Bab 6 ( Merasakan sebuah kejanggalan )

Jaka masih saja melamunkan tentang malam pertama yang masih belum dia ingat, sampai akhirnya sebuah tangan melingkar di pinggang Jaka.

"Mas Jaka kenapa daritadi melamun terus?" tanya Sukma.

"Mas gak kenapa-napa sayang, Mas hanya sedikit cape saja," jawab Jaka.

"Mas pasti kecapean karena semalam Mas Jaka begitu bersemangat. Kalau begitu sekarang Sukma pijitin Mas Jaka ya," ujar Sukma dengan memegang bahu Jaka dan secara perlahan memijatnya.

Jaka kembali merasa mengantuk, sampai akhirnya Jaka mulai tertidur karena pijatan Sukma.

"Kasihan Mas Jaka, sepertinya Mas Jaka kecapean, kalau begitu sebaiknya aku memasak saja, siapa tau ada bahan makanan di dalam kulkas, jadi nanti kalau Mas Jaka sudah terbangun, kita tinggal makan saja," gumam Sukma kemudian melangkahkan kaki menuju dapur.

Saat ini Sukma mencari bahan makanan di dapur, dan ternyata terdapat banyak sayuran dan juga daging di dalam kulkas, dan pastinya semua itu adalah kerjaan Bara yang sengaja mengisi bahan makanan, karena dia tidak mau kalau Sukma merasa kelaparan, apalagi setiap malam Bara akan memakai tubuh Jaka untuk melakukan hubungan Suami istri dengan Sukma, jadi tubuh Jaka harus benar-benar fit.

Sukma saat ini terlihat sibuk memasak daging dan juga menumis kangkung, sampai akhirnya Sukma terkejut karena ada sebuah tangan kekar yang melingkar pada pinggang rampingnya.

"Mas Jaka kok sudah bangun lagi?" tanya Sukma dengan tersenyum, apalagi Sukma saat ini merasakan embusan nafas Jaka pada leher jenjangnya. Namun, lebih tepatnya itu adalah Bara yang menyerupai wujud Jaka, karena saat ini Jaka masih tidur terlelap.

"Mas kangen sama kamu sayang, makanya Mas ingin selalu dekat dengan kamu," jawab Bara.

"Memangnya semalam Mas belum puas ya?" tanya Sukma dengan malu-malu.

"Kamu adalah candu untukku, dan aku tidak akan pernah puas."

"Mas, jangan seperti ini, nanti masakannya gosong," ujar Sukma.

"Kalau begitu Mas akan mematikan dulu kompornya," ujar Bara kemudian mematikan kompor, dan tanpa menunggu persetujuan Sukma, Bara langsung saja mengangkat tubuh Sukma dan membaringkannya di atas sofa.

"Mas, kenapa kita tidak pergi ke kamar saja?" tanya Sukma yang merasa heran, tapi Bara yang sudah diliputi oleh gairah pun tidak menjawab pertanyaan Sukma, melainkan bergegas melancarkan aksinya.

Sukma sampai tertidur karena kecapean, sedangkan Bara tidak lagi menampakkan wujudnya, karena Jaka yang asli saat ini sudah terbangun.

"Sukma sayang, kenapa kamu tidur di sini?" tanya Jaka dengan mencoba membangunkan Sukma yang saat ini masih tidur terlelap di atas sofa.

"Mas Jaka, maaf ya saking capeknya aku sampai ketiduran," ujar Sukma dengan mencoba membuka matanya.

"Seharusnya Mas yang meminta maaf, karena saat tadi kamu pijit, Mas malah ketiduran dan sekarang Mas baru saja bangun."

Degg

Jantung Sukma berpacu dengan cepat saat mendengar pernyataan Jaka.

Kalau Mas Jaka baru bangun, lalu yang tadi melakukan hubungan Suami istri denganku siapa? batin Sukma kini bertanya-tanya.

"Sayang, kenapa kamu melamun, kamu baik-baik saja kan?" tanya Jaka.

"Eh iya, Sukma baik-baik saja Mas. Kalau begitu sekarang kita makan dulu yuk, kebetulan tadi Sukma sudah memasak," ujar Sukma dengan mengajak Jaka menuju dapur.

Sukma kembali heran karena seingat Sukma tadi masakannya masih berada di dalam wajan, tapi sekarang masakannya sudah tertata rapi di meja makan.

Lho, kenapa makanannya sudah ada di meja makan ya? seingatku tadi aku masih belum menatanya, apa mungkin Mas Jaka yang melakukannya, ucap Sukma dalam hati, karena lagi-lagi ada kejanggalan yang ia rasakan.

"Sayang, makanannya banyak sekali, Sukma tadi belanja dari tukang sayur yang suka keliling di depan ya?" tanya Jaka.

"Sukma hanya memasak bahan makanan yang ada di kulkas saja Mas, kebetulan di kulkas juga masih banyak sayuran dan daging."

"Perasaan Mas belum ngisi kulkas deh karena keburu pulang ke Jawa, tapi apa mungkin Mas lupa ya," gumam Jaka.

"Mungkin Mas lupa. Ya sudah sebaiknya sekarang kita makan," ujar Sukma dengan memberikan piring yang sudah berisi nasi dan lauk kepada Jaka.

Jaka akhirnya makan dengan sejuta pertanyaan dalam hatinya.

Kenapa ya sejak tadi malam aku merasakan ada kejanggalan yang sudah terjadi, batin Jaka kini bertanya-tanya.

"Mas baik-baik saja kan?" tanya Sukma yang melihat Jaka makan sambil melamun.

"Mas tidak apa-apa sayang, Mas hanya meresapi masakan kamu yang enak banget," jawab Jaka.

"Ya sudah kalau begitu Mas makan yang banyak ya," ujar Sukma dengan menambah lauk pada piring Jaka.

"Oh iya, kapan Mas Jaka masuk kerja?" tanya Sukma.

"Mas besok sudah masuk kerja sayang, gak apa-apa kan kalau kamu tinggal sendirian di rumah?" tanya Jaka.

"Gak apa-apa kok Mas, Sukma juga pasti bakalan sibuk beres-beres rumah."

Sesaat kemudian handphone Jaka berbunyi, dan itu adalah panggilan telpon dari Ibunya.

📞"Assalamu'alaikum Bu," ucap Jaka.

📞"Wa'alaikumsalam Nak, Jaka kamu bawa Sukma kemana? kalian berdua baik-baik saja kan?" tanya Bu Atun yang terdengar panik.

📞"Jaka dan Sukma baik-baik saja Bu, dan Jaka membawa Sukma ke Jakarta. Bu, maaf ya jika Jaka menikahi Sukma tanpa meminta restu terlebih dahulu kepada Ibu dan Bapak,"

📞"Apa? jadi kamu sudah menikahi Sukma?" tanya Bu Atun yang terdengar kaget.

📞"Iya Bu, kemarin Jaka langsung menikahi Sukma meskipun baru menikah secara agama."

📞"Jaka apa semalam kalian sudah melakukan hubungan Suami istri?" tanya Bu Atun.

📞"Sudah Bu, dan Ibu tidak perlu khawatir karena kutukan gadis bahu laweyan itu hanya mitos, buktinya sampai sekarang Jaka masih hidup."

📞"Jaka kamu jangan pernah meremehkan hal seperti itu, Ibu takut kalau kamu kenapa-napa Nak," ujar Bu Atun.

📞"Ibu tidak perlu takut ya, insyaallah Jaka dan Sukma akan baik-baik saja, dan Ibu cukup mendo'akan kami," ujar Jaka, kemudian menutup telponnya setelah mengucapkan Salam, padahal tadinya Bu Atun ingin meminta alamat Jaka di Jakarta dan berniat akan menyusulnya.

Sukma yang mendengar percakapan Jaka dan Bu Atun merasa tidak enak, karena gara-gara Sukma hubungan Jaka dan Ibunya jadi tidak baik.

"Mas, maaf ya karena Mas memilih untuk menikahi Sukma, Mas dan Ibu jadi berselisih paham."

"Sayang, kamu sekarang sudah menjadi istri Mas, dan kamu adalah tanggungjawabnya Mas, jadi jangan berpikir seperti itu lagi ya, karena kita akan melewati semuanya bersama. Oh iya selesai sarapan, kita akan belanja keperluan kamu ya, kasihan kamu juga bawa baju cuma sedikit," ujar Jaka dengan memeluk Sukma, dan Raja Genderewo yang melihatnya merasa murka karena dia tidak rela jika Sukma disentuh oleh Jaka jika bukan dirinya yang mengambil alih tubuh Jaka.

