Jaka yang mendengar suara Yuli memanggilnya langsung saja bersembunyi di bawah meja.
"Bro, loe ngapain? lagi main petak umpet ya?" tanya Riki, dan Jaka menempelkan telunjuknya di depan bibir supaya Riki mengerti.
Riki terkejut pada saat melihat Yuli yang kini sudah berada di belakangnya.
"Mas Riki lihat Mas Jaka gak?" tanya Yuli dengan berlenggak lenggok serta suara yang dimanja-manjakan.
"Ti_tidak, tadi Jaka bilang mau ke Dokter dulu, jadi hari ini gak bisa masuk," jawab Riki dengan tubuh bergetar karena takut jika kebohongannya terbongkar.
"Mas Riki sedang tidak berbohong kan?" tanya Yuli dengan matanya yang menyipit.
"Buat apa aku berbohong. Ya sudah kalau begitu aku kerja lagi," ujar Riki dengan melangkahkan kaki keluar dari dapur supaya bisa menghindari pertanyaan Yuli.
"Mas Riki tunggu, Mas Riki tau alamat rumah Mas Jaka gak?" tanya Yuli dengan tatapan yang memohon, hampir saja Riki terpengaruh, tapi Jaka memberikannya kode supaya tidak memberitahukan alamatnya kepada Yuli.
"Maaf Yul, aku gak tau. Aku kerja dulu ya, gak enak kalau Bos sampai lihat," ujar Riki, kemudian berpura-pura menyibukkan diri.
Yuli yang kesal terlihat menghentak-hentakan kakinya, sampai akhirnya Yuli memutuskan untuk pulang karena tidak mendapatkan informasi keberadaan Jaka.
"Alhamdulillah, akhirnya Siluman rubah betina pulang juga," celetuk Jaka dengan mengelus dadanya yang sudah bisa bernafas lega.
"Tadi Mak Lampir, sekarang Siluman rubah betina, banyak amat panggilan sayang loe buat Yuli," ujar Riki dengan terkekeh.
"Eits sorry ya, itu bukan panggilan sayang, enak aja gue harus sayang sama dia, ogah banget, gue kan udah punya Sukma," jawab Jaka.
"Awas loe Bro, jangan terlalu benci, nanti jadi cinta bisa berabe loe," sindir Riki.
"Amit-amit, semoga dijauhkan Ya Allah," ujar Jaka dengan mengelus-elus perutnya.
"Loe kayak lagi hamil aja pake mengelus-elus perut segala," sindir Riki.
"Iya, Istri gue yang saat ini sedang hamil," celetuk Jaka.
"Woah hebat banget loe Bro, baru beberapa hari saja sudah tokcer," ujar Riki dengan bertepuk tangan, tapi Jaka tidak memperdulikannya dan memilih untuk melanjutkan pekerjaan.
......................
Sukma yang saat ini masih tertidur merasakan pelukan hangat dari Bara, sehingga secara perlahan Sukma membuka matanya.
"Sayang, kamu kapan pulang?" tanya Sukma, karena saat ini Bara menyamar sebagai Jaka.
"Mas baru saja pulang sayang, karena Mas sangat merindukan kamu," jawab Bara.
"Sukma juga sangat merindukan Mas Jaka," ujar Sukma dengan tersenyum, dan Bara tidak menduga karena Sukma langsung saja mencium bibir Bara, kemudian menyerang Bara secara Brutal sehingga Bara hampir kewalahan.
"Sayang, pelan-pelan," ujar Bara dengan suara lirih, karena saat ini Sukma begitu lincah bermain di atas tubuh Bara.
"Maaf Mas, entah kenapa Sukma tidak bisa menahan semuanya," jawab Sukma dengan tersipu malu.
Mungkin karena pengaruh dari bayi yang saat ini sedang Sukma kandung, jadi Sukma selalu ingin dekat denganku dan hasratnya juga jadi meningkat, ucap Bara dalam hati dengan tersenyum bahagia, sampai akhirnya setelah beberapa kali pelepasan Sukma terkulai lemas di samping Bara.
"Terimakasih sayang, kamu sangat luar biasa," bisik Bara, sehingga membuat pipi Sukma merah merona.
Sukma dan Bara kembali tertidur setelah permainan panas mereka, bahkan Sukma sampai lupa waktu saking nyenyaknya.
Bara yang mendengar suara Adzan Maghrib sudah kembali ke wujudnya yang semula, karena sebentar lagi Jak pasti akan pulang kerja, tapi pada saat Bara hendak memakaikan baju pada Sukma yang masih terlihat polos, Jaka keburu pulang sehingga Bara tidak sempat memakaikannya dan hanya menyelimuti tubuh Sukma dengan selimut.
"Assalamu'alaikum sayang," ucap Jaka pada saat masuk ke dalam kamar, tapi Sukma tidak menjawabnya karena masih tidur terlelap.
"Pantesan saja gak dijawab, ternyata Sukma masih tidur," gumam Jaka kemudian mendekat ke arah Sukma.
"Sayang, bangun sayang, udah adzan maghrib," ujar Jaka dengan menggoyangkan tubuh Sukma, tapi Sukma malah menarik tubuh Jaka sehingga Jaka terjatuh di atas tubuhnya yang masih polos.
Jaka sampai menelan saliva nya berkali-kali saat melihat pemandangan indah yang ada di depan matanya, sehingga Jaka yang sudah tidak tahan menahan hasratnya langsung saja mencium bibir Sukma.
Bara yang masih berada di sana tidak rela kalau Jaka sampai merasakan tubuh Sukma, sampai akhirnya Bara mengganggu Jaka dengan menarik tubu Jaka dari atas tubuh Sukma sehingga terjungkal ke bawah ranjang.
"Awww," teriak Jaka yang merasakan bokongnya kesakitan, dan Sukma yang sedang tidur terlelap pun langsung terbangun mendengar suara Jaka.
"Mas Jaka kenapa?" tanya Sukma tanpa menyadari kalau saat ini tubuhnya masih polos.
"Tidak apa-apa sayang, bokong Mas hanya sakit karena terjatuh dari ranjang," jawab Jaka.
Saat melihat dirinya di cermin yang tanpa mengenakan sehelai benang pun, Sukma langsung berlari ke kamar mandi.
"Sayang, kamu baik-baik saja kan? kenapa kamu malah lari?" tanya Jaka.
"Maaf Mas, Sukma malu," jawab Sukma dengan menyembulkan kepalanya dari balik pintu.
"Masa sama Suami sendiri malu? Mas malah seneng kalau lihat kamu seperti itu," ujar Jaka dengan tersenyum penuh arti.
"Udah gak usah gombal, sekarang kita shalat maghrib dulu, nanti waktu magribnya keburu habis," ujar Sukma, dan akhirnya Jaka mengurungkan niatnya, padahal saat ini hasratnya sudah di ubun-ubun.
Setelah Jaka dan Sukma shalat maghrib berjamaah, Jaka yang merasa lapar menanyakan makanan uang sudah dimasak oleh Sukma.
"Sayang, kamu masak apa hari ini? mas udah lapar banget nih," tanya Jaka.
Aduh, bagaimana ini, aku lupa kalau daging ayam mentahnya sudah aku habiskan semua, batin Sukma.
"Maaf Mas, sebenernya Sukma hari ini gak sempet masak karena daging ayamnya habis," ujar Sukma.
"Lho kok bisa?" tanya Jaka yang merasa heran.
"Tadi saat pulang dari pasar, perut Sukma mules juga, jadi Sukma pergi ke kamar mandi sampai lupa tidak menutup pintu, dan setelah Sukma keluar dari kamar mandi, terlihat banyak kucing yang sedang memakan daging ayamnya. Maaf ya Mas, Sukma tidak sengaja," ujar Sukma dengan hati yang sudah gelisah karena takut ketahuan.
Jaka sebenarnya merasa kecewa terhadap keteledoran yang telah dilakukan oleh Sukma, tapi Jaka mencoba untuk sabar, supaya Sukma tidak merasa tersinggung.
"Tidak apa-apa sayang, kamu kan tidak sengaja, ya sudah kalau begitu kita makan di luar saja bagaimana?" tanya Jaka, tentu saja Sukma langsung kegirangan.
Jaka dan Sukma saat ini telah sampai di warung pedagang sate. Jaka pun langsung memesan dua porsi sate kambing.
Pada saat Jaka hendak menyuapkan makanannya, Jaka melihat ke arah Sukma terlebih dahulu, dan Jaka langsung merasa terkejut karena ternyata sate yang berada dalam piring Sukma sudah habis dengan cepat.
"Mas boleh gak Sukma nambah lagi?" tanya Sukma dengan malu-malu, dan Jaka menganggukan kepalanya sebagai tanda setuju.
"Bang satenya 100 tusuk," ucap Sukma sehingga membuat Jaka menelan saliva nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 241 Episodes
Comments
@Kristin
waduh 🤭 rakus amat ya Thor vote untuk mu ya.
2024-04-22
1
Eka Awa
100 tusuk???
sukma pa sundel😁😁😁🤣
2024-02-28
1
💞Nia Kurnaen💞
itu abang satenya bakal ngecek punggungnya Sukma g ya...kali aja bolong...😂😂😂
2023-07-24
1