Setelah selesai sarapan, Jaka dan Sukma akhirnya bersiap untuk menuju salah satu Supermarket di Kota Jakarta.
Sukma sudah terlihat cantik dengan riasan wajah yang natural, dan Jaka selalu memuji kecantikan istrinya.
"Seperti biasa satu kata untuk kamu sayang, Sempurna," ucap Jaka.
"Mas Jaka jagan buat Sukma malu, maaf ya kalau Sukma nanti malu-maluin Mas Jaka."
"Sayang, kamu itu selalu cantik, dan semua orang pasti akan iri jika melihat Mas bersanding dengan perempuan secantik kamu."
"Mas, Sukma hanyalah gadis kampung yang tidak bisa berdandan."
"Tapi bagi Mas Jaka kamu selalu terlihat cantik. Mas sebenarnya tidak rela jika ada lelaki lain yang melihat kecantikanmu, kalau bisa Mas akan mengurung kamu saja di dalam rumah," ujar Jaka sehingga Sukma memutar malas bola matanya.
"Udah gak usah gombal terus, sebaiknya sekarang kita berangkat mungpung cuacanya belum terlalu panas," ujar Sukma dengan menggandeng tangan Jaka untuk keluar dari rumah mereka.
Jaka dan Sukma akhirnya sampai di pusat perbelanjaan, dan Jaka berniat akan mengajak Sukma untuk membeli beberapa pakaian.
Pada saat mereka berdua berjalan dengan bergandengan tangan, tiba-tiba Sukma bertabrakan dengan seorang perempuan sehingga menyebabkan barang bawaan perempuan tersebut jatuh.
"Heh, kalau jalan tuh pake mata," ujar Perempuan yang bertabrakan dengan Sukma.
"Maaf Mbak, bukannya dimana-mana jalan itu pake kaki ya," ujar Sukma yang memang merasa tidak bersalah.
"Kamu buta apa, belanjaanku sampai terjatuh gara-gara kamu."
"Bukannya Mbak sendiri ya yang menabrak saya?" ujar Sukma.
Setelah mengambil barang belanjaannya, perempuan tersebut merasa terkejut pada saat melihat Sukma yang datang bersama Jaka yang tidak lain adalah lelaki yang selama ini selalu ia kejar-kejar.
"Mas Jaka, kenapa Mas Jaka bisa datang sama gadis udik ini?" tanya perempuan tersebut yang bernama Yuli.
"Maaf Yuli, yang kamu panggil gadis udik itu adalah istriku," ujar Jaka, dan sontak saja Yuli merasa terkejut.
"Mas kenal ya sama Mbak ini?" tanya Sukma.
"Iya sayang, dia salah satu pelanggan di Restoran. Sebaiknya sekarang kita pilih baju buat kamu," ujar Jaka dengan menggandeng Sukma dan pergi meninggalkan Yuli yang masih diam mematung.
Awas saja Jaka, aku pasti bisa mendapatkanmu, ucap Yuli dalam hati dengan mengepalkan kedua tangannya.
Jaka dan Sukma saat ini sedang asyik memilih baju, tapi pada saat Sukma melihat harga baju tersebut, Sukma terlonjak kaget.
"Mas, sebaiknya kita beli baju di pasar saja ya," bisik Sukma kepada Jaka.
"Memangnya kenapa? baju di sini bagus-bagus kok," ujar Jaka.
"Memang bagus sih, tapi baju di sini mahal-mahal, kan sayang uangnya daripada beli baju mahal-mahal mending buat kebutuhan kita sehari-hari," ujar Sukma.
"Kamu tenang saja, tabungan Mas masih cukup buat beliin kamu baju di sini, sebaiknya kamu pilih saja yang kamu sukai."
"Ya sudah kalau begitu Sukma pilih yang ini saja, bajunya juga tidak terlalu mahal."
"Sayang, kok cuma satu sih, kita ambil lima ya," ujar Jaka.
"Mas, kita harus belajar berhemat, lima baju ini sama dengan biaya hidup kita satu bulan, sebaiknya kita beli satu saja, nanti kita lanjut beli di pasar," ujar Sukma.
Pelayan toko yang mendengar perkataan Sukma langsung saja angkat suara.
"Eh Mbak, kalau gak mampu beli di sini gak usah sok soan pilih baju di sini," ujar pelayan toko dengan ketus.
"Mbak, jaga mulut Anda, jangan kira kami tidak mampu membeli baju di toko ini, bahkan untuk membeli mulut Anda yang tidak pernah disekolahkan pun saya mampu bayar," ujar Jaka yang merasa geram kepada pelayan toko tersebut.
Jaka mencoba mengambil dompetnya dari saku celana, tapi ternyata dompetnya tidak ada karena ketinggalan di rumah.
"Mana buktinya, kalian memang orang miskin kan, mana cepat kasih uangnya jika kalian mampu membayar baju di toko ini," tantang pelayan toko.
Kenapa aku pake lupa bawa dompet segala sih, kasihan kan Sukma pasti malu kalau aku tidak mampu membayarnya, ucap Jaka dalam hati.
Sukma sudah gelisah melihat Jaka yang mencari dompetnya, sampai akhirnya Jaka memeriksa saku depan celananya dan ternyata ada segepok uang di dalamnya.
Lho, uang siapa ini? kenapa bisa ada uang di saku celanaku? batin Jaka kini bertanya-tanya.
Pelayan toko tadi sudah menatap uang yang Jaka pegang dengan mata yang berbinar, begitu juga dengan Yuli yang diam-diam mengikuti Jaka dan Sukma, sehingga Yuli bertekad untuk terus mendekati Jaka karena mengira kalau Jaka banyak uang, padahal uang yang ada dalam saku Jaka adalah pemberian Bara yang tidak mau kalau Sukma dipermalukan di depan umum.
"Saya sudah bilang kan kalau saya punya uang untuk membeli baju di toko ini, tapi karena tadi Mbak sudah menghina kami, kami tidak jadi belanja di toko ini. Yuk sayang, sebaiknya kita belanja di toko yang lain saja," ujar Jaka dengan menarik tangan Sukma, sehingga membuat pemilik toko yang melihatnya merasa geram terhadap Pelayan toko tersebut dan langsung memecatnya.
"Ternyata uang Mas Jaka banyak juga ya," ujar Sukma.
"Ini semua buat kamu sayang, kamu pakai untuk semua kebutuhan kamu ya," ujar Jaka dengan memberikan uang tersebut kepada Sukma.
"Tapi ini terlalu banyak Mas."
"Udah kamu simpen aja, sebaiknya kita belanja di pasar saja, di sini pelayannya jutek jutek." Maaf Sukma aku tidak tau itu uang siapa, tapi mungkin itu rezeki kamu, lanjut Jaka dalam hati.
Yuli yang melihat Jaka memberikan segepok uang kepada Sukma merasa tidak rela.
"Lihat saja Sukma, aku pasti akan merebut Jaka darimu dengan cara apa pun juga," gumam Yuli dengan tersenyum licik.
Jaka dan Sukma akhirnya melanjutkan perjalanannya menuju pasar, dan Sukma terlihat gembira karena baju-baju di pasar tersebut harganya sangat murah, sehingga Sukma bukan hanya membeli baju untuknya, tetapi untuk Jaka juga.
"Sayang baju Mas masih banyak."
"Mas, tapi bajunya sangat cocok untuk Mas Jaka, harganya juga sangat murah."
"Ya sudah gimana kamu saja," ujar Jaka dengan mengusap lembut rambut Sukma.
Pada saat Sukma hendak membayar belanjaannya, tiba-tiba ada seorang pria yang menarik tas Sukma, dan pria tersebut langsung berlari.
"Mas, tas Sukma di ambil sama copet," teriak Sukma.
Jaka langsung saja mengejar copet tersebut yang ternyata adalah suruhan Yuli, dan Jaka berusaha untuk bertarung dengan copet tersebut, meskipun Jaka harus babak belur karena Jaka tidak bisa berkelahi.
Sukma sudah menangis ketakutan pada saat melihat wajah Jaka berlumuran darah, tapi pada saat airmata Sukma mengenai wajah Jaka, tiba-tiba Jaka yang sudah tidak sadarkan diri pun kembali terbangun.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 241 Episodes
Comments
@Kristin
semangat buat mu Thor vote sudah mendarat
2024-03-31
1
@Kristin
waduh ada yang naksir Jaka lupaya to
2024-03-31
1
Mamah Kekey
klau kt orang Betawi mah andeng,,kali yah..atau tompel gitu.
2023-11-02
2