Bab 20 ( Bertemu dalam mimpi )

Jaka semakin penasaran dengan perkataan yang belum Riki selesaikan, karena Riki masih nampak berpikir.

"Jangan-jangan apa Rik? loe bikin gue penasaran saja," ujar Jaka.

"Apa keesokan paginya setelah malam pertama kalian, loe merasakan ada sesuatu keanehan?" tanya Riki.

"Gue kan sudah bilang kalau gue gak ingat apa-apa," jawab Jaka.

"Apa loe juga tidak melihat bercak darah atau apa pada sprei?" sambung Riki.

"Gue melihatnya, bahkan ada ****** ***** yang masih menempel pada tubuh gue, dan saat itu tubuh gue juga terasa lemas seperti seseorang yang sudah melakukan olahraga malam," jawab Jaka.

"Gue jadi curiga kalau selama ini tubuh loe di ambil alih oleh makhluk gaib tersebut," ujar Riki.

"Rik, kalau ngomong jangan aneh-aneh deh, loe bikin bulu kuduk gue merinding aja," ujar Jaka dengan memegangi tengkuk lehernya.

"Tapi logikanya, kalau loe tidak melakukan semua itu dengan Sukma, tubuh loe tidak akan merasa lelah saat bangun, apalagi sampai mengeluarkan jejak," ujar Riki.

"Iya juga sih Rik, tapi sekarang semuanya sudah terlambat, karena gue sudah menikah dengan Yuli," ucap Jaka, sehingga Riki terlonjak kaget.

"Kenapa gak bilang dari tadi, kalau tau gitu gue males ngobrol panjang lebar sama loe. Loe sih dulu Benci banget sama Yuli, akhirnya sekarang loe kena karma kan jadi bucin sama dia?"

"Tapi gue bener-bener nyesel Rik."

"Penyesalan memang selalu datang belakangan, kalau duluan berarti namanya pendaftaran. Sekarang yang hanya bisa loe lakukan adalah meminta maaf kepada Sukma, walaupun gue yakin kalau Sukma tidak akan maafin semua kesalahan loe, tapi loe masih bisa memperbaikinya dengan memberikan nafkah kepada Anak kalian, karena siapa pun yang mengambil alih tubuh loe, tetap saja yang tertanam adalah bibit loe Jak."

"Iya Rik loe benar, bagaimanapun juga bayi yang berada dalam kandungan Sukma tidak mempunyai dosa apa pun."

"Ya sudah kalau begitu loe pulang gih, masa pengantin baru keluyuran."

"Gue males pulang Rik, gue boleh ya numpang nginap di sini?" tanya Jaka, karena Jaka tidak mau bertemu dulu dengan Yuli dulu, apalagi harus berdebat dengannya.

"Ya sudah terserah loe aja," ujar Riki kemudian masuk ke dalam kamarnya, begitu juga Jaka yang masuk ke dalam kamar tamu.

Saat ini di rumah Yuli, Yuli terus saja marah-marah sehingga membanting semua barang yang ada di hadapannya.

"Kemana kamu Mas Jaka? padahal ini adalah malam pertama kita, tapi kamu tega meninggalkanku," teriak Yuli dengan menangis histeris.

......................

Sukma yang kecapean setelah beres-beres seusai acara tahlilan kini tertidur pulas di atas kursi yang berada di ruang tamu.

"Kasihan Sukma, sebenarnya apa yang telah terjadi kepadanya, kenapa Jaka tidak pernah berkata jujur kepadaku? Apa hubungan mereka sedang tidak baik-baik saja, makanya Jaka sampai tega tidak memberitahukan kabar tentang Mbok Ningsih yang sakit," gumam Bu Atun.

Sukma saat ini bermimpi sedang berada di tengah-tengah hamparan taman bunga yang luas, dan tiba-tiba ada dua orang Anak kecil yang menghampirinya kemudian bergelayut manja kepada Sukma.

"Ibunda, Alex dan Alexa kangen sekali sama Ibunda," ujar kedua Anak tersebut.

"Kenapa kalian memanggilku dengan sebutan Ibunda?" tanya Sukma yang merasa heran.

"Karena kami adalah Anak Ibunda," jawab Alex dan Alexa.

Bagaimana bisa aku mempunyai Anak yang sudah berusia tiga tahun, padahal pernikahanku dengan Mas Jaka juga belum genap satu tahun, ucap Sukma dalam hati.

Alex dan Alexa yang mendengar suara hati Sukma kini berusaha untuk menjelaskan semuanya kepada Sukma yang masih terlihat kebingungan.

"Kami tau kalau Bunda pasti bingung kan karena tiba-tiba sudah mempunyai Anak sebesar kami? asal Bunda tau kalau kami adalah Anak yang spesial karena ada darah manusia dan makhluk ghaib yang mengalir dalam tubuh kami."

"Jadi kalian juga bisa mengetahui isi hatiku?" tanya Sukma.

"Tentu saja Bunda, kami kan sudah bilang kalau kami terlahir spesial. Semoga suatu saat nanti kita bisa berkumpul ya Bunda, maaf untuk sekarang kami tidak bisa menjaga Bunda. Jaga diri baik-baik ya, semoga Bunda selalu diberikan kesehatan," ujar Alex dan Alexa, kemudian mereka berdua menghilang dari pelukan Sukma.

"Alex, Alexa," teriak Sukma pada saat terbangun.

"Kamu kenapa Nak? apa Sukma mimpi buruk?" tanya Bu Atun.

"Tidak Bu, Sukma hanya mimpi ketemu sepasang Anak kembar yang mengaku sebagai Anak Sukma saja."

"Mungkin kamu terlalu cape sayang, tadi Ibu kan udah bilang sama Sukma supaya jangan terlalu kecapean. Ya sudah, sebaiknya sekarang Sukma pindah tidurnya ke dalam kamar ya," ujar Bu Atun.

Sukma yang merasa terharu karena mendapatkan perhatian dari Bu Atun, kini memeluk tubuh Bu Atun dengan erat.

"Terimakasih banyak atas semuanya Bu, Sukma bahagia karena masih ada Ibu yang masih mau perhatian sama Sukma."

"Sudah seharusnya Ibu melakukan semua itu Nak, Sukma kan Anak Ibu juga, meskipun Ibu tidak tau masalah apa yang saat ini sedang terjadi antara Sukma dan Jaka."

Sukma beberapa kali mengembuskan nafas secara kasar, sebelum akhirnya Sukma memutuskan untuk menceritakan semuanya kepada Bu Atun.

"Bu, sebenarnya setelah mengetahui kalau Sukma hamil, Mas Jaka tidak mengakui bayi yang ada dalam kandungan Sukma. Mas Jaka bilang kalau Mas Jaka tidak pernah merasa melakukan hubungan Suami istri dengan Sukma, padahal Sukma berani bersumpah kalau Sukma tidak pernah berselingkuh," ujar Sukma dengan menangis.

"Keterlaluan sekali Jaka, bisa-bisanya dia berbicara seperti itu. Lalu sekarang Jaka berada dimana? kenapa dia sampai tega tidak memberitahukan tentang Mbok Ningsih yang jatuh di kamar mandi sehingga menyebabkan stroke kemudian meninggal dunia?" tanya Bu Atun.

"Setelah Mas Jaka mengetahui kehamilan Sukma, Mas Jaka langung meninggalkan Sukma, dan sudah beberapa bulan ini Mas Jaka tinggal bersama perempuan yang bernama Yuli."

"Astagfirullah, jadi selama ini Jaka sudah kumpul kebo dengan seorang Pelakor? tega sekali Jaka berbuat seperti itu ketika kamu sedang hamil. Sukma yang sabar ya, atas nama Jaka, Ibu meminta maaf yang sebesar-besarnya sama kamu Nak, meskipun Ibu tau kalau perbuatan Jaka sudah tidak bisa dimaafkan lagi."

"Ibu tidak perlu meminta maaf dan merasa bersalah atas semuanya, karena semua itu bukan salah Ibu. Sukma merasa kecewa dengan sikap Mas Jaka, apalagi Mas Jaka sampai tega tidak mau memberitahukan semuanya tentang mendiang Si Mbok."

"Ibu mengerti Nak, seandainya Ibu jadi Sukma, Ibu juga pasti akan kecewa sekali terhadap Jaka. Sukma yang sabar ya, apa pun yang terjadi dengan hubungan kalian berdua, kamu akan selalu jadi Anak Ibu, dan bayi yang berada dalam kandungan Sukma adalah Cucu Ibu," ujar Bu Atun, sehingga Sukma semakin merasa terharu.

Terpopuler

Comments

mom mimu

mom mimu

penyesalan memang datang terlambat Jaka, dan kamu cuman bisa dapat balasannya...

Lanjut lagi kak Rin, semangat terus 💪🏻💪🏻💪🏻

2023-01-20

4

🔵◡̈⃝︎☀MENTARY⃟🌻

🔵◡̈⃝︎☀MENTARY⃟🌻

Makin Seru Kk
Perjuangan Ucup Mampir

2023-01-20

3

Sunshine

Sunshine

untung Bu Atun baik

2023-01-20

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 ( Sukma Ayu )
2 Bab 2 ( Gadis Bahu Laweyan )
3 Bab 3 ( Kawin Lari )
4 Bab 4 ( Pernikahan Jaka dan Sukma )
5 Bab 5 ( Kemunculan Raja Genderewo pada malam pertama )
6 Bab 6 ( Merasakan sebuah kejanggalan )
7 Bab 7 ( Bertemu dengan Yuli )
8 Bab 8 ( Memulihkan tubuh Jaka )
9 Bab 9 ( Merasa heran )
10 Bab 10 ( Memakai Pemikat )
11 Bab 11 ( Hamil Anak Genderewo )
12 Bab 12 ( Keinginan yang aneh )
13 Bab 13 ( Petak Umpet )
14 Bab 14 ( Lahirnya Alex dan Alexa )
15 Bab 15 ( Merasa berat untuk berpisah )
16 Bab 16 ( Perubahan sikap Jaka )
17 Bab 17 ( Malangnya nasib Sukma )
18 Bab 18 ( Cobaan Bertubi-tubi )
19 Bab 19 ( Rasa cinta menjadi benci )
20 Bab 20 ( Bertemu dalam mimpi )
21 Bab 21 ( Permintaan maaf Jaka )
22 Bab 22 ( Ilmu Kebatinan )
23 Bab 23 ( Meminta Cerai )
24 Bab 24 ( Kelahiran Yusuf )
25 Bab 25 ( Bayi Ajaib )
26 Bab 26 ( Rencana licik Yuli )
27 Bab 27 ( Tidak mau satu atap )
28 Bab 28 ( Penculikan Sukma dan Yusuf )
29 Bab 29 ( Titipan Terindah )
30 Bab 30 ( Tumbal Pesugihan )
31 Bab 31 ( Pernikahan Bara dan Sukma )
32 Bab 32 ( Kamu tetap yang terindah, Permaisuriku )
33 Bab 33 ( mengijinkan Yusuf tinggal di Pesantren )
34 Bab 34 ( Cinta dua Dunia )
35 Bab 35 ( Tipu muslihat Raja Iblis )
36 Nan 36 ( Kedatangan tamu tak di undang )
37 Bab 37 ( Kekuatan Cinta )
38 Bab 38 ( Pengorbanan Sukma )
39 Bab 39 ( Tumbal Pertama )
40 Bab 40 ( Akhir hidup Jaka )
41 Bab 41 ( Nafsu yang berujung kematian )
42 Bab 42 ( Selamat jalan Jaka )
43 Bab 43 ( Kemarahan Bara )
44 Bab 44 ( Siapa kamu sebenarnya? )
45 Bab 45 ( Saudara Kembar )
46 Bab 46 ( Kejujuran Bu Inem )
47 Bab 47 ( Merindukanmu )
48 Bab 48 ( Menampakkan Wujud )
49 Bab 49 ( Siapa Bara sebenarnya? )
50 Bab 50 ( Mempermalukan diri sendiri )
51 Bab 51 ( Pertemuan Sandi dan orangtua kandungnya )
52 Bab 52 ( Bertemu dalam Mimpi )
53 Bab 53 ( Terimakasih Suamiku )
54 Bab 54 ( Keinginan Sandi )
55 Bab 55 ( Yusuf sayang Ibu )
56 Bab 56 ( Perlakuan manis Bara )
57 Bab 57 ( Yusuf VS Raja Iblis )
58 Bab 58 ( Jatuh cinta pada pandangan pertama )
59 Bab 59 ( Kekhawatiran Bara )
60 Bab 60 ( Godaan Kuntilanak Angel )
61 Bab 61 ( Jiwa yang tertukar )
62 Bab 62 ( Tumbal 7 Bayi )
63 Bab 63 ( Teror Hantu Kuyang )
64 Bab 64 ( Cinta tanpa syarat )
65 Bab 65 ( Aku mencintaimu apa adanya )
66 Bab 66 ( Niat menjadi Mualaf )
67 Bab 67 ( Pernyataan cinta Alex )
68 Bab 68 ( Terjebak pada dimensi lain )
69 Bab 69 ( Misi penyelamatan Sukma )
70 Bab 70 ( Tersesat di Hutan Larangan )
71 Bab 71 ( Musnahnya Kerajaan iblis )
72 Bab 72 ( Mimpi atau Pertanda? )
73 Bab 73 ( Sudah jatuh tertimpa tangga pula )
74 Bab 74 ( Mirip Doraemon )
75 Bab 75 ( Bertemu kembali )
76 Bab 76 ( Menjadi manusia seutuhnya )
77 Bab 77 ( Bintitan )
78 Bab 78 ( Pengakuan Dosa )
79 Bab 79 ( Pernikahan Sandi dan Alexa )
80 Bab 80 ( Malam bersejarah )
81 Bab 81 ( Rencana Sandi dan Alexa )
82 Bab 82 ( Tua tua Keladi )
83 Bab 83 ( Menemui Yuli )
84 Bab 84 ( Perubahan sikap Yusuf )
85 Bab 85 ( Perpisahan Bara dan Sukma )
86 Bab 86 ( Terpisah jarak dan waktu )
87 Bab 87 ( Perjuangan Bara )
88 Bab 88 ( Cinta Sejati )
89 Bab 89 ( Promosi Novel : Di Ujung Penantianku )
90 Bab 90 ( Promosi Novel : CAKA )
91 Bab 91 ( Cahaya bulan purnama )
92 Bab 92 ( Tiba-tiba melahirkan )
93 Bab 93 ( Manusia pilihan )
94 Bab 94 ( Terbukanya portal gaib )
95 Bab 95 ( Pangeran Sabda Alam )
96 Bab 96 ( Calon Mertua VS Calon Menantu )
97 Bab 97 ( Rencana pernikahan Yusuf dan Aisyah )
98 Bab 98 ( Tipu muslihat Azura )
99 Bab 99 ( Ketempelan )
100 Bab 100 ( Dua Menantu Somplak )
101 Bab 101 ( Hari pernikahan Yusuf )
102 Bab 102 ( Bintang di samping Bulan )
103 Bab 103 ( Mengambil alih tubuh Aisyah )
104 Bab 104 ( Kejanggalan pada Aisyah )
105 Bab 105 ( Dikurung dalam dimensi lain )
106 Bab 106 ( Kamu bukan Aisyah )
107 Bab 107 ( Menerobos masuk )
108 Bab 108 ( Iblis Pelakor )
109 Bab 109 ( Puasa selama 40 hari )
110 Bab 110 ( Misi menyelamatkan Aisyah )
111 Bab 111 ( Sepenggal masalalu Azura )
112 Bab 112 ( Kekuatan cinta )
113 Bab 113 ( Menggunakan Pesugihan )
114 Bab 114 ( Sebab Akibat )
115 Bab 115 ( Malam Syahdu )
116 Bab 116 ( Persyaratan yang berat )
117 Bab 117 ( Kehilangan Kambing )
118 Bab 118 ( Bulu Harimau )
119 Bab 119 ( Salah tangkap )
120 Bab 120 ( Penangkapan manusia harimau )
121 Bab 121 ( Bisikan iblis )
122 Bab 122 ( Tanam tuai )
123 Bab 123 ( Syukuran ulang tahun Bulan )
124 Bab 124 ( Memiliki kelebihan juga )
125 Bab 125 ( Lompat kelas )
126 Bab 126 ( Teman baru )
127 Bab 127 ( Melanggar pantangan )
128 Bab 128 ( Keanehan pada Putri )
129 Bab 129 ( Kisah Nyai Seroja )
130 Bab 130 ( Kembali ke alam yang seharusnya )
131 Bab 131 ( Terbukanya mata batin Bara )
132 Bab 132 ( Miskun meresahkan )
133 Bab 133 ( Indra Jaya )
134 Bba 134 ( Ikut pulang )
135 Bab 135 ( Ulah si Ucil )
136 Bab 136 ( Rencana Indra Jaya )
137 Bab 137 ( Penyamaran Sandi )
138 Bab 138 ( Kehilangan aset berharga )
139 Bab 139 ( Jatuh cinta pada pandangan pertama )
140 Bab 140 ( Tertangkap basah )
141 Bab 141 ( Memulai serangan )
142 Bab 142 ( Pengorbanan Indra Jaya )
143 Bab 143 ( Selamat tinggal Ana )
144 Bab 144 ( Harta tidak akan dibawa mati )
145 Bab 145 ( Mimpi atau pertanda )
146 Bab 146 ( Proses evakuasi )
147 Bab 147 ( Arwah Citra )
148 Bab 148 ( Kemampuan yang kembali )
149 Bab 149 ( Mata kedua )
150 Bab 150 ( Damai itu indah )
151 Bab 151 ( Arwah gentayangan )
152 Bab 152 ( Cinta itu buta dan tuli )
153 Bab 153 ( Sekolah hantu )
154 Bab 154 ( Teror )
155 Bab 155 ( Hantu tangan buntung )
156 Bab 156 ( Curahan hati Pangeran Sabda Alam )
157 Bab 157 ( Penyamaran Sandra )
158 Bab 158 ( Saling mengancam )
159 Bab 159 ( Pemburu hantu )
160 Bab 160 ( Proses evakuasi Sandra )
161 Bab 161 ( Selamat tinggal Sandra )
162 Bab 162 ( Hantu somplak )
