"Amelia, kenapa kau gak pernah bertanya dulu ketika menggunakan barang-barang ku sih? Kan kalau bilang setidaknya aku tahu," ujar Ina yang merupakan saudara kembar dari seorang Puteri Amelia Cantika.
"Hah, Apa kau bilang? Sudah aku bilang berulangkali bahwa aku tidak memiliki urusan apapun denganmu . Seringkali jika aku menggunakan barangmu malah terjadi drama. Jadi itu bukan salahku," balas Puteri dengan ketus.
Mereka adalah dua saudara yang memiliki dua kepribadian yang berbeda padahal muka mereka bagai pinang dibelah dua. Orang-orang tak habis pikir kenapa saudara kembar yang memiliki wajah yang sama tetapi memiliki kepribadian yang berbeda. Kalau bisa dibilang mereka adalah Yin dan Yang, Ina dan Puteri adalah kekuatan yang berlawanan, tergantung dari aliran siklus alami. Mereka selalu mencari keseimbangan meskipun mereka bertentangan, tetapi mereka tidak selalu bertentangan satu sama lain. Tapi meskipun begitu mereka sebenarnya mirip satu dengan yang lain.
"Wah, gila! Masih gak ngaku juga, itu apa!? Amelia kamu harusnya paham gak sih, aku ini membutuhkan laptop itu buat kerjaan OSIS kenapa kini kau memakai dua laptop?" tanya dari Ina yang sedari tadi kesal laptopnya dipakai Puteri.
"Laptop? Oh ini, aku sedang ada kerjaan membuat video jadi kerjaan koding ku aku harus pakai laptop mu agar lebih cepat selesai," jawab Puteri dengan nada dingin.
"Tapi bagaimanapun juga itu laptop aku! Jangan kau gunakan untuk hobimu yang membuatku kesal!" ujar Ina.
"Kau malah yang memiliki hobi yang lebih mengerikan sampai harus membuat seorang Kurniadi Avicenna menderita, kak." balas Puteri.
"Udah-udah mau sampai kapan kalian berantem? Ayo cepat berangkat sekolah nanti telat." Potong ayah mereka berdua.
Ketika mereka berdua di dalam mobil dan sebagai pribadi yang memiliki perbedaan cukup mencolok, setiap hari, mereka selalu saja berdebat dan bertengkar hingga membuat ayah dan sopir mereka cukup bosan dengan keseharian mereka.
"Kau ini ya Amelia, selalu saja mengambil kepunyaanku secara diam-diam tidak bisakah kau meminta izin dengan baik-baik. Bahkan sampai kau tidak mengaku segala." ucap Ina dengan ketus.
"Hah! Apa? Aku selalu minta izin kepadamu ya, Ina. Tapi setiap ku memintanya kau selalu beralasan kau akan menggunakannya. Kau terlalu licik dan selalu menyembunyikan rencana yang membuat diriku terlihat jelek ya Ina." balas Puteri.
"Kau yang tak tahu diri coba saja aku memiliki adik yang lebih manis mungkin tidak seperti ini jadinya."
"Kau benar-benar ya otak licik ya, Amelia dan membuat essai ku menjadi terlihat buruk sampai-sampai Sena kena batunya. Kami harus mendapat hukuman yang menyulitkan kami."
"Pria bodoh yang menyia-nyiakan bakat itu sudah sewajarnya begitu. Kau sendiri malah membantu Sena di klub bodoh mu itu."
"Oh ayolah anak-anak, apakah tidak ada hari untuk kalian tidak bertengkar? Setiap pagi lho kalian ini ribut terus. Lalu siapa itu Sena. Anak itu selalu saja keluar dari mulut kalian hingga kalian bertengkar sendiri." ucap ayahnya yang kesal melihat kedua putrinya membicarakan pria lain di mobilnya.
