Ketika KPBM Dibicarakan oleh Anggot OSIS

Setelah kejadian yang terjadi dan dilakukan oleh Klub Penelitian Budaya Masayrakat (KPBM), Bintang selaku ketua OSIS dan Puteri Ina Cantika alis Ina selaku Wakil Ketua OSIS memanggi Ketua Bidang OSIS. Ketua bidang yang hadir adalah Frans Sinatra itu merupakan Ketua VIII Seksi Pembinaan sastra dan budaya, Ratu ketua dari Seksi IX atau Seksi Pembinaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), Aka ketua dari Seksi IX atau Seksi Pembinaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), Kristofer ketua dari Seksi IX atau Seksi Pembinaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), Piter Robert Parkinson alias Bejo ketua dari Seksi IX atau Seksi Pembinaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan selalu menggunakan bahasa inggris, dan Ariantika  ketua dari seksi Pembinaan kualitas jasmani, kesehatan dan gizi berbasis sumber gizi yang terdiversifikasi atau disebut juga Seksi Bidang VII.

Bintang pun memulai rapat OSIS kali ini dengan berkata, "Selamat siang, teman-teman sekalian. Terima kasih sudah hadir di rapat ini. Rapat kali ini kita akan membahas tentang Klub Penelitian Budaya Masyarakat (KPBM) yang dipimpin oleh Sena. Saya rasa kalian semua sudah tahu bahwa klub ini telah banyak membantu klub-klub dan siswa-siswa yang memiliki masalah di sekolah kita. Mereka juga telah menyelesaikan beberapa misteri yang ada di sekolah kita, seperti misteri hilangnya tanaman hidroponik di klub berkebun. Saya pikir mereka pantas mendapat pujian dan penghargaan dari kita."

"Tunggu dulu, Kak Febriansyah. Aku tidak setuju dengan pendapatmu. Menurutku, KPBM itu bukan klub yang bermanfaat, tapi malah klub yang merepotkan. Mereka sering membuat masalah dan kegaduhan di sekolah kita. Mereka juga sering melanggar aturan dan tata tertib sekolah. Mereka juga sering mengganggu kegiatan belajar mengajar dengan aksi-aksi mereka yang aneh dan tidak masuk akal. Mereka bukan peneliti budaya masyarakat, tapi penimbul onar masyarakat." ucap Ina dengan nada yang sedikit tinggi.

Rapat OSIS pun berlangsung dengan berdebatan yang cukup sengit dan panjang. Ratu sangat membenci KPBM karena ada Puteri yang membuat virus dimana-mana. Dia menganggap Puteri sebagai hacker yang berbahaya dan tidak bertanggung jawab.

“KPBM itu klub yang tidak berguna dan merugikan. Mereka hanya bisa membuat virus dan merusak website sekolah kita. Mereka juga bisa membobol akun dan uang virtual orang lain. Mereka tidak punya etika dan moral sebagai siswa SMAN 105.” kata Ratu dengan marah.

Bejo dengan bahasa inggrisnya dia berkata kalau KPBM itu harus ada karena beberapa teman kelas 11 dan 12 terbantu dengan adanya mereka. Dia menganggap Puteri sebagai hacker yang hebat dan bermanfaat.

“KPBM is a club that is useful and helpful. They can make virus and fix website of our school. They can also hack account and virtual money of other people. They have skill and talent as students of SMAN 105.” kata Bejo dengan bangga.

Aka yang menjadi teman Sena membela kinerja KPBM. Dia menganggap Sena sebagai pemimpin yang bijaksana dan inovatif.

“KPBM adalah klub yang berguna dan membantu. Mereka bisa menyelesaikan masalah-masalah yang ada di sekolah kita dengan cara-cara yang cerdas dan kreatif. Mereka juga bisa menemukan sumber gizi yang terdiversifikasi dan murah untuk meningkatkan kualitas jasmani, kesehatan, dan gizi siswa-siswa di sekolah kita. Mereka memiliki kepemimpinan dan inovasi sebagai siswa SMAN 105.” kata Aka dengan hormat.

Frans mencoba untuk netral sementara. Dia menganggap KPBM sebagai klub yang unik dan menarik.

“KPBM adalah klub yang unik dan menarik. Mereka memiliki minat dan bakat yang berbeda-beda dari siswa-siswa lain di sekolah kita. Mereka juga memiliki cara-cara yang berbeda-beda dalam menyelesaikan masalah-masalah yang ada di sekolah kita. Mereka memiliki keunikan dan daya tarik sebagai siswa SMAN 105.” kata Frans dengan netral.

Ariantika justru mendukung KPBM karena Sena adalah ahli dalam hal ini. Dia menganggap Sena sebagai teman yang baik dan peduli.

