Semua orang yang berada di Pasar merasa terkejut karena Jaka tiba-tiba menjadi kuat, padahal sebenarnya Jaka telah dirasuki oleh Bara.
Jaka membabi buta menghajar copet tersebut, sampai akhirnya copet tersebut babak belur juga akibat dihajar oleh Jaka.
"Beraninya kamu mengambil barang istriku !" teriak Jaka kemudian melemparkan meja kosong ke arah copet, sehingga copet tersebut berteriak kesakitan.
Kenapa tiba-tiba dia menjadi kuat, padahal tadi dia sudah babak belur sampai akhirnya pingsan. Sebaiknya sekarang aku harus melarikan diri sebelum di amuk oleh warga, ucap copet dalam hati.
Setelah Jaka berhasil mengambil dompet tersebut, Bara yang masih berada di dalam tubuh Sukma mengajak Sukma membayar belanjaannya sebelum mereka berdua pulang.
Sesampainya di rumah, Sukma langsung saja menangis dalam pelukan Jaka karena takut jika Suaminya sampai kenapa-napa.
"Sayang, kamu jangan menangis terus, Mas tidak kenapa-napa kok."
"Tapi saat ini Mas babak belur, mas masih bilang tidak kenapa-napa," ujar Sukma kemudian pergi ke dapur untuk mengambil air hangat.
Sukma langsung saja mengompres wajah Jaka dengan hati-hati, seandainya itu Jaka yang asli mungkin dia sudah berteriak kesakitan.
"Mas kok kayaknya gak terlihat sakit sama sekali?" tanya Sukma yang heran melihat wajah datar Jaka.
"Karena Mas melihat wajah cantikmu, jadi rasa sakit yang Mas rasakan menjadi teralihkan," ujar Jaka dengan terkekeh.
"Mas tidak lucu, tadi aku hampir ikut pingsan melihat wajah Mas babak belur sampai tidak sadarkan diri."
"Maaf ya sayang, karena Mas sudah membuatmu khawatir."
"Ya sudah sebaiknya sekarang Mas istirahat dulu, aku mau Shalat Dzuhur dulu ya," ujar Sukma meninggalkan Jaka yang duduk di atas ranjang untuk mengambil air wudhu, kemudian Sukma melaksanakan Shalat di kamar dekat ranjang tempat Jaka yang saat ini sedang tiduran.
Pada saat Sukma melaksanakan Shalat Dzuhur, tubuh Jaka merasa kepanasan sehingga Bara memutuskan untuk keluar dulu dari tubuh Jaka meninggalkan Jaka yang saat ini masih tidak sadarkan diri.
Setelah selesai Shalat, Sukma mengira jika Jaka sedang tertidur sampai akhirnya Sukma ikut merebahkan diri di samping Jaka.
"Kasihan Mas Jaka, mungkin Mas Jaka kecapean sampai akhirnya ketiduran," gumam Sukma sebelum memejamkan matanya.
Dua jam kemudian, Jaka mulai sadar dari pingsannya, dan Jaka meringis kesakitan karena merasakan sakit pada sekujur tubuhnya.
"Sukma sayang, kamu baik-baik saja kan?" tanya Jaka pada saat melihat Sukma tidur di sampingnya.
Sukma yang mendengar perkataan Jaka sontak saja membuka matanya.
"Mas Jaka sudah bangun ya? maaf ya Mas Sukma tadi ketiduran."
"Sayang, kenapa sekarang kita berdua sudah berada di kamar?" tanya Jaka, sontak saja pertanyaan Jaka membuat Sukma heran.
"Memangnya Mas tidak mengingat kejadian yang telah kita alami?"
"Tidak sayang, seingat Mas tadi Mas babak belur dihajar oleh orang yang sudah mencopet tas kamu, kemudian Mas pingsan dan tidak ingat apa pun lagi," jawab Jaka.
Sukma bingung harus jujur atau merahasiakan semuanya dari Jaka karena saat ini Jaka juga terlihat kebingungan.
"Sebaiknya sekarang Mas Jaka jangan terlalu banyak pikiran, Mas juga harus banyak istirahat supaya cepat sembuh. Kalau begitu Sukma mau bikin bubur ayam dulu ya buat Mas Jaka, kasihan bibir Mas Jaka sepertinya kesakitan," ujar Sukma kemudian berlalu menuju dapur.
Sukma terus saja melamun, dia bingung karena terus saja terjadi kejanggalan.
"Kenapa Mas Jaka tidak mengingat semuanya? aku takut kalau kepala Mas Jaka terbentur benda keras sehingga menyebabkan Mas Jaka sering lupa tentang semua yang telah kita alami," gumam Sukma.
Setelah selesai memasak bubur, Sukma membawa bubur buatannya untuk Jaka, tapi ternyata Jaka sudah tidak ada di atas ranjang, sehingga membuat Sukma merasa cemas.
"Mas Jaka, Mas Jaka dimana?" teriak Sukma yang sudah panik.
Sesaat kemudian Sukma merasakan sebuah pelukan dari belakang tubuhnya.
"Maafin Mas karena telah membuat kamu khawatir sayang," ucap Jaka yang tubuhnya sudah di ambil alih lagi oleh Bara.
"Mas Jaka jangan seperti ini," ujar Sukma yang merasakan desiran hangat pada tubuhnya, karena Bara terus saja memberikan kecupan pada tengkuk leher Sukma.
Sukma kini membalikan tubuhnya menghadap ke arah Jaka, tapi sebelum Sukma angkat suara, Bara sudah terlebih dahulu membungkam bibir Sukma dengan ciuman.
Pada saat Bara melepas pagutannya, Sukma mencoba bicara karena mengkhawatirkan kondisi Jaka yang masih terlihat memar pada sekujur tubuhnya.
"Mas Jaka, jangan seperti ini, sebaiknya kita makan dulu," ujar Sukma yang mencoba melepaskan diri dari dekapan Bara.
"Aku ingin memakanmu dulu sayang, aku selalu tidak bisa menahannya jika berada di dekatmu," ucap Bara.
"Tapi tubuh Mas Jaka masih sakit, sebaiknya Mas Jaka minum obat terus istirahat supaya lekas sembuh."
"Obatku hanya kamu sayang," ujar Jaka yang terus saja menghujani Sukma dengan ciuman dan sontak saja memancing gairah pada keduanya.
Setelah Bara dan Sukma menyelesaikan ritualnya, Sukma terbangun karena mendengar suara Adzan maghrib, begitu juga dengan Bara yang masih berada dalam tubuh Jaka karena merasa kepanasan.
"Mas Jaka kenapa?" tanya Sukma saat melihat tubuh Jaka memerah dan Jaka terus saja menutup kupingnya sampai suara adzan selesai.
"Mas Jaka baik-baik saja kan?" sambung Sukma.
"Aku baik-baik saja sayang," jawab Bara.
Kenapa Mas Jaka kadang menyebut dirinya dengan sebutan Aku, tapi kadang juga Mas, apa Mas Jaka mempunyai dua kepribadian yang berbeda? batin Sukma kini bertanya-tanya.
"Apa Mas Jaka mau shalat bareng?" tanya Sukma, tapi Sukma merasa kecewa karena Jaka menggelengkan kepalanya, bahkan Jaka juga menyuruh Sukma supaya melaksanakan Shalat di kamar tamu, padahal sebenarnya tubuh Jaka masih dikuasai oleh Bara.
"Kenapa Mas Jaka menolak untuk Shalat berjamaah? padahal dulu dia sangat rajin dalam melaksanakan ibadah," gumam Sukma.
Setelah selesai melaksanakan Shalat Maghrib, Sukma menghangatkan bubur yang sebelumnya belum sempat Jaka dan Sukma makan.
"Mas, mau makan si luar atau Sukma bawa makanannya ke sini saja?" tanya Sukma pada saat melihat Jaka yang duduk dengan bersila dengan memejamkan matanya.
Bara mencoba untuk memulihkan tubuh Jaka karena dia masih membutuhkan tubuh Jaka untuk menggauli Sukma, Bara bisa saja melakukan semuanya dengan menyerupai wajah Jaka, tapi tenaganya akan terkuras banyak.
Setelah selesai memulihkan tubuh Jaka, Bara akhirnya membuka matanya dan menjawab pertanyaan Sukma.
"Maaf sayang, aku mencoba untuk memulihkan tubuh Jaka terlebih dahulu," ucap Bara yang sudah keceplosan, dan sontak saja membuat Sukma merasa terkejut.
"Kenapa Mas Jaka berkata seperti itu? bukannya Mas Jaka adalah diri Mas sendiri, kenapa Mas berkata seakan-akan kalau Mas Jaka adalah oranglain?" tanya Sukma.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 241 Episodes
Comments
@Kristin
bara selalu cari kesempatan dalam kesempitan 😀
2024-04-06
1
@Kristin
tentu saja kaget kalau tiba-tiba gitu
2024-04-06
1
Sena judifa
ketiduran apanya...siup tuh jaka
2023-10-23
1