163 Bab 163 ( Calon Menantu Sandi )
164 Bab 164 ( Perdebatan Alexa dan Gibran )
165 Bab 165 ( Bertemu teman lama )
166 Bab 166 ( Pernikahan yang menyedihkan )
167 Ban 167 ( Bangkit dari kematian )
168 Bab 168 ( Penyamaran Raja Iblis )
169 Bab 169 ( Keanehan pada Bara )
170 Bab 170 ( Bara palsu )
171 Bab 171 ( Petunjuk keberadaan Bara )
172 Bab 172 ( Kelemahan Raja iblis )
173 Bab 173 ( Mengerjai Raja iblis )
174 Bab 174 ( Melawan Raja iblis )
175 Bab 175 ( Kembali ke Kerajaan iblis )
176 Bab 176 ( Menyelamatkan Bara )
177 Bab 177 ( Jiwa yang tertukar )
178 Bab 178 ( Melakukan empat puluh kebaikan )
179 Bab 179 ( Dibalik musibah selalu ada hikmah yang tersembunyi )
180 Bab 180 ( Kembali ke tubuh yang seharusnya )
181 Bab 181 ( Kepergok )
182 Bab 182 ( Pertemuan Dewa dan Putri )
183 Bab ( Menepati janji )
184 Bab 184 ( Kuntilanak pemakan ari ari )
185 Bab 185 ( Asmara dua dunia )
186 Bab 186 ( Mencintaimu yang tak terlihat )
187 Bab 187 ( Patah hati )
188 Bab 188 ( Menentang takdir )
189 Bab 189 ( Pernikahan Jin dan Manusia )
190 Bab 190 ( Tapa Brata )
191 Bab 191 ( Kekuatan cahaya Matahari )
192 Bab 192 ( Acara Akikah Azka dan Dira )
193 Bab 193 ( Ritual menjadi manusia )
194 Bab 194 ( Berlian merah delima )
195 Bab 195 ( Primadona kampung durian runtuh )
196 Bab 196 ( Melamar Bulan )
197 Bab 197 ( Pesugihan buto ijo )
198 Bab 198 ( Pengakuan Bulan dan Bintang )
199 Bab 199 ( Sisa waktu satu tahun )
200 Bab 200 ( Ku tumbal kan tubuhku)
201 Bab 201 ( Mendapatkan penglihatan )
202 Bab 202 ( Kedai Hantu)
203 Bab 203 ( Raja somplak dan Pangeran somplak)
204 Bab 204 ( Sekar Kemuning)
205 Bab 205 ( Pergi kemping)
206 Bab 206 ( Tas terbang)
207 Bab 207 ( Hari pertama di tempat kemping)
208 Bab 208 ( Dosa terindah)
209 Bab 209 ( Terjatuh dari pohon)
210 Bab 210 ( Kerasukan)
211 Bab 211 ( Sihir ilusi)
212 Bab 212 ( Keputusan Bara )
213 Bab 213 ( Mimpi buruk )
214 Bab 214 ( Momen terakhir )
215 Bab 215 ( Perpisahan selalu menyakitkan )
216 Bab 216 ( Separuh jiwaku pergi )
217 Bab 217 ( Lukisan berdarah )
218 Bab 218 ( Bintang masih hidup )
219 Bab 219 ( Bertarung dengan Kuntilanak Pelakor )
220 Bab 220 ( Bulan VS Ratu ular )
221 Bab 221 ( Bukan Penyihir )
222 Bab 222 ( Nyanyian tengah malam )
223 Bab 223 ( Terimakasih Nyai Dasimah )
224 Bab 224 ( Meluruskan kesalahpahaman )
225 Bab 225 ( Kaca benggala )
226 Bab 226 ( Promosi Novel baru : Suamiku Boneka Keluarganya )
227 Bab 227 ( Pertemuan Bulan dan Bintang )
228 Bab 228 ( Seperti orang asing )
229 Bab 229 ( Budak nafsu Raja iblis )
230 Bab 230 ( Pasar hantu )
231 Bab 231 ( Pemuja iblis )
232 Bab 232 ( Pernyataan cinta )
233 Bab 233 ( Manusia berhati iblis )
234 Bab 234 ( Orang misterius )
235 Bab 235 ( Hantu kesiangan )
236 Bab 236 ( Ingatan yang mulai kembali )
237 Bab 237 ( Fakta yang menyakitkan )
238 Bab 238 ( Aku adalah Pangeran Sabda Alam )
239 Bab 239 ( Guna guna )
240 Bab 240 ( Ali dan Andini hilang )
241 Bab 241 ( Kita akan selalu bersama )
Episodes

