Ketika berjalan menuju ruangan KPBM, Reza berjalan cepat menyusul Sena yang ingin semua masalah ini segera selesai. Reza lantas memegang pundak Sena yang membuat Sena berhenti. Kemudian Reza berkata, "Ada satu masalah lagi tuan Penyihir."
"Apa itu sebutkan lah sehingga kita bisa menyelesaikan masalah ini dengan segera." balas Sena dengan wajah yang sedikit datar.
"Hari ini aku ada pertandingan sepak bola yang penting melawan SMAN 14. Jika kau tak keberatan apakah konsultasinya bisa ditunda?" tanya Reza yang sedikit khawatir mengenai tim sepak bolanya.
"Tidak bisa, karena aku ingin masalah ini cepat selesai sebisa mungkin. Jika kau tak main tidak apa-apa bukan? Bukankah ini hanya pertandingan persahabatan?" balas tanya dari Sena.
"Iya tapi aku berjanji pada pelatihku, jika aku tidak bisa ikut pertandingan itu. Setidaknya aku menyiapkan satu orang akan menggantikan ku."
"Kalau begitu, aku yang akan menggantikan mu. Bukankah pelatih tim sepak bola juga tahu aku. Jadi itu tidak masalah. Bagaimana?"
"Benarkah itu Sena?! Jika iya, itu tidak ada masalah sama sekali."
"Ya aku berjanji ketika aku menyerahkan kalian semua untuk diselesaikan masalahnya. Aku akan pergi ke lapangan sepak bola dan ikut bergabung dengan tim untuk sementara." ucap Sena yang masih saja berwajah datar.
"Waaah, Sena kau bisa bermain bola?" tanya Anna.
"Anna kau harus tahu legenda Cyborg yang juga merupakan Penyihir lapangan sepak bola SMAN 105. Dia adalah seorang Kurniadi Avicenna. Aku tak sabar melihatmu bermain setelah melakukan konsultasi."
Sena tersadar ini adalah jebakan dari seorang Ina yang memanfaatkan Reza untuk menggantikannya. Sial, di sana juga ada Bintang yang merupakan ketua OSIS. Semuanya memang sudah direncanakan dia jauh-jauh hari.
Sesampainya di ruangan KPBM, Sena menaruh tangannya di pegangan pintu ruangan klub. Dalam hati, Sial! aku sudah dijebak untuk ikut bergabung dengan tim sepak bola oleh Reza. Kini semuanya makin rumit dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Jujur saja, saat ini aku merasa sangat depresi. Tapi jika kabur hanya akan membuat situasinya menjadi buruk. Yang terpenting adalah tidak membiarkannya kejadian yang lebih buruk dari ini. Semoga saja di dalam tidak akan memperburuk situasi.
Ketika membuka pintu langsung saja disambut oleh keempat anggota dengan gayanya masing masing. Puteri yang menyapa bagaikan seorang puteri yang dingin dan tanpa ekspresi, Jupri yang suka heboh sendiri, Ria dengan keimutannya, dan Santi yang berjiwa wibu. Mereka berempat pun serempak dan kompak mengatakan, "Selamat datang di klub penelitian budaya masyarakat dimana masalah anda akan segera terselesaikan dengan penelitian budaya yang berkembang di masyarakat. Kami salam kenal!"
Sena yang terkejut bereaksi dengan wajah tidak percaya dan berkata, "Apa-apaan ini? Kalian tidak pernah seperti ini sebelumnya."
"Waaah, orang-orang yang menarik. Aku adalah Anna dari XA mohon bantuannya." ucap Anna yang tersenyum bahagia melihat sapaan dari anggota KPBM.
"Ternyata dibawah kepemimpinan seorang penyihir mampu merubah sikap orang-orang ini ya. Aku tak habis pikir kamu bisa melakukan ini. Aku adalah Reza XA sekaligus kapten tim sepak bola salam kenal." reaksi Reza sambil mengenalkan diri.
