dengan akademik sehingga bisa ku serahkan semua ini pada KPBM. Kau selaku ketua harus mendengarkan masalah mereka kemudian kalian bisa selesaikan secara bersama-sama. Ibu hari ini ada rapat antar guru jadi gak bisa bersama kalian. Jadi untukmu Sena, Selamat berjuang." ucap Ibu Sonia yang pergi dari ruangan dan melepaskan Sena setelah percakapan yang singkat di ruangan Guru BK."

"Tapi..." ucap Sena yang belum menyelesaikan kata-katanya tetapi pintunya sudah ditutup oleh Ibu Sonia. Pria penyendiri yang tidak sendiri itu pun berteriak, "Guru macam apa itu? Melempar tanggung jawab pada muridnya."

Dalam perasaan meninggalkan ruangan BK, Ibu Sonia sudah berhenti khawatir kalau Sena akan kabur dan tidak menyelesaikan masalah. Sebab, Ibu Sonia tahu betul sifat asli Sena yang bagaikan seorang detektif yang ketika diberikan masalah dia akan segera menyelesaikan masalah tersebut meskipun Pri pemalas itu terlihat enggan menyelesaikan masalah temannya tersebut. Guru BK itu seperti menunggu akan jadi apa anak itu nanti dengan sifat yang aneh tersebut.

Sena yang berdiri di kedua temannya itu hanya bisa tersenyum Kecut. Ingin sekali Sena berkata-kata, tapi ruangan Guru BK sangatlah dingin hingga membuat gugup sekaligus berpikiran cukup kacau.

Hingga akhirnya Reza menepuk pundak pria yang gugup itu sambil berkata, "Yo penyihir strategi lapangan kita sedang gugup. Kau harusnya bersikap seperti biasa ketika di kelas kawan. Kau tidak perlu jadi orang lai. Setidaknya dengan pemikiranmu yang rumit itu bisa membantu kami. Kau adalah Avice si penyihir lapangan sepak bola, bukan?"

"Masalah ini berbeda, bodoh! Baiklah, aku yakin kalian tidak ingin tahu maslaah kalian satu sama lain bukan jadi, aku sudah diizinkan menggunakan ruangan Ibu Sonia untuk konsultasi kalian berdua. Jadi siapa yang mau duluan konsultasi, setelah aku mendengar masalah kalian berdua. Kita akan pergi ke ruangan KPBM untuk disesuaikan penyelesaian masalah kalian." ucap Sena sambil mengambil sebuah catatan konsultasi yang memang sudah disiapkan khusus untuk KPBM.

Ketika memasuki ruangan khusus guru BK, jantung Sena terasa berdetak bagaikan mesin mobil. Dia merasa tidak siap bagaimana jika dia salah untuk menyelesaikan masalah kedua orang itu. Harusnya ada orang-orang yang lebih pantas untuk menyelesaikan masalah mereka. Apa-apaan aktivitas klub KPBM menjadi sangat menyulitkan bagi dirinya.

Hingga hati Sena pun berkata, Aku ingin sekali kabur! Aku ingin sekali mati! Kenapa aku harus menyelesaikan masalah orang lain padahal dirinya sendiri punya masalah. Mengapa? Mengapa? Mengapa Tuhan terlalu usil pada dirinya? Justru yang mengalami depresi adalah diriku sendiri! Aku ingin kabur namun jika aku kabur akan membuat situasiku semakin buruk. Tuhan tolonglah hambamu yang kesulitan. Meskipun hamba paham dibalik kesulitan ada kemudahan dan dibalik kesulitan pasti ada kemudahan.

Sena pun membuka pintu ruangan khusus secara perlahan. Sambil berbalik badan ke Reza dan Anna, pria dengan wajah yang mengantuk itu pun berkata, "Siapa duluan? Aku harap masalah kalian bisa terselesaikan hari ini juga."

"Bagaimana jika aku duluan? Aku ingin masalahku bisa selesai jadi aku mohon bantuannya Kurniadi." ucap gadis model sampul itu.