Updated 241 Episodes

1
Bab 1 ( Sukma Ayu )
2
Bab 2 ( Gadis Bahu Laweyan )
3
Bab 3 ( Kawin Lari )
4
Bab 4 ( Pernikahan Jaka dan Sukma )
5
Bab 5 ( Kemunculan Raja Genderewo pada malam pertama )
6
Bab 6 ( Merasakan sebuah kejanggalan )
7
Bab 7 ( Bertemu dengan Yuli )
8
Bab 8 ( Memulihkan tubuh Jaka )
9
Bab 9 ( Merasa heran )
10
Bab 10 ( Memakai Pemikat )
11
Bab 11 ( Hamil Anak Genderewo )
12
Bab 12 ( Keinginan yang aneh )
13
Bab 13 ( Petak Umpet )
14
Bab 14 ( Lahirnya Alex dan Alexa )
15
Bab 15 ( Merasa berat untuk berpisah )
16
Bab 16 ( Perubahan sikap Jaka )
17
Bab 17 ( Malangnya nasib Sukma )
18
Bab 18 ( Cobaan Bertubi-tubi )
19
Bab 19 ( Rasa cinta menjadi benci )
20
Bab 20 ( Bertemu dalam mimpi )
21
Bab 21 ( Permintaan maaf Jaka )
22
Bab 22 ( Ilmu Kebatinan )
23
Bab 23 ( Meminta Cerai )
24
Bab 24 ( Kelahiran Yusuf )
25
Bab 25 ( Bayi Ajaib )
26
Bab 26 ( Rencana licik Yuli )
27
Bab 27 ( Tidak mau satu atap )
28
Bab 28 ( Penculikan Sukma dan Yusuf )
29
Bab 29 ( Titipan Terindah )
30
Bab 30 ( Tumbal Pesugihan )
31
Bab 31 ( Pernikahan Bara dan Sukma )
32
Bab 32 ( Kamu tetap yang terindah, Permaisuriku )
33
Bab 33 ( mengijinkan Yusuf tinggal di Pesantren )
34
Bab 34 ( Cinta dua Dunia )
35
Bab 35 ( Tipu muslihat Raja Iblis )
36
Nan 36 ( Kedatangan tamu tak di undang )
37
Bab 37 ( Kekuatan Cinta )
38
Bab 38 ( Pengorbanan Sukma )
39
Bab 39 ( Tumbal Pertama )
40
Bab 40 ( Akhir hidup Jaka )
41
Bab 41 ( Nafsu yang berujung kematian )
42
Bab 42 ( Selamat jalan Jaka )
43
Bab 43 ( Kemarahan Bara )
44
Bab 44 ( Siapa kamu sebenarnya? )
45
Bab 45 ( Saudara Kembar )
46
Bab 46 ( Kejujuran Bu Inem )
47
Bab 47 ( Merindukanmu )
48
Bab 48 ( Menampakkan Wujud )
49
Bab 49 ( Siapa Bara sebenarnya? )
50
Bab 50 ( Mempermalukan diri sendiri )
51
Bab 51 ( Pertemuan Sandi dan orangtua kandungnya )
52
Bab 52 ( Bertemu dalam Mimpi )
53
Bab 53 ( Terimakasih Suamiku )
54
Bab 54 ( Keinginan Sandi )
55
Bab 55 ( Yusuf sayang Ibu )
56
Bab 56 ( Perlakuan manis Bara )
57
Bab 57 ( Yusuf VS Raja Iblis )
58
Bab 58 ( Jatuh cinta pada pandangan pertama )
59
Bab 59 ( Kekhawatiran Bara )
60
Bab 60 ( Godaan Kuntilanak Angel )
61
Bab 61 ( Jiwa yang tertukar )
62
Bab 62 ( Tumbal 7 Bayi )
63
Bab 63 ( Teror Hantu Kuyang )
64
Bab 64 ( Cinta tanpa syarat )
65
Bab 65 ( Aku mencintaimu apa adanya )
66
Bab 66 ( Niat menjadi Mualaf )
67
Bab 67 ( Pernyataan cinta Alex )
68
Bab 68 ( Terjebak pada dimensi lain )
69
Bab 69 ( Misi penyelamatan Sukma )
70
Bab 70 ( Tersesat di Hutan Larangan )
71
Bab 71 ( Musnahnya Kerajaan iblis )
72
Bab 72 ( Mimpi atau Pertanda? )
73
Bab 73 ( Sudah jatuh tertimpa tangga pula )
74
Bab 74 ( Mirip Doraemon )
75
Bab 75 ( Bertemu kembali )
76
Bab 76 ( Menjadi manusia seutuhnya )
77
Bab 77 ( Bintitan )
78
Bab 78 ( Pengakuan Dosa )
79
Bab 79 ( Pernikahan Sandi dan Alexa )
80
Bab 80 ( Malam bersejarah )
81
Bab 81 ( Rencana Sandi dan Alexa )
82
Bab 82 ( Tua tua Keladi )
83
Bab 83 ( Menemui Yuli )