Puteri Ina Cantika dan Puteri Amelia Cantika, kedua wanita tersebut adalah salah satu wanita cantik di sekolah. Sayangnya Ina terkenal dengan perasaannya yang hangat dan berbaur dengan siapa saja. Bisa dikatakan, dia sangatlah easy going. Wanita supel yang dicintai siapapun dan dihargai siapapun. Namun tak banyak orang tahu, dia itu bagaikan seorang medusa. Berbeda dengan Ina, Amelia atau orang-orang disekitarnya mengenalnya sebagai puteri. Dia justru dikenal sebagai putri es sejati. Sifat dinginnya hingga membuatnya disalahpahami sebagai rasa benci dirinya terhadap orang lain. Tetapi meskipun begitu, sifat dinginnya itu sama seperti rumah iglo.
Mereka berdua meskipun berada di sekolah yang sama sayangnya mereka berada di kelas yang berbeda. Puteri Amelia dia berada di kelas XG sedangkan Ina berada di kelas XC. Kelas yang memiliki karakteristik berbeda. XC adalah kelas yang mirip sekali gangster dimana pertemanan dan apapun di dalamnya ditanggung bersama. Sedangkan XG adalah kelas para elit dimana anak orang kaya rata-rata berada di kelas XG. Bisa dikatakan bahwa XG itu lebih mirip kerajaan yang berada di sekolah ini.
"Kau jangan mengikuti ku ya, Amelia. Kau menyebalkan, aku membencimu." ucap Ina sambil mengambil tas dan kemudian berlari masuk ke arah gerbang sekolah.
"Siapa juga yang mengikuti dirimu! Aku tidak sudi mengikuti orang seperti dirimu." balas Puteri yang mengambil tas dan berjalan perlahan menuju sekolah.
Ketika Puteri berjalan sebentar tiba-tiba ada seseorang yang menghampirinya. Dia adalah wanita yang tidak begitu cantik tetapi tidak jelek juga. Biasa dibilang dia biasa saja dan kebetulan masuk di kelas kerajaan. Wanita itu bernama Jesika.
"Pagi, Puteri! Kau sendiri saja?" ucap Jesika dengan nada yang riang penuh gembira.
"Eh! Ya aku sendiri saja Je." balas Puteri dengan dingin.
"Kau sudah mengerjakan PR dari Pak Maksum, put?"
"Aku sudah mengerjakannya. Pelajaran Geografi yang menyebalkan. Kenapa pelajaran itu harus ada?"
"Jangan begitu, kau tahu tidak rumor yang mengatakan bahwa Kurniadi Avicena dan Pak Maksum adalah ayah dan anak. Konon katanya mereka adalah keluarga sehingga kelas XA sampai XC tidak diajarkan oleh Pak Maksum untuk pelajaran Geografi melainkan Bu Nurmiati."
"Gosip mana lagi itu. Jelas-jelas Sena saja selalu berangkat dan pergi naik angkot setiap hari. Je, kau harus perhatikan penampilan dan sifat mereka juga berbeda, Pak Maksum itu lebih ceria dan mengajar penuh dengan canda tawa sedangkan Sena hanyalah pria suram yang selalu menyendiri."
"Kau pikir seperti anak yang terpintar di Sekolah Lucy dari kelas XD yang sangat mirip dan memang bapak dan anak dengan Pak Murdianto yang merupakan guru Bahasa Arab."
"Yang benar saja, anak guru mana yang kesehariannya hanya bermain game?"
"Kau benar sih, Put. biasanya anak guru itu selalu pintar. Tidak terlihat di tampang Sena yang sedikit konyol." jawab Je sambil mengecek hp miliknya. Kemudian dia berkata, "Haduh, Sena juga tidak pernah memposting soal keluarganya. Dia hanya memposting soal bola, game, dan anime saja. Kenapa sih, pemuda itu terlalu wibu?"
"Kan sudah ku bilang. Pak Maksum sendiri guru yang cukup tua, dia gak punya media sosial apapun." jelas Puteri.
"Sena itu segila ini ya? Putri kau pasti tahu tentang dia kan." ucap Je dengan nada penasaran.
"Sedikit, aku mengenalnya ketika kakakku yang bodoh itu menjadi OSIS di SMP yang sama dengan Sena." balas Puteri dengan wajah yang sedikit tersenyum seperti mengenang masa-masa itu.
"Apa dia seaneh sekarang?"