Pikiran Sena pun semakin melayang dan berteriak macam balon gas helium, kurang ajar kenapa kasus pertama aku harus bersama gadis model seperti dia. Ini bukanlah romance shoujo atau pun romance shounen. Kenapa aku harus berduaan dengan gadis cantik di ruangan kedap suara seperti ini! Setidaknya untuk saat ini aku tidak boleh berimajinasi aneh-aneh lupakan itu Johny Sins dan Jordi El nino Polla. Aku harus berpikir kalau kami berdua terpisah di ruangan itu.

*"*Silahkan duduk\, ketika di kelas kau ingin mengobrolkan sesuatu denganku bukan?" ucap Sena dengan senyuman yang cukup indah.

Anna menjadi tersipu melihat senyuman yang indah dari seorang Kurniadi Avicenna. Anna tidak tahu jika Sena bisa tersenyum indah seperti itu. Berbeda dengan dirinya yang biasa dimana Anna membayangkan jika Sena itu adalah orang yang pesimis, tukang tidur yang kebetulan ketika ditanyakan pertanyaan oleh semua guru dia bisa menjelaskan dengan baik, urakan jarang sekali merawat dirinya, dan orang yang pemarah karena sering memarahi teman sebangkunya. Ternyata dia bisa tersenyum indah.

Anna yang gugup mengatakan sesuatu berusaha mengeluarkan suara, "Eh... anu.... sebenarnya..."

"Sebenarnya kenapa Anna?" tanya Sena yang masih menggunakan topeng palsu untuk sedikit ramah.

"Aku ingin sekali berbicara denganmu sebentar. Sebenarnya, aku punya sesuatu yang ingin ku ceritakan namun ini cukup berbahaya karena akan bermasalah dengan karirku sebagai seorang model." ucap Anna sambil malu tersipu dan menutup wajahnya.

"Tenang saja, kerahasiaan akan terjamin di KPBM. Permasalahanmu akan kami selesaikan tanpa harus orang tahu mengenai masalahmu. Katakan saja apa yang ingin kamu ceritakan. Aku akan mendengarkannya dan ketika maslaah ini selesai kami akan melupakan semuanya." ucap pria yang biasanya pemurung berubah jadi pria yang lebih meyakinkan.

Dalam hati Anna pun berdegup kencang sambil berkata dalam hati, Kenapa pria ini menjadi cukup tampan? Sejak kapan? Dia berubah menjadi pria yang sebaik ini. Padahal dia hanyalah pria yang menyebalkan.

Anna pun mencoba berbicara sambil menahan rasa malu, "Jadi... Jadi... Sebenarnya, aku suka dengan seseorang di sekolah ini. Dia... Dia... Dia adalah teman sekelas kita. Sayangnya.... Aku malu.... Aku sungguh malu untuk mengungkapkan perasaanku kepadanya. Selain dari ketakutanku ketika dia menolak diriku atau menganggap ku aneh. Aku takut ketika dia aku mengungkapkan perasaanku akan menjadi masalah dengan karirku."

"Hmmmm.... Cukup rumit juga ya. Tapi tak masalah, aku yakin kita bisa menyelesaikan masalah dengan segera tanpa mengacaukan karirmu tetapi kau juga mendapatkan sang pujaan hati itu juga." ucap Sena yang dalam pikirannya, Tuhan! Kenapa masalah serumit ini harus aku selesaikan? Kau tahu bukan aku sendiri saja tak pernah pacaran meskipun dimata orang lain sudah tapi itu demi mengelabui orang yang mengganggu orang itu. Apakah ini hukuman bagiku yang suka ikut campur urusan orang lain. Tolonglah jangan membuatku menjadi setengah gila seperti ini.

"Ternyata kau memahami perasaanku. Iya, rumit disisi lain aku ingin sekali bersamanya tapi disi lain aku juga harus menjaga nama karirku demi keluargaku. Aku ingin sekali bebas seperti orang-orang yang berpacaran tanpa harus takut. Sayangnya aku ini seorang model akan berbahaya bagi calon pacarku dan aku jika ketahuan berpacaran." balas Anna dengan tatapan yang bersemangat.