84
Bab 84 ( Perubahan sikap Yusuf )
85
Bab 85 ( Perpisahan Bara dan Sukma )
86
Bab 86 ( Terpisah jarak dan waktu )
87
Bab 87 ( Perjuangan Bara )
88
Bab 88 ( Cinta Sejati )
89
Bab 89 ( Promosi Novel : Di Ujung Penantianku )
90
Bab 90 ( Promosi Novel : CAKA )
91
Bab 91 ( Cahaya bulan purnama )
92
Bab 92 ( Tiba-tiba melahirkan )
93
Bab 93 ( Manusia pilihan )
94
Bab 94 ( Terbukanya portal gaib )
95
Bab 95 ( Pangeran Sabda Alam )
96
Bab 96 ( Calon Mertua VS Calon Menantu )
97
Bab 97 ( Rencana pernikahan Yusuf dan Aisyah )
98
Bab 98 ( Tipu muslihat Azura )
99
Bab 99 ( Ketempelan )
100
Bab 100 ( Dua Menantu Somplak )
101
Bab 101 ( Hari pernikahan Yusuf )
102
Bab 102 ( Bintang di samping Bulan )
103
Bab 103 ( Mengambil alih tubuh Aisyah )
104
Bab 104 ( Kejanggalan pada Aisyah )
105
Bab 105 ( Dikurung dalam dimensi lain )
106
Bab 106 ( Kamu bukan Aisyah )
107
Bab 107 ( Menerobos masuk )
108
Bab 108 ( Iblis Pelakor )
109
Bab 109 ( Puasa selama 40 hari )
110
Bab 110 ( Misi menyelamatkan Aisyah )
111
Bab 111 ( Sepenggal masalalu Azura )
112
Bab 112 ( Kekuatan cinta )
113
Bab 113 ( Menggunakan Pesugihan )
114
Bab 114 ( Sebab Akibat )
115
Bab 115 ( Malam Syahdu )
116
Bab 116 ( Persyaratan yang berat )
117
Bab 117 ( Kehilangan Kambing )
118
Bab 118 ( Bulu Harimau )
119
Bab 119 ( Salah tangkap )
120
Bab 120 ( Penangkapan manusia harimau )
121
Bab 121 ( Bisikan iblis )
122
Bab 122 ( Tanam tuai )
123
Bab 123 ( Syukuran ulang tahun Bulan )
124
Bab 124 ( Memiliki kelebihan juga )
125
Bab 125 ( Lompat kelas )
126
Bab 126 ( Teman baru )
127
Bab 127 ( Melanggar pantangan )
128
Bab 128 ( Keanehan pada Putri )
129
Bab 129 ( Kisah Nyai Seroja )
130
Bab 130 ( Kembali ke alam yang seharusnya )
131
Bab 131 ( Terbukanya mata batin Bara )
132
Bab 132 ( Miskun meresahkan )
133
Bab 133 ( Indra Jaya )
134
Bba 134 ( Ikut pulang )
135
Bab 135 ( Ulah si Ucil )
136
Bab 136 ( Rencana Indra Jaya )
137
Bab 137 ( Penyamaran Sandi )
138
Bab 138 ( Kehilangan aset berharga )
139
Bab 139 ( Jatuh cinta pada pandangan pertama )
140
Bab 140 ( Tertangkap basah )
141
Bab 141 ( Memulai serangan )
142
Bab 142 ( Pengorbanan Indra Jaya )
143
Bab 143 ( Selamat tinggal Ana )
144
Bab 144 ( Harta tidak akan dibawa mati )
145
Bab 145 ( Mimpi atau pertanda )
146
Bab 146 ( Proses evakuasi )
147
Bab 147 ( Arwah Citra )
148
Bab 148 ( Kemampuan yang kembali )
149
Bab 149 ( Mata kedua )
150
Bab 150 ( Damai itu indah )
151
Bab 151 ( Arwah gentayangan )
152
Bab 152 ( Cinta itu buta dan tuli )
153
Bab 153 ( Sekolah hantu )
154
Bab 154 ( Teror )
155
Bab 155 ( Hantu tangan buntung )
156
Bab 156 ( Curahan hati Pangeran Sabda Alam )
157
Bab 157 ( Penyamaran Sandra )
158
Bab 158 ( Saling mengancam )
159
Bab 159 ( Pemburu hantu )
160
Bab 160 ( Proses evakuasi Sandra )
161
Bab 161 ( Selamat tinggal Sandra )
162
Bab 162 ( Hantu somplak )
163
Bab 163 ( Calon Menantu Sandi )
164
Bab 164 ( Perdebatan Alexa dan Gibran )
165