"Lebih aneh, dulu dia adalah penyendiri. Tapi bisa dibilang dia itu seperti memiliki kepribadian ganda yang membuatnya tidak jelas. Akan tetapi jika kau mengenalnya dari dekat, kau akan tahu seberapa baik dia seperti apa. Sayangnya kakakku yang bodoh itu sudah merusaknya dengan cara yang menyedihkan hingga aku membenci kakakku sendiri."
"Heh? Jadi seperti itu." Ucap Je kemudian dia kembali berkata, "Kau tidak usah menceritakan detailnya. Karena aku penasaran saja orang bernama Kurniadi Avicenna hingga bersedia menerima hukuman untuk menyelesaikan masalah siswa apa saja yang di sekolah di luar akademik."
"Penasaran sih, dia aslinya seperti apa?"
"Kau penasaran Put? Bukankah kau berada di klub yang sama dengannya."
"Dia tak pernah menjadi dirinya sendiri kecuali dihadapan kakakku dan aku hanya tahu sedikit dari banyaknya rahasia dia bersama kakakku itu semua."
"Ahh, jadi seperti itu. Sebaiknya kita membahas hal lain saja." ujar Je yang rasa penasarannya hilang ketika mendengar kalau ada hubungannya dengan Wakil Ketua OSIS.
"Eh, kenapa begitu? Aku pikir kau akan penasaran dengan semua itu." tanya Putri sambil berhenti sesaat.
Menyusul Puteri, Je pun ikut berhenti. Dia pun kembali berkata, "Aku cukup ngeri jika harus berurusan dengan kakakmu. Jika kamu Puteri, penampilanmu memang intimidatif tetapi sebenarnya kamu itu baik. Tetapi kakakmu, dia punya aura yang cukup aneh. Rasanya kita ingin sekali dekat dengan dirinya. Tetapi, dia itu bagaikan bunga pemakan serangga sungguh sangat mengerikan."
"Mengerikan? Dia tidak seperti itu, mungkin." sanggah Putri yang kembali berjalan.
"Mungkin? Kenapa mungkin? Bukankah memang seperti itu?" balas Je dengan rasa penasaran.
"Mungkin, aku tidak tahu betul tentang pemikirannya lebih dalam meskipun aku adalah saudara kembarnya. Aku hanya tahu bahwa dia punya sisi manis yang aku inginkan. Aku harap bisa membaca pikirannya tetapi tidak demikian."
"Aku kira anak kembar akan memiliki pemikiran yang sama paling tidak dia bisa tahu satu sama lain," ucap Je sambil menepuk pundak Puteri.
"Tidak juga, kami itu tidak bisa sepemikiran dan aku pikir itu aneh."
"Tapi?"
"Tapi Sena pernah menjelaskan padaku karena dia sempat terkejut melihat diriku yang merupakan saudara kembar dari Ina. Sepertinya dia pernah mengalami hal yang menyakitkan dengan Ina. Dia mengatakan kalau tidak ada 2 manusia yang selalu seide, sejalan, sepemikiran. Begitu pula dengan anak kembar. Jadi apa yang kakakku lakukan, itu berbeda dengan apa yang aku lakukan. Kami itu manusia jadi pasti ada perbedaan. Itulah yang membuatku tidak merasa aneh."
Je langsung berlari ke depan Puteri. Kemudian wajahnya mendekati wajah Putri Salju tersebut. Dengan wajah yang menggoda Je pun berkata, "Heeee, ternyata kau punya pandangan yang positif terhadap maniak teori itu ya. Aku jadi paham kenapa kau bisa dekat dengan Sena. Sebaik itukah dia?"
"Bisa dibilang begitu. Saat aku bermasalah dengan klub teknologi sebenarnya dialah yang menolongku. Jika saja dia tidak ada di sana, boleh jadi aku dikeluarkan sekolah. Tapi dia masih saja membela orang seperti diriku dengan nada yang cukup pemalas. Kalau saja tampang pemalasnya itu bisa berubah, dia bisa jadi bintang sekolah mirip seperti Bintang." jawab Puteri sambil menggeser Je dan kembali Jalan.
"Aku jadi tertarik dengan orang itu. Jika aku ada masalah di luar akademik, aku akan ke klub mu Put." ucap Je sambil tersenyum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments