Jaka saat ini melajukan motornya menuju rumah mereka, dan Sukma yang masih malu-malu kepada jaka tidak berani untuk berpegangan, sampai akhirnya Jaka menarik tangan Sukma supaya memeluk pinggangnya.
Sepanjang perjalanan, jantung Sukma berpacu dengan cepat, dan Jaka menyunggingkan senyuman pada saat melihat wajah Sukma dari kaca spion motornya.
"Alhamdulillah kita sudah sampai sayang," ujar Jaka dengan memarkirkan motornya di depan sebuah rumah minimalis yang terlihat asri.
"Rumah siapa ini Mas?" tanya Sukma, karena sebelumnya Jaka tidak pernah menceritakan kalau dia sudah memiliki sebuah rumah di Jakarta.
"Ini adalah istana kita, meskipun kecil dan aku masih berusaha untuk menyicilnya, semoga saja kamu betah tinggal di sini
"Asalkan bersama Mas Jaka, dimana pun Sukma tinggal, pasti Sukma akan merasa bahagia."
"Sejak kapan istriku yang cantik ini pandai menggombal?" tanya Jaka, sehingga membuat Sukma tersipu malu.
Sukma langsung saja berlari masuk ke dalam rumah, karena Jaka terus saja menatapnya.
"Sukma sayang, kamu mau ngajakin aku main kejar-kejaran ya?" ujar Jaka, kemudian berlari mengejar Sukma.
Saat ini Sukma sudah berada dalam pelukan Jaka, karena Jaka telah berhasil menangkapnya.
"Sekarang kamu tidak bisa lari lagi, karena aku akan menghukum kamu," ujar Jaka dengan menghirup wangi tubuh Sukma dalam-dalam, kemudian mengangkat tubuh Sukma ke dalam kamar pengantin mereka.
"Sejak kapan Mas mempersiapkan semua ini?" tanya Sukma dengan mata yang berbinar ketika melihat sebuah kamar yang begitu indah yang akan menjadi saksi malam pertama mereka.
"Sejak Mas memutuskan untuk pulang ke Jawa karena dari awal Mas sudah berniat untuk menikahimu sayang," jawab Jaka dengan gairah yang sudah membuncah, tapi tiba-tiba angin kencang terasa menerpa tubuhnya dan Jaka langsung pingsan di samping Sukma.
"Mas Jaka kenapa tiba-tiba pingsan? Mas jangan bercanda, jangan buat Sukma takut Mas," teriak Sukma dengan menggoyangkan tubuh Jaka.
Saat ini di kamar Jaka dan Sukma lampu tiba-tiba padam, dan Raja Genderewo bernama Bara sudah berada di sana.
Pada awalnya Bara berniat untuk mengambil nyawa Jaka karena sudah berani menikahi Sukma yang telah ia tandai sejak masih berada dalam kandungan, tapi Bara merasa kasihan pada saat melihat Sukma menangis ketakutan, dan akhirnya Bara memutuskan untuk mengambil alih tubuh Jaka yang masih pingsan supaya bisa menghabiskan malam pertama dengan Sukma.
"Jangan menangis sayang, maaf jika candaan Mas tidak lucu," ujar Jaka yang saat ini sudah membuka matanya, begitu juga dengan lampu kamar yang tiba-tiba kembali menyala, padahal sebenarnya tubuh Jaka sudah di ambil alih oleh Bara.
"Mas, candaan kamu tidak lucu tau, kenapa kamu membuatku khawatir?" ujar Sukma dengan memukul pelan dada bidang Jaka.
"Iya maaf, Mas sudah membuatmu khawatir, jangan nangis lagi ya, malam ini adalah malam pertama kita, jadi kita harus melewatinya dengan bahagia," ujar Bara dengan mengecup kening Sukma, kemudian turun ke bibirnya, sehingga Sukma hanya bisa pasrah dengan yang dilakukan oleh Suaminya.
Semakin lama ciuman Bara semakin dalam sehingga mereka berdua mengharapkan lebih dari sekedar ciuman.
Bara saat ini menggerayangi tubuh Sukma, dan satu persatu Bara melucuti atribut yang menempel pada tubuhnya dan juga tubuh Sukma.
"Malam ini aku memilikimu seutuhnya Sukma," ucap Bara di telinga Sukma sehingga membuat bulu kuduk Sukma meremang.
Sukma merasa malu karena saat ini tubuhnya sudah polos tanpa terhalang oleh sehelai benang pun, dan akhirnya Sukma berusaha menutupi bagian dada serta bawahnya menggunakan tangan.
"Kenapa ditutupi? Mas tidak bisa melihat pemandangan indah yang ada di depan mata Mas saat ini jika kamu menutupinya," ujar Bara dengan mata yang sudah berkabut, kemudian segera mengangkat kedua tangan Sukma dan memeganginya.
Akhirnya Bara yang saat ini berada dalam tubuh Jaka langsung saja melancarkan aksinya, meskipun pada awalnya Sukma merintih kesakitan, tapi Bara berhasil mengalihkan rasa sakit yang Sukma alami sehingga berganti dengan rasa nikmat yang luar biasa, dan akhirnya keduanya terkulai lemas setelah melakukan pergulatan panas secara berkali-kali dan Sukma saat ini tertidur dalam dekapan Bara.
Aku tidak akan pernah membiarkan siapa pun menyentuh sesuatu yang sudah menjadi milikku, karena aku akan menjadi yang pertama dan terakhir untukmu Sukma, ucap Bara dalam hati.
Adzan Subuh kini terdengar berkumandang, Bara yang masih berada di dalam tubuh Jaka pun merasa kepanasan sampai akhirnya Bara keluar dari tubuh Jaka dan memutuskan untuk kembali ke Kerajaan Genderewo terlebih dahulu supaya bisa memulihkan tenaganya.
"Sayang, aku pulang dulu, tapi aku akan selalu melindungimu," gumam Bara, kemudian mengecup kening Sukma sebelum pergi.
Jaka saat ini mulai sadar dari pingsannya, dan Jaka begitu terkejut pada saat melihat Sukma yang saat ini terbaring di sampingnya dengan tubuh mereka berdua yang masih polos.
"Apa yang sudah kami lakukan? kenapa aku tidak bisa mengingat apa pun?" gumam Jaka yang mencoba untuk mengingat-ingat semua kejadian tadi malam, tapi ingatannya hanya sampai pada saat dia pingsan.
Sukma akhirnya terbangun karena merasakan pergerakan dari tubuh Jaka.
"Mas, kamu sudah bangun ya?" tanya Sukma dengan senyuman yang terus mengembang pada bibirnya. Sukma bangun dengan bahagia karena dia pikir semalam dirinya telah menghabiskan malam pertama dengan Jaka yang saat ini sudah berstatus Suaminya.
"Sayang kenapa kita berdua sama-sama polos?" tanya Jaka.
"Apa Mas Jaka lupa kalau semalam Mas sangat luar biasa," ujar Sukma dengan tersenyum malu, kemudian menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Sukma.
Kenapa aku tidak mengingat apa pun tentang kejadian semalam? tapi siapa lagi yang melakukan semua itu kepada Sukma kalau bukan aku yang melakukannya. Sepertinya aku hanya merasa kecapean saja, makanya aku tidak mengingat apa pun, batin Jaka yang saat ini bertanya-tanya.
Sukma mencoba untuk bangun dari tempat tidur, tapi area sensitifnya saat ini merasa perih sehingga membuat Sukma kesusahan untuk berjalan
"Kamu kenapa sayang?" tanya Jaka yang melihat Sukma meringis kesakitan.
"Ini masih sakit Mas," jawab Sukma dengan lirih, karena ia masih terlalu malu terhadap Jaka.
"Ya sudah kalau begitu Mas bantu kamu ke kamar mandi ya," ujar Jaka yang akhirnya menggendong tubuh Sukma ke dalam kamar mandi.
"Kamu duluan saja ya mandinya, Mas mau ambil minum dulu," ujar Jaka yang memutuskan tidak ikut mandi bersama Sukma karena saat ini pikiran Jaka masih saja kacau.
Jaka melihat bercak darah pada sprei, dan dia merasa yakin kalau itu adalah darah perawan Sukma, tapi dia sendiri masih berusaha untuk mengingat kejadian semalam yang dia alami.
"Jika benar aku yang melakukannya terhadap Sukma, berarti kutukan gadis bahu laweyan itu hanyalah mitos, buktinya sampai saat ini aku masih hidup meskipun sudah melewati malam pertama bersama Sukma," gumam Jaka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 241 Episodes
Comments
@Kristin
Kasian si Sukma ternyata Jaka di kendalikan bara
2024-03-22
1
Sena judifa
uma ai...blm apa2 jaka sdh pingsan
2023-10-15
1
Naluri Fitia
bagus nih ceritanya semoga sampai akhir tetep bagus thor
semangatttt😁😁
2023-03-07
5