Jaka semakin penasaran dengan perkataan yang belum Riki selesaikan, karena Riki masih nampak berpikir.
"Jangan-jangan apa Rik? loe bikin gue penasaran saja," ujar Jaka.
"Apa keesokan paginya setelah malam pertama kalian, loe merasakan ada sesuatu keanehan?" tanya Riki.
"Gue kan sudah bilang kalau gue gak ingat apa-apa," jawab Jaka.
"Apa loe juga tidak melihat bercak darah atau apa pada sprei?" sambung Riki.
"Gue melihatnya, bahkan ada ****** ***** yang masih menempel pada tubuh gue, dan saat itu tubuh gue juga terasa lemas seperti seseorang yang sudah melakukan olahraga malam," jawab Jaka.
"Gue jadi curiga kalau selama ini tubuh loe di ambil alih oleh makhluk gaib tersebut," ujar Riki.
"Rik, kalau ngomong jangan aneh-aneh deh, loe bikin bulu kuduk gue merinding aja," ujar Jaka dengan memegangi tengkuk lehernya.
"Tapi logikanya, kalau loe tidak melakukan semua itu dengan Sukma, tubuh loe tidak akan merasa lelah saat bangun, apalagi sampai mengeluarkan jejak," ujar Riki.
"Iya juga sih Rik, tapi sekarang semuanya sudah terlambat, karena gue sudah menikah dengan Yuli," ucap Jaka, sehingga Riki terlonjak kaget.
"Kenapa gak bilang dari tadi, kalau tau gitu gue males ngobrol panjang lebar sama loe. Loe sih dulu Benci banget sama Yuli, akhirnya sekarang loe kena karma kan jadi bucin sama dia?"
"Tapi gue bener-bener nyesel Rik."
"Penyesalan memang selalu datang belakangan, kalau duluan berarti namanya pendaftaran. Sekarang yang hanya bisa loe lakukan adalah meminta maaf kepada Sukma, walaupun gue yakin kalau Sukma tidak akan maafin semua kesalahan loe, tapi loe masih bisa memperbaikinya dengan memberikan nafkah kepada Anak kalian, karena siapa pun yang mengambil alih tubuh loe, tetap saja yang tertanam adalah bibit loe Jak."
"Iya Rik loe benar, bagaimanapun juga bayi yang berada dalam kandungan Sukma tidak mempunyai dosa apa pun."
"Ya sudah kalau begitu loe pulang gih, masa pengantin baru keluyuran."
"Gue males pulang Rik, gue boleh ya numpang nginap di sini?" tanya Jaka, karena Jaka tidak mau bertemu dulu dengan Yuli dulu, apalagi harus berdebat dengannya.
"Ya sudah terserah loe aja," ujar Riki kemudian masuk ke dalam kamarnya, begitu juga Jaka yang masuk ke dalam kamar tamu.
Saat ini di rumah Yuli, Yuli terus saja marah-marah sehingga membanting semua barang yang ada di hadapannya.
"Kemana kamu Mas Jaka? padahal ini adalah malam pertama kita, tapi kamu tega meninggalkanku," teriak Yuli dengan menangis histeris.
......................
Sukma yang kecapean setelah beres-beres seusai acara tahlilan kini tertidur pulas di atas kursi yang berada di ruang tamu.
"Kasihan Sukma, sebenarnya apa yang telah terjadi kepadanya, kenapa Jaka tidak pernah berkata jujur kepadaku? Apa hubungan mereka sedang tidak baik-baik saja, makanya Jaka sampai tega tidak memberitahukan kabar tentang Mbok Ningsih yang sakit," gumam Bu Atun.
Sukma saat ini bermimpi sedang berada di tengah-tengah hamparan taman bunga yang luas, dan tiba-tiba ada dua orang Anak kecil yang menghampirinya kemudian bergelayut manja kepada Sukma.
"Ibunda, Alex dan Alexa kangen sekali sama Ibunda," ujar kedua Anak tersebut.
"Kenapa kalian memanggilku dengan sebutan Ibunda?" tanya Sukma yang merasa heran.
"Karena kami adalah Anak Ibunda," jawab Alex dan Alexa.
Bagaimana bisa aku mempunyai Anak yang sudah berusia tiga tahun, padahal pernikahanku dengan Mas Jaka juga belum genap satu tahun, ucap Sukma dalam hati.
Alex dan Alexa yang mendengar suara hati Sukma kini berusaha untuk menjelaskan semuanya kepada Sukma yang masih terlihat kebingungan.
