Jaka masih saja melamunkan tentang malam pertama yang masih belum dia ingat, sampai akhirnya sebuah tangan melingkar di pinggang Jaka.
"Mas Jaka kenapa daritadi melamun terus?" tanya Sukma.
"Mas gak kenapa-napa sayang, Mas hanya sedikit cape saja," jawab Jaka.
"Mas pasti kecapean karena semalam Mas Jaka begitu bersemangat. Kalau begitu sekarang Sukma pijitin Mas Jaka ya," ujar Sukma dengan memegang bahu Jaka dan secara perlahan memijatnya.
Jaka kembali merasa mengantuk, sampai akhirnya Jaka mulai tertidur karena pijatan Sukma.
"Kasihan Mas Jaka, sepertinya Mas Jaka kecapean, kalau begitu sebaiknya aku memasak saja, siapa tau ada bahan makanan di dalam kulkas, jadi nanti kalau Mas Jaka sudah terbangun, kita tinggal makan saja," gumam Sukma kemudian melangkahkan kaki menuju dapur.
Saat ini Sukma mencari bahan makanan di dapur, dan ternyata terdapat banyak sayuran dan juga daging di dalam kulkas, dan pastinya semua itu adalah kerjaan Bara yang sengaja mengisi bahan makanan, karena dia tidak mau kalau Sukma merasa kelaparan, apalagi setiap malam Bara akan memakai tubuh Jaka untuk melakukan hubungan Suami istri dengan Sukma, jadi tubuh Jaka harus benar-benar fit.
Sukma saat ini terlihat sibuk memasak daging dan juga menumis kangkung, sampai akhirnya Sukma terkejut karena ada sebuah tangan kekar yang melingkar pada pinggang rampingnya.
"Mas Jaka kok sudah bangun lagi?" tanya Sukma dengan tersenyum, apalagi Sukma saat ini merasakan embusan nafas Jaka pada leher jenjangnya. Namun, lebih tepatnya itu adalah Bara yang menyerupai wujud Jaka, karena saat ini Jaka masih tidur terlelap.
"Mas kangen sama kamu sayang, makanya Mas ingin selalu dekat dengan kamu," jawab Bara.
"Memangnya semalam Mas belum puas ya?" tanya Sukma dengan malu-malu.
"Kamu adalah candu untukku, dan aku tidak akan pernah puas."
"Mas, jangan seperti ini, nanti masakannya gosong," ujar Sukma.
"Kalau begitu Mas akan mematikan dulu kompornya," ujar Bara kemudian mematikan kompor, dan tanpa menunggu persetujuan Sukma, Bara langsung saja mengangkat tubuh Sukma dan membaringkannya di atas sofa.
"Mas, kenapa kita tidak pergi ke kamar saja?" tanya Sukma yang merasa heran, tapi Bara yang sudah diliputi oleh gairah pun tidak menjawab pertanyaan Sukma, melainkan bergegas melancarkan aksinya.
Sukma sampai tertidur karena kecapean, sedangkan Bara tidak lagi menampakkan wujudnya, karena Jaka yang asli saat ini sudah terbangun.
"Sukma sayang, kenapa kamu tidur di sini?" tanya Jaka dengan mencoba membangunkan Sukma yang saat ini masih tidur terlelap di atas sofa.
"Mas Jaka, maaf ya saking capeknya aku sampai ketiduran," ujar Sukma dengan mencoba membuka matanya.
"Seharusnya Mas yang meminta maaf, karena saat tadi kamu pijit, Mas malah ketiduran dan sekarang Mas baru saja bangun."
Degg
Jantung Sukma berpacu dengan cepat saat mendengar pernyataan Jaka.
Kalau Mas Jaka baru bangun, lalu yang tadi melakukan hubungan Suami istri denganku siapa? batin Sukma kini bertanya-tanya.
"Sayang, kenapa kamu melamun, kamu baik-baik saja kan?" tanya Jaka.
"Eh iya, Sukma baik-baik saja Mas. Kalau begitu sekarang kita makan dulu yuk, kebetulan tadi Sukma sudah memasak," ujar Sukma dengan mengajak Jaka menuju dapur.
Sukma kembali heran karena seingat Sukma tadi masakannya masih berada di dalam wajan, tapi sekarang masakannya sudah tertata rapi di meja makan.
Lho, kenapa makanannya sudah ada di meja makan ya? seingatku tadi aku masih belum menatanya, apa mungkin Mas Jaka yang melakukannya, ucap Sukma dalam hati, karena lagi-lagi ada kejanggalan yang ia rasakan.
