Bagaimana Aku Harus Menyelesaikan Masalah Ini?

Pria yang sedang memikirkan masalahnya pun menguap. Sena yang berjalan semalaman mencari cara untuk keluar dari masalah. Sayangnya, perhitungan untuk keluar dari masalah tersebut masih nol besar. Pemuda itu terus saja mencari di internet cara menyelesaikan masalah dan jawaban tersebut ada di wikihow tetapi masalahnya adalah cara untuk menyelesaikan masalah apa yang harus mereka hadapi.

Rasanya Sena ingin sekali keluar dari klub dan masalah tersebut selesai tetapi nasib klubnya akan menjadi masalah jika dia tak ada di sana. Selain itu adalah klub yang penuh masalah kini harus menyelesaikan masalah random yang mereka sendiri tak tahu apa yang harus mereka hadapi.

"Sial, memang aku tidak sendirian menghadapi masalah ini. Tapi, aku tidak menemukan jalan keluar dari masalah ini semua." Sena masuk ke ruang kelas dengan wajah yang sangat kesal mengingat kejadian kemarin. Saat ini, pemuda itu sangat sekali membanting tasnya karena kejadian itu. Dalam pikirannya pun berkata, Bagaimana caranya menyelesaikan masalah orang lain jika diri sendiri saja masih bermasalah. Tapi, tugas ini harus diselesaikan jika tidak hukuman susulan akibat kejadian bodoh itu menanti. Kenapa aku tidak bisa bersantai? Aku ingin sekali bersantai. Persetan dengan masa depan, jika kau bisa bersantai dan menyelesaikan masalah dengan segera, maka santai itu pun akan datang menghampiri.

*"*Kenapa lagi? Apa karena pengumuman pagi ini yang berkata jika ada masalah terkait di luar akademik bisa berkonsultasi ke KPBM? Wajahmu pasti sedang memikirkan bagaimana jalan keluar dari masalah yang klub KPBM buat hingga kurang tidur?" Bagas yang duduk di sebelah Sena bertanya sambil ketawa. Terlebih itu adalah hal yang biasa kami lakukan setiap sekolah akan dimulai. Mereka selalu saja mencela satu sama lain dan dibuat becandaan ketika ada masalah.

"Bagus ya kau bisa mencelaku hari ini, ingat lain kali aku yang akan mencela dirimu jika ada kesempatan. Aku tidak habis pikir hukuman sekolah menjadi acak seperti ini karena kelakuan Puteri 10 G. Kenapa harus dihukum yang nggak substansial seperti ini?! Apa gunanya Bu Nina selaku guru BK? Kita ini bukanlah PSikiater atau Psikolog yang bisa menyelesaikan masalah murid di luar akademik sedangkan klub KPBM sendiri adalah sumber masalah dari masalah. Aku tidak bisa menyelesaikan masalah dan memikirkan penyelesaiannya." Pemuda itu pun duduk sambil mengomel dan berbicara lebih banyak dari biasanya.

"Tumben kau bicara banyak, biasanya kau bisa tenang dan tahu solusinya. Kini kau mentok ya? Aku bisa paham kau tidak punya data untuk menyelesaikan masalahmu bukan?! Namanya juga hukuman. Tidak selamanya enak lagipula kau juga yang menolak menjadi OSIS dan malah terjebak di klub KPBM itu," kata bagas sambil nyengir.

"Pengin rasanya data yang saya punya bisa menyelesaikan masalah ini. Ahhh, pengen pindah sekolah aja!" cetus pemuda itu.

"Jangan sesali apa yang terjadi, siapa tahu ada hikmahnya. Kan kau sendiri yang bilah, Jadilah seperti air yang kau kutip dari Lao Tze. Kini kau malah seperti menjilat ludah sendiri."

"Itu karena masalahmu itu cuma itu jalan penyelesaiannya dan terbukti bisa dilakukan dan selesaikan masalahmu. Ini, aku harus menyelesaikan masalah acak dan aku tidak tahu masalah apa yang harus aku selesaikan. Bisa jadi masalah yang berkaitan percintaan yang aku sendiri tidak tahu jalan keluarnya. Kau tahu masalah cinta itu bagaikan benang yang kusut, tidak bisa diperbaiki."