"Kami tau kalau Bunda pasti bingung kan karena tiba-tiba sudah mempunyai Anak sebesar kami? asal Bunda tau kalau kami adalah Anak yang spesial karena ada darah manusia dan makhluk ghaib yang mengalir dalam tubuh kami."
"Jadi kalian juga bisa mengetahui isi hatiku?" tanya Sukma.
"Tentu saja Bunda, kami kan sudah bilang kalau kami terlahir spesial. Semoga suatu saat nanti kita bisa berkumpul ya Bunda, maaf untuk sekarang kami tidak bisa menjaga Bunda. Jaga diri baik-baik ya, semoga Bunda selalu diberikan kesehatan," ujar Alex dan Alexa, kemudian mereka berdua menghilang dari pelukan Sukma.
"Alex, Alexa," teriak Sukma pada saat terbangun.
"Kamu kenapa Nak? apa Sukma mimpi buruk?" tanya Bu Atun.
"Tidak Bu, Sukma hanya mimpi ketemu sepasang Anak kembar yang mengaku sebagai Anak Sukma saja."
"Mungkin kamu terlalu cape sayang, tadi Ibu kan udah bilang sama Sukma supaya jangan terlalu kecapean. Ya sudah, sebaiknya sekarang Sukma pindah tidurnya ke dalam kamar ya," ujar Bu Atun.
Sukma yang merasa terharu karena mendapatkan perhatian dari Bu Atun, kini memeluk tubuh Bu Atun dengan erat.
"Terimakasih banyak atas semuanya Bu, Sukma bahagia karena masih ada Ibu yang masih mau perhatian sama Sukma."
"Sudah seharusnya Ibu melakukan semua itu Nak, Sukma kan Anak Ibu juga, meskipun Ibu tidak tau masalah apa yang saat ini sedang terjadi antara Sukma dan Jaka."
Sukma beberapa kali mengembuskan nafas secara kasar, sebelum akhirnya Sukma memutuskan untuk menceritakan semuanya kepada Bu Atun.
"Bu, sebenarnya setelah mengetahui kalau Sukma hamil, Mas Jaka tidak mengakui bayi yang ada dalam kandungan Sukma. Mas Jaka bilang kalau Mas Jaka tidak pernah merasa melakukan hubungan Suami istri dengan Sukma, padahal Sukma berani bersumpah kalau Sukma tidak pernah berselingkuh," ujar Sukma dengan menangis.
"Keterlaluan sekali Jaka, bisa-bisanya dia berbicara seperti itu. Lalu sekarang Jaka berada dimana? kenapa dia sampai tega tidak memberitahukan tentang Mbok Ningsih yang jatuh di kamar mandi sehingga menyebabkan stroke kemudian meninggal dunia?" tanya Bu Atun.
"Setelah Mas Jaka mengetahui kehamilan Sukma, Mas Jaka langung meninggalkan Sukma, dan sudah beberapa bulan ini Mas Jaka tinggal bersama perempuan yang bernama Yuli."
"Astagfirullah, jadi selama ini Jaka sudah kumpul kebo dengan seorang Pelakor? tega sekali Jaka berbuat seperti itu ketika kamu sedang hamil. Sukma yang sabar ya, atas nama Jaka, Ibu meminta maaf yang sebesar-besarnya sama kamu Nak, meskipun Ibu tau kalau perbuatan Jaka sudah tidak bisa dimaafkan lagi."
"Ibu tidak perlu meminta maaf dan merasa bersalah atas semuanya, karena semua itu bukan salah Ibu. Sukma merasa kecewa dengan sikap Mas Jaka, apalagi Mas Jaka sampai tega tidak mau memberitahukan semuanya tentang mendiang Si Mbok."
"Ibu mengerti Nak, seandainya Ibu jadi Sukma, Ibu juga pasti akan kecewa sekali terhadap Jaka. Sukma yang sabar ya, apa pun yang terjadi dengan hubungan kalian berdua, kamu akan selalu jadi Anak Ibu, dan bayi yang berada dalam kandungan Sukma adalah Cucu Ibu," ujar Bu Atun, sehingga Sukma semakin merasa terharu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 241 Episodes
Comments
mom mimu
penyesalan memang datang terlambat Jaka, dan kamu cuman bisa dapat balasannya...
Lanjut lagi kak Rin, semangat terus 💪🏻💪🏻💪🏻
2023-01-20
4
🔵◡̈⃝︎☀MENTARY⃟🌻
Makin Seru Kk
Perjuangan Ucup Mampir
2023-01-20
3
Sunshine
untung Bu Atun baik
2023-01-20
2