“KPBM adalah klub yang baik dan peduli. Mereka selalu membantu klub-klub dan siswa-siswa yang memiliki masalah di sekolah kita dengan hati-hati dan sabar. Mereka juga selalu berusaha untuk mencari solusi-solusi yang terbaik untuk masalah-masalah tersebut. Mereka memiliki kebaikan dan kepedulian sebagai siswa SMAN 105.” kata Ariantika dengan senyum.

Ina sangat membenci Puteri namun suka sekali membuat Sena kesulitan jadi dia cukup licik hingga menyulitkan KPBM. Dia menganggap Puteri sebagai saingan yang harus dikalahkan dan Sena sebagai target yang harus disakiti.

“KPBM adalah klub yang buruk dan menyebalkan. Mereka selalu membuat masalah dan kegaduhan di sekolah kita dengan seenaknya dan sembarangan. Mereka juga selalu melanggar aturan dan tata tertib sekolah dengan sengaja dan tanpa rasa bersalah. Mereka memiliki keburukan dan kesombongan sebagai siswa SMAN 105.” kata Ina dengan sinis.

Rapat OSIS pun terus berlangsung dengan berdebatan yang cukup sengit dan panjang. Bintang, Bejo, Aka, dan Ariantika mendukung KPBM, sementara Ina, Ratu, Kristofer, dan Frans menentang KPBM. Mereka saling beradu argumen dan bukti untuk memperkuat pendapat mereka.

Namun, rapat OSIS itu tiba-tiba terhenti ketika pintu ruangan terbuka dengan keras. Kemudian masuklah seorang pria kuat yang selalu disegani. Seorang dari ketua klub futsal dia adalah Zinedine Husein Jordan Ali. Dia adalah siswa kelas 12 yang sangat populer dan berprestasi di sekolah kita. Dia juga adalah kapten tim futsal SMAN 105 yang baru saja menjuarai Kejuaraan DKI SMAN 14.

Dia datang ke rapat OSIS dengan wajah yang serius dan marah. Dia langsung menuju ke meja Bintang dan Ina, lalu berkata dengan suara yang keras.

“Maaf mengganggu rapat kalian, tapi aku punya sesuatu yang penting untuk dikatakan. Aku mendengar kalian sedang membahas tentang KPBM, klub yang dipimpin oleh Sena. Aku ingin memberi tahu kalian bahwa KPBM adalah klub yang hebat dan luar biasa. Mereka pantas mendapat hormat dan dukungan dari kita semua.” kata Zinedine dengan tegas.

“Zinedine? Apa kamu datang ke sini untuk membela KPBM? Apa kamu tidak tahu bahwa mereka adalah klub yang buruk dan menyebalkan? Apa kamu tidak tahu bahwa mereka selalu membuat masalah dan kegaduhan di sekolah kita?” tanya Ina dengan sinis.

“Aku tahu semua itu, Ina. Tapi aku juga tahu bahwa mereka adalah klub yang bermanfaat dan membantu. Mereka selalu membantu klub-klub dan siswa-siswa yang memiliki masalah di sekolah kita dengan cara-cara yang cerdas dan kreatif. Mereka juga selalu menyelesaikan misteri-misteri yang ada di sekolah kita dengan cara-cara yang unik dan menarik.” jawab Zinedine dengan yakin.

“Contohnya apa, Zinedine? Apa kamu punya bukti atau pengalaman yang bisa membuktikan bahwa KPBM itu hebat dan luar biasa?” tanya Ratu dengan curiga.

“Tentu saja aku punya, Ratu. Aku punya bukti dan pengalaman yang sangat kuat dan nyata tentang KPBM itu hebat dan luar biasa. Aku akan memberi tahu kalian tentang hal itu sekarang.” kata Zinedine dengan semangat.

“Kalian semua pasti sudah tahu bahwa tim futsal SMAN 105 baru saja menjuarai Kejuaraan DKI SMAN 14, kan? Kalian semua pasti sudah tahu bahwa itu adalah prestasi yang sangat besar dan membanggakan untuk sekolah kita, kan?” kata Zinedine sambil menunjukkan trofi juara yang dibawanya.

“Ya, kami semua sudah tahu itu, Zinedine. Kami semua sudah mengucapkan selamat kepada kamu dan tim futsal SMAN 105 atas prestasi itu. Kami semua sudah mengakui bahwa kamu dan tim futsal SMAN 105 adalah pemain-pemain yang hebat dan tangguh.” kata Bintang dengan sopan.

“Tapi apakah kalian semua sudah tahu bahwa prestasi itu tidak mungkin terjadi tanpa bantuan dari KPBM, khususnya Sena? Apakah kalian semua sudah tahu bahwa Sena adalah orang yang membuat tim futsal SMAN 105 bisa mengalahkan finalis Kejuaraan DKI SMAN 14, yaitu SMAN 7?” kata Zinedine dengan serius.