Sena merasa ada yang aneh dari anak-anak ini. Kenapa mereka bersemangat sekali. Kami berlima tidak memiliki hubungan apapun. Namun kini semua terasa aneh dan Sena merasa harusnya dirinya tidak berada disini.
Pada dasarnya, suasana itu cukup dirasakan aneh oleh Sena. Sena dalam hati berkata, Masalah apa yang akan kalian berempat buat? Jika ini terjadi sesuatu yang janggal maka aku yang akan kena. Kenapa aku harus menjadi ketua mereka berempat? Semoga saja tidak terjadi apa-apa."
*"*Ya terima kasih dengan sambutan kalian\, Ana\, Reza\, mereka adalah orang yang akan menyelesaikan masalah kalian. Yang perempuan dengan wajah datar itu bernama Puteri Amelia Cantika dari kelas XG\, perempuan yang punya sifat chunibiyou dan wibu akut bernama Santi Widyaswati dari kelas XB\, Perempuan yang pendek satunya itu bernama Clarisa Ria Sarasvati dari XF\, terakhir pria yang memiliki perawakan seperti tentara itu bernama Jupri Widianto dari kelas XD." ucap Sena sambil menunjuk orang tersebut ketika mengenalkan mereka.
Sena pun kemudian melanjutkan dengan mengenalkan Reza dan Anna dengan berkata, "Ahh, teman-teman dari KPBM, mereka berdua adalah Reza dan Anna. Kedua orang ini memerlukan bantuan kalian untuk menyelesaikan masalah mereka. Jadi akan kita buat tim untuk menyelesaikannya."
Puteri pun dengan nada yang dingin dan ketus pun berkata, "Jadi ketua, masalah apa yang akan kita selesaikan. Kemudian sesuai janjimu kita akan membuatnya seperti tim. Jadi tim dan masalah apa yang akan kita hadapi."
"Benar juga, untuk berlatih memasak aku akan pasangkan Anna dengan Ria dan Santi yang tempo hari jago sekai membuat resep kue khusus untuk lebaran dan menjadi top artikel di bulan lalu. Jadi Ria dan Santi tolong bantu Anna agar bisa membuat kue yang enak, ya." ucap Sena sambil menunjuk Ria dan Santi.
"I-ini bukan apa-apa bagiku! Kita akan mengajari seorang super model sekolah ini untuk membuat kue super enak yang sering dibuatkan di toko kue kami. Jadi serahkan pada kami ya kan Santi." balas Ria dengan tatapan yang bersinar penuh dengan ketulusan.
"Ahhh, Ria dan Santi mohon bantuannya. Aku sangat mengenal kalian berdua. Kalian itu..." ucap Anna kegirangan yang mulutnya langsung ditutup oleh Ria.
"Pembahasannya nanti saja setelah kita meminta izin ke guru Tata Boga dan Jupri sudah membuat surat peminjaman ruangannya. Di Sana, baru kita bahas-bahas hal itu. Setidaknya, Anna jangan berkata yang tidak tidak tentang kami." ucap Ria yang tangannya menutup mulut Anna.
"Ayo, Anna, Ria kita minta izin keluar dari ruangan ini dulu ya?" lanjut Santi yang buru-buru ingin keluar dari ruangan tersebut.
"Kalian bertiga hati-hati! Aku harap kalian tidak membuat masalah setidaknya untuk kalian selesaikan masalah ini tanpa harus ada kejadian yang memalukan yang membuatku ikut rapat gotei 13 itu." ucap Sena.
"I-iya kami pergi dulu!" balas Santi.
"Ayo Anna kita harus keluar segera untuk pergi ke ruangan tata boga." ucap Ria sambil membawa Anna.
Percakapan barusan seperti sebuah percakapan drama bergenre slice of life romantis. Tapi, Sena memang merasa dirinya terjebak dalam drama itu.