"Benar juga, seperti yang sudah dituliskan dalam anime dan manga Oshi no Ko. Bahwa, sangat berbahaya jika seorang idol seperti dirimu berpacaran dengan orang lain yang tarafnya masih orang biasa. Setidaknya, untuk menjaga-jaga kau harus berpacaran dengan orang yang selevel dengan dirimu. Sayangnya aku belum bisa memastikan siapa orang yang kamu sukai. Jadi, kalau boleh tahu siapa pria yang beruntung mendapatkan hatimu? Aku ingin tahu supaya aku bisa mengukur bagaimana kita harus bertindak. Kemudian, apa yang kamu sukai darinya?" tanya Sena yang rasanya ingin sekali kabur dari ruangan ini.

Bagaimana tidak, dia harus menyelesaikan masalah yang cukup besar kesalahan sedikit akan terjadi hal yang tidak diinginkan. Terlebih Sena membayangkan kalau dirinya diliput oleh media karena kejadian ini karena Anna berpacaran dengan orang lain. Tetapi di satu sisi pikiran dari Sena juga mencari jawabannya bagaimana caranya membuat kedua orang ini bahagia tanpa harus keduanya kesusahan. Sayangnya pemikiran jahat Sena pun bertindak peduli amat dengan perasaan mereka, mereka hanyalah antek yang termakan atas nama cinta. Lebih baik kau bermain-main dan memainkan perasaan mereka dengan begitu kau akan menjadi lebih bahagia.

Kegilaan itu terngiang-ngiang di kepala seorang Kurniadi Avicenna. Sayangnya, wajahnya tidak menampilkan hal itu. Wajahnya tetap profesional menanggapi perkataan dari Anna. Inilah keanehan dari seorang Kurniadi Avicenna. Pemikir yang tidak terlihat sebagai pemikir padahal di kepalanya terjadi peperangan moral dan pendapat.

"Dia... dia... anu, ah, sebenarnya... sebenarnya, aku tidak bisa mengatakan namanya. Aku benar-benar jatuh cinta bahkan aku sudah memastikan bahwa aku benar benar jatuh cinta...." jawab Anna tapi pembicaraannya dipotong oleh Sena.

"Tunggu! Jangan bilang kamu memastikannya lewat aplikasi dan google?" tanya Sena.

"Tentu saja, hari gini gak memeriksa di aplikasi. Memangnya Kurniadi gak menggunakan google dan aplikasi kedokteran untuk memastikan apakah kau jatuh cinta atau tidak. Itu sudah merangkum informasi yang akurat, bukan?"

"Tidak, jatuh cinta itu perasaan yang bisa dibentuk di situasi yang tepat. Berdasarkan sebuah penelitian di Universitas di Buffalo pada 2007, seorang ahli menjelaskan bahwa 'sesuatu' itu adalah beberapa elemen fisik yang  jika terjadi dalam urutan tertentu, seperti waktu dan tempat yang tepat dapat mengakibatkan rasa cinta yang mendalam. Apakah jika kalian lulus dan terpisah antara ruang dan waktu kalian masih bisa jatuh cinta?" ucap Sena yang wajah dan gayanya mirip seperti Gendo di Anime Evangelion.

"Bagian yang menyebalkan mu muncul kembali, seorang Kurniadi yang terlalu ilmiah muncul kembali." balas wanita super model sekolah yang mulai menunjukkan wajah kesal kepada Sena.

Tersadar kalau jiwa pesimistis dan rasional itu muncul kembali tetapi Sena tidak peduli dengan hal itu. Pria pesimis itu kembali berkata, "Harusnya aku sudah menyadari bahwa orang yang sedang jatuh cinta itu terdengar tidak rasional. Hanya dengan kamu merasa nyaman, kamu yang merupakan seorang supermodel sudah memutuskan bahwa dirimu jatuh cinta. Jangan bercanda! Bahkan di situasi tertentu dan di waktu yang tepat, aku bisa saja membuatmu jatuh cinta jika aku ingin. Biar aku tebak, kau menyukai orang yang berada di luar itu, bukan?"

"Apa?! Kok kamu bisa tahu!?"