Terpopuler

Comments

@Kristin

@Kristin

Waduh parah banget ini bikin merinding Thor

2024-03-31

1

@Kristin

@Kristin

perhatian juga si bara

2024-03-31

1

Patrick Khan

Patrick Khan

.bara ini main srobot aja..jaka gk kebagian😂😂

2023-11-18

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 ( Sukma Ayu )
2 Bab 2 ( Gadis Bahu Laweyan )
3 Bab 3 ( Kawin Lari )
4 Bab 4 ( Pernikahan Jaka dan Sukma )
5 Bab 5 ( Kemunculan Raja Genderewo pada malam pertama )
6 Bab 6 ( Merasakan sebuah kejanggalan )
7 Bab 7 ( Bertemu dengan Yuli )
8 Bab 8 ( Memulihkan tubuh Jaka )
9 Bab 9 ( Merasa heran )
10 Bab 10 ( Memakai Pemikat )
11 Bab 11 ( Hamil Anak Genderewo )
12 Bab 12 ( Keinginan yang aneh )
13 Bab 13 ( Petak Umpet )
14 Bab 14 ( Lahirnya Alex dan Alexa )
15 Bab 15 ( Merasa berat untuk berpisah )
16 Bab 16 ( Perubahan sikap Jaka )
17 Bab 17 ( Malangnya nasib Sukma )
18 Bab 18 ( Cobaan Bertubi-tubi )
19 Bab 19 ( Rasa cinta menjadi benci )
20 Bab 20 ( Bertemu dalam mimpi )
21 Bab 21 ( Permintaan maaf Jaka )
22 Bab 22 ( Ilmu Kebatinan )
23 Bab 23 ( Meminta Cerai )
24 Bab 24 ( Kelahiran Yusuf )
25 Bab 25 ( Bayi Ajaib )
26 Bab 26 ( Rencana licik Yuli )
27 Bab 27 ( Tidak mau satu atap )
28 Bab 28 ( Penculikan Sukma dan Yusuf )
29 Bab 29 ( Titipan Terindah )
30 Bab 30 ( Tumbal Pesugihan )
31 Bab 31 ( Pernikahan Bara dan Sukma )
32 Bab 32 ( Kamu tetap yang terindah, Permaisuriku )
33 Bab 33 ( mengijinkan Yusuf tinggal di Pesantren )
34 Bab 34 ( Cinta dua Dunia )
35 Bab 35 ( Tipu muslihat Raja Iblis )
36 Nan 36 ( Kedatangan tamu tak di undang )
37 Bab 37 ( Kekuatan Cinta )
38 Bab 38 ( Pengorbanan Sukma )
39 Bab 39 ( Tumbal Pertama )
40 Bab 40 ( Akhir hidup Jaka )
41 Bab 41 ( Nafsu yang berujung kematian )
42 Bab 42 ( Selamat jalan Jaka )
43 Bab 43 ( Kemarahan Bara )
44 Bab 44 ( Siapa kamu sebenarnya? )
45 Bab 45 ( Saudara Kembar )
46 Bab 46 ( Kejujuran Bu Inem )
47 Bab 47 ( Merindukanmu )
48 Bab 48 ( Menampakkan Wujud )
49 Bab 49 ( Siapa Bara sebenarnya? )
50 Bab 50 ( Mempermalukan diri sendiri )
51 Bab 51 ( Pertemuan Sandi dan orangtua kandungnya )
52 Bab 52 ( Bertemu dalam Mimpi )
53 Bab 53 ( Terimakasih Suamiku )
54 Bab 54 ( Keinginan Sandi )
55 Bab 55 ( Yusuf sayang Ibu )
56 Bab 56 ( Perlakuan manis Bara )
57 Bab 57 ( Yusuf VS Raja Iblis )
58 Bab 58 ( Jatuh cinta pada pandangan pertama )
59 Bab 59 ( Kekhawatiran Bara )
60 Bab 60 ( Godaan Kuntilanak Angel )
61 Bab 61 ( Jiwa yang tertukar )
62 Bab 62 ( Tumbal 7 Bayi )
63 Bab 63 ( Teror Hantu Kuyang )
64 Bab 64 ( Cinta tanpa syarat )
65 Bab 65 ( Aku mencintaimu apa adanya )
66 Bab 66 ( Niat menjadi Mualaf )
67 Bab 67 ( Pernyataan cinta Alex )
68 Bab 68 ( Terjebak pada dimensi lain )
69 Bab 69 ( Misi penyelamatan Sukma )
70 Bab 70 ( Tersesat di Hutan Larangan )
71 Bab 71 ( Musnahnya Kerajaan iblis )
72 Bab 72 ( Mimpi atau Pertanda? )
73 Bab 73 ( Sudah jatuh tertimpa tangga pula )
74 Bab 74 ( Mirip Doraemon )
75 Bab 75 ( Bertemu kembali )
76 Bab 76 ( Menjadi manusia seutuhnya )
77 Bab 77 ( Bintitan )