Bab 165 ( Bertemu teman lama )
166
Bab 166 ( Pernikahan yang menyedihkan )
167
Ban 167 ( Bangkit dari kematian )
168
Bab 168 ( Penyamaran Raja Iblis )
169
Bab 169 ( Keanehan pada Bara )
170
Bab 170 ( Bara palsu )
171
Bab 171 ( Petunjuk keberadaan Bara )
172
Bab 172 ( Kelemahan Raja iblis )
173
Bab 173 ( Mengerjai Raja iblis )
174
Bab 174 ( Melawan Raja iblis )
175
Bab 175 ( Kembali ke Kerajaan iblis )
176
Bab 176 ( Menyelamatkan Bara )
177
Bab 177 ( Jiwa yang tertukar )
178
Bab 178 ( Melakukan empat puluh kebaikan )
179
Bab 179 ( Dibalik musibah selalu ada hikmah yang tersembunyi )
180
Bab 180 ( Kembali ke tubuh yang seharusnya )
181
Bab 181 ( Kepergok )
182
Bab 182 ( Pertemuan Dewa dan Putri )
183
Bab ( Menepati janji )
184
Bab 184 ( Kuntilanak pemakan ari ari )
185
Bab 185 ( Asmara dua dunia )
186
Bab 186 ( Mencintaimu yang tak terlihat )
187
Bab 187 ( Patah hati )
188
Bab 188 ( Menentang takdir )
189
Bab 189 ( Pernikahan Jin dan Manusia )
190
Bab 190 ( Tapa Brata )
191
Bab 191 ( Kekuatan cahaya Matahari )
192
Bab 192 ( Acara Akikah Azka dan Dira )
193
Bab 193 ( Ritual menjadi manusia )
194
Bab 194 ( Berlian merah delima )
195
Bab 195 ( Primadona kampung durian runtuh )
196
Bab 196 ( Melamar Bulan )
197
Bab 197 ( Pesugihan buto ijo )
198
Bab 198 ( Pengakuan Bulan dan Bintang )
199
Bab 199 ( Sisa waktu satu tahun )
200
Bab 200 ( Ku tumbal kan tubuhku)
201
Bab 201 ( Mendapatkan penglihatan )
202
Bab 202 ( Kedai Hantu)
203
Bab 203 ( Raja somplak dan Pangeran somplak)
204
Bab 204 ( Sekar Kemuning)
205
Bab 205 ( Pergi kemping)
206
Bab 206 ( Tas terbang)
207
Bab 207 ( Hari pertama di tempat kemping)
208
Bab 208 ( Dosa terindah)
209
Bab 209 ( Terjatuh dari pohon)
210
Bab 210 ( Kerasukan)
211
Bab 211 ( Sihir ilusi)
212
Bab 212 ( Keputusan Bara )
213
Bab 213 ( Mimpi buruk )
214
Bab 214 ( Momen terakhir )
215
Bab 215 ( Perpisahan selalu menyakitkan )
216
Bab 216 ( Separuh jiwaku pergi )
217
Bab 217 ( Lukisan berdarah )
218
Bab 218 ( Bintang masih hidup )
219
Bab 219 ( Bertarung dengan Kuntilanak Pelakor )
220
Bab 220 ( Bulan VS Ratu ular )
221
Bab 221 ( Bukan Penyihir )
222
Bab 222 ( Nyanyian tengah malam )
223
Bab 223 ( Terimakasih Nyai Dasimah )
224
Bab 224 ( Meluruskan kesalahpahaman )
225
Bab 225 ( Kaca benggala )
226
Bab 226 ( Promosi Novel baru : Suamiku Boneka Keluarganya )
227
Bab 227 ( Pertemuan Bulan dan Bintang )
228
Bab 228 ( Seperti orang asing )
229
Bab 229 ( Budak nafsu Raja iblis )
230
Bab 230 ( Pasar hantu )
231
Bab 231 ( Pemuja iblis )
232
Bab 232 ( Pernyataan cinta )
233
Bab 233 ( Manusia berhati iblis )
234
Bab 234 ( Orang misterius )
235
Bab 235 ( Hantu kesiangan )
236
Bab 236 ( Ingatan yang mulai kembali )
237
Bab 237 ( Fakta yang menyakitkan )
238
Bab 238 ( Aku adalah Pangeran Sabda Alam )
239
Bab 239 ( Guna guna )
240
Bab 240 ( Ali dan Andini hilang )
241
Bab 241 ( Kita akan selalu bersama )

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!