"Mudah saja mendeteksi bahwa kamu menyukai dirinya. Jika kamu hanya mengetesnya di Google, ketika di kelas kamu itu terlalu memperhatikan seorang Reza. Ketika aku melakukan ujicoba di tim bola, kamu yang hidupnya sibuk karena supermodel, masih sempat-sempatnya datang ke lapangan dan melihat tim Sepakbola. Belum lagi ketika tugas kelompok, kamu selalu ingin satu kelompok dengan Reza. Dari situ, aku bisa simpulkan bahwa kamu menyukai Reza." ucap Sena tanpa memikirkan perasaan Anna yang menahan rasa malu setengah mati.

Anna yang mau mati mendengarkan perkataan dari Sena pun berkata, "Kenapa kamu bisa tahu semua itu? Aku pikir kamu selama di kelas kerjaan mu hanya tidur di kelas. Tapi kamu bisa menganalisis hal yang rumit. Kamu juga tolol, bagaimana jika orang itu mendengar? Aku jadi malu tahu."

"Tenang saja, ruangan ini kedap suara dari luar sehingga dia tidak bisa mendengarkan percakapan kita. Lantas, apa yang kau sukai dari dia? Kemudian bagaimana jika dia sudah menyukai orang lain?" ucap Sena sambil mengambil air yang tersedia di ruangan tersebut. Kemudian dia kembali bertanya, "Apakah kau siap jika dia mencintai orang lain dan tidak memilih dirimu?"

"Dia…dia…ah, aku tidak bisa mengatakannya. Aku hanya merasa dia baik, pintar, dan lucu. Dia selalu membuatku tersenyum dan nyaman di dekatnya. Pertanyaan selanjutnya yang cukup berat. Aku pasti tidak rela jika orang yang aku cintai menyukai orang lain. Tetapi seperti teorimu jika orang yang sedang jatuh cinta itu terdengar tidak rasional, aku akan merelakannya setidaknya dia bisa bahagia." jawab Anna sambil menahan rasa sedih yang mendalam.

"Lalu kamu menjadi tidak bahagia?"

"Bukan... bukan begitu, Kurniadi... aku.. aku..."

"Anna, aku akan membuatmu menyatakan cinta dengan cara yang bahagia meskipun dirimu diterima atau pun ditolak kau tetap bahagia."

"Tapi bagaimana caranya? Aku tidak bisa langsung mengatakan 'Aku cinta kamu' kepadanya. Itu terlalu berani dan terlalu cepat." tanya Anna sambil menggoyangkan bahu Sena.

"Tenanglah, kamu tidak harus mengatakan hal itu. Kamu bisa menunjukkan perasaanmu dengan cara lain. Dan cara ini bisa membuatmu bahagia, ketika aku melihatmu di kelas aku memahami dirimu bahwa ada satu pelajaran yang membuatmu senang dan bahagia." jawab Sena.

"Kau memperhatikanku sebegitu detailnya?"

"Tidak hanya kamu, seluruh kelas kita aku sudah awasi dan aku analisis agar jika ada situasi yang tidak menguntungkan ku, aku akan menggunakannya sewaktu waktu. Lagipula, aku terlalu malas jika mengendalikan kalian semua meskipun aku mau. Pertanyaannya, apakah kamu tertarik dengan rencanaku untuk mengatakan cinta tetapi kamu bisa bahagia baik kamu diterima atau pun ditolak?"

"Kamu tidak harus mengatakan itu. Aku tertarik dengan rencanamu tapi, hadiah atau surat cinta? Itu juga terlalu klasik dan klise. Aku ingin sesuatu yang lebih spesial dan unik." ucap Anna.

"Aku tahu itu, kamu itu punya hobi memasak, bukan? Kalau begitu, bagaimana kalau kamu membuat kue untuknya? Kue adalah simbol cinta dan kebahagiaan. Kamu bisa memilih rasa favoritnya atau membuat bentuk yang lucu. Kamu juga bisa menulis pesan rahasia di atasnya. Jika kau tidak diterima kau bisa bahagia karena kamu hobi dalam memasak hal-hal yang baru." balas Sena yang sambil meminum air yang tadi diambilnya.