“Bagaimana mungkin, Zinedine? Apa hubungannya Sena dengan tim futsal SMAN 105? Apa peran Sena dalam kemenangan tim futsal SMAN 105?” tanya Kristofer dengan bingung.

“Peran Sena sangat besar dan penting, Kristofer. Sena adalah orang yang membuat strategi dan taktik yang jitu untuk tim futsal SMAN 105. Sena adalah orang yang membuat umpan-umpan yang akurat dan mematikan untuk tim futsal SMAN 105. Sena adalah orang yang membuat gol-gol yang indah dan spektakuler untuk tim futsal SMAN 105.” kata Zinedine dengan bangga.

“Kalian semua pasti ingat pertandingan persahabatan antara tim sepak bola SMAN 105 dan SMAN 14, kan? Kalian semua pasti ingat bahwa tim sepak bola SMAN 105 tertinggal 0-2 di babak pertama, kan? Kalian semua pasti ingat bahwa tim sepak bola SMAN 105 berbalik unggul 3-2 di babak kedua, kan?” kata Zinedine sambil menunjukkan video pertandingan persahabatan yang diputar di layar proyektor.

“Ya, kami semua ingat itu, Zinedine. Kami semua ingat bahwa itu adalah pertandingan yang sangat seru dan menegangkan. Kami semua ingat bahwa itu adalah pertandingan yang penuh dengan kejutan dan keajaiban.” kata Frans dengan kagum.

“Tapi apakah kalian semua sudah tahu bahwa kejutan dan keajaiban itu berasal dari Sena? Apakah kalian semua sudah tahu bahwa Sena adalah orang yang menciptakan kejutan dan keajaiban itu?” kata Zinedine dengan penuh semangat.

“Kalian semua lihat video ini. Ini adalah video gol pertama tim sepak bola SMAN 105. Lihatlah bagaimana Sena membuat umpan roberto karlos ke Juhans berbuah gol. Lihatlah bagaimana Sena mengirimkan bola dengan tendangan melengkung yang melewati pemain-pemain lawan dan jatuh tepat di kaki Juhans. Lihatlah bagaimana Juhans menyelesaikan umpan Sena dengan tendangan keras yang menghujam gawang lawan.” kata Zinedine sambil menunjukkan video gol pertama tim sepak bola SMAN 105.

“Kalian semua lihat video ini. Ini adalah video gol kedua tim sepak bola SMAN 105. Lihatlah bagaimana Sena mencetak gol dari bola muntahan. Lihatlah bagaimana Sena menyambut bola rebound dari tendangan sudut Bintang dengan sundulan kepala yang akurat dan keras. Lihatlah bagaimana bola meluncur masuk ke gawang lawan tanpa bisa dihalau oleh kiper atau bek lawan.” kata Zinedine sambil menunjukkan video gol kedua tim sepak bola SMAN 105.

“Kalian semua lihat video ini. Ini adalah video gol ketiga tim sepak bola SMAN 105. Lihatlah bagaimana Sena membuat umpan jarak jauh ke Bintang berbuah gol. Lihatlah bagaimana Sena mengoper bola dengan tendangan voli yang panjang dan tinggi dari tengah lapangan. Lihatlah bagaimana Bintang menyongsong bola dengan lari cepat dan tendangan voli yang cantik. Lihatlah bagaimana bola meluncur ke pojok gawang lawan tanpa bisa dijangkau oleh kiper atau bek lawan.” kata Zinedine sambil menunjukkan video gol ketiga tim sepak bola SMAN 105.

“Baiklah, Zinedine. Kami akan berusaha untuk melakukan itu. Kami akan berusaha untuk menghargai dan mendukung KPBM, khususnya Sena. Kami juga akan berusaha untuk berteman dan bekerja sama dengan mereka di masa depan.” kata Bintang dengan setuju.

Rapat OSIS pun ditutup dengan baik dan damai. Semua ketua bidang OSIS pun meninggalkan ruangan dengan perasaan yang lebih baik dan positif tentang KPBM, khususnya Sena. Mereka semua berharap bisa bertemu dan berbicara dengan Sena secara langsung suatu hari nanti.

Episodes
1 Prolog
2 Awal dari Masalah
3 Jika Kau Punya Dosa, Semuanya Akan Rumit
4 Kenangan Harusnya Dilupakan, Tapi Tidak Kenangan Buruk
5 Kehidupan Layaknya Musik Jazz, Terlalu Banyak Improvisasi dan Spontanitas
6 Kamu Tidak Sendirian
7 Bagaimana Aku Harus Menyelesaikan Masalah Ini?
8 Pandangan Putri Salju Terhadap Kurniadi Avicenna
9 Roda Takdir Akhirnya Mulai Kembali Bergerak
10 Masalahpun Dimulai
11 Kenapa Kehidupanku Menjadi Kehidupan yang Abnormal?
12 Penyihir yang Kembali Lapangan
13 Babak Pertama yang Menyedihkan
14 Penyihir yang Licik, Kurniadi Avicenna
15 Ketika Pangeran Sepak Bola Sadar Akan Karir
16 Membuat Kue Tanda Persahabatan
17 Setidaknya Masalah Kali Ini, Semuanya Bahagia
18 Datangnya Salah Satu Kasus Dari 7 Misteri SMAN 105 yang Belum Terpecahkan
19 Hilangnya Tanaman Kebun Secara Misterius di Pagi Hari
20 Ketika KPBM Dibicarakan oleh Anggot OSIS
21 Badai Itu Datang Lagi, Skandal Teman Satu Klub
22 Badai Itu Mulai Datang Lagi
23 Permasalahan Vtuber yang Semakin Rumit
24 Ketakutan Ria dan Kenangannya Dengan Klub Penelitian Budaya Masyarakat (KPBM)
25 Ibu Sonia yang Memegang Janji Pada Ria
26 Sidang yang Menyebalkan
27 Pertaruhan Sena dengan Ina
28 Bantuan Datang! Siapa Pelaku Pembongkaran Ria sebagai Calara Puni-puni?
29 Pria di Belakang Masalah
30 Awal Mula Pertarungan IT
31 Jaka Si Joker IT
32 Pertandingan Yang Berat
33 Pembantaian yang Terbalik
34 Adu Siasat
35 Ke Arah yang Tidak Menguntungkan
36 Baku Pukul Tak Terhindarkan
37 Penyelesaian Masalah Menimbulkan Masalah
38 Hubungan Ayah dan Anak
39 Ketika Sena Tidak Ada di Klub
40 Masa Lalu Sena
41 Ketika Puteri Jatuh Hati
42 Puteri Tanpa Hati Ternyata Punya Hati
43 Monolog Ini Punya Siapa?
44 Bintang Mulai Berbohong
Episodes

Updated 44 Episodes

1
Prolog
2
Awal dari Masalah
3
Jika Kau Punya Dosa, Semuanya Akan Rumit
4
Kenangan Harusnya Dilupakan, Tapi Tidak Kenangan Buruk
5
Kehidupan Layaknya Musik Jazz, Terlalu Banyak Improvisasi dan Spontanitas
6
Kamu Tidak Sendirian
7
Bagaimana Aku Harus Menyelesaikan Masalah Ini?
8
Pandangan Putri Salju Terhadap Kurniadi Avicenna
9
Roda Takdir Akhirnya Mulai Kembali Bergerak
10
Masalahpun Dimulai
11
Kenapa Kehidupanku Menjadi Kehidupan yang Abnormal?
12
Penyihir yang Kembali Lapangan
13
Babak Pertama yang Menyedihkan
14
Penyihir yang Licik, Kurniadi Avicenna
15
Ketika Pangeran Sepak Bola Sadar Akan Karir
16
Membuat Kue Tanda Persahabatan
17
Setidaknya Masalah Kali Ini, Semuanya Bahagia
18
Datangnya Salah Satu Kasus Dari 7 Misteri SMAN 105 yang Belum Terpecahkan
19
Hilangnya Tanaman Kebun Secara Misterius di Pagi Hari
20
Ketika KPBM Dibicarakan oleh Anggot OSIS
21
Badai Itu Datang Lagi, Skandal Teman Satu Klub
22
Badai Itu Mulai Datang Lagi
23
Permasalahan Vtuber yang Semakin Rumit
24
Ketakutan Ria dan Kenangannya Dengan Klub Penelitian Budaya Masyarakat (KPBM)
25
Ibu Sonia yang Memegang Janji Pada Ria
26
Sidang yang Menyebalkan
27
Pertaruhan Sena dengan Ina
28
Bantuan Datang! Siapa Pelaku Pembongkaran Ria sebagai Calara Puni-puni?
29
Pria di Belakang Masalah
30
Awal Mula Pertarungan IT
31
Jaka Si Joker IT
32
Pertandingan Yang Berat
33
Pembantaian yang Terbalik
34
Adu Siasat
35
Ke Arah yang Tidak Menguntungkan
36
Baku Pukul Tak Terhindarkan
37
Penyelesaian Masalah Menimbulkan Masalah
38
Hubungan Ayah dan Anak
39
Ketika Sena Tidak Ada di Klub
40
Masa Lalu Sena
41
Ketika Puteri Jatuh Hati
42
Puteri Tanpa Hati Ternyata Punya Hati
43
Monolog Ini Punya Siapa?
44
Bintang Mulai Berbohong

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!