Sena sekarang khawatir mengenai Reza untuk mengenalkan lebih dalam ke Puteri. Sena seperti menjadi mak comblang untuk Reza dan Puteri. Ini benar-benar buruk setidaknya ada Jupri yang bisa menenangkan mereka.
"Ahh untukmu Puteri, aku ingin kamu mengurus masalah Reza dan ini berkaitan denganmu kau akan ditemani Jupri agar tidak terjadi masalah lebih lanjut.
Sepertinya Puteri tidak tertarik dengan permintaan dari Sena kepadanya. Ini akan menjadi sebuah perselisihan yang makin rumit.
Puteri pun melanjutkan pembicaraan dengan sebuah pertanyaan, "Lalu apa yang akan kau lakukan ketua? Apakah kau akan bersantai dan menjadi orang yang terhina hingga berada di level yang menyedihkan sama seperti PNS? Biasanya mereka hanya bisa memberikan pekerjaan tanpa bisa berbuat sesuatu... Jangan bilang kamu akan lari dari masalah lagi ya ketua?"
"Tentu saja tidak..."
"Kalau begitu, Sena akan mengintip para siswi di klub renang atau tim renang ketua. Aku tidak berharap kamu akan menjadi seorang stalker?" balas Puteri sambil melihat Sena dengan pandangan yang menjijikan.
"Tidak, kau salah lagi! aku akan membantu tim sepak bola yang ditinggalkan oleh Reza karena harus mengikuti konsultasi ini. Jadi jangan buat aku menjadi marah." ucap Sena dengan kesal.
"Aku tidak merasa membuatmu marah. Kau hanya marah karena respon perkataanku kepadamu."
"Terserah, Reza aku harap kamu bisa bertahan untuk berbicara dengannya. Semoga harimu indah hari ini."
"Ah, Sena terima kasih sudah membantuku. Aku akan senang bisa berbicara dengan seseorang yang aku sukai." balas Sena dengan senyuman pria tampan miliknya yang membuat Sena makin sebal.
"Heee, ternyata pangeran sepak bola di SMA ini menyukaiku. Hei, kenapa bisa kau menyukaiku?" tanya Puteri yang membuat Reza malu setengah mati untuk menjawabnya.
Reza yang diam cukup lama kemudian menjawab, "Itu sebuah rahasia tuhan dan aku setidaknya, untuk saat ini kau pasti akan menyukaiku."
"Kau pikir aku akan menyukaimu? Aku rasa kau bermimpi ya. Kau tidak akan pernah bisa bersamaku." balas Puteri dengan nada yang cukup dingin.
"Ya, aku sangat yakin kalau kau menyukaiku."
"Eh, sepertinya tidak seharusnya aku ada disini. Untuk saat ini kubiarkan kalian berdua. Aku akan pergi dari ruangan ini dan mengikuti pertandingan persahabatan sepak bola menggantikan Reza sedangkan Jupri akan mengawasi kalian agar tidak bertindak terlalu jauh. Kau boleh tidak berada di ruangan ini setidaknya jangan sampai ada kejadian hentai di sekolah ini, kau paham bukan Jupri." ucap Sena sambil menepuk pundak Jupri.
"Tenang saja Sena, kau bisa andalkan aku untuk hal ini." balas Jupri.
Sena pun pergi menuju lapangan sepak bola. Kejadian hari ini menjadi semakin sinting. Lebih tepatnya, ini akan menjadi kegilaan yang lebih gila dari sebelumnya.
Sena berkata dalam hati, Semoga Puteri tidak melakukan tindakan gila dan bodoh. Aku juga harus menggantikan Reza untuk ikut pertandingan sepak bola itu. Aku harap Puteri bisa bersama Reza agar tidak terjadi masalah tapi ini akan bermasalah dengan Anna salah satu gadis tercantik di sekolah ini.
Kenapa kehidupanku menjadi kehidupan yang abnormal?, Tanya Sena dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
JaretFGO
bagus sekali
2023-09-10
0