Anna terkejut mendengar Sena tahu jika hobinya adalah memasak tetapi belum pernah. Dia pun berkata, "Membuat kue? Itu ide yang bagus! Aku suka memasak dan aku tahu dia suka makan manis. Tapi ada satu masalah…"

"Apa masalahnya?"

Aku tidak bisa membuat kue! Aku tidak pernah belajar cara membuat kue sebelumnya. Aku hanya bisa memasak makanan biasa seperti nasi goreng atau ayam bakar."

"Tapi kamu hobi memasak, bukan? Jadi, itu tidak masalah. Membuat kue itu mudah kok. Kamu hanya perlu mengikuti resep yang ada di internet atau buku masak. Toh, di KPBM ada orang yang ahli dalam memasak Kue karena keluarganya memiliki toko kue dan kue buatannya termasuk yang terenak."

"Benarkah, Sena? Apakah kalian bisa mengajarkan aku cara membuat kue?"

"Tentu saja, aku bisa. Aku juga suka membuat kue di waktu luang ku. Setelah ini, aku akan mengenalkan dengan teman-teman KPBM yang ahli dalam membuat kue dan kita bisa membuat kue bersama-sama."

"Serius? Kamu mau membantuku? Terima kasih banyak! Kamu ternyata sangat baik hati."

"Sama-sama. Aku senang membantumu. Kamu tunggu di luar, aku akan dengarkan curhatan dari Reza. Nanti kita sama-sama ke ruangan KPBM."

"Baik, tapi kamu tidak membocorkan rahasiaku kepada Reza, kan?" ucap Anna.

"Tentu saja tidak, bahkan curhatan Reza tidak aku sebarkan ke kamu." balas Sena.

"Terima kasih." ucap anna sambil tersenyum tulus kemudian dia keluar dan memanggil Reza untuk masuk ke ruangan itu.

Ketika supermodel itu keluar dan melihat Reza, dia kembali tersipu malu. Anna ingin sekali menyapanya tapi malu.

"Kau sudah selesai Anna? Sepertinya masalahmu cukup diselesaikan, ya? Sekarang, giliranku." ucap Reza yang berjalan memasuki ruangan konseling.

Ketika si bintang sepak bola SMAN 105, aura bintang menusuk hati seorang Anna yang sedang dimabuk kepayang. Anna yang akan duduk di ruangan BK perlahan mendekati kursi sambil melihat ketampanan dari seorang Reza. Hingga akhirnya pintu tertutup dan Anna masih ingin melihat Reza.

"Wow hebat, kau seperti seorang psikolog sekarang, ya!" ucap bintang sepak bola yang tersenyum layaknya Cristiano Ronaldo memenangkan Balon D'or.

"Kau ingin memujiku atau menghinaku, duduk sudah. Jangan membuatku menunggu! kau sebenarnya ingin berkenalan dengan seorang Putri Amelia Cantika, bukan?" ucap Sena sambil menulis apa yang akan dilakukan setelah kegiatan konseling hari ini.

"Hah, cepat sekali masa aku belum berkata apa-apa sudah dinilai seperti itu! Padahal aku ada perlu pembicaraan denganmu lebih dari itu." ucap Reza sambil duduk di depan Sena.

Memang langkah yang bagus ketika Reza masuk ke ruangan dan menutup pintunya tapi Sena langsung berpikir ide bagus jika dia berkata itu terhadap mantan sahabatnya.

"Ayolah penyihir lapangan, bisa gak sih kamu kembali ke tim sepak bola kami. Kami benar-benar membutuhkan play maker yang bisa mengatur permainan. Kau tahu itu, bukan?" ucap Reza sambil menunjuk  Sena.

"Jadi itu keperluanmu, hingga segala bawa-bawa orang bermasalah di KPBM hanyalah itu. Kalau begitu tidak bisa, aku masih dalam penyembuhan cedera. Kau tahu itu, bukan?" balas Sena.

"Kau bohong Sena. Aku tahu betul cederamu itu sudah sembuh. Kami sebetulnya benar-benar membutuhkanmu di tim sepakbola ini."