"Sayang, makanannya banyak sekali, Sukma tadi belanja dari tukang sayur yang suka keliling di depan ya?" tanya Jaka.
"Sukma hanya memasak bahan makanan yang ada di kulkas saja Mas, kebetulan di kulkas juga masih banyak sayuran dan daging."
"Perasaan Mas belum ngisi kulkas deh karena keburu pulang ke Jawa, tapi apa mungkin Mas lupa ya," gumam Jaka.
"Mungkin Mas lupa. Ya sudah sebaiknya sekarang kita makan," ujar Sukma dengan memberikan piring yang sudah berisi nasi dan lauk kepada Jaka.
Jaka akhirnya makan dengan sejuta pertanyaan dalam hatinya.
Kenapa ya sejak tadi malam aku merasakan ada kejanggalan yang sudah terjadi, batin Jaka kini bertanya-tanya.
"Mas baik-baik saja kan?" tanya Sukma yang melihat Jaka makan sambil melamun.
"Mas tidak apa-apa sayang, Mas hanya meresapi masakan kamu yang enak banget," jawab Jaka.
"Ya sudah kalau begitu Mas makan yang banyak ya," ujar Sukma dengan menambah lauk pada piring Jaka.
"Oh iya, kapan Mas Jaka masuk kerja?" tanya Sukma.
"Mas besok sudah masuk kerja sayang, gak apa-apa kan kalau kamu tinggal sendirian di rumah?" tanya Jaka.
"Gak apa-apa kok Mas, Sukma juga pasti bakalan sibuk beres-beres rumah."
Sesaat kemudian handphone Jaka berbunyi, dan itu adalah panggilan telpon dari Ibunya.
📞"Assalamu'alaikum Bu," ucap Jaka.
📞"Wa'alaikumsalam Nak, Jaka kamu bawa Sukma kemana? kalian berdua baik-baik saja kan?" tanya Bu Atun yang terdengar panik.
📞"Jaka dan Sukma baik-baik saja Bu, dan Jaka membawa Sukma ke Jakarta. Bu, maaf ya jika Jaka menikahi Sukma tanpa meminta restu terlebih dahulu kepada Ibu dan Bapak,"
📞"Apa? jadi kamu sudah menikahi Sukma?" tanya Bu Atun yang terdengar kaget.
📞"Iya Bu, kemarin Jaka langsung menikahi Sukma meskipun baru menikah secara agama."
📞"Jaka apa semalam kalian sudah melakukan hubungan Suami istri?" tanya Bu Atun.
📞"Sudah Bu, dan Ibu tidak perlu khawatir karena kutukan gadis bahu laweyan itu hanya mitos, buktinya sampai sekarang Jaka masih hidup."
📞"Jaka kamu jangan pernah meremehkan hal seperti itu, Ibu takut kalau kamu kenapa-napa Nak," ujar Bu Atun.
📞"Ibu tidak perlu takut ya, insyaallah Jaka dan Sukma akan baik-baik saja, dan Ibu cukup mendo'akan kami," ujar Jaka, kemudian menutup telponnya setelah mengucapkan Salam, padahal tadinya Bu Atun ingin meminta alamat Jaka di Jakarta dan berniat akan menyusulnya.
Sukma yang mendengar percakapan Jaka dan Bu Atun merasa tidak enak, karena gara-gara Sukma hubungan Jaka dan Ibunya jadi tidak baik.
"Mas, maaf ya karena Mas memilih untuk menikahi Sukma, Mas dan Ibu jadi berselisih paham."
"Sayang, kamu sekarang sudah menjadi istri Mas, dan kamu adalah tanggungjawabnya Mas, jadi jangan berpikir seperti itu lagi ya, karena kita akan melewati semuanya bersama. Oh iya selesai sarapan, kita akan belanja keperluan kamu ya, kasihan kamu juga bawa baju cuma sedikit," ujar Jaka dengan memeluk Sukma, dan Raja Genderewo yang melihatnya merasa murka karena dia tidak rela jika Sukma disentuh oleh Jaka jika bukan dirinya yang mengambil alih tubuh Jaka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 241 Episodes
Comments
@Kristin
Waduh parah banget ini bikin merinding Thor
2024-03-31
1
@Kristin
perhatian juga si bara
2024-03-31
1
Patrick Khan
.bara ini main srobot aja..jaka gk kebagian😂😂
2023-11-18
1