78 Bab 78 ( Pengakuan Dosa )
79 Bab 79 ( Pernikahan Sandi dan Alexa )
80 Bab 80 ( Malam bersejarah )
81 Bab 81 ( Rencana Sandi dan Alexa )
82 Bab 82 ( Tua tua Keladi )
83 Bab 83 ( Menemui Yuli )
84 Bab 84 ( Perubahan sikap Yusuf )
85 Bab 85 ( Perpisahan Bara dan Sukma )
86 Bab 86 ( Terpisah jarak dan waktu )
87 Bab 87 ( Perjuangan Bara )
88 Bab 88 ( Cinta Sejati )
89 Bab 89 ( Promosi Novel : Di Ujung Penantianku )
90 Bab 90 ( Promosi Novel : CAKA )
91 Bab 91 ( Cahaya bulan purnama )
92 Bab 92 ( Tiba-tiba melahirkan )
93 Bab 93 ( Manusia pilihan )
94 Bab 94 ( Terbukanya portal gaib )
95 Bab 95 ( Pangeran Sabda Alam )
96 Bab 96 ( Calon Mertua VS Calon Menantu )
97 Bab 97 ( Rencana pernikahan Yusuf dan Aisyah )
98 Bab 98 ( Tipu muslihat Azura )
99 Bab 99 ( Ketempelan )
100 Bab 100 ( Dua Menantu Somplak )
101 Bab 101 ( Hari pernikahan Yusuf )
102 Bab 102 ( Bintang di samping Bulan )
103 Bab 103 ( Mengambil alih tubuh Aisyah )
104 Bab 104 ( Kejanggalan pada Aisyah )
105 Bab 105 ( Dikurung dalam dimensi lain )
106 Bab 106 ( Kamu bukan Aisyah )
107 Bab 107 ( Menerobos masuk )
108 Bab 108 ( Iblis Pelakor )
109 Bab 109 ( Puasa selama 40 hari )
110 Bab 110 ( Misi menyelamatkan Aisyah )
111 Bab 111 ( Sepenggal masalalu Azura )
112 Bab 112 ( Kekuatan cinta )
113 Bab 113 ( Menggunakan Pesugihan )
114 Bab 114 ( Sebab Akibat )
115 Bab 115 ( Malam Syahdu )
116 Bab 116 ( Persyaratan yang berat )
117 Bab 117 ( Kehilangan Kambing )
118 Bab 118 ( Bulu Harimau )
119 Bab 119 ( Salah tangkap )
120 Bab 120 ( Penangkapan manusia harimau )
121 Bab 121 ( Bisikan iblis )
122 Bab 122 ( Tanam tuai )
123 Bab 123 ( Syukuran ulang tahun Bulan )
124 Bab 124 ( Memiliki kelebihan juga )
125 Bab 125 ( Lompat kelas )
126 Bab 126 ( Teman baru )
127 Bab 127 ( Melanggar pantangan )
128 Bab 128 ( Keanehan pada Putri )
129 Bab 129 ( Kisah Nyai Seroja )
130 Bab 130 ( Kembali ke alam yang seharusnya )
131 Bab 131 ( Terbukanya mata batin Bara )
132 Bab 132 ( Miskun meresahkan )
133 Bab 133 ( Indra Jaya )
134 Bba 134 ( Ikut pulang )
135 Bab 135 ( Ulah si Ucil )
136 Bab 136 ( Rencana Indra Jaya )
137 Bab 137 ( Penyamaran Sandi )
138 Bab 138 ( Kehilangan aset berharga )
139 Bab 139 ( Jatuh cinta pada pandangan pertama )
140 Bab 140 ( Tertangkap basah )
141 Bab 141 ( Memulai serangan )
142 Bab 142 ( Pengorbanan Indra Jaya )
143 Bab 143 ( Selamat tinggal Ana )
144 Bab 144 ( Harta tidak akan dibawa mati )
145 Bab 145 ( Mimpi atau pertanda )
146 Bab 146 ( Proses evakuasi )
147 Bab 147 ( Arwah Citra )
148 Bab 148 ( Kemampuan yang kembali )
149 Bab 149 ( Mata kedua )
150 Bab 150 ( Damai itu indah )
151 Bab 151 ( Arwah gentayangan )
152 Bab 152 ( Cinta itu buta dan tuli )
153 Bab 153 ( Sekolah hantu )
154 Bab 154 ( Teror )
155 Bab 155 ( Hantu tangan buntung )
156 Bab 156 ( Curahan hati Pangeran Sabda Alam )
157 Bab 157 ( Penyamaran Sandra )
158 Bab 158 ( Saling mengancam )
159 Bab 159 ( Pemburu hantu )
160 Bab 160 ( Proses evakuasi Sandra )
161 Bab 161 ( Selamat tinggal Sandra )
162 Bab 162 ( Hantu somplak )
163 Bab 163 ( Calon Menantu Sandi )
164 Bab 164 ( Perdebatan Alexa dan Gibran )
165 Bab 165 ( Bertemu teman lama )
166 Bab 166 ( Pernikahan yang menyedihkan )
167 Ban 167 ( Bangkit dari kematian )
168 Bab 168 ( Penyamaran Raja Iblis )
169 Bab 169 ( Keanehan pada Bara )
170 Bab 170 ( Bara palsu )
171 Bab 171 ( Petunjuk keberadaan Bara )
172 Bab 172 ( Kelemahan Raja iblis )
173 Bab 173 ( Mengerjai Raja iblis )
174 Bab 174 ( Melawan Raja iblis )
175 Bab 175 ( Kembali ke Kerajaan iblis )
176 Bab 176 ( Menyelamatkan Bara )
177 Bab 177 ( Jiwa yang tertukar )
178 Bab 178 ( Melakukan empat puluh kebaikan )
179 Bab 179 ( Dibalik musibah selalu ada hikmah yang tersembunyi )
180 Bab 180 ( Kembali ke tubuh yang seharusnya )
181 Bab 181 ( Kepergok )
182 Bab 182 ( Pertemuan Dewa dan Putri )
183 Bab ( Menepati janji )
184 Bab 184 ( Kuntilanak pemakan ari ari )
185 Bab 185 ( Asmara dua dunia )
186 Bab 186 ( Mencintaimu yang tak terlihat )
187 Bab 187 ( Patah hati )
188 Bab 188 ( Menentang takdir )
189 Bab 189 ( Pernikahan Jin dan Manusia )
190 Bab 190 ( Tapa Brata )
191 Bab 191 ( Kekuatan cahaya Matahari )
192 Bab 192 ( Acara Akikah Azka dan Dira )
193 Bab 193 ( Ritual menjadi manusia )
194 Bab 194 ( Berlian merah delima )
195 Bab 195 ( Primadona kampung durian runtuh )
196 Bab 196 ( Melamar Bulan )
197 Bab 197 ( Pesugihan buto ijo )
198 Bab 198 ( Pengakuan Bulan dan Bintang )
199 Bab 199 ( Sisa waktu satu tahun )
200 Bab 200 ( Ku tumbal kan tubuhku)
201 Bab 201 ( Mendapatkan penglihatan )
202 Bab 202 ( Kedai Hantu)
203 Bab 203 ( Raja somplak dan Pangeran somplak)
204 Bab 204 ( Sekar Kemuning)
205 Bab 205 ( Pergi kemping)
206 Bab 206 ( Tas terbang)
207 Bab 207 ( Hari pertama di tempat kemping)
208 Bab 208 ( Dosa terindah)
209 Bab 209 ( Terjatuh dari pohon)
210 Bab 210 ( Kerasukan)
211 Bab 211 ( Sihir ilusi)
212 Bab 212 ( Keputusan Bara )
213 Bab 213 ( Mimpi buruk )
214 Bab 214 ( Momen terakhir )
215 Bab 215 ( Perpisahan selalu menyakitkan )
216 Bab 216 ( Separuh jiwaku pergi )
217 Bab 217 ( Lukisan berdarah )
218 Bab 218 ( Bintang masih hidup )
219 Bab 219 ( Bertarung dengan Kuntilanak Pelakor )
220 Bab 220 ( Bulan VS Ratu ular )
221 Bab 221 ( Bukan Penyihir )
222 Bab 222 ( Nyanyian tengah malam )
223 Bab 223 ( Terimakasih Nyai Dasimah )
224 Bab 224 ( Meluruskan kesalahpahaman )
225 Bab 225 ( Kaca benggala )
226 Bab 226 ( Promosi Novel baru : Suamiku Boneka Keluarganya )
227 Bab 227 ( Pertemuan Bulan dan Bintang )
228 Bab 228 ( Seperti orang asing )
229 Bab 229 ( Budak nafsu Raja iblis )
230 Bab 230 ( Pasar hantu )
231 Bab 231 ( Pemuja iblis )
232 Bab 232 ( Pernyataan cinta )
233 Bab 233 ( Manusia berhati iblis )
234 Bab 234 ( Orang misterius )
235 Bab 235 ( Hantu kesiangan )
236 Bab 236 ( Ingatan yang mulai kembali )
237 Bab 237 ( Fakta yang menyakitkan )
238 Bab 238 ( Aku adalah Pangeran Sabda Alam )
239 Bab 239 ( Guna guna )
240 Bab 240 ( Ali dan Andini hilang )
241 Bab 241 ( Kita akan selalu bersama )
Episodes

Updated 241 Episodes

1
Bab 1 ( Sukma Ayu )
2
Bab 2 ( Gadis Bahu Laweyan )
3
Bab 3 ( Kawin Lari )
4
Bab 4 ( Pernikahan Jaka dan Sukma )
5
Bab 5 ( Kemunculan Raja Genderewo pada malam pertama )
6
Bab 6 ( Merasakan sebuah kejanggalan )
7
Bab 7 ( Bertemu dengan Yuli )
8
Bab 8 ( Memulihkan tubuh Jaka )
9
Bab 9 ( Merasa heran )
10
Bab 10 ( Memakai Pemikat )
11
Bab 11 ( Hamil Anak Genderewo )
12
Bab 12 ( Keinginan yang aneh )
13
Bab 13 ( Petak Umpet )
14
Bab 14 ( Lahirnya Alex dan Alexa )
15
Bab 15 ( Merasa berat untuk berpisah )
16
Bab 16 ( Perubahan sikap Jaka )
17
Bab 17 ( Malangnya nasib Sukma )
18
Bab 18 ( Cobaan Bertubi-tubi )
19
Bab 19 ( Rasa cinta menjadi benci )
20
Bab 20 ( Bertemu dalam mimpi )
21
Bab 21 ( Permintaan maaf Jaka )
22
Bab 22 ( Ilmu Kebatinan )
23
Bab 23 ( Meminta Cerai )
24
Bab 24 ( Kelahiran Yusuf )
25
Bab 25 ( Bayi Ajaib )
26
Bab 26 ( Rencana licik Yuli )
27
Bab 27 ( Tidak mau satu atap )
28
Bab 28 ( Penculikan Sukma dan Yusuf )
29
Bab 29 ( Titipan Terindah )
30
Bab 30 ( Tumbal Pesugihan )
31
Bab 31 ( Pernikahan Bara dan Sukma )
32
Bab 32 ( Kamu tetap yang terindah, Permaisuriku )
33
Bab 33 ( mengijinkan Yusuf tinggal di Pesantren )
34
Bab 34 ( Cinta dua Dunia )
35
Bab 35 ( Tipu muslihat Raja Iblis )
36
Nan 36 ( Kedatangan tamu tak di undang )
37
Bab 37 ( Kekuatan Cinta )
38
Bab 38 ( Pengorbanan Sukma )
39
Bab 39 ( Tumbal Pertama )
40
Bab 40 ( Akhir hidup Jaka )
41
Bab 41 ( Nafsu yang berujung kematian )
42
Bab 42 ( Selamat jalan Jaka )
43
Bab 43 ( Kemarahan Bara )
44
Bab 44 ( Siapa kamu sebenarnya? )
45
Bab 45 ( Saudara Kembar )
46
Bab 46 ( Kejujuran Bu Inem )
47
Bab 47 ( Merindukanmu )
48
Bab 48 ( Menampakkan Wujud )
49
Bab 49 ( Siapa Bara sebenarnya? )
50
Bab 50 ( Mempermalukan diri sendiri )
51
Bab 51 ( Pertemuan Sandi dan orangtua kandungnya )
52
Bab 52 ( Bertemu dalam Mimpi )
53
Bab 53 ( Terimakasih Suamiku )
54
Bab 54 ( Keinginan Sandi )
55
Bab 55 ( Yusuf sayang Ibu )
56
Bab 56 ( Perlakuan manis Bara )
57
Bab 57 ( Yusuf VS Raja Iblis )
58
Bab 58 ( Jatuh cinta pada pandangan pertama )
59
Bab 59 ( Kekhawatiran Bara )
60
Bab 60 ( Godaan Kuntilanak Angel )
61
Bab 61 ( Jiwa yang tertukar )
62
Bab 62 ( Tumbal 7 Bayi )
63
Bab 63 ( Teror Hantu Kuyang )
64
Bab 64 ( Cinta tanpa syarat )
65
Bab 65 ( Aku mencintaimu apa adanya )
66
Bab 66 ( Niat menjadi Mualaf )
67
Bab 67 ( Pernyataan cinta Alex )
68
Bab 68 ( Terjebak pada dimensi lain )
69
Bab 69 ( Misi penyelamatan Sukma )
70
Bab 70 ( Tersesat di Hutan Larangan )
71
Bab 71 ( Musnahnya Kerajaan iblis )
72
Bab 72 ( Mimpi atau Pertanda? )
73
Bab 73 ( Sudah jatuh tertimpa tangga pula )
74
Bab 74 ( Mirip Doraemon )
75
Bab 75 ( Bertemu kembali )
76
Bab 76 ( Menjadi manusia seutuhnya )
77
Bab 77 ( Bintitan )
78
Bab 78 ( Pengakuan Dosa )
79
Bab 79 ( Pernikahan Sandi dan Alexa )
80
Bab 80 ( Malam bersejarah )
81
Bab 81 ( Rencana Sandi dan Alexa )
82
Bab 82 ( Tua tua Keladi )
83
Bab 83 ( Menemui Yuli )
84
Bab 84 ( Perubahan sikap Yusuf )
85
Bab 85 ( Perpisahan Bara dan Sukma )
86
Bab 86 ( Terpisah jarak dan waktu )
87
Bab 87 ( Perjuangan Bara )
88
Bab 88 ( Cinta Sejati )
89
Bab 89 ( Promosi Novel : Di Ujung Penantianku )
90
Bab 90 ( Promosi Novel : CAKA )
91
Bab 91 ( Cahaya bulan purnama )
92
Bab 92 ( Tiba-tiba melahirkan )
93
Bab 93 ( Manusia pilihan )
94
Bab 94 ( Terbukanya portal gaib )
95
Bab 95 ( Pangeran Sabda Alam )
96
Bab 96 ( Calon Mertua VS Calon Menantu )
97
Bab 97 ( Rencana pernikahan Yusuf dan Aisyah )
98
Bab 98 ( Tipu muslihat Azura )
99
Bab 99 ( Ketempelan )
100
Bab 100 ( Dua Menantu Somplak )
101
Bab 101 ( Hari pernikahan Yusuf )
102
Bab 102 ( Bintang di samping Bulan )
103
Bab 103 ( Mengambil alih tubuh Aisyah )
104
Bab 104 ( Kejanggalan pada Aisyah )
105
Bab 105 ( Dikurung dalam dimensi lain )
106
Bab 106 ( Kamu bukan Aisyah )
107
Bab 107 ( Menerobos masuk )
108
Bab 108 ( Iblis Pelakor )
109
Bab 109 ( Puasa selama 40 hari )
110
Bab 110 ( Misi menyelamatkan Aisyah )
111
Bab 111 ( Sepenggal masalalu Azura )
112
Bab 112 ( Kekuatan cinta )
113
Bab 113 ( Menggunakan Pesugihan )
114
Bab 114 ( Sebab Akibat )
115
Bab 115 ( Malam Syahdu )
116
Bab 116 ( Persyaratan yang berat )
117
Bab 117 ( Kehilangan Kambing )
118
Bab 118 ( Bulu Harimau )
119
Bab 119 ( Salah tangkap )
120
Bab 120 ( Penangkapan manusia harimau )
121
Bab 121 ( Bisikan iblis )
122
Bab 122 ( Tanam tuai )
123
Bab 123 ( Syukuran ulang tahun Bulan )
124
Bab 124 ( Memiliki kelebihan juga )
125
Bab 125 ( Lompat kelas )
126
Bab 126 ( Teman baru )
127
Bab 127 ( Melanggar pantangan )
128
Bab 128 ( Keanehan pada Putri )
129
Bab 129 ( Kisah Nyai Seroja )
130
Bab 130 ( Kembali ke alam yang seharusnya )
131
Bab 131 ( Terbukanya mata batin Bara )
132
Bab 132 ( Miskun meresahkan )
133
Bab 133 ( Indra Jaya )
134
Bba 134 ( Ikut pulang )
135
Bab 135 ( Ulah si Ucil )
136
Bab 136 ( Rencana Indra Jaya )
137
Bab 137 ( Penyamaran Sandi )
138
Bab 138 ( Kehilangan aset berharga )
139
Bab 139 ( Jatuh cinta pada pandangan pertama )
140
Bab 140 ( Tertangkap basah )
141
Bab 141 ( Memulai serangan )
142
Bab 142 ( Pengorbanan Indra Jaya )
143
Bab 143 ( Selamat tinggal Ana )
144
Bab 144 ( Harta tidak akan dibawa mati )
145
Bab 145 ( Mimpi atau pertanda )
146
Bab 146 ( Proses evakuasi )
147
Bab 147 ( Arwah Citra )
148
Bab 148 ( Kemampuan yang kembali )
149
Bab 149 ( Mata kedua )
150
Bab 150 ( Damai itu indah )
151
Bab 151 ( Arwah gentayangan )
152
Bab 152 ( Cinta itu buta dan tuli )
153
Bab 153 ( Sekolah hantu )
154
Bab 154 ( Teror )
155
Bab 155 ( Hantu tangan buntung )
156
Bab 156 ( Curahan hati Pangeran Sabda Alam )
157
Bab 157 ( Penyamaran Sandra )
158
Bab 158 ( Saling mengancam )
159
Bab 159 ( Pemburu hantu )
160
Bab 160 ( Proses evakuasi Sandra )
161
Bab 161 ( Selamat tinggal Sandra )
162
Bab 162 ( Hantu somplak )
163
Bab 163 ( Calon Menantu Sandi )
164
Bab 164 ( Perdebatan Alexa dan Gibran )
165
Bab 165 ( Bertemu teman lama )
166
Bab 166 ( Pernikahan yang menyedihkan )
167
Ban 167 ( Bangkit dari kematian )
168
Bab 168 ( Penyamaran Raja Iblis )
169
Bab 169 ( Keanehan pada Bara )
170
Bab 170 ( Bara palsu )
171
Bab 171 ( Petunjuk keberadaan Bara )
172
Bab 172 ( Kelemahan Raja iblis )
173
Bab 173 ( Mengerjai Raja iblis )
174
Bab 174 ( Melawan Raja iblis )
175
Bab 175 ( Kembali ke Kerajaan iblis )
176
Bab 176 ( Menyelamatkan Bara )
177
Bab 177 ( Jiwa yang tertukar )
178
Bab 178 ( Melakukan empat puluh kebaikan )
179
Bab 179 ( Dibalik musibah selalu ada hikmah yang tersembunyi )
180
Bab 180 ( Kembali ke tubuh yang seharusnya )
181
Bab 181 ( Kepergok )
182
Bab 182 ( Pertemuan Dewa dan Putri )
183
Bab ( Menepati janji )
184
Bab 184 ( Kuntilanak pemakan ari ari )
185
Bab 185 ( Asmara dua dunia )
186
Bab 186 ( Mencintaimu yang tak terlihat )
187
Bab 187 ( Patah hati )
188
Bab 188 ( Menentang takdir )
189
Bab 189 ( Pernikahan Jin dan Manusia )
190
Bab 190 ( Tapa Brata )
191
Bab 191 ( Kekuatan cahaya Matahari )
192
Bab 192 ( Acara Akikah Azka dan Dira )
193
Bab 193 ( Ritual menjadi manusia )
194
Bab 194 ( Berlian merah delima )
195
Bab 195 ( Primadona kampung durian runtuh )
196
Bab 196 ( Melamar Bulan )
197
Bab 197 ( Pesugihan buto ijo )
198
Bab 198 ( Pengakuan Bulan dan Bintang )
199
Bab 199 ( Sisa waktu satu tahun )
200
Bab 200 ( Ku tumbal kan tubuhku)
201
Bab 201 ( Mendapatkan penglihatan )
202
Bab 202 ( Kedai Hantu)
203
Bab 203 ( Raja somplak dan Pangeran somplak)
204
Bab 204 ( Sekar Kemuning)
205
Bab 205 ( Pergi kemping)
206
Bab 206 ( Tas terbang)
207
Bab 207 ( Hari pertama di tempat kemping)
208
Bab 208 ( Dosa terindah)
209
Bab 209 ( Terjatuh dari pohon)
210
Bab 210 ( Kerasukan)
211
Bab 211 ( Sihir ilusi)
212
Bab 212 ( Keputusan Bara )
213
Bab 213 ( Mimpi buruk )
214
Bab 214 ( Momen terakhir )
215
Bab 215 ( Perpisahan selalu menyakitkan )
216
Bab 216 ( Separuh jiwaku pergi )
217
Bab 217 ( Lukisan berdarah )
218
Bab 218 ( Bintang masih hidup )
219
Bab 219 ( Bertarung dengan Kuntilanak Pelakor )
220
Bab 220 ( Bulan VS Ratu ular )
221
Bab 221 ( Bukan Penyihir )
222
Bab 222 ( Nyanyian tengah malam )
223
Bab 223 ( Terimakasih Nyai Dasimah )
224
Bab 224 ( Meluruskan kesalahpahaman )
225
Bab 225 ( Kaca benggala )
226
Bab 226 ( Promosi Novel baru : Suamiku Boneka Keluarganya )
227
Bab 227 ( Pertemuan Bulan dan Bintang )
228
Bab 228 ( Seperti orang asing )
229
Bab 229 ( Budak nafsu Raja iblis )
230
Bab 230 ( Pasar hantu )
231
Bab 231 ( Pemuja iblis )
232
Bab 232 ( Pernyataan cinta )
233
Bab 233 ( Manusia berhati iblis )
234
Bab 234 ( Orang misterius )
235
Bab 235 ( Hantu kesiangan )
236
Bab 236 ( Ingatan yang mulai kembali )
237
Bab 237 ( Fakta yang menyakitkan )
238
Bab 238 ( Aku adalah Pangeran Sabda Alam )
239
Bab 239 ( Guna guna )
240
Bab 240 ( Ali dan Andini hilang )
241
Bab 241 ( Kita akan selalu bersama )

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!