"Hah, kau bersikeras untuk mengundang diriku ke kumpulan orang-orang yang tidak bisa memanfaatkan peluang. Aku sudah malas, Reza. Permainanku sudah tidak sebaik dulu terlebih sudah lama aku tidak memainkan sepak bola yang ku inginkan. Baiklah begini, untuk masalah yang sepak bola saat aku siap aku akan bergabung segera. Apa kau sudah puas Reza?"

"Baiklah, ku terima jawabanmu. Setidaknya kau akan bergabung jika sudah siap, bukan/"

"Ya, tentu saja. Sudah? Itu saja Reza?"

"Tentu saja tidak. Aku ingin Sena bisa mengenalkan ku pada Puteri di KPBM. Bisa kan?"

"Tidak hanya bisa, aku sudah merencanakan agar kamu bisa mengobrol berdua dengannya setelah ini, apa kau sudah puas?"

"Sena benarkah?"

"Sejak kapan aku berbohong. Tentu saja, iya. Tapi bukankah kamu sudah sadar bahwa wanita di luar situ sungguh sangat menyukaimu."

"Sena, untuk saat ini aku ingin mengejar seorang Puteri Amelia Cantika. Jadi, wanita lain tolong menunggu."

"Dasar Reza, kau sudah termasuk orang terhina ketika perbuatanmu sudah di level itu, biasanya mereka akan mengejar orang yang mencintai mereka seperti Anna. Orang yang hangat dan ceria terlebih dia itu seorang model majalah terkenal. Sedangkan kau malah mengejar orang yang kejam dan dingin. Selain itu, Puteri terkenal dengan masalah yang cukup gila. Apa kau ini semacam masokis?"

"Bukan..."

"Atau kau memang orang yang sudah terindikasi ODGJ?"

"Hei... hei... hei.. kenapa kau berpikir aku sudah gila? Aku ini masih normal kan Puteri juga termasuk wanita yang cantik."

"Cantik? Aku lebih melihatnya sebagai puteri es yang menyebalkan dan sudah menjebak ku ke dalam masalah yang menyebalkan seperti sekarang."

"Kau ini memiliki pemikiran yang aneh. Bagaimanapun juga dia itu cantik lho."

"Ya, sudah sekarang ikuti aku. Jangan sampai kau memuji Puteri di depan Anna. Setelah berpisah, aku akan mempersilahkan dirimu untuk mengobrol untuk kalian berdua."

"Ok Setuju."

Sena pun membuka pintu kemudian memanggil Anna. Sena pun berkata, "Anna ayo ikuti kami berdua, kita akan bertemu dengan teman-teman KPBM untuk menyelesaikan masalah kalian."

"Ok, Sena."

Sena merasa masalah akan segera dimulai. Masalah ini semakin rumit dimana Anna menyukai Reza sedangkan Reza menyukai Puteri. Sena berharap semoga dirinya tidak menjadi bagian dari lingkaran abnormal ini. Mau tidak mau, Sena harus mengambil tindakan.

