Sukma merasa bahagia dengan berita kehamilannya, lain hal nya dengan Jaka yang saat ini terlihat bingung.
Setelah Dokter selesai memeriksa dan memberikan resep, Jaka dan Sukma keluar dari ruangan Dokter menuju Apotek untuk menebus obat.
"Mas Jaka kenapa diam terus?" tanya Sukma yang merasa heran dengan sikap yang ditunjukan oleh Jaka, karena Jaka tidak berbicara sepatah kata pun.
"Mas tidak kenapa-napa," jawab Jaka dengan ketus.
Sukma dan Jaka akhirnya pulang setelah selesai mengambil obat, sampai akhirnya Jaka mengeluarkan uneg-unegnya setelah mereka sampai rumah.
"Sukma, Anak siapa yang saat ini kamu kandung?" tanya Jaka dengan sorot mata yang tajam.
Sukma bagai tersambar petir mendengar pertanyaan Jaka.
"Kenapa Mas Jaka bertanya seperti itu?" tanya Sukma dengan merasakan sesak pada dadanya, sehingga Sukma tidak kuasa mengeluarkan airmata.
"Sukma, selama ini aku tidak merasa pernah menyentuhmu, mana mungkin kamu bisa hamil Anakku," teriak Jaka.
"Mas, Sukma bersumpah kalau bayi yang saat ini sedang Sukma kandung adalah Anak Mas Jaka."
"Maaf Sukma tapi aku tidak akan pernah mengakuinya, karena aku tidak pernah merasa melakukan semua itu denganmu," ujar Jaka dengan tersenyum mengejek, sehingga Sukma menjatuhkan tubuhnya di atas lantai.
Jaka yang merasa geram terhadap Sukma memutuskan untuk pergi ke rumah Yuli supaya bisa menenangkan pikiran, sedangkan Sukma terus saja menangis karena tidak menyangka kalau Jaka akan mengatakan semua itu kepadanya.
"Kenapa Mas Jaka tega mengatakan semua itu, padahal Mas Jaka adalah satu-satunya lelaki yang selalu menghabiskan malam denganku. Maafkan Ibu Nak, karena Ayahmu sendiri tidak menginginkanmu, tapi Ibu akan selalu menyayangimu, karena kamu adalah Anugerah terindah yang diberikan oleh Allah SWT," gumam Sukma dengan mengelus lembut perutnya.
......................
Yuli begitu bahagia karena Jaka akhirnya kembali ke rumahnya.
"Mas Jaka sayang, kenapa wajahnya terlihat kusut sekali?" tanya Yuli dengan bergelayut manja kepada Jaka.
"Aku saat ini sedang pusing, karena Sukma hamil," jawab Jaka dengan wajah yang ditekuk.
"Kenapa Mas Jaka tidak bahagia dengan kehamilan Sukma?" tanya Yuli dengan menyusuri tubuh Jaka dengan ciuman, sehingga hasrat Jaka mulai bangkit.
"Aku tidak merasa pernah melakukan hubungan Suami istri dengan Sukma, makanya aku tidak mau mengakui bayi yang saat ini sedang dia kandung," jawab Jaka, sehingga membuat Yuli merasa bahagia.
"Kalau begitu, sekarang Yuli akan membuat Mas Jaka melupakan semuanya," ujar Yuli yang langsung saja memberikan pelayanan terbaik kepada Jaka, sehingga Jaka merasa puas dan melupakan tentang Sukma.
......................
Bara yang saat ini sudah berada di Kerajaan Genderewo, merasa bersalah terhadap Sukma, dan yang bisa Bara lakukan hanyalah memantau kehidupan Sukma melalui mata batinnya.
"Maafin aku sayang, Jaka tidak mau mengakui bayi yang kamu kandung karena Jaka tidak mengingat apa pun, karena aku yang selalu mengambil alih tubuhnya saat melakukan hubungan Suami istri denganmu," gumam Bara.
Alex dan Alexa yang saat ini sudah semakin besar, kini menghampiri Bara untuk menghiburnya.
"Ayahanda jangan sedih, kami akan selalu ada untuk Ayahanda," ujar Alex.
"Iya Ayahanda, Alexa juga akan selalu ada di samping Ayah."
Meskipun Alex dan Alexa baru saja lahir, tapi mereka terlahir spesial dan juga mempunyai kekuatan yang sangat besar, sehingga Bara harus selalu melindunginya dari orang-orang jahat yang berusaha untuk memanfaatkan mereka.
"Ayah beruntung memiliki kalian Nak, tapi Ayah tidak tau nasib buruk apa yang akan menimpa Ibu kalian."