"Kau benar, apalagi kau itu manusia yang ditakdirkan jomblo seumur hidup. Tapi apa teorimu itu benar? Aku rasa kau bisa menyelesaikan masalah percintaan tanpa pernah bercinta sama sekali. Begitu kan teorimu saat menyelesaikan masalah percintaanku tempo lalu."

"Iya, tapi setelah aku menyelesaikan masalah itu aku sadar bahwa teoriku salah. Teori yang baru ku buat adalah, orang yang berada dimabuk cinta itu bagaikan pemabuk yang sedang bermain judi slot. Kau paham kan maksudku hingga akhirnya kau sadar akan kenyataan baru dia bangun dari masalah itu," ujar Sena yang menjelaskan teori cinta terbarunya.

"Ahh, aku paham. Susah dibilangin kan padahal inti masalahnya sepele."

"Nah, itu masalahnya."

Sena pun kembali membuka buku catatan harian miliknya yang mana dia pernah menyelesaikan masalah percintaan milik bagas.

Kurniadi Avicena jika kau lihat mungkin dia adalah pria yang normal dana bisa diandalkan, tetapi dia adalah seorang Cyborg yang bisa menyelesaikan masalah apapun jika data yang dimilikinya sudah lengkap. Dia disebut sebagai pemuda keajaiban ke delapan yang maniak penyendiri. Entah kenapa Sena disebut sebagai itu oleh teman-temannya. Menurut rumor menyebutkan bahwa essai yang dibuat Sena jauh lebih berat dibandingkan hingga dia memenangkan essai internasional. Hobinya ketika istirahat bukanlah ke Kantin melainkan ke Perpustakaan membaca buku mengenai Psikologi pembunuh berdarah dingin atau cara melakukan pembedahan yang dimiliki klub biologi. Jika kamu pernah melihat orang yang pintar tanpa perlu belajar, Sena adalah contoh nyata daru kejadian tersebut. Justru dia hanya belajar apa yang dia minati terutama mengenai Geografi dan Biologi manusia satu ini adalah manusia terpilih untuk hal tersebut. Lebih anehnya lagi adalah dia disebut sebagai penyihir abad ini bagi yang pernah bermain sepak bola dengannya atau si Raja Lapangan bagi yang bermain voli dengannya.

"Seharusnya kau itu sadar, kau itu sebenarnya memiliki bakat Sena! Tetapi kau malah menghindar dari semua itu. Aku saja iri dengan kemampuanmu itu."

"Kamu harus dengar 48 hukum kekuasaan kawanku. Hukum pertama adalah jangan terlalu berlebihan dalam menunjukkan bakat-bakat Anda, jika tidak Anda hanya akan berhasil memancing reaksi sebaliknya memancing perasaan takut dan perasaan tidak aman mereka. Dan itu sudah ku lakukan. Sayangnya, keberuntunganku sudah habis setelah aku dipaksa masuk klub KPBM itu. Biasanya apa yang sudah ku rencanakan akan segera terwujud dan dapat jawabannya, tapi sayangnya hasilnya kali ini nihil atau bisa dibilang zero," kata Sena sambil membuka catatan harian miliknya."Masalahnya adaa pak tua yang mengajarkan Geografi pada kelas 10D-10G dan pak tua itu tahu betul bakat anaknya karena dia tinggal serumah denganku sehingga aku tidak bisa melakukan hukum pertama tersebut."

Sialan pak tua itu, jika saja aku tidak mendaftar pada sekolah pak tua itu sekarang aku sudah hidup damai dan tak ada gangguan sama sekali.

"Tapi itu bukankah berkah Sena. Kau jadi gak perlu lagi menunjukkan bakatmu ke orang-orang. Kau juga tak menjadi seorang penyendiri seperti saat SMP seperti yang dikatakan oleh Ariantika, kekasihku. Yang berkata, kau sudah berubah dari pria pemurung menjadi pria yang lebih baik," kata Bagas sambil tertawa. Menertawakan, lebih tepatnya.

Sena pun menatap Bagas sinis, "Makasih lho pujiannya. Tapi aku membantumu bukan karena terpaksa melainkan aku sangat malas sekali belajar di samping orang yang pemurung dan selalu saja curhat masalah cinta. Akhirnya, aku selesaikan sebelum masalah ini menjadi rumit. Tapi sayangnya kau malah seperti  pemabuk yang sambil mai n judi slot. Aku kecewa tapi sudah resiko dan akhirnya masalahmu itu selesai juga bukan."

Bagas tertawa lagi dan berkata dengan lantang, "Hahahaha, tapi makasih lho sudah dibeberkan masalah saya. Tapi kau ini memang konsultan percintaan yang layak disebut dokter cinta." Lalu dengan berbisik Bagas pun menambahkan, "Dengan saya teriak tadi, kau akan kemasukkan masalah yang tidak kau inginkan dalam klub KPBM. Semoga beruntung, ku dengar di kelas ini ada yang dalam masalah cinta. Jadi kau siap-siap ya hari ini."

Sena pun menghela napas. "Capek saya, harus punya teman yang sinting dan kasih tantangan yang gak mikir seperti ini," kata pemuda yang rambutnya acak-acakan sambil membaca catatannya yang ternyata hari ini tidak ada tugas yang harus diselesaikan.

"Ya udah, good luck ya! Saya ke toilet dulu sebelum kelas mulai*"*

Tiba setelah Bagas berdiri dan langsung berjalan setengah berlari menuju toilet. Tiba-tiba seorang teman sekelas yang saya pikir dia adalah seorang model di majalah ternama datang menghampiriku. Aduh perasaanku tidak enak, wajahnya seperti ada masalah pasti ini masalah yang rumit.

"Kurniadi," panggil Anna setelah berhenti dan berdiri disamping meja kelasku sambil berbicara terbata-bata. "Apa benar klub KPBM sekarang menyelesaikan masalah di luar akademik?"

"Aduh, apa karena pengumuman tadi pagi kau bertanya seperti ini atau karena teriakkan Bagas sehingga kau tertarik untuk menyelesaikan masalahmu dengan ikut program hukuman kepada KPBM?" Sena memberikan pertanyaan seperti itu sehingga dia bisa memperkirakan masalah apa yang akan dia hadapi nanti.

"Jikalau kau bertanya maka jawabannya adalah keduanya," ucapnya sambil mukanya sangat merah seperti apel fuji.

Saat itu kepala Sena langsung sakit dan melongo bahwa dia harus menerima bahwa masalah pertama yang harus dia selesaikan adalah masalah percintaan. Apalagi ini berkaitan dengan kasus cinta seorang model terkenal yang ada di sekolah. Makin rumit dan lebih menyusahkan daripada menyelesaikan masalah percintaan antara Bagas dengan Ariantika.

"Anna, kau yakin masalah ini berkaitan percintaan bukan dengan masalah karir dirimu sebagai model dan bintang iklan?" Sena bertanya sambil berbisik kepada Anna. Harus menghadapi hal gila pada permasalahan pertama membuat dirinya makin dibuat bingung karena masalah percintaan adalah masalah paling rumit bagi Sena. Konon katanya menghadapi cinta adalah seperti berjalan di atas kawat. Kita harus berhati-hati agar tidak jatuh, tetapi juga tidak boleh terlalu takut untuk melangkah maju. Kita harus menyeimbangkan antara harapan dan kenyataan, antara memberi dan menerima, antara percaya dan ragu. Kita harus menghadapi tantangan, rintangan, dan bahaya yang mengintai di sepanjang jalan. Tetapi jika kita berhasil mencapai tujuan kita, kita akan merasakan kebahagiaan yang tak terhingga.

Sena telepon genggamnya berdering melihat pesan whatsapp dari Bagas isinya adalah semangat klien pertamamu adalah kasus yang kamu benci Hahahahah!

"Aku tidak bisa mengatakannya tetapi karena kamu telah membicarakannya dengan berbisik maka aku akan jawab, iya semacam itu," ujar Anna dengan malu-malu dan wajah yang merona.

"Jangan bilang lebih rumit dari itu? ini berkaitan dengan pekerjaanmu selama ini?" Sena sudah menduganya dan saat ini lebih kacau karena berkaitan dengan teman yang bisa dibilang adalah seorang artis terkenal di sekolah maupun di luar sekolah. Data yang masuk ke otak Sena adalah masalah ini akan mengancam nyawa dirinya karena dia pernah mengingat bahwa sesuatu yang berkaitan dengan artis maka hasilnya adalah tidak menyenangkan alias gagal dan berhasil akan sama-sama rumit.

"Bisa dibilang seperti itu, tetapi aku malu jika harus menjelaskannya padamu di kelas ini." balas Anna yang sedang menahan malu setengah mati.

"Mungkin sih, tapi coba kau bicarakan dengan ibu Sonia selaku guru BK. Jika memang nanti diarahkan ke KPBM, aku akan selesaikan masalahmu."

"Terima kasih Kurniadi, ku harap kamu bisa menyelesaikan masalah ini," kata Anna yang tiba-tiba berjalan ke tempat duduknya. Sepertinya ketika istirahat dia akan pergi ke Bu Sonia dan akhirnya KPBM lah yang akana menyelesaikannya. Tiba-tiba dia berbalik dan kembali berbisik kepadaku, "Aku harap masalah ini hanya akan menjadi rahasia aku, Bu Sonia, dan KPBM. Karena jika masalah ini keluar maka akun-akun gosip di internet akan menjadi masalah."

Saudara-saudara, kini layar drama akan terbuka lebar, apakah bisa seorang penyendiri ini menyelesaikan masalah bersama para maniak masalah di KPBM. Sepertinya ini akan menjadi masalah yang berat buat KPBM. Semoga Jupri paham akan percintaan yang rumit. Puteri bisa menjaga mulutnya agar bisa menyelesaikan masalah ini dengan mudah. Harapannya hanya pada Ria yang rahasianya diketahui Sena untuk bisa menyelesaikan masalah ini.

"Kau berbicara apa dengan Anna, Avice?" Tanya Reza sambil minum sportdrink dengan sedotan

Saat itu Sena yang sedang bengong langsung tersadar, "Ahh tidak ada. Anna hanya bertanya soal PR hari ini apakah ada.

"Oh gitu, hei Avice. Kau kenal dengan Puteri XG kan?"

"Tentu saja kenal, dia yang membuatku susah sekarang ini. Itu aja!" seru Sena saking kesalnya diriku mengingat permasalahan yang akan terjadi. Tak lupa Sena pakai kacamata untuk belajar karena mata Sena itu minus tapin tidak terlalu besar sehingga bisa melihat tanpa kacamata tapi ketika melihat tulisan di papan tulis dia harus pakai benda itu.

Reza yang penasaran dengan Puteri kemudian duduk di kursi Bagas sambil menepuk bahu Sena. Sena yang merasa sedikit risih ingin sekali berkata kau membuatku gak nyaman.

"Avice, kau bisa mengenalkan ku kepada Puteri?" tanya pria sipit itu.

"Hah, apa? Reza kau gak salah? Kau ingin berkenalan dengan si mulut tajam itu? Kau itu masokis atau apa?

"Bukan begitu penyihir abad ini, kau tahu aku dan kau sangat mengerti bagaimana seorang kapten sekaligus penyerang andalan di sekolah ini berpikir. Kau harusnya memahami itu. Tidak perlu ku jelaskan, itu sudah jelas bukan."

"Hah, hei meskipun aku memahami cara bermain kalian. Aku ini bukan peramal yang bisa tahu isi pikiran kalian. Bagaimanapun juga aku ini hanyalah manusia," jawab Sena dengan ketus.

"Iya aku paham, tetapi aku sudah menceritakan padamu tempo hari ketika kau sedang mengerjakan konten tulisanmu di kantin. Lalu kau mengatakan bahwa kamu mengerti dan memahami semua itu jadi bisa jadi jalan buatku untuk bersamanya."

aduh masalah baru datang lagi, kebiasaanku ketika sedang memahami sesuatu aku terlalu terbuai di dalamnya hingga aku menjadi auto pilot ketika ditanyai seseorang padahal kesadaranku saat itu sedang pada maslaah yang ingin ku ketahui.

*"*Ok\, biar cepat selesai masalah ini. Coba kau bilang ke Bu Sonia jika memang KPBM yang menyelesaikan nanti akan ku selesaikan masalahmu\, Reza."

Dia mengangguk-angguk lalu berkata, "Nggak percuma saya memiliki teman seorang penyihir di abad ini seperti dirimu. Tolong bantu ya." Intonasinya sangat kegirangan, boleh jadi ini masalah akan menjadi rumit dan mengesalkan.

"Aku ini bukanlah penyihir, Reza. Berapa kali ku bilang bahwa aku ini bukan penyihir," kata Sena.

Hari ini entah kerasukan apa hingga masalah harus datang tanpa henti ke Sena. Untuk menghibur dirinya, dia pun langsung memainkan telepon genggamannya dan bermain Minecraft.

"Yo Sena, bagaimana setelah aku ke toilet apakah ada perkembangan?"

Sena sedikit murka dan kesal terhadap kelakuan Bagas. Yeah, whatever! Itu bukanlah masalah meskipun bagi Sena ini akan jadi maslah yang rumit. Reza dan Anna dua orang yang penting dimata sekolah harus terjebak pada urusan cinta. Seperti teori yang Sena katakan, ini akan jadi kesulitan yang maha sulit.

"Memang tak ada biang maslah melebihi dirimu ya, Bagas." ucap Sena

"Pujian yang terlalu, aku hanya membantu seorang Sena yang biasa disebut Raja lapangan menyelesaikan masalah yang menarik disekolah ini," balas Bagas sambil tertawa sinis.

"Kau memang benar-benar membenciku ya, Bagas."

"Tidak, justru aku peduli terhadapmu, Kurniadi Avicenna." ucap Bagas sambil tersenyum seperti iblis.

"Ok lupakan masalah ini sepertinya sebentar lagi guru akan masuk."

Guru pun masuk ruangan. Semua murid duduk di tempatnya, diikuti Sena yang gelisah dan mematikan telepon genggamnya.

Sial! dalam hati Sena pun berkata, bagaimana aku harus menyelesaikan masalah ini? Namun sekarang aku harus lupakan itu semua dan fokus pada pelajaran.

Episodes
1 Prolog
2 Awal dari Masalah
3 Jika Kau Punya Dosa, Semuanya Akan Rumit
4 Kenangan Harusnya Dilupakan, Tapi Tidak Kenangan Buruk
5 Kehidupan Layaknya Musik Jazz, Terlalu Banyak Improvisasi dan Spontanitas
6 Kamu Tidak Sendirian
7 Bagaimana Aku Harus Menyelesaikan Masalah Ini?
8 Pandangan Putri Salju Terhadap Kurniadi Avicenna
9 Roda Takdir Akhirnya Mulai Kembali Bergerak
10 Masalahpun Dimulai
11 Kenapa Kehidupanku Menjadi Kehidupan yang Abnormal?
12 Penyihir yang Kembali Lapangan
13 Babak Pertama yang Menyedihkan
14 Penyihir yang Licik, Kurniadi Avicenna
15 Ketika Pangeran Sepak Bola Sadar Akan Karir
16 Membuat Kue Tanda Persahabatan
17 Setidaknya Masalah Kali Ini, Semuanya Bahagia
18 Datangnya Salah Satu Kasus Dari 7 Misteri SMAN 105 yang Belum Terpecahkan
19 Hilangnya Tanaman Kebun Secara Misterius di Pagi Hari
20 Ketika KPBM Dibicarakan oleh Anggot OSIS
21 Badai Itu Datang Lagi, Skandal Teman Satu Klub
22 Badai Itu Mulai Datang Lagi
23 Permasalahan Vtuber yang Semakin Rumit
24 Ketakutan Ria dan Kenangannya Dengan Klub Penelitian Budaya Masyarakat (KPBM)
25 Ibu Sonia yang Memegang Janji Pada Ria
26 Sidang yang Menyebalkan
27 Pertaruhan Sena dengan Ina
28 Bantuan Datang! Siapa Pelaku Pembongkaran Ria sebagai Calara Puni-puni?
29 Pria di Belakang Masalah
30 Awal Mula Pertarungan IT
31 Jaka Si Joker IT
32 Pertandingan Yang Berat
33 Pembantaian yang Terbalik
34 Adu Siasat
35 Ke Arah yang Tidak Menguntungkan
36 Baku Pukul Tak Terhindarkan
37 Penyelesaian Masalah Menimbulkan Masalah
38 Hubungan Ayah dan Anak
39 Ketika Sena Tidak Ada di Klub
40 Masa Lalu Sena
41 Ketika Puteri Jatuh Hati
42 Puteri Tanpa Hati Ternyata Punya Hati
43 Monolog Ini Punya Siapa?
44 Bintang Mulai Berbohong
Episodes

Updated 44 Episodes

1
Prolog
2
Awal dari Masalah
3
Jika Kau Punya Dosa, Semuanya Akan Rumit
4
Kenangan Harusnya Dilupakan, Tapi Tidak Kenangan Buruk
5
Kehidupan Layaknya Musik Jazz, Terlalu Banyak Improvisasi dan Spontanitas
6
Kamu Tidak Sendirian
7
Bagaimana Aku Harus Menyelesaikan Masalah Ini?
8
Pandangan Putri Salju Terhadap Kurniadi Avicenna
9
Roda Takdir Akhirnya Mulai Kembali Bergerak
10
Masalahpun Dimulai
11
Kenapa Kehidupanku Menjadi Kehidupan yang Abnormal?
12
Penyihir yang Kembali Lapangan
13
Babak Pertama yang Menyedihkan
14
Penyihir yang Licik, Kurniadi Avicenna
15
Ketika Pangeran Sepak Bola Sadar Akan Karir
16
Membuat Kue Tanda Persahabatan
17
Setidaknya Masalah Kali Ini, Semuanya Bahagia
18
Datangnya Salah Satu Kasus Dari 7 Misteri SMAN 105 yang Belum Terpecahkan
19
Hilangnya Tanaman Kebun Secara Misterius di Pagi Hari
20
Ketika KPBM Dibicarakan oleh Anggot OSIS
21
Badai Itu Datang Lagi, Skandal Teman Satu Klub
22
Badai Itu Mulai Datang Lagi
23
Permasalahan Vtuber yang Semakin Rumit
24
Ketakutan Ria dan Kenangannya Dengan Klub Penelitian Budaya Masyarakat (KPBM)
25
Ibu Sonia yang Memegang Janji Pada Ria
26
Sidang yang Menyebalkan
27
Pertaruhan Sena dengan Ina
28
Bantuan Datang! Siapa Pelaku Pembongkaran Ria sebagai Calara Puni-puni?
29
Pria di Belakang Masalah
30
Awal Mula Pertarungan IT
31
Jaka Si Joker IT
32
Pertandingan Yang Berat
33
Pembantaian yang Terbalik
34
Adu Siasat
35
Ke Arah yang Tidak Menguntungkan
36
Baku Pukul Tak Terhindarkan
37
Penyelesaian Masalah Menimbulkan Masalah
38
Hubungan Ayah dan Anak
39
Ketika Sena Tidak Ada di Klub
40
Masa Lalu Sena
41
Ketika Puteri Jatuh Hati
42
Puteri Tanpa Hati Ternyata Punya Hati
43
Monolog Ini Punya Siapa?
44
Bintang Mulai Berbohong

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!