Episodes
1 Prolog
2 Awal dari Masalah
3 Jika Kau Punya Dosa, Semuanya Akan Rumit
4 Kenangan Harusnya Dilupakan, Tapi Tidak Kenangan Buruk
5 Kehidupan Layaknya Musik Jazz, Terlalu Banyak Improvisasi dan Spontanitas
6 Kamu Tidak Sendirian
7 Bagaimana Aku Harus Menyelesaikan Masalah Ini?
8 Pandangan Putri Salju Terhadap Kurniadi Avicenna
9 Roda Takdir Akhirnya Mulai Kembali Bergerak
10 Masalahpun Dimulai
11 Kenapa Kehidupanku Menjadi Kehidupan yang Abnormal?
12 Penyihir yang Kembali Lapangan
13 Babak Pertama yang Menyedihkan
14 Penyihir yang Licik, Kurniadi Avicenna
15 Ketika Pangeran Sepak Bola Sadar Akan Karir
16 Membuat Kue Tanda Persahabatan
17 Setidaknya Masalah Kali Ini, Semuanya Bahagia
18 Datangnya Salah Satu Kasus Dari 7 Misteri SMAN 105 yang Belum Terpecahkan
19 Hilangnya Tanaman Kebun Secara Misterius di Pagi Hari
20 Ketika KPBM Dibicarakan oleh Anggot OSIS
21 Badai Itu Datang Lagi, Skandal Teman Satu Klub
22 Badai Itu Mulai Datang Lagi
23 Permasalahan Vtuber yang Semakin Rumit
24 Ketakutan Ria dan Kenangannya Dengan Klub Penelitian Budaya Masyarakat (KPBM)
25 Ibu Sonia yang Memegang Janji Pada Ria
26 Sidang yang Menyebalkan
27 Pertaruhan Sena dengan Ina
28 Bantuan Datang! Siapa Pelaku Pembongkaran Ria sebagai Calara Puni-puni?
29 Pria di Belakang Masalah
30 Awal Mula Pertarungan IT
31 Jaka Si Joker IT
32 Pertandingan Yang Berat
33 Pembantaian yang Terbalik
34 Adu Siasat
35 Ke Arah yang Tidak Menguntungkan
36 Baku Pukul Tak Terhindarkan
37 Penyelesaian Masalah Menimbulkan Masalah
38 Hubungan Ayah dan Anak
39 Ketika Sena Tidak Ada di Klub
40 Masa Lalu Sena
41 Ketika Puteri Jatuh Hati
42 Puteri Tanpa Hati Ternyata Punya Hati
43 Monolog Ini Punya Siapa?
44 Bintang Mulai Berbohong
Episodes

Updated 44 Episodes

1
Prolog
2
Awal dari Masalah
3
Jika Kau Punya Dosa, Semuanya Akan Rumit
4
Kenangan Harusnya Dilupakan, Tapi Tidak Kenangan Buruk
5
Kehidupan Layaknya Musik Jazz, Terlalu Banyak Improvisasi dan Spontanitas
6
Kamu Tidak Sendirian
7
Bagaimana Aku Harus Menyelesaikan Masalah Ini?
8
Pandangan Putri Salju Terhadap Kurniadi Avicenna
9
Roda Takdir Akhirnya Mulai Kembali Bergerak
10
Masalahpun Dimulai
11
Kenapa Kehidupanku Menjadi Kehidupan yang Abnormal?
12
Penyihir yang Kembali Lapangan
13
Babak Pertama yang Menyedihkan
14
Penyihir yang Licik, Kurniadi Avicenna
15
Ketika Pangeran Sepak Bola Sadar Akan Karir
16
Membuat Kue Tanda Persahabatan
17
Setidaknya Masalah Kali Ini, Semuanya Bahagia
18
Datangnya Salah Satu Kasus Dari 7 Misteri SMAN 105 yang Belum Terpecahkan
19
Hilangnya Tanaman Kebun Secara Misterius di Pagi Hari
20
Ketika KPBM Dibicarakan oleh Anggot OSIS
21
Badai Itu Datang Lagi, Skandal Teman Satu Klub
22
Badai Itu Mulai Datang Lagi
23
Permasalahan Vtuber yang Semakin Rumit
24
Ketakutan Ria dan Kenangannya Dengan Klub Penelitian Budaya Masyarakat (KPBM)
25
Ibu Sonia yang Memegang Janji Pada Ria
26
Sidang yang Menyebalkan
27
Pertaruhan Sena dengan Ina
28
Bantuan Datang! Siapa Pelaku Pembongkaran Ria sebagai Calara Puni-puni?
29
Pria di Belakang Masalah
30
Awal Mula Pertarungan IT
31
Jaka Si Joker IT
32
Pertandingan Yang Berat
33
Pembantaian yang Terbalik
34
Adu Siasat
35
Ke Arah yang Tidak Menguntungkan
36
Baku Pukul Tak Terhindarkan
37
Penyelesaian Masalah Menimbulkan Masalah
38
Hubungan Ayah dan Anak
39
Ketika Sena Tidak Ada di Klub
40
Masa Lalu Sena
41
Ketika Puteri Jatuh Hati
42
Puteri Tanpa Hati Ternyata Punya Hati
43
Monolog Ini Punya Siapa?
44
Bintang Mulai Berbohong

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!