"Kalau begitu Ayah pergi saja untuk melindungi Ibu, kami pasti bisa menjaga diri dengan baik."
"Tidak Nak, Ayah tidak mungkin meninggalkan kalian, meskipun kekuatan yang kalian miliki begitu besar, tapi kalian masih harus banyak belajar, bagaimanapun juga kalian berdua masih bayi," ujar Bara dengan mengusap lembut kepala kedua Anaknya.
......................
Jaka yang sudah tergila-gila oleh Yuli, sudah satu bulan ini tidak pulang, dan tidak pernah mau tau kabar Sukma. Untung saja Sukma masih mempunyai uang yang dulu sempat diberikan Jaka saat di Supermarket, padahal uang tersebut sebenarnya pemberian dari Bara.
"Sepertinya aku harus mulai membuka usaha kecil-kecilan, kalau aku terus memakai uang yang saat ini masih tersisa, pasti uangnya akan cepat habis dan nanti aku tidak mempunyai uang lagi untuk makan," gumam Sukma yang berencana untuk berdagang, apalagi sekarang Jaka sudah tidak memperdulikannya lagi, dan uang hasil kerja Jaka dia berikan kepada Yuli.
Saat ini Yuli membawa Jaka ke tempat kerjanya, yaitu sebuah klub malam dan juga tempat perjudian terbesar di Kota tersebut.
"Sayang, sebaiknya kamu berhenti bekerja di sini, Mas tidak mau kalau lelaki lain melihat kecantikan wajahmu. Lihat saja mata mereka menatap lapar ketika melihat tubuhmu," ujar Jaka yang mulai posesif.
"Mas Jaka tenang saja, yang penting hati Yuli hanya untuk Mas Jaka," bisik Yuli, sehingga membuat Jaka tersenyum senang, karena bisa mendapatkan primadona di tempat tersebut.
Bos Yuli kini menghampiri Jaka, dan mengajak Jaka untuk bermain judi. Awalnya Jaka tidak mau melakukannya, tapi Jaka menjadi ketagihan setelah berhasil menang dan mendapatkan banyak uang.
Setiap malam akhirnya Jaka selalu bermain judi, sampai-sampai Jaka terlilit hutang banyak kepada Bos Yuli.
Jaka saat ini sudah masuk ke dalam kehidupan gelap Yuli, tapi Yuli selalu merasa bahagia karena bisa selalu bersama Jaka, walau pun pada kenyataannya ketika Jaka sedang sibuk main judi, Yuli juga sibuk bermain gila dengan banyak pria hidung belang supaya bisa mendapatkan banyak uang, bahkan Yuli rela memberikan uangnya kepada Jaka untuk modal berjudi.
......................
Kehamilan Sukma saat ini sudah memasuki tujuh bulan, dan selama beberapa bulan ini Sukma menghidupi dirinya dengan berkeliling berjualan gorengan.
Saat Sukma sedang berjalan di pinggir jalan raya dengan membawa dagangannya, tiba-tiba sebuah mobil melaju dengan cepat dan menginjak lubang yang penuh dengan air, sehingga air kotor tersebut mengenai pakaian Sukma.
"Kalau nyetir itu pake mata," teriak Sukma yang merasa kesal, sampai akhirnya pengendara mobil tersebut berhenti dan keluar dari dalam mobilnya.
Sukma begitu terkejut pada saat melihat dua orang yang turun dari mobil, karena ternyata orang tersebut adalah Jaka dan Yuli.
"Mas Jaka," ucap Sukma dengan lirih.
Sukma tidak pernah mengira jika Jaka yang dulu sangat mencintainya kini telah berubah.
"Mas Jaka kemana saja? kenapa Mas Jaka tidak pernah pulang?" tanya Sukma.
"Sayang siapa pedagang kaki lima ini? apa kamu mengenalnya?" tanya Yuli yang pura-pura tidak mengenal Sukma.
"Tidak sayang, mana mungkin aku mengenal tukang gorengan dengan penampilan kampungan seperti itu, udah gitu tubuhnya juga terlihat dekil," jawab Jaka, sehingga membuat Sukma semakin sakit hati.
"Mas Jaka, kenapa Mas Jaka berbicara seperti itu? bagaimanapun juga Sukma masih istri Mas Jaka, dan saat ini Sukma juga sedang mengandung Anak Mas Jaka."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 241 Episodes
Comments
Mamah Kekey
sungguh malang nasib Sukma....
2023-11-02
1
❣@Sha_Putrie❣
oalahh harusnya Jaka tuh yg jadi genderuwo nya🙄
2023-02-11
2
mom mimu
lanjut lagi kak Rin... semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